Rumah sakit

Cara Baru Periksa Kesehatan di Laboratorium Klinik Prodia Bekasi Kalimalang

Mendukung keunikan setiap orang, Laboratorium Klinik Prodia Bekasi Kalimalang dan cabang Prodia lainnya mengembangkan inovasi pemeriksaan berbasis genomik (gen). Jenis pemeriksaan ini terbilang baru, dan Lab Klinik Prodia termasuk salah satu pelopor yang mengembangkan tes tersebut di Indonesia. 

Pemeriksaan genomik adalah pemeriksaan yang melihat interaksi semua gen dalam tubuh yang berkaitan dengan kondisi kesehatan. 

Melalui pemeriksaan genomik, Anda sudah bisa mengetahui risiko kesehatan, perkembangan penyakit, atau kemungkinan kambuhnya penyakit tersebut.

Cara kerja pemeriksaan genomik

Tes memerlukan sampel darah atau air liur atau usapan bagian dalam pipi tergantung pada tujuan tes. Bagi penderita kanker dibutuhkan biopsi dari tumor atau sumsum tulang belakang.

Setelah sampel diperoleh, biasanya hasil akan keluar 1-4 minggu setelah pemeriksaan. Untuk memahami hasilnya, konselor genetik akan menginterpretasikannya kepada Anda.

Pemeriksaan genomik di Laboratorium Klinik Prodia Bekasi Kalimalang

Tes genomik biasanya digunakan dalam pengobatan kanker untuk menentukan aktivitas tumor, seberapa agresif kanker, dan kemungkinan menyebar ke bagian tubuh lain.

Berikut pemeriksaan genomik yang tersedia di Prodia:

  1. CArisk 2.0

Carisk 2.0 merupakan pemeriksaan genomik untuk mengetahui risiko seseorang terkena kanker. Pasien pria maupun wanita akan mendapat informasi risiko terkait kanker yang didasarkan pada jenis kelamin masing-masing.

Beberapa jenis kanker yang bisa terdeteksi dengan pemeriksaan ini meliputi kanker payudara, serviks, hati, tiroid, prostat, dan kanker paru. 

  1. ProSafe-NIPT (Non-Invasif)

Melalui sampel darah ibu hamil, Anda bisa mengetahui kondisi janin. Apakah dalam kondisi sehat atau terdapat kelainan kromosom. 

Mendeteksi kelainan kromosom bayi sejak kandungan membantu Anda mempersiapkan perawatan yang tepat untuk buah hati. Beberapa contoh kelainan yang sering terjadi seperti sindrom down, Patau syndrome, Edward syndrome, Klinifelter syndrome, dan sindrom Turner.

  1. DIArisk

Menganalisis kurang lebih 100 gen dan varian untuk mengetahui faktor risiko diabetes, kondisi terkait diabetes, beserta komplikasinya. Ini termasuk diabetes tipe 1 dan 2, neuropati diabetes, dan obesitas. 

  1. Prodia Nutrigenomics

Prodia Nutrigenomics melibatkan lebih dari 50 jenis gen dan 75 variasi genetik yang dibedakan menjadi kelompok nutrisi dan olahraga.

Kelompok nutrisi terdiri dari presepsi rasa, respon terhadap makanan, metabolisme nutrisi, serta pengelolaan berat badan dan komposisi tubuh. Sedangkan olahraga terdiri atas manfaat olahraga yang dilakukan, kekuatan dan daya tahan.

Prodia Nutrigenomics sangat cocok bagi Anda yang ingin membuat perencanaan diet sekaligus panduan gaya sehat agar terhindar dari penyakit.

  1. IMMUNErisk

IMMUNErisk bermanfaat untuk memprediksi risiko 7 penyakit terkait imunitas tubuh, meliputi:

  • Rheumatoid arthritis
  • Psoriasis
  • Systemic lupus erythematosus (SLE)
  • Rhinitis alergi
  • Dermatitis atopik
  • Alopecia areata (kebotakan akibat penyakit imun) 
  • Vitiligo
  1. TENSrisk

TENSrisk atau Hypertension Risk merupakan pemeriksaan genomik yang menganalisis lebih dari 70 variasi genetik untuk memprediksi risiko berdasarkan profik gen seseorang terhadap penyakit hipertensi dan gangguan terkait, termasuk obesitas, gangguan metabolisme lemak, dan penyakit ginjal kronis.

  1. Prodia Wellness Genomics (PWG)

Merupakan pemeriksaan untuk menentukan risiko penyakit berdasarkan 345 gen dan 603 varian. Prodia Wellness Genomics mampu memprediksi risiko dari 41 jenis penyakit, termasuk kanker, diabetes, hipertensi, gangguan pembuluh darah, autoimun, dan penyakit muskuloskeletal.

  1. Prodia Bone and Muscle Joint (PBMJ) Genomics

PBMJ Genomics menganalisis lebih dari 50 gen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko seseorang terhadap beberapa jenis penyakit terkait tulang, otot, dan sendi. 

Risiko penyakit yang bisa teridentifikasi oleh pemeriksaan ini meliputi:

  • Achilles tendinopathy atau tendinitis(5 gen)
  • Ankylosing spondylitis (7 gen)
  • High myopia atau miopia tinggi (13 gen)
  • Osteoarthritis (12 gen)
  • Rhematoid arthritis (13 gen)
  • Gout atau asam urat pada pria (15 gen) 
  • Osteoporosis pada wanita (14 gen
  1. Prodia Skin & Hair Genomics

Sesuai dengan namanya, pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan terkait kulit dan rambut. Ini termasuk profil kulit, penuaan, sensitivitas kulit, penyakit pada kulit dan alergi, pertumbuhan dan kekuatan rambut, serta kebutuhan nutrisi kulit dan rambut.

Buat janji temu dan konsultasi di Laboratorium Klinik Prodia Bekasi Kalimalang dengan mudah melalui laman atau aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.