Bayi & Menyusui

Mengenal Ciri-ciri Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi

Bayi Anda tidak terlepas dari kemungkinan serangan gigitan nyamuk. Tidak seperti orang dewasa, bayi tidak bisa mengontrol diri untuk tidak menggaruk rasa gatal yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu mencari obat nyamuk yang aman untuk bayi agar bayi mendapatkan perlindungan.

Tentunya, Anda tidak bisa memberikan obat nyamuk biasa pada bayi seperti yang digunakan pada orang dewasa. Kulit bayi cenderung sensitif, sehingga kandungan dalam obat nyamuk biasa bisa saja memicu reaksi negatif pada kulit bayi. 

Memilih Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi

Agar kulit bayi Anda tetap sehat dan terlindung dari serangan nyamuk, Anda perlu mencari obat nyamuk yang memang dirancang secara khusus bagi bayi. Pertimbangkanlah beberapa hal berikut ketika Anda akan memilih obat nyamuk:

  • Memilih jenis obat nyamuk

Obat nyamuk untuk bayi hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa krim atau lotion seperti pelembab, ada juga yang hadir dalam bentuk spray dan roll on. Sesuaikan kebutuhan Anda dalam memilih jenis obat nyamuk tersebut.

Apabila Anda ingin obat nyamuk yang praktis digunakan dan dibawa-bawa, Anda bisa memilih obat nyamuk yang aman untuk bayi dalam bentuk spray. Akan tetapi, untuk perlindungan yang lebih maksimal dan memberikan kelembaban, obat berbentuk krim akan menjadi pilihan yang tepat. 

Apapun jenis obat nyamuk yang dipilih, pilihlah sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan begitu, Anda bisa memastikan kulit bayi tetap terjaga dengan maksimal dari serangan gigitan nyamuk. 

  • Gunakan hanya pada bagian kulit yang terbuka

Hindari memakaikan obat nyamuk pada bagian kulit bayi yang terlindungi di bawah pakaian. Ini berguna untuk menghindari kulit menjadi lengket akibat campuran dari keringat dengan krim obat nyamuk. 

Selain itu, area kulit yang terlindungi oleh pakaian tidak perlu lagi mendapatkan perlindungan dari obat nyamuk yang aman untuk bayi. Karena, kain dari pakaian sudah cukup digunakan sebagai perlindungan. 

Jadi, cukup aplikasikan obat nyamuk hanya pada bagian kulit yang terbuka saja, seperti pada leher, jari-jari tangan, jari-jari kaki, dan lain sebagainya. 

  • Jangan menggunakan obat nyamuk secara berlebihan

Anda mungkin berusaha untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk sebisa mungkin. Tapi, jangan sampai Anda mengaplikasikan obat nyamuk secara berlebihan ke kulit bayi Anda. 

Perlu diperhatikan, menggunakan lebih banyak produk tidak akan membuat perlindungan terhadap kulit bayi menjadi bertambah juga. Ini hanya akan membahayakan kesehatan kulit bayi, karena terpapar oleh terlalu banyak zat kimia dari obat nyamuk.

Gunakanlah obat nyamuk secukupnya. Perhatikan juga cara penggunaan obat yang tertulis pada label kemasan produk. Beberapa jenis produk mungkin hanya boleh digunakan maksimal satu kali saja dalam sehari. 

  • Bersihkan obat nyamuk dari kulit bayi setelah pulang

Saat sudah kembali ke dalam ruangan, segera bersihkan tubuh bayi Anda. Selain untuk mengangkat kotoran, ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa obat nyamuk yang tersisa.

Meskipun Anda sudah memakaikan obat nyamuk yang aman untuk bayi, tapi pemakaian dalam jangka panjang tetap tidak dianjurkan. Oleh sebab itu, ketika memandikan bayi, pastikan agar sisa-sisa obat nyamuk di kulit bayi pun ikut terangkat.

Pertimbangkanlah hal-hal di atas ketika akan memilih dan memakaiakan obat nyamuk yang aman untuk bayi Anda. Ingat, jangan sampai pemakaian obat nyamuk justru malah membahayakan kulit bayi Anda.

Bayi & Menyusui

Cara Memperbanyak ASI Secara Alami dengan Mudah

ASI adalah sumber nutrisi yang sangat penting untuk bayi Anda. Saat produksi ASI terhambat, bayi Anda juga akan mengalami pengurangan asupan nutrisi. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mencari tahu cara memperbanyak ASI.

Meningkatkan produksi ASI bisa Anda lakukan secara alami. Anda tidak harus mengandalkan suplemen tertentu, cukup dengan melakukan memperhatikan kondisi bayi dan payudara Anda saja. 

Bagaimana cara memperbanyak ASI secara alami?

Tidak sulit untuk meningkatkan suplai ASI Anda. Anda hanya perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Lebih sering menyusui

Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, maka semakin tinggi tingkat produksi ASI. Hal ini dipengaruhi oleh faktor hormonal.

Ketika menyusui, hormon yang memicu payudara untuk memproduksi ASI akan dilepaskan. Ini terjadi ketika otot-otot payudara berkontraksi dan menggerakkan ASI untuk keluar melalui saluran.

Secara khusus, cobalah untuk menyusui bayi yang baru lahir 8-12 kali dalam sehari. Ini akan membantu mempertahankan produksi ASI. 

  • Menyesuaikan posisi bayi saat menyusui

Tahukah Anda bahwa posisi bayi ketika menyusui akan mempengaruhi produksi ASI Anda? Apabila bayi tidak berada pada posisi yang benar, bayi akan sulit menyusui. Akibatnya, produksi susu pun tidak bisa dilakukan dengan maksimal.

Pastikan posisi bayi menempel sepenuhnya pada payudara Anda. Jangan sampai mulut bayi tidak sepenuhnya menempel di puting ketika menyusui.

Apabila Anda tidak yakin posisi yang paling tepat untuk menyusui bayi Anda, coba konsultasikan mengenai hal ini dengan dokter.

  • Menggunakan kompresi payudara

Cara memperbanyak ASI berikutnya adalah menggunakan kompresi payudara. Kompresi payudara digunakan guna membantu bayi untuk menyerap lebih banyak ASI ketika menyusui. 

Selain itu, menggunakan kompresi payudara juga akan membantu agar ASI keluar lebih banyak ketika Anda memompa payudara Anda.

Biasanya, kompresi payudara digunakan apabila bayi Anda tidak bisa menyusui dengan baik, misalnya  karena sedang dalam kondisi mengantuk. 

  • Sering memompa payudara

Anda tidak harus memompa payudara hanya ketika akan menyusui bayi saja. Di sela-sela waktu menyusui, cobalah untuk sering-sering memompa payudara Anda. 

Misalnya ketika bayi Anda sedang beristirahat, Anda bisa mencoba memompa payudara Anda sendiri. Selain itu, ketika bayi sedang meminum susu dari susu formula, Anda juga bisa meluangkan waktu untuk memompa ASI. 

Hal ini dapat membantu meningkatkan produksi ASI Anda secara alami. Karena, upaya ini akan membuat payudara Anda menjadi lebih hangat dan lebih mudah memproduksi ASI dengan baik.

  • Menyusui dari kedua sisi payudara

Jangan membiasakan bayi Anda untuk menyusui hanya dari salah satu payudara saja. Salah satu cara memperbanyak ASI secara natural adalah menyusui dari kedua sisi payudara.

Biarkan bayi menyusu dari satu payudara pertama. Kemudian, saat kecepatan menyusuinya sudah melambat, pindahkan posisi bayi ke payudara kedua. Tidak perlu tunggu sampai bayi benar-benar berhenti menyusu sepenuhnya dari payudara pertama. 

Menyusui dari kedua payudara bisa menstimulasi produksi ASI dengan lebih maksimal, sekaligus menghasilkan kandungan lemak yang lebih tinggi dalam susu.

Apabila Anda ingin meningkatkan produksi ASI, Anda bisa mencoba melakukan langkah-langkah di atas. Langkah tersebut bisa meningkatkan produksi ASI secara alami.

Akan lebih baik lagi kalau Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai cara-cara tepat ini. Sebaiknya, hindari cara memperbanyak ASI dengan suplemen kesehatan khusus apabila tidak direkomendasikan oleh dokter.

Bayi & Menyusui

Konsumsi Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cepat Gemuk, Pentingkah?

Konsumsi Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cepat Gemuk, Pentingkah?

Asupan makanan bayi pada 6 bulan pertama hanya berasal dari air susu ibu (ASI) saja, sehingga tumbuh-kembang bayi sangat bergantung pada ASI. Oleh karena itu banyak yang mengonsumsi makanan ibu menyusui agar bayi cepat gemuk.

Dengan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi dan kualitas ASI, tentu juga membantu pertumbuhan dan kesehatan bayi semakin baik. Tapi benarkah hal ini penting? Apakah bayi yang gemuk memang selalu sehat?

Benarkah bayi yang gemuk itu sehat?

Sebenarnya bayi yang bertubuh gemuk belum tentu sehat, dan yang bertubuh kecil juga belum tentu kekurangan nutrisi. Tiap bayi berbeda dan ada banyak sekali bentuk dan ukuran yang menunjukkan bayi tersebut sehat.

Yang paling penting dalam menjaga kesehatan bayi bukan gemuknya, namun menjaga berat badan normal sesuai dengan bentuk dan juga tinggi atau panjang yang ia miliki. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan kurva pertumbuhan khusus anak-anak. Apabila anak Anda bertumbuh sesuai dengan kurva tersebut, berarti itu tanda bahwa ia sehat, makan dan tumbuh dengan benar. 

Pada 2-3 bulan pertama bayi saat menyusui, pertumbuhannya akan melesat dua kali lebih cepat dari sejak ia dilahirkan. Kenaikan berat badan ini akan semakin bertambah ketika ia mulai mengonsumsi makanan padat pada usia 6 bulan.

Sebab, mulai usia 6 bulan bayi akan membutuhkan banyak energi untuk mencapai tumbuh-kembangnya, misal seperti merangkak dan berjalan. Tidak perlu khawatir jika anak Anda tidak terlihat gemuk, asal tetap mengikuti kurva pertumbuhan dengan benar maka berat badan anak Anda tergolong normal. 

Berapa berat badan bayi yang normal?

Bayi yang sedang menyusui biasanya mulai bertambah berat badan setelah dilahirkan, namun di tahun pertama berat badannya akan naik sedikit lebih lambat jika menggunakan ASI eksklusif ketimbang susu formula. 

Pada kurva pertumbuhan dari WHO yang dibuat hingga 2 tahun menunjukkan pertumbuhan standar baik bagi bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif dan juga susu formula. Secara umum, begini kenaikan berat badan dalam hitungan minggu hingga usia 12 bulan:

  • 5 hari hingga 4 bulan: 170 gram per minggu
  • 4 bulan hingga 6 bulan: 113-150 gram per minggu 
  • 6 bulan hingga 12 bulan: 57-113 gram per minggu

Di 5 bulan pertama, bayi akan mengalami kenaikan berat badan dua kali lipat sejak kelahiran. Saat menginjak usia 1 tahun, biasanya berat badan telah mencapai 3 kali lipat.

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi memiliki ukuran dan tipe tubuh masing-masing, ada bayi yang naik berat badannya sangat cepat dan ada juga yang lambat. Standar pertumbuhan anak dari WHO menyatakan bahwa anak laki-laki naik berat badan lebih cepat daripada perempuan. 

Sehingga wajar jika ada bayi yang terlihat lebih gemuk, ada juga yang terlihat lebih kurus. Namun sebenarnya keduanya sama-sama sehat dan memenuhi standar pertumbuhan dengan normal. 

Yang perlu dilakukan jika bayi tidak naik berat badan

Hampir semua bayi kehilangan berat badan pada minggu pertama pascapersalinan, jadi Anda tidak perlu khawatir. Selama ia tetap menyusui secara rutin, berat badan mereka akan cepat naik pada minggu-minggu berikutnya.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah apabila bayi mengalami masalah saat menyusui, berat badannya tidak naik pada usia 10-14 hari, berat badan berkurang cukup banyak, atau pertumbuhannya sangat lambat.

Anda perlu berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusinya secara cepat. Sehingga Anda dapat menghindari kemungkinan terjadinya masalah-masalah pada kesehatan bayi Anda.

Menyusui memberikan berbagai macam manfaat baik pada ibu maupun bayi. Mengonsumsi makanan ibu menyusui agar bayi cepat gemuk sebaiknya yang dapat menaikkan produksi ASI, karena dengan ASI yang melimpah anak Anda akan terus terjamin mendapatkan nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh dengan benar.

Selain mengonsumsi makanan, memompa ASI secara rutin juga bisa mendorong produksi ASI lebih cepat. Sebab dengan memompa ASI, payudara Anda akan lebih cepat kosong dan menstimulasi kelenjar susu untuk memproduksi ASI kembali. 

Perlu diingat, saat mengonsumsi makanan ibu menyusui agar bayi cepat gemuk sebaiknya jangan terlalu berlebihan. Lalu jika Anda ingin mengonsumsi suplemen, sebaiknya jangan digunakan sebagai pengganti makanan dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Bayi & Menyusui

Penyebab Benjolan di Kepala Bayi Caput Succedaneum

Penyebab Benjolan di Kepala Bayi Caput Succedaneum

Benjolan di kepala bayi caput succedaneum adalah pembengkakan atau edema yang terjadi pada kulit bayi di kepala setelah mereka dilahirkan. Benjolan di kepala bayi tersebut sebetulnya tidak berbahaya dan disebabkan karena tekanan kepala bayi selama persalinan.

Penyebab Caput Succedaneum

Caput succedaneum biasanya disebabkan karena adanya tekanan pada kepala bayi saat melewati pembukaan serviks dan masuk ke saluran vagina. Tekanan ini disebabkan oleh dinding vagina dan tekanan serta ketegangan rahim.

Caput succedaneum dan cephalohematoma bisa diidentifikasi dalam USG selama kehamilan. Kedua kondisi tersebut dapat berkembang ketika selaput ketuban pecah secara prematur, sehingga bayi tidak mendapatkan bantalan yang diperlukan saat masih dalam kandungan.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya benjolan di kepala bayi caput succedaneum meliputi:

  • proses persalinan yang lama atau sulit
  • terjadi ketuban pecah dini
  • rendahnya tingkat cairan ketuban di dalam rahim ibu
  • proses melahirkan bayi untuk pertama kalinya
  • Kontraksi Braxton-Hicks
  • Kondisi seperti posisi janin tertentu, seperti kepala menunduk
  • persalinan yang membutuhkan instrumen atau alat khusus, seperti forsep atau vakum

Gejala Benjolan di Kepala Bayi Caput Succedaneum

Ketika bayi lahir dengan caput succedaneum, orang tua bisa melihat kulit bayi bagian kepala bengkak atau munculnya bengkak segera setelah lahir. Caput succedaneum kemungkinan besar muncul di bagian tengah atas kepala dan tempat tulang bertemu.

Memar kulit kepala adalah gejala lain dari caput succedaneum. Dalam beberapa kasus, memar wajah juga bisa timbul karena caput succedaneum.

Bayi yang lahir dengan cephalohematoma juga dapat mengalami benjolan di kulit kepala (bukan memar) dalam beberapa hari setelah lahir. Kadang-kadang daerah benjolan tersebut juga sensitif terhadap sentuhan, yang lebih sering terjadi jika ada patah tulang tengkorak.

Selama persalinan pervaginam, terdapat tekanan yang nantinya dapat menyebabkan potongan tulang tengkorak yang lembut di garis jahitan menjadi tumpang tindih. Hal tersebut bisa memberikan bentuk runcing seperti kerucut ke kepala bayi, yang biasa disebut moulding.

Tetapi, benjolan di kepala bayi akibat caput succedaneum bisa sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi. Namun, terkadang komplikasi dapat terjadi seperti berikut ini.

Alopecia

Terjadi tekanan pada kulit kepala bayi, yang membuat beberapa jaringan di sekitarnya bisa mati, dan terjadi rambut rontok pada bayi. Dalam kebanyakan kasus, rambut akan tumbuh kembali secara normal, meskipun dalam beberapa kasus, rambut rontok pada bayi ini dapat bersifat permanen.

Penyakit kuning

Beberapa kasus caput succedaneum dapat menimbulkan memar. Memar pada bayi dapat menyebabkan penumpukan bilirubin dalam darah akibat pemecahan sel darah merah. Jika terjadi penumpukan bilirubin, maka akan menyebabkan bayi memiliki warna kuning pada kulit dan bagian putih matanya.

Jika penyakit kuning ini semakin parah atau tidak diobati, maka dapat menyebabkan banyak komplikasi lebih lanjut. Komplikasi tersebut meliputi:

  • kerusakan otak pada bayi
  • gangguan pendengaran
  • athetoid cerebral palsy dan gangguan gerakan
  • perkembangan email gigi bayi yang tidak normal
  • kematian.

Dalam beberapa kasus, cephalohematoma dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • patah tulang tengkorak
  • benjolan menjadi keras
  • infeksi
  • anemia
  • penyakit kuning (lebih sering terjadi dibandingkan dengan caput succedaneum).

Caput succedaneum yang menyebabkan benjolan di kepala bayi biasanya bisa langsung sembuh tanpa perlu intervensi dalam beberapa hari setelah melahirkan. Jika Anda masih merasa ragu atau khawatir, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter anak yang menangani persalinan Anda agar bayi Anda bisa tumbuh dengan normal.

Bayi & Menyusui

Perawatan Pasca Melahirkan, Ini Beda Baby Blues dengan Postpartum Depression

Anda pernah mendengar kondisi baby blues atau postpartum depression? Dua kondisi ini umum terjadi pada ibu baru dan termasuk dalam bagian perawatan pasca melahirkan.

Baik baby blues maupun postpartum depression terkait dengan masalah emosi dan mental. Karena kurang edukasi dalam masyarakat, dua masalah ini sering dipandang remeh.

Padahal, fakta membuktikan bahwa baby blues dan postpartum depression memang terjadi dan cukup berbahaya bagi ibu, khususnya setelah persalinan pertama.

Karena itu, Anda harus menyikapi dua kondisi ini dengan serius dan mencari solusinya bersama dengan pasangan. 

Berikut beda baby blues dengan postpartum depression dan cara mengatasinya. 

Bukan hanya Anda

Anda bukanlah ibu pertama yang menghadapi pasang-surut gelombang emosi. Tercatat, hingga 80% ibu baru mengalami baby blues, yakni penurunan suasana hati dalam jangka pendek yang disebabkan oleh semua perubahan pasca-melahirkan.

Perasaan ini mungkin dimulai ketika bayi Anda baru berusia 2-3 hari, tapi kemungkinan perasaan Anda akan membaik ketika si kecil sudah berusia 1-2 minggu.

Jika perasaan tersebut bertahan lebih lama, atau bahkan menjadi lebih buruk, Anda mungkin menghadapi kondisi lain yang disebut postpartum depression.

Kasus ini lebih parah dan berlangsung lebih panjang daripada baby blues. Sekitar 10% ibu baru mengalaminya.

Postpartum depression juga dipengaruhi oleh riwayat depresi yang pernah menyerang Anda atau memang terdapat dalam garis keluarga Anda.

Lalu, bagaimana cara membedakan baby blues dengan postpartum depression?

Ciri-ciri Baby Blues

  • Suasana hati Anda berubah dengan cepat (mood swings) dari senang menjadi sedih. Anda bangga dengan kerja keras Anda sebagai ibu baru, lalu semenit berikutnya Anda menangis karena merasa tidak bisa melakukan tugas itu dengan baik.
  • Anda tidak nafsu makan dan tidak mau merawat diri karena kelelahan.
  • Anda merasa kesal, kewalahan, dan cemas.

Ciri-ciri Postpartum Depression

  • Anda merasa putus asa, sedih, tidak berharga, atau merasa sendiri sepanjang waktu serta sering menangis.
  • Anda merasa tidak bisa berperan baik sebagai ibu baru.
  • Anda merasa tidak terikat dengan si kecil.
  • Anda tidak nafsu makan, sulit tidur, dan tidak mau merawat bayi karena rasa putus asa yang sangat besar.
  • Anda bisa mengalami serangan cemas dan serangan panik.

Cara mengatasinya, bagaimana?

Dua kondisi ini jauh berbeda dan keduanya tidak bisa dipandang remeh. Anda bisa meminta bantuan orang terdekat atau tenaga profesional untuk mendapatkan pertolongan.

Untuk kasus baby blues, anda mungkin bisa mengatasinya sendiri dengan memperbaiki mental dan emosi. Namun, jika sudah bicara postpartum depression, sebaiknya Anda mencari bantuan tenaga profesional.

Cara mengatasi baby blues

  • Tidur sepuasnya, istirahat ketika si kecil sedang tidur siang
  • Makan makanan kesukaan Anda, sebisa mungkin makanan sehat
  • Jalan-jalan pagi/sore. Olahraga, hirup udara segar, nikmati sinar matahari pagi
  • Terima bantuan orang lain, sekecil apa pun itu
  • Rileks. Jangan khawatir soal pekerjaan rumah tangga. Fokus saja ke diri Anda dan bayi Anda

Cara mengatasi postpartum depression

Anda mungkin merasa tidak mau memberi tahu siapa pun bahwa Anda merasa depresi setelah melahirkan bayi Anda. Namun, dalam kondisi ini sebenarnya Anda perlu mendapatkan perawatan yang tepat secepat mungkin.

Jika Anda merasakan gejala postpartum depression atau jika kasus baby blues tidak hilang setelah dua pekan berlalu, segera hubungi dokter Anda, jangan tunggu jadwal check-up.

Dokter mungkin meresepkan anti-depresan yang terbukti efektif dalam meringankan gejala postpartum depression.

Catatan

Baby blues dan postpartum depression adalah reaksi normal dari ibu baru. Yang terpenting adalah bagaimana Anda mendapatkan perawatan pasca melahirkan yang tepat.

Jangan malu atau menyembunyikan kondisi Anda. Jika merasa baby blues, bicarakan dengan pasangan untuk mendapatkan bantuan darinya.

Lalu, jika merasa diserang postpartum depression, sebaiknya Anda segera menemui tenaga profesional.

Bayi & Menyusui

Selain Bubur Milna 6 Bulan, 5 Jenis Pureee Ini Bisa Jadi Menu Alternatif Untuk Bayi Anda

Setelah melewati masa ASI Eksklusif selama enam bulan, momen yang tidak kalah penting adalah momen si kecil pertama kali makan (MPASI). Biasanya sebagai ibu baru, Anda mengalami sedikit kebingungan, harus memulainya dari mana. Sebelum memberikan makanan pada si kecil, Anda bisa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Meski begitu, jika Anda ingin mengenalkan tekstur makanan, Bubur milna 6 bulan ini bisa menjadi solusinya.

Milna Bubur Reguler 6 Bulan Sup Ayam Wortel 120 g harga terbaik

Bubur milna 6 bulan ini adalah makanan pendamping yang bisa Anda gunakan untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi, serta pengenalan tekstur makanan pada si kecil. Kandungan yang terdapat pada bubur milna 6 bulan aman karena diproses secara alami tanpa pestisida, bahan pengawet dan bahan kimia buatan lainnya sehingga bagus untuk makanan bayi. 

Ada dua hal yang harus Anda perhatikan dalam memberikan makanan pendamping pada si kecil saat sudah memasuki usia 6 bulan. 

  1. Frekuensi dan porsi makan

Anda mungkin hanya perlu memberikan makanan 2 – 3 kali dalam sehari dengan porsi sekitar 2 – 3 sendok setiap kali makan. Selain makanan utama tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan pemberian selingan sekitar 1-2 kali sehari.

  1. Tekstur makanan

Di masa awal perkenalan dari ASI eksklusif ke makanan pendamping ASI (MPASI), sangat dianjurkan untuk memberikan bayi tekstur makanan yang lunak dan lembut. Tekstur makanan yang bisa diberikan di usia bayi 6 yaitu dimulai dengan makanan yang ditumbuk (pureee).

Selain mengonsumsi bubur milna 6 bulan, Anda juga bisa memberikan makanan serupa tetapi dari bahan yang alami dan bisa diolah sendiri. Tentunya, makanan ini tetap bergizi dan penuh nutrisi sesuai yang dibutuhkan si kecil. Salah satunya adalah pureee pisang yang biasa diberikan kepada bayi, tetapi selain itu berikut ini ada lima jenis pureee yag bisa Anda buat.

  1. Puree ayam

Ayam dapat memenuhi kebutuhan protein bayi. Untuk membuat pureee ayam, pilih daging ayam bagian paha. Bagian dada umumnya terlalu kering untuk bayi. Cara membuat pureee ayam untuk menu MPASI 6 bulan adalah sebagai berikut.

  • Siapkan daging ayam kurang lebih 250 gram.
  • Giling daging ayam.
  • Panaskan panci, lalu tumis daging ayam giling dengan 3 sendok makan air.
  • Tumis ayam hingga benar-benar matang merata, selama kurang lebih 4 menit.
  • Setelah matang, haluskan tumisan ayam dengan food processor hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
  • Untuk mengencerkan, Anda bisa menambahkan air atau ASI ke puree ayam.
  1. Puree ubi

Ubi bisa menjadi sumber karbohidrat yang baik untuk bayi, sehingga tidak heran jika puree ubi kerap menjadi pilihan menu MPASI 6 bulan. Berikut ini cara mudah membuat puree ubi.

  • Siapkan satu ubi berukuran sedang dan cuci bersih serta kupas.
  • Potong-potong ubi menjadi ukuran dadu.
  • Kukus ubi selama 30-45 menit, atau rebus selama 20-30 menit hingga empuk.
  • Saring ubi lalu masukkan ke dalam blender atau food processor.
  • Tambahkan ASI atau air hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
  1. Puree pir

Buah pir juga dapat menjadi pilihan menu MPASI 6 bulan yang sehat untuk Si Kecil. Untuk membuat puree nya, berikut ini cara yang dapat Anda ikuti.

  • Siapkan satu buah pir yang sudah matang.
  • Cuci bersih buah pir lalu rebus di dalam air mendidih selama 45 detik saja.
  • Lalu, keluarkan pir dari air rebusan dan taruh di rendaman air es.
  • Setelah pir dingin, kupas kulitnya dan potong-potong menjadi dadu.
  • Masukan pir yang sudah dipotong ke dalam blender atau food processor dan haluskan hingga mencapai konsistensi sesuai keinginan.
  1. Puree brokoli

Brokoli juga dapat menjadi pilihan menu MPASI 6 bulan yang baik untuk Si Kecil. Buat puree brokoli untuk Si Kecil dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Pilih brokoli berukuran sedang lalu cuci hingga bersih.
  • Potong batang brokoli dan sisakan bagian bunganya saja.
  • Kukus brokoli selama 8-10 menit hingga empuk dan sisihkan sedikit air kukusannya.
  • Setelah itu, letakkan brokoli di food processor atau blender dan tambahkan sedikit air kukusan sebagai pengencer.
  • Haluskan hingga konsistensi yang diinginkan.
  1. Puree wortel

Wortel mengandung beta karoten yang baik untuk penglihatan bayi. Untuk membuat puree wortel, berikut ini langkah yang perlu Anda lakukan.

  • Cuci wortel dan kupas hingga bersih.
  • Potong wortel kecil-kecil.
  • Rebus wortel hingga empuk, namun jangan terlalu lama, agar kandungan gizinya tidak banyak yang hilang. Rebus selama 10-15 menit saja.
  • Setelah empuk, saring wortel lalu bilas dengan air dingin selama 3 menit untuk menghentikan proses pemasakan.

Haluskan wortel di food processor hingga mencapai konsistensi sesuai keinginan.