Penyakit

Bentuk Kuku Seperti Sendok? Mungkin Ini Tanda Koilonychia

Bentuk Kuku Seperti Sendok? Mungkin Ini Tanda Koilonychia

Kondisi kuku seseorang bisa memberikan tanda mengenai kesehatan orang tersebut secara keseluruhan. Saat seseorang menderita koilonychia, mereka akan mengalami perubahan bentuk kuku menjadi menyerupai sendok.

Kuku penderita kondisi ini akan melengkung seperti sendok. Bahkan, bentuk kuku ini terkadang mampu menampung air. 

Penyebab seseorang mengalami koilonychia

Sebenarnya, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang menderita kondisi koilonychia. Berikut ini beberapa faktor penyebab yang paling umum:

  • Anemia defisiensi besi

Kondisi anemia jenis ini terjadi saat Anda mengalami defisiensi atau kekurangan zat besi. Kondisi inilah yang paling sering menjadi faktor utama koilonychia. 

Anemia defisiensi besi paling sering terjadi pada anak-anak dan wanita di masa usia kehamilan. Ada beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan kekurangan zat besi, seperti malnutrisi, kanker, penyakit celiac, pendarahan di saluran usus, dan lain sebagainya.

Selain itu, defisiensi besi juga bisa terjadi pada orang yang kurang mengonsumsi folat, protein, dan juga vitamin C. 

  • Kondisi autoimun

Autoimun adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru dalam menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh Anda. Penyakit ini menjadi salah satu kondisi yang bisa menyebabkan bentuk kuku menyerupai sendok.

Salah satu jenis autoimun yang berkontribusi dalam menyebabkan koilonychia adalah lupus, psoriasis, dan lichen planus.

Pada psoriasis, perubahan bentuk dan warna kuku memang menjadi salah satu gejala signifikan. 

  • Faktor lingkungan

Menurut para ahli, ada hubungan antara perubahan kondisi kuku dengan paparan produk yang mengandung minyak bumi. Produk perawatan rambut biasanya mengandung minyak bumi, dan terlalu sering terpapar dengan produk ini bisa menyebabkan koilonychia.

Selain itu, penduduk dataran tinggi juga lebih mungkin menderita kondisi ini. Karena, udara di dataran tinggi mengandung lebih sedikit oksigen. 

Ketika kadar oksigen rendah, tubuh akan menghasilkan lebih banyak sel darah merah dengan memanfaatkan zat besi. Hal ini bisa menyebabkan penurunan kadar zat besi dalam tubuh. 

  • Faktor genetik

Percaya atau tidak, koilonychia juga bisa disebabkan oleh faktor genetik. Beberapa kondisi genetik yang menyebabkan hal ini adalah sindrom nail-patella dan Hemochromatosis.

Hemochromatosis merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh memiliki kadar zat besi yang terlalu berlebih. Hal ini akan merusak organ, memberikan racun dan menyebabkan berbagai kondisi, seperti kanker, sirosis hati, dan denyut jantugn yang tidak teratur.

Sementara, sindrom nail-patella merupakan kondisi genetik yang menyebabkan pertubuhan kuku yang lemah dan kecil. 

Upaya mengatasi koilonychia

Meskipun kondisi ini membuat kuku Anda terlihat mengerikan, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Koilonychia hanyalah satu dari sekian banyak masalah pada kuku. Kerusakan kuku juga bisa terjadi saat Anda mengalami infeksi jamur.

Apabila muncul gejala dari kondisi kuku seperti sendok, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Menempelkan kembali kuku yang rusak ke asalnya
  • Memilih alas kaki yang tidak mengganggu kuku kaki Anda
  • Membersihkan kuku dengan menggunakan sikat kuku yang bersih dan lembut
  • Menjaga kebersihan kuku dengan rutin
  • Memakai sarung tangan karet saat mencuci menggunakan produk pembersih
  • Mengoleskan krim pelembab ke kuku tangan 
  • Memotong kuku setelah mandi atau saat sedang mandi, ketika kondisi kuku sedang lunak
  • Menjaga kuku tetap pendek dan lurus dan kuku kaki lurus ke atas

Apabila gejala dari koilonychia mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih efektif.