Hidup Sehat

Benarkah Klaim Buah Kering Baik Bagi Kesehatan?

Informasi dan klaim mengenai buah kering simpang siur. Beberapa orang beranggapan bahwa buah kering adalah camilan yang sehat dan bernutrisi. Namun tidak sedikit yang menganggap buah kering tidak lebih baik daripada permen. Buah kering adalah buah yang hampir tidak memiliki kandungan air di dalamnya. Kandungan air tersebut dihilangkan dengan menggunakan metode-metode pengeringan. Salah satu buah kering yang paling terkenal adalah kismis. Ada pula buah kering yang tersedia dalam lapisan berbalut gula, seperti mangga, nanas, pisang, dan apel. Buah kering dapat disimpan lebih lama dibandingkan dengan buah segar biasa. 

Buah kering diperkaya dengan mikronutrien, serat, dan antioksidan

Buah kering sangat bernutrisi. Satu potong buah kering mengandung nutrisi sama seperti buah segar. Buah kering mengandung serat, vitamin, dan mineral 3,5 kali lebih banyak dari pada buah segar. Oleh sebab itu, setiap sajian menyediakan persentase vitamin dan mineral seperti folat dalam asupan harian yang direkomendasikan lebih besar. Akan tetapi, ada pengecualian yang perlu diperhatikan, misalnya kandungan vitamin C berkurang secara signifikan di dalam buah kering.

Umumnya buah kering mengandung serat dan merupakan sumber antioksidan, khususnya polyphenol, yang baik. Antioksidan polyphenol dihubungkan dengan manfaat kesehatan seperti meningkatkan aliran darah, kesehatan pencernaan yang lebih baik, berkurangnya kerusakan oksidatif, dan menurunnya riisko banyak penyakit. 

Efek kesehatan buah kering

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi buah kering memiliki berat badan yang lebih ideal dan mencerna lebih banyak nutrisi dibandingkan dengan mereka yang tidak makan buah kering. Akan tetapi, studi tersebut bersifat observasi sehingga mereka tidak dapat membuktikan bahwa buah kering menjadi kunci penting dalam kemajaun tersebut. Buah kering juga merupakan sumber banyak senyawa tanaman yang baik, termasuk antioksidan yang kuat. 

  • Kismis mengurangi risiko penyakit tertentu

Kismis adalah anggur yang dikeringkan. Kismis mengandung serat, potassium, dan berbagai senyawa tanaman yang baik untuk kesehatan. Kismis memiliki nilai indeks glisemik yang medium dan rendah indeks insulin. Hal ini berarti kismis tidak akan menyebabkan peningkatan gula darah atau level insulin setelah makan. Studi menunjukkan memakan kismis dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kontrol gula darah, mengurangi penanda peradangan dan kolesterol darah, dan membuat seseorang merasa lebih kenyang. Semua faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap menurunnya risiko menderita diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

  • Prune, pencahar alami dan dapat membantu melawan penyakit

Prune adalah buah plum kering. Plum sangat bernutrisi, kaya kandungan serat, potassium, beta-carotene (vitamin A) dan vitamin K. Prune dikenal karena efek pencahar alami yang dimilikinya. Ini disebabkan karena kandungan serat dan alkohol gula (sorbitol) yang tinggi, yang ditemukan secara alami di beberapa buah. Makan prune telah terbukti dapat membantu frekuensi dan konsistensi buang air besar. Prune dianggap lebih efektif dalam membantu mengatasi konstipasi dibandingkan dengan psyllium, yang mana merupakan obat lain yang sering digunakan. Sebagai sebuah sumber antioksidan yang baik, prune dapat menghambat oksidasi kolesterol LDL dan membantu mencegah penyakit jantung dan kanker. Prune juga kaya kandungan mineral yang disebut boron, yang mana dapat membantu melawan osteoporosis. Prune juga mengenyangkan, dan tidak akan menyebabkan kenaikan level gula darah. 

Sama seperti makanan jenis lainnya, buah kering memiliki aspek positif dan negatifnya sendiri. Buah kering dapat meningkatkan asupan serat dan nutrisi, sekaligus menyediakan tubuh dengan antioksidan dalam jumlah yang besar. Akan tetapi, buah kering juga mengandung gula dan kalori yang tinggi, dan dapat menyebabkan masalah ketika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih.