Penyakit

Lansoprazole dan Omeprazole, Mana yang Paling Ampuh Atasi Gerd?

Bagi setiap orang yang mengalami GERD atau gastroesophageal reflux disease, keluhan yang biasanya dialami seperti nyeri dada seolah terbakar atau heartburn. Selain mengubah pola makan, biasanya obat-obatan seperti lansoprazole dan esomeprazole. Namun, sebelum mengonsumsinya perlu diketahui perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terlebih dulu.

GERD merupakan salah satu kondisi yang menandakn naiknya asam lambung yang berlebih ke kerongkongan. Penyebabnya pun beragam, bisa dari kebiasaan merokok, menggunakan obat NSAID dalam jangka panjang dan masalah kesehatan tertentu.  Jika mulai merasakan GERD, pilihan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan mengonsumsi obat-obatan,

Perbedaan Lansoprazole dan Esomeprazole

Lansoprazole

Merupakan obat yang bisa mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Khususnya pada GERD dengan gejala yang biasanya muncu seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar tepat di dada, mual serta mulut yang terasa asam.

Selain itu, tekuk lambung dan kembung juga bisa diatasi dengan obat ini, kemudian pada kondisi langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus (sindrom Zollinger-Ellison). Lansoprazole terkadang juga diandalkan untuk mengatasi kondisi tersebut, Bentuk obat ini berupa kapsul, tetapi juga ada yang berbentuk tablet dan cairan.

Selayaknya obat lambung pada umumnya, lansoprazole yang digunakan untuk mengatasi GERD juga dikonsumsi sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong. Dosis obat ini  bermacam-macam, biasanya dokter akan memberi dosis sesuai dengan kondisi seseorang dan sesuai dengan rekomendasi dokter untuk orang dewasa 15 hingga 30 mg dalam sehari.

Esomeprazole

Secara umum obat ini sama dengan lansoprazole, esomeprazole merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung, gejala GERD dan membantu penanganan sindrom Zollinger-Ellison. Esomeprazole merupakan obat generasi yang lebih baru, jika dicampur dengan naproxen dapat untuk mengatasi peradangan nyeri sendi dan otot.

Bentuk esomeprazole juga sama dengan lansoprazole, yakni tablet, kapsul, kaplet dan liquid, selain itu dokter juga akan memberi dosis sesuai dengan kondisi penyakit, usia, dan berat badan penderita. Namun, secara umum dosis yang akan diberikan dokter kepada pasien dewasa sekitar 20-40 mg dalam sehari.

Mana yang Lebih Baik untuk Mengatasi GERD

Terkait keampuhan kedua obat di atas untuk mengatasi GERD, efektivitas keduanya pernah diteliti dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan World Journal of Gastroenterology. Penelitian ini memberikan 40 mg esomeprazole, 30 mg lansoprazole, 20 mg omeprazole dan 40 mg pantoprazole pada sekitar 274 pasien refluks asam lambung selama delapan minggu.

Keempat obat ini memang kerap diberikan pada pasien yang mengalami masalah lambung dan hasil penelitian melaporkan, jika esomeprazole lebih efektif untuk mengatasi dan meredakan gejala dari GERD ketimbang tiga obat lainnya. Hal ini bahkan langsyng terlihat pada tujuh hari pertama setelah obat-obatan ini digunakan.

Namun, hasil ini tidak serta merta dijadikan sebagai patokan, karena hasilnya bisa bervariasi untu case esomeprazole melawan lansoprazole. Perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terletak pada struktur molekul, selain itu harga esomeprazole cenderung lebih mahal karena generiknya sendiri baru disetujui oleh US Food and Drug Administration pada 2015 silam.

Sangat berbeda dengan lansoprazole yang harganya lebih mudah, selain itu generiknya juga sudah tersebar luas di Indonesia. Biaya dan ketersediaan obat perlu menjadi pertimbangan dalam pemberian dan konsumsi obat, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Hidup Sehat

Purging, Cara Unik Pembersihan Sel Kulit Mati

Pernahkah Anda mencoba skin care atau produk kecantikan tertentu, namun justru jerawatlah yang muncul saat Anda menggunakan produk tersebut? Nah, tahukah Anda jika proses tersebut sering kali disebut dengan purging.

Kondisi seperti apakah purging itu? Lalu, apakah Anda perlu mengehentikan menggunakan produk perawatan tersebut. Yuk, cari tahu lebih jelas tentang kondisi tersebut pada artikel ini.

Apa itu Purging?

Purging merupakan proses penyesuaian kulit yang berupa pembersihan sel kulit mati setelah Anda menggunakan skin care tertentu. Bisa dikatakan, bahwa purging adalah proses pembersihan pada kulit, namun biasanya memberikan efek munculnya zat lain. Sebelum sel kulit mati tersebut digantikan dengan yang baru.

Purging akan muncul berupa zat lain seperti minyak yang bisa menyumbat pori-pori, setelah itu maka munculah jerawat. Hal tersebut terjadi karena produk yang Anda gunakan meningkatkan laju pergantian sel kulit, semua kotoran yang akan naik ke permukaan pori-pori.

Purging berbeda dengan breakout, pada kondisi breakout, jerawat yang muncul dikarekan reaksi dari penggunaan produk baru. Breakout terjadi karena kulit wajah Anda tidak cocok dengan produk tersebut, maka reaksi yang ditimbulkan adalah penyumbatan pori-pori (jerawat), alergi hingga iritasi pada kulit.

Berapa lama purging terjadi?

Kabar baiknya, purging ini terjadi tidak akan lama atau bersifat hanya sementara saja. berapa lama purging terjadi pun akan sangat tergantung pada masing-masing individu, tetapi rata-rata kondisi ini akan berlangsung sekitar satu bulan.

Pasalnya, waktu tersebut merupakan jumlah waktu yang dibutuhkan kulit baru Anda untuk muncul di akhir siklus pergantian sel kulit. Jika dalam waktu 6-8 minggu Anda  tidak melihat bahwa kulit Anda mulai membaik, hal ini mungkin saat yang tepat untuk menghentikan pemakaian produk dan menemui seorang dokter kulit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kulit Anda mungkin tidak bereaksi dengan baik terhadap produk.

Apa yang harus dilakukan?

Pada saat purging terjadi, Anda tidak dapat mempercepat kondisi tersebut agar selesai, tetapi Anda dpat membantu meringankan gejala yang muncul. Empat hingga enam minggu mungkin terdengar sangat lama untuk menunggu kulit impian Anda. Sayangnya tidak banyak  yang bisa Anda lakukan selain:

  • Jangan memencet atau jerawat terlalu sering, hal ini justru akan memperpanjang atau membuat periode purging lebih lama dan bahkan dapat menyebabkan jaringan parut yang permanen.
  • Jangan gunakan produk yang terlalu membuat kering, seperti asam eksfoliasi. Karena banyak perawatan noda yang sebenarnya merupakan pengelupasan (seperti asam salisilat dan benzoil peroksida), jauhkan dari hal tersebut. Karena kondisi ini sudah berada di pertengahan jalan menuju pergantian sel kulit yang baru. Stimulant tambahan apa pun hanya akan memperburuk keadaan.

Apakah ada cara untuk menghindari purging?

Jika saat ini Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan retinol, asam, atau peel ke dalam rutinitas perawatan Anda tetapi tidak ingin menimbulkan efek samping lainnya, Anda dapat menggunakannya. 

Misalnya saka, selama minggu pertama, Anda dapat menggunakan retinol dua kali seminggu. Kemudian untuk minggu kedua Anda terapkan tiga kali seminggu, dan seterusnya hingga menggunakan setiap hari. Hal ini akan membuat kulit menyesuaikan diri secara bertahap. Anda dapat pun dapat mengikuti pola yang sama pada produk pengelupasan.

Jadi, meskipun purging ini sedikit menyebalkan, namun Anda perlu melewati proses ini untuk mendapatkan kulit wajah seperti impian Anda. Jangan pantang menyerah ya!

Parenting

Bagaimana Cara Kerja Operant Conditioning? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Operant Conditioning? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah metode pembelajaran yang cara pelaksanaannya dilakukan dengan memberi hadiah atau reward dan hukuman atau punishment sebagai konsekuensi dari perilaku disebut operant conditioning. Teori pembelajaran ini dikembangkan oleh B.F Skinner dan tak jarang banyak orang menyebut metode pembelajaran ini sebagai teori skinner atau instrumental conditioning.

Metode pembelajaran ini dapat dipraktikan dalam banyak aspek di dalam kehidupan sehari-hari anak, khususnya ketika menjalani kegiatan belajar di kelas. Dengan menggunakan cara ini, diklaim banyak anak yang mampu belajar perilaku baik dan positif hingga mereka terbiasa melakukan hal tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Cara Kerja Operant Conditioning

Metode pembelajaran ini memaksa seseorang atau anak mempelajari keadaan dari situasi yang memberinya hadiah atau hukuman. Karena memang metode ini dibuat agar anak mengerti hubungan yang muncul antara perilaku dan konsekuensi. Dalam dunia penelitian, konsep ini bisa terlihat pada tikus-tikus percobaan.

Tikus yang ditempatkan dalam sebuah kandang menggunakan dua buah lampu, masing-masing berwarna hijau dan merah. Kemudian di samping lampu terdapat sebuah tuas, jika menggerakan tuas saat lampu hijau menyala maka tikus akan mendapatkan makanan. Namun, jika memindahkan tuas saat lampu merah menyala, tikus akan mendapat setrum ringan.

Perilaku ini jika lama-lama dilakukan dan menjadi kebiasaan, maka tikus akan belajar bahwa tuas hanya akan ditarik ketika lampu hijau menyala dan mengabaikan tuas ketika lampu merah menyala. Kondisi tersebut menandakan bahwa tikus sudah berhasil menghubungkan antara perilaku dan konsekuensi melalui hadiah dan hukuman yang diterima.

Jenis Perilaku Menurut Skinner

Terdapat dua jenis kelompok perilaku manusia, yakni responden dan perilaku operant di mana masing-masing perilaku ini sangat berhubungan dengan teori pembelajaran yang dibuatnya ini, berikut penjelasan singkat mengenai beberapa kelompok besar perilaku manusia tersebut.

  • Perilaku Responden

Disebut juga dengan respondent behaviour, merupakan perilaku yang muncul secara otomatis dan refleks. Misalnya menjauhkan tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas atau menggerakan kaki ketika dokter mengetuk lutut. Perilaku ini muncul tanpa harus dipelajari dan dikuasai oleh manusia karena muncul dengan sendirinya.

  • Perilaku Operant

Perilaku operant atau operant behaviour adalah perilaku yang dipelajari dan akan keluar, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja ketika muncul suatu kejadian yang berhubungan dengan itu. Perilaku ini bisa dibentuk melalui metode pembelajaran di atas, seseorang bisa melatih diri sendiri maupun orang lain untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik.

Komponen Pengondisian Instrumental

  • Reinforcement

Merupakan segala hal yang terjadi dan dapat menguatkan suatu perilaku, komponen ini bisa bersifat positif dan negatif. Positif  seperti sesuatu yang menghasilkan atau menguatkan perilaku positif, contohnya bekerja dengan baik di kantor dan perusahaan akan memberi bonus. Negatif adalah suatu hal yang dilakukan untuk menghentikan perilaku negatif yang dihadapi.

Misalnya seperti membuat seseorang berpikir bahwa dengan memberikan jajan kepada anak, maka akan ada sebuah konsekuensi anak tersebut akan menjadi tenang. Meski demikian, perilaku tersebut bukanlah salah satu tindakan positif karena membuat seseorang memaksanya untuk memberi anak jajanan ketika rewel atau menangis.

  • Punishment

Hukuman juga terbagi menjadi dua bagian, positif dan negatif dalam pengertian kebalikan dari reinforcement. Punishment positif merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya perilaku yang melemahkan respons, contoh menghukum anak dengan memukul tubuh mereka.

Sementara itu punishment negatif dalam operant conditioning dikenal juga dengan sebutan punishment by removal. Merupakan tindakan yang dilakukan dengan menyingkirkan benda atau apa saja yang memicu perilaku negatif, seperti melarang anak bermain gadget dan merampasnya jika berperilaku buruk di depan umum.

Hidup Sehat

Penyebab Ukuran Minus Mata Tinggi dan Cara Mengatasinya

Jika Anda memiliki ukuran minus mata yang tinggi, Anda mungkin menderita miopi atau rabun jauh. Kondisi ini ditandai dengan kemampuan untuk melihat benda dekat dengan jelas, namun sulit melihat benda pada jarak yang lebih jauh.

Orang-orang dengan minus mata yang tinggi atau biasanya mengalami rabun jauh sejak usia yang masih sangat kecil. Seiring dengan masa pertumbuhannya, ukuran minus akan terus bertambah sampai mencapai usia 18-20 tahun. 

Apa yang menyebabkan ukuran minus mata tinggi? 

Sebenarnya, ada banyak faktor yang bisa membuat Anda menderita rabun jauh. Pada penderita ukuran minus mata yang sangat tinggi, faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab utamanya.

Apabila kedua orang tua memiliki minus mata yang tinggi, anaknya pun beresiko mengalami rabun jauh sejak usia yang masih sangat muda. 

Selain faktor genetik, tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat seseorang mengalami miopi. Kondisi ini terjadi saat mata tidak dapat menghasilkan objek gambar yang jelas di kejauhan. 

Akan tetapi, meski penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan resiko terkena rabun jauh, yaitu: 

  • Bermain di dalam ruangan

Kebiasaan pada masa kecil akan sangat mempengaruhi ukuran minus mata seseorang. Menurut penelitian, anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu bermain di dalam ruangan saat kecil lebih rentan mengalami peningkatan minus mata menjadi lebih besar.

  • Kebiasaan melihat dalam jarak dekat

Beberapa kegiatan bisa memicu peningkatan resiko rabun jauh, seperti membaca, menulis, dan menggunakan smartphone. Kegiatan-kegiatan ini biasanya menuntut mata untuk melihat dalam jarak yang dekat, sehingga mata bekerja terlalu keras untuk melihat benda-benda dalam jarak dekat. 

  • Faktor genetik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor genetik mengambil peran paling besar sebagai penyebab rabun jauh. Hal ini bisa terjadi karena kedua orang tua memiliki struktur dan perkembangan mata yang tidak sempurna, sehingga anaknya pun berpotensi mengalami hal yang sama. 

Upaya mengatasi ukuran minus mata yang tinggi

Semakin cepat Anda melakukan upaya pengobatan, semakin besar juga peluang minus mata Anda untuk semakin membaik. Karena itu, Anda harus mendeteksi secara cepat apabila anak Anda menderita rabun jauh. 

Cara paling umum untuk mengatasi minus mata yang tinggi adalah dengan menggunakan lensa korektif, seperti: 

  • Kacamata

Penggunaan kacamata untuk penderita rabun jauh akan dibuat dengan resep khusus. Lensanya akan disesuaikan dengan ukuran minus mata Anda. 

Ketebalan dan berat lensa akan dipengaruhi juga oleh ukuran minus. Lensa tersebut akan membantu dalam memastikan cahaya terfokus ke bagian belakang mata. 

  • Lensa kontak

Selain kacamata, lensa kontak juga cukup umum digunakan. Dibandingkan dengan kacamata, lensa kontak lebih ringan, praktis, dan tidak terlihat. 

Lensa kontak tersedia dalam beberapa jenis. Ada lensa kontak yang harus dibuang dalam sekali pakai, ada juga yang bisa dicuci selama beberapa kali dan dipakai dalam periode tertentu. 

Seiring bertambahnya usia, penglihatan Anda pasti akan mengalami perubahan. Orang lanjut usia umumnya mengalami rabun dekat, yaitu kebalikan dari rabun jauh, ketika mereka justru sulit melihat benda-benda dalam jarak yang dekat. 

Apabila hal ini terjadi, Anda kemungkinan akan memerlukan dua pasang kacamata, yaitu kacamata untuk melihat benda jauh dan kacamata untuk melihat benda dekat, seperti kacamata untuk membaca. Baik lensa jauh dan lensa dekat sama-sama akan disesuaikan dengan ukuran minus mata Anda.

Parenting

Strategi Pengasuhan untuk Hadapi Anak Aktif Bergerak

Strategi Pengasuhan untuk Hadapi Anak Aktif Bergerak

Di usia 5 tahun pertama, anak sudah mulai menunjukkan warnanya masing-masing. Sebagian anak aktif bergerak, namun ada juga anak yang pendiam. Saking aktifnya, terkadang orang tua menjadi cemas apakah hal tersebut normal atau patut diwaspadai.

Anda mungkin berpikir anak yang terlalu lincah dan berenergi terkena ADHD. Hal itu memang bisa saja terjadi, namun tidak semua anak hiperaktif terkena gangguan tersebut.  

Penyebab anak menjadi hiperaktif

Ada perbedaan signifikan antara anak ADHD dengan anak yang hanya aktif bergerak. Menurut DSM V, ADHD memiliki gejala antara lain:

  • Cenderung memotong pembicaraan orang lain
  • Sulit fokus terhadap suatu hal 
  • Sulit duduk diam dan terus aktif bergerak
  • Melakukan kegiatan seperti berlari atau melompat di waktu yang tidak tepat
  • Senang berbicara tanpa henti

Jika Anda menemui beberapa gejala tersebut pada anak Anda, konsultasikan ke psikolog untuk memastikan apakah anak Anda benar-benar terkena ADHD.

Di sisi lain, ada beberapa sebab anak non-ADHD menjadi terlalu lincah dan aktif, diantaranya:

  • Stres
  • Kurang tidur
  • Merasa kurang bergerak sehingga terus bergerak tanpa henti
  • Efek dari kondisi kesehatan tertentu
  • Mengalami masalah mental atau emosi seperti gangguan kecemasan atau melalui peristiwa traumatis

Mengasuh anak yang terlalu aktif bergerak

Sudah sepatutnya anak aktif bergerak. Hal ini membuat banyak orang tua kewalahan dalam mengasuhnya. Ada beberapa strategi mengasuh anak lincah bergerak dan mendukungnya menjadi pribadi yang positif. 

  1. Ubah pikiran terhadap anak

Memberikan label kepada anak membuat Anda percaya bahwa anak Anda memang demikian. Labeling seperti itu juga dapat mempengaruhi keyakinan anak atas diri mereka sendiri. 

Misalnya, Anda melabeli anak Anda sebagai anak yang nakal. Jika hal itu sampai terdengar oleh anak, mereka akan percaya bahwa mereka memang nakal.

Ubahlah pikiran dan julukan yang Anda berikan kepada anak. Mulailah menggantinya dengan kalimat positif seperti anak Anda adalah anugerah bagi Anda, anak Anda memang suka berpetualang, dan kalimat baik lainnya.

  1. Terima kondisi anak

Sadari bahwa setiap anak istimewa dan memiliki karakternya masing-masing. Tidak ada yang salah dengan anak yang terlalu aktif bergerak. Seringkali anak mengekspresikan emosinya dengan berperilaku terlalu aktif. 

Rangkullah anak dan percayalah bahwa hal-hal yang mereka lakukan murni untuk bereksplorasi, bukan untuk menyakiti Anda. 

  1. Pahami energi dan motivasi anak

Anak dengan energi ekstra terkadang menyamarkan rasa frustasinya. Anak juga mungkin merasa bosan dan ingin bermain di luar ruangan. 

Jika Anda melihat anak terlalu lincah dibanding hari biasanya, carilah penyebabnya dan arahkan ke kegiatan yang positif. Ada banyak aktivitas fisik yang cocok untuk anak aktif bergerak, seperti bermain bola, bermain tanah liat, atau balet.

  1. Ajarkan anak keterampilan menenangkan diri

Untuk mengeluarkan rasa frustasi dan stres yang dialami, Anda bisa mengarahkan anak ke aktivitas yang berguna untuk menenangkan diri. Kegiatan ini bisa berupa bermain squishy, slime, dan latihan pernapasan. 

  1. Ajari anak keterampilan sosial emosional

Mengajari anak untuk mengekspresikan perasaannya adalah hal yang penting. Hal ini berguna melatih anak mengenali dirinya sendiri. Dengan begini anak tidak akan kesulitan menjalin hubungan pertemanan yang luas.

  1. Tetapkan batasan yang jelas 

Ketika meminta tolong atau memberi perintah ke anak, lakukanlah kontak sedekat mungkin dan ucapkan dengan tenang dan jelas. Ketika anak sudah fokus, mintalah mengulangi perkataan Anda untuk menghindari kesalah pahaman.

Jangan berteriak ketika anak melakukan tugasnya dan minta mereka menghubungi Anda ketika selesai.

  1. Berikan anak pujian 

Puji anak setelah menyelesaikan tugasnya. Tak harus pujian setinggi langit, cukup berikan apresiasi seperti mengucapkan terima kasih. 

  1. Perbanyak interaksi positif dengan anak

Untuk membangun kelekatan emosional, perbanyaklah melakukan kegiatan bersama-sama. Anda bisa menjadi teman bermainnya, dan membacakannya buku cerita sebelum tidur.

Kontak fisik seperti pelukan sebelum tidur juga dapat berdampak besar.

  1. Lakukan me-time untuk mengistirahatkan diri sendiri

Setelah lelah mengurus anak, jangan lupa sisihkan waktu sendiri untuk beristirahat. Hal ini sangat penting guna mengisi kembali energi Anda dan melepaskan stres.

Jika cara di atas tetap membuat Anda kesulitan mendidik anak aktif bergerak, mintalah bantuan konselor keluarga untuk panduan pengasuhan tambahan. Hal penting yang harus Anda ingat adalah bahwa semua anak istimewa.

Hidup Sehat

Apa Itu Diastema dan Bagaimana Perawatannya?

Diastema mengacu pada sebuah kondisi di mana terdapat celah di antara gigi. Celah tersebut dapat terjadi di bagian mulut manapun, dengan yang paling terlihat adalah pada gigi depan bagian atas. Kondisi ini dapat memengaruhi orang dewasa dan anak. Pada anak, celah akan hilang saat gigi permanen mulai tumbuh. Beberapa celah berukuran kecil dan hampir tidak terlihat, namun tidak sedikit pula yang menderita diastema ukuran besar dan dapat mengganggu kepercayaan diri. Apabila Anda memiliki diastema dan tidak menyukai tampilan celah tersebut, ada beberapa cara untuk menutup atau mengurangi ukuran celah.

Diastema tidak disebabkan oleh satu hal, namun akibat beberapa faktor tertentu yang masing-masing berkontribusi terhadap terjadinya kondisi ini. Bagi beberapa orang, diastema berhubungan dengan ukuran gigi dan ukuran tulang rahang. Celah diastema dapat terjadi apabila gigi terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran tulang rahang. Sebagai hasilnya, jarak antar gigi menjadi lebar. Ukuran gigi dan tulang rahang dapat ditentukan oleh faktor genetik, sehingga diastema dapat diwariskan dalam keluarga. Anda juga dapat memiliki diastema apabila terdapat pertumbuhan berlebih jaringan yang membatasi garis gusi dan dua gigi depan atas. Pertumbuhan berlebih tersebut dapat menyebabkan pemisaan antara kedua gigi, dan menghasilkan celah diastema.

Kebiasaan buruk tertentu juga dapat memicu terbentuknya celah di antara gigi. Anak-anak yang sering mengisap ibu jari dapat menyebabkan celah terbentuk karena gerakan mengisap memberi tekanan pada gigi bagian depan, menyebabkan gigi tertarik maju. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, diastoma dapat terjadi akibat refleks menelan yang salah. Alih-alih lidah memposisikan diri di langit-langit mulut saat menelan, lidah malah mendorong maju gigi depan. Dokter menyebut kondisi ini sebagai dorongan lidah. Mungkin terdengar seperti refleks yang tidak berbahaya, namun terlalu banyak tekanan pada gigi bagian depan dapat menyebabkan terjadinya pemisahan yang berujung celah. Diastema juga dapat terjadi akibat penyakit gusi, yang mana merupakan sejenis infeksi. Dalam kasus ini, peradangan merusak gusi dan jaringan yang menyokong gigi. Hal ini dapat berujung gigi tanggal dan celah di antara gigi. Gejala penyakit gusi di antaranya adalah gusi yang membengkak, gigi goyah, tulang keropos, dan gusi yang berdarah.

Perawatan

Perawatan diastema dapat dibutuhkan, atau tidak diperlukan sama sekali, tergantung pada penyebab utamanya. Bagi sebagian orang, diastema hanyalah sebuah masalah estetika dan bersifat “kosmetik” dan tidak mengindikasikan adanya gangguan kesehatan serius, berbeda apabila diastema disebabkan karena penyakit gusi. Penggunaan behel gigi merupakan jenis perawatan yang paling sering digunakan untuk kasus diastema. Behel gigi terdiri dari kawat dan braket yang memberikan tekanan pada gigi dan dengan perlahan menggerakkannya dengan tujuan menutup celah diastema. Behel tidak terlihat atau dapat dilepas juga dapat mengatasi beberapa kasus diastema.

Apabila Anda tidak ingin menggunakan behel gigi, konsultasi dengan dokter gigi tentang prosedur kosmetik lain untuk menutup celah di antara gigi Anda. Veneer merupakan pilihan perawatan diastema lain. Veneer merupakan prosedur menggunakan bahan komposit yang berwarna menyerupai gigi untuk mengisi celah atau menutupi gigi dengan tujuan meningkatkan tampilan ketika Anda tersenyum. Prosedur ini juga bermanfaat untuk memperbaiki gigi yang retak atau rusak. Apabila gusi tumbuh berlebih dan menyebabkan celah, operasi untuk mengangkat jaringan berlebih dapat dibutuhkan sehingga celah dapat ditutup. Sementara itu, apabila diastema disebabkan karena penyakit gusi, Anda perlu mendapatkan perawatan untuk menyembuhkan infeksi terlebih dahulu sebelum menutup celah diastema.

Uncategorized

Apa Saja Aktivitas yang Sebaiknya Dilakukan saat Hamil 26 Minggu?

Pada usia hamil 26 minggu, ternyata penglihatan janin sudah mulai terbuka serta saraf indera pendengarannya mulai berkembang. Ibu pasti tidak sabar menanti kelahiran bayi. Perut pun semakin membesar sebab janin sudah berukuran sepanjang daun bawang. Berikut ini merupakan beberapa aktivitas yang bisa ibu lakukan untuk menunjang kesehatan ibu dan perkembangan janin:

  1. Sering berbicara ke bayi

Perkembangan saraf pendengaran yang semakin matang memungkinkan janin mendengar suara lebih jelas. Begitu pula dengan perubahan detak jantung, gerakan, dan pernapasan ibu yang dapat dirasakan oleh janin. Oleh karena itu, mulai ajak si kecil berbicara selama berada di kandungan. Sebuah studi menunjukkan, kebiasaan ayah dan ibu yang sering mengajak si kecil berbicara akan meningkatkan bonding dengan bayi kelak setelah lahir. 

Ayah dan ibu disarankan untuk berbicara kepada si kecil dalam keadaan rileks dan tenang, serta hindari teriakan, bentakan, atau kata-kata kasar lainnya. Suara ibu akan lebih tertangkap sebab disertai dengan gerakan. Saat ibu berbicara, diafragma ikut naik atau turun sehingga janin juga bisa merasakan lebih jelas. 

  1. Lakukan olahraga yang aman bagi ibu hamil secara rutin

Berenang dan melakuakan latihan olahraga ringan di dalam air akan melatih kekuatan otot. Air akan menopang berat badan sehingga ibu akan terhindar dari luka atau ketegangan otot. Yoga dan pilates bagi ibu hamil juga bisa dilakukan guna mengurangi stres, memperbaiki fleksibilitas gerakan, dan meningkatkan kemampuan pernapasan yang berguna saat persalinan. Lakukan yoga dan pilates bersama dengan instruktur profesional khusus ibu hamil. 

  1. Waspada diabetes gestasional

Pada kehamilan usia 14-28 minggu, seorang ibu rawan mengalami diabetes gestasional. Selama kehamilan, plasenta menghasilkan hormon tingkat tinggi penangkal insulin. Fungsi insulin yaitu mengubah glukosa dalam darah menjadi bentuk lain agar dapat disimpan sebagai energi cadangan. Kadar insulin yang menurun mampu meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga memicu terjadinya diabetes. 

Ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih, prematur, hipoglikemia, serta gangguan pernapasan. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter dan pengecekan kadar gula darah secara berkala. Dokter akan merekomendasikan penggunaan insulin atau obat lainnya jika diperlukan. 

  1. Mulai merancang kelahiran

Jika sebelumnya ibu belum sempat memikirkan rencana kelahiran, mungkin pada usia hamil 26 minggu merupakan waktu yang tepat untuk memulai. Salah satu rencana persalinan yang paling besar yaitu pemilihan tempat rumah sakit atau bidan yang diinginkan. 

Usahakan untuk merencanakan suasana persalinan positif yang direfleksikan melalui dokter, petugas medis, atau tempat dan suasana bersalin. ibu juga haru menglomunikasikan dengan pasangan berkaitan dengan persiapan lain menjelang kelahiran dan jenis dukungan apa saja yang dibutuhkan.      

  1. Rawat kulit dari stretch mark

Stretch mark akan menimbulkan rasa tidak nyaman karena tampilannya yang mengganggu. Kondisi stretch mark disebabkan beberapa faktor, diantaranya genetik, usia, dan berat badan. Meskipun tidak ada cara pasti yang menjamin ibu bisa terhindar dari strecth mark, namun cara-cara berikut ini mungkin bisa membantu meminimallam tampilannya:

  • Peningkatan berat badan saat hamil sebaiknya dilakukan secara perlahan 
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang untuk menjaga kebutuhan gizi
  • Jangan biarkan kulit kering dan terus jaga hidrasi serta kelembabannya

Setelah melahirkan, srestch mark mungkin akan memudar walaupun tidak sepenuhnya hilang. Krim obat dan perawatan laser dari dokter kulit akan membantu menyamarkan tampilan stretch mark

Lakukan pengecekan rutin ke dokter untuk memantau kesehatan ibu dan bayi. Beritahu dokter mengenai keluhan saat menginjak usia hamil 26 minggu. Keluhan yang tak biasa dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akan ditangani dokter sesegera mungkin sehingga bisa deteksi sejak awal.

Penyakit

Hati-hati, Ini Penyebab Gejala Hipotensi Ortostatik

Bukan hanya tekanan darah tinggi yang perlu Anda waspadai. Tekanan darah rendah pun memiliki risiko bahaya yang mesti menjadi perhatian. Apalagi jika Anda tergolong memiliki gejala hipotensi ortostatik di mana tekanan darah akan menurun tiba-tiba tiap kali Anda berubah posisi dari duduk ke berdiri atau dari berdiri ke duduk atau tidur.

Hipotensi ortostatik kerap dipandang remeh orang sebagian orang karena umumnya hanya menimbulkan gejala pusing atau pandangan mata kabur sesaat setiap kali berubah posisi. Namun dalam tahap yang lebih serius, penyakit ini bisa membuat penderitanya mengalami pusing hingga bermenit-menit hingga pingsan. Jika sudah demikian, penderita hipotensi ortostatik tersebut tentu saja harus menemui dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Kondisi hipotensi ortostatik sendiri dipicu oleh berbagai sebab. Beberapa di antara penyebabnya bahkan mengacu pada kondisi masalah kesehatan yang serius. Memahami penyebab-penyebab hipotensi ortostatik di bawah ini pun dapat membuat Anda bisa lebih berhati-hati dan terhindar dari serangan tekanan darah yang turun tiba-tiba tersebut.

  • Dehidrasi

Orang-orang yang mengonsumsi cairan kurang dari kebutuhan harian cenderung lebih mudah terkena hipotensi ortostatik. Karena itu, pastikan Anda selalu terhidrasi cukup tiap harinya agar tidak mengalami penurunan tekanan darah yang tiba-tiba tiap kali berubah posisi.

  • Penyakit Jantung

Jantung memiliki fungsi mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Ketika fungsi jantung menurun atau memiliki masalah, tekanan darah pun akan turut terkena imbasnya. Karena alasan inilah, orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung ataupun gangguan irama jantung lebih rentan terkena hipotensi ortostatik.

  • Anemia

Orang yang kekurangan sel darah merah atau anemia cenderung juga bermasalah dengan tekanan darah. Penderita anemia umumnya juga memiliki tekanan darah rendah. Dalam beberapa kasus, tekanan darah rendah yang diidap oleh penderita anemia akan semakin parah dan memburuk tiap kali melakukan perubahan posisi tubuh, seperti dari berdiri ke duduk atau sebaliknya.

  • Penyakit Sistem Endokrin

Diabetes dan tiroid merupakan contoh dari penyakit yang menyerang sistem endokrin. Orang-orang yang terkena penyakit ini juga kerap bermasalah pada aliran darahnya. Masalah inilah yang akhirnya menimbulkan gejala hipotensi ortostatik pada penderita penyakit sistem endokrin.

  • Cuaca Panas

Cuaca juga bisa membuat seseorang terserang gejala hipotensi ortostatik. Adalah cuaca panas, yang bisa membuat Anda mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika mengubah posisi tubuh. Gejala akan makin parah ketika cuaca panas tersebut tidak diimbangi dengan pengonsumsian cairan yang sepadan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

  • Obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat bisa memengaruhi tekanan darah Anda. Contoh obat yang bisa menurunkan tekanan darah secara tiba-tiba, di antaranya obat penghambat saluran kalsium, nitrat, juga penghamat angiotensin. Obat-obatan yang berisiko menimbulkan gejala hipotensi ortostatik umumnya yang merupakan jenis terapi untuk penderita penyakit kardiovaskular maupun penyakit sistem endokrin.

  • Kurang Aktivitas

Seseorang dengan tingkat mobilitas rendah atau kurang aktivitas juga cenderung mengalami hipotensi ortostatik. Contohnya, seseorang yang memiliki pola tidur lama lebih dari 8 jam sehari akan mudah merasa pusing ketika mengubah posisi ke duduk atau berdiri.

  • Aktivitas Makan

Makan tidak melulu membuat tekanan darah naik. Nyatanya didapati fakta, aktivitas makan bisa membuat seseorang mengalami hipotensi ortostatik sesaat setelahnya. Jadi ketika Anda makan, jangan langsung mengubah posisi ke berdiri karena tekanan darah bisa langsung turun secara tiba-tiba.

***

Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami hipotensi ortostatik, cobalah mulai menghindari gejala-gejala yang dapat dijauhi. Memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh terkait pemicu tekanan darah yang turun tiba-tiba ini pun sangat disarankan.

Hidup Sehat

Cara Mengobati Luka Bakar Agar Tidak Meninggalkan Bekas

Selain menyentuh panci panas dengan tidak sengaja, luka bakar juga dapat disebabkan oleh iritasi produk, paparan sinar matahari (sunburn), radiasi, dan sengatan listrik. 

luka bakar

Cara mengobati luka bakar bisa dikatakan sedikit tricky. Bila tidak ditangani dengan tepat dan benar, luka bakar dapat berbekas dan meninggalkan luka yang tidak sedap dipandang mata.

Penyebab bekas luka bakar

Kolagen di dalam tubuh bertindak sebagai regenerasi kulit saat kulit terluka. Luka bakar berarti kulit menjadi rusak dan kolagen bertugas untuk memperbaikinya. 

Ketika mulai sembuh, area yang menebal dan berubah warna disebut sebagai bekas luka. Bekas luka ini akan memudar dengan seiring waktu. Namun pada beberapa kasus ada bekas luka yang bersifat permanen dan tak bisa dihilangkan.

Jenis luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya

Perlu diketahui bahwa luka bakar memiliki beberapa jenis dan tingkat keparahan. Semakin banyak dan lama Anda terbakar panas, maka semakin Anda semakin berisiko mendapatkan luka bakar yang parah dan meninggalkan bekas permanen. 

Tingkat keparahan luka bakar terbagi menjadi tiga jenis, dan klasifikasinya sebagai berikut:

  1. Luka bakar derajat satu 
  • Rusaknya lapisan kulit luar (epidermis)
  • Kulit memerah dan terasa sakit
  1. Luka bakar derajat dua (ketebalan sebagian)
  • Rusaknya lapisan kulit luar (epidermis)
  • Rusaknya lapisan kulit dalam (dermis)
  • Kulit memerah dan terasa sakit
  • Kulit melepuh
  1. Luka bakar derajat tiga (ketebalan penuh)
  • Rusaknya lapisan kulit luar (epidermis)
  • Rusaknya lapisan kulit dalam (dermis)
  • Dapat merusak tulang dan jaringan tendon
  • Terdapat perubahan kulit menjadi putih atau hitam
  • Terdapat kerusakan pada ujung saraf

Luka bakar tingkat satu dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 6 hari, dan tidak meninggalkan bekas luka. Sedangkan luka bakar derajat dua dan tiga dapat berbekas bila tidak ditangani dengan benar.

Luka bakar dapat menyebabkan salah satu dari tiga bekas luka di bawah ini:

  • Bekas luka hipertrofik: benjol berwarna merah keunguan dan terasa gatal bila disentuh
  • Bekas luka kontraktur: luka membuat kulit, tendon, dan otot terasa kencang sehingga area terdampak sulit digerakkan
  • Bekas luka keloid: berupa benjolan berkilau dan tidak berbulu

Cara mengobati luka bakar agar tidak berbekas

Kebanyakan orang akan panik setelah menerima luka bakar, sehingga gegabah melakukan segala cara untuk meredam rasa panas terbakar. 

Untuk mencegah terjadinya bekas luka, berikut ini cara mengobati luka bakar yang tepat:

  1. Bilas luka bakar dengan air dingin atau hangat, lalu diamkan hingga mengering.
  2. Oleskan salep antibiotik dengan aplikator seperti kain kasa atau cotton bud bersih untuk mencegah infeksi.
  3. Balut luka bakar dengan perban antilengket dan kain kasa steril.

Saat luka bakar mulai sembuh, lakukan cara di bawah ini:

  1. Regangkan area yang terbakar selama beberapa menit setiap hari untuk mencegah kulit saling menempel.
  2. Jika Anda mengalami luka lepuh dan menggelembung, jangan pecahkan gelembung dan biarkan luka pecah dan mengering. Temui dokter atau petugas kesehatan untuk memotong sel kulit mati.
  3. Lindungi luka bakar dari sinar matahari langsung dengan memakai tabir surya atau pakaian longgar dan panjang.

Untuk mempercepat penyembuhan luka, konsultasikan dengan dokter secara rutin dan ikuti arahan yang telah diberikan untuk mencegah terbentuknya jaringan parut.

Catatan

Sebelum membeli salep antibiotik yang dijual bebas, konsultasikan dengan petugas kesehatan atau apoteker dan tanyakan dosis penggunaan yang tepat. Apabila Anda ragu untuk mengobati area yang terbakar, Anda bisa melakukan cara mengobati luka bakar bersama dokter.

Hidup Sehat

Mengolah ASI untuk Bahan Resep Makanan Bayi, Bisakah?

Pernahkah Anda mendengar ada makanan bayi yang diolah dan diproses menggunakan ASI sebagai bahan pelengkap pembuatannya? Dalam fase MPASI, anak mulai dikenalkan dengan makanan padat dan ASI menjadi pelengkap nutrisi buah hati. Namun, apa jadinya jika ada resep makanan bayi menggunakan ASI? Tertarikkah Anda untuk mencobanya? Tidak ada salahnya bagi ibu untuk membuat makanan bayi menggunakan ASI, selama kualitas dan kebersihan ASI tetap terjaga, kok.

masakan bayi

Resep makanan bayi untuk MPASI dari ASI

Banyak sekali nutrisi bermanfaat dalam ASI, seperti protein, lemak, air, dan gula, yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh bayi. ASI juga berperan penting untuk mendukung pertumbuhan bayi agar senantiasa sehat dan kuat. 

Di bawah ini, terdapat resep makanan bayi yang pantas untuk dicoba.

  1. Oatmeal ASI

Resep makanan bayi yang dapat Anda coba, yaitu dengan mengombinasikan oatmeal dengan ASI. Cara untuk membuat makanan ini pun terbilang mudah, yaitu:

  • Blender oat hingga mendapatkan tekstur halus
  • Panaskan ASI lalu tuangkan oat sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan
  • Tuangkan adonan tersebut pada tray es batu dan bekukan dalam waktu 24-48 jam
  • Jika ingin disajikan, hangatkan dalam microwave lalu tunggu hingga mencair
  1. Pancake ASI

Memang, pancake ASI tidak sepopuler dengan resep pancake menggunakan tepung pada umumnya. Namun, resep makanan bayi ini boleh dicoba sebagai menu MPASI buah hati. Adapun bahan dan cara membuat yang perlu diperhatikan:

Bahan:

  • Pisang yang telah masak (dapat pula diganti dengan buah lain sesuai selera, seperti mangga atau apel)
  • 1 cangkir ASI
  • 1 buah telur
  • 2 sendok teh butter atau minyak kelapa
  • 1 cangkir tepung gandum utuh
  • 1 sendok teh baking powder
  • ¼ sendok teh baking soda

Cara membuat pancake ASI:

  • Campurkan bahan yang telah disiapkan: pisang, ASI, telur, dan minyak kelapa
  • Dalam wadah yang terpisah, campurkan tepung, baking powder, dan baking soda
  • Masukkan adonan basah ke dalam adonan kering hingga keseluruhan adonan tercampur rata
  • Oleskan butter di atas wajan agar adonan tidak terasa lengket dan menempel
  • Buat pancake mulai dari 1-2 sendok makan adonan, lalu tuang ke atas wajah yang telah dipanaskan
  • Masak selama beberapa menit dan tunggu hingga gelembung muncul di atas permukaan adonan pancake
  • Balik adonan dan masak sisi sebelahnya matang merata
  1. Yoghurt ASI

Tidak hanya susu hewani pada umumnya, namun yoghurt ternyata juga dapat diolah dari ASI. Resep makanan bayi ini dapat dikombinasikan dengan buah pilihan sesuai dengan selera. Bahan utama yang diperlukan, yaitu ASI, tepung tapioka, dan yoghurt starter. Perhatikan cara membuatnya di bawah ini:

  • Panaskan ASI dengan api sedang, namun jangan tunggu hingga mendidih
  • Dinginkan, lalu tambahkan yoghurt starter
  • Tambahkan tepung tapioka dalam ukuran yang telah disesuaikan dengan banyaknya ASI yang digunakan
  • Tuangkan adonan ke mangkuk kaca yang telah dihangatkan sebelumnya, lalu tutup
  • Masukkan mangkuk kaca dalam cooler bag dan tuangkan air panas di sekitarnya
  • Ganti air setelah 4,5 jam
  • Konsistensi yoghurt akan semakin kental jika disimpan semakin lama
  • Setelah selesai, simpan yoghurt di lemari pendingin
  • Sajikan yoghurt dengan buah sesuai selera