Kehamilan

5 Makanan Sehat untuk Menjaga Kesehatan Kandungan

Selama kehamilan, ibu wajib untuk menjaga kesehatan kandungan dan juga dirinya. Salah satu caranya yaitu mengonsumsi makanan penuh nutrisi yang bermanfaat bagi ibu dan perkembangan janin. Misalnya saja kandungan folat untuk mencegah kerusakan saraf pada bayi, kalsium dan protein yang bermanfaat untuk membentuk jaringan tubuh dan tulang janin, serta zat besi untuk mencegah ibu hamil mengalami anemia. Kebutuhan nutrisi tersebut diperoleh dari berbagai jenis makanan yang berbeda. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk mengenali jenis makanan yang baik untuk kesehatan kandungan. Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa Anda coba.

15 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil 2 Bulan

Sayur-sayuran

Menjadi sumber makanan yang kaya akan antioksidan, kalsium, serat, dan kalium membuat sayuran hijau bagus untuk ibu hamil dan bisa menjaga kesehatan kandungan. Contohnya seperti bayam, brokoli, daun kale, kubis dan tomat. Bayam dapat memenuhi kebutuhan asam folat dan zat besi. Selain itu, bayam juga bisa meningkatkan kualitas ASI. Brokoli memiliki kandungan kalsium, beta karoten, asam folat dan mineral yang penting bagi perkembangan tulang dan gigi janin. Sedangkan tomat merupakan sumber vitamin C yang dibutuhkan untuk membantu penyerapan zat besi. Tomat juga memiliki senyawa antioksidan lycopene yang berperan melindungi ibu hamil dan janin dari kerusakan sel. Mengonsumsi sayuran hijau juga bisa menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

Buah-buahan

Seperti halnya sayuran hijau, buah-buahan juga mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat yang bisa menjaga kesehatan kandungan dan sistem pencernaan seperti mencegah sembelit. Ibu hamil bisa mengonsumsi pisang untuk meningkatan energi, menjaga tekanan darah tetap stabil, dan merangsang kinerja otak janin. Selain itu juga ada buah mangga yang memiliki kandungan vitamin C dan bermanfaat untuk melindungi janin dari radikal bebas serta vitamin A yang bisa membantu sistem kekebalan tubuh dan saraf janin. Buah lainnya yang bisa dikonsumsi yaitu alpukat, strawberry, jeruk, pepaya, apel, dan semangka.

Daging Tanpa Lemak, Ikan, dan Telur

Ikan, telur, dan daging tanpa lemak juga termasuk makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil terutama di trimester pertama karena merupakan sumber protein dan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan kandungan, perkembangan otak, dan sistem saraf janin. Ikan salmon kaya akan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung janin. Selain itu salmon juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan kekebalan tubuh. Telur, daging ayam, daging sapi juga merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin D yang dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah anemia, menurunkan risiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Satu hal yang harus diperhatikan ketika mengonsumsi ikan salmon atau daging, pastikan sudah diolah dengan baik dan dimasak hingga benar-benar matang.

Kacang-kacangan

Kedelai, kacang panjang, kacang polong, kacang tanah, dan lentil memiliki kandungan folat yang tinggi dan baik untuk dikonsumsi ibu terutama di trimester pertama kehamilan. Kacang-kacangan berperan untuk mencukupi kebutuhan serat harian dan menjaga kesehatan kandungan, misalnya mencegah bayi terlahir dengan berat badan rendah. Ibu bisa menjadikan kacang sebagai cemilan ideal karena kandungan lemak sehat, zat besi, dan seng penting untuk meningkatkan otak dan perkembangan janin.

Susu dan Produk Olahan Lain

Selama kehamilan, konsumsi produk susu menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan kandungan. Asupan protein dan kalsium akan membantu pembentukan jaringan tulang bayi dan kesehatan tulang ibu. Selain itu, susu juga mengandung fosfor, vitamin B, magnesium, zinc, serta probiotik yang bisa menjaga kesehatan pencernaan. Minumlah setidaknya satu gelas susu sehari dan produk olahan lain seperti yoghurt atau keju. Satu hal yang perlu diperhatikan, pilih susu khusus ibu hamil dan produk olahan susu yang rendah lemak dan gula karena bisa menyebabkan diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Kehamilan

Bagaimana Cara Mengecek Kehamilan?

Memiliki anak merupakan momen yang ditunggu-tunggu ibu hamil. Mereka akan memiliki keturunan secara biologis. Namun, untuk mengetahui apakah seseorang hamil atau tidak, mereka dapat mengecek kehamilan jika mereka merasa bahwa mereka mengalami kondisi tertentu seperti mual. Sebagian orang berpikir bahwa cara mengecek kehamilan dapat dilakukan dengan bahan alami seperti garam. Namun, apakah benar bahwa cara tersebut efektif dalam memberikan hasil kehamilan?

Jika Anda ingin mengetahui apakah Anda hamil atau tidak, Anda perlu pahami bahwa waktu yang paling tepat untuk mengecek kehamilan adalah 7 hari setelah Anda mengalami keterlambatan haid.

Cara Mengecek Kehamilan Dengan Bahan Alami

Menggunakan bahan-bahan alami seperti garam dapat digunakan sebagai cara mengecek kehamilan jika Anda tidak menyempatkan diri untuk membeli kebutuhan untuk tes tersebut. Berikut adalah beberapa contoh bahan alami yang sering digunakan masyarakat:

  • Gula.
  • Garam.
  • Sabun.
  • Pasta gigi.
  • Pemutih.

Anda dapat menggunakan salah satu bahan tersebut, yang kemudian akan dicampurkan dengan sampel air urine. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengecek kehamilan melalui bahan alami:

  • Isi sampel urine dengan wadah kaca atau plastik bersih.
  • Sampel urine pertama dipakai ketika Anda bangun tidur dan kadar hCG-nya paling tinggi.
  • Setelah mengetes, Anda perlu menunggu sekitar 10 menit untuk memperoleh hasilnya dan jangan mencampurkan bahan yang Anda gunakan.
  • Jika hasilnya tidak akurat, Anda dapat mencoba lagi tes tersebut dari awal.

Mungkin saja Anda menerima hasil tes kehamilan yang tidak benar karena tes dengan bahan alami belum tentu akurat. Selain itu, ada ketentuan lain yang perlu diperhatikan ketika Anda melakukan tes tersebut.

Contohnya, jika Anda menggunakan pasta gigi, Anda perlu mencampurkan dua sendok makan pasta gigi putih dengan satu sendok makan sampel urine di pagi hari. Jika hasilnya positif, warna urine berubah menjadi biru dan bisa disertai dengan busa. Jika hasilnya negatif, maka tidak akan memicu reaksi apapun.

Perubahan warna bahan-bahan yang digunakan hanya menunjukkan reaksi dari sifat asam pada urine. Meskipun bahan-bahan alami mudah digunakan, bahan-bahan tersebut tidak dapat digunakan karena tidak menunjukkan hasil yang akurat. Selain itu, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa cara mengecek kehamilan juga efektif melalui bahan alami.

Cara Lain Untuk Mengecek Kehamilan

Karena bahan alami tidak akurat dalam memberikan hasil tes kehamilan, Anda perlu mengecek kehamilan dengan cara yang lebih efektif, yakni dengan mendeteksi hormon hCG. Mendeteksi hormon hCG dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien yang kemudian akan diuji di laboratorium untuk penelitian lebih lanjut.

Cara mengecek kehamilan juga dapat Anda ketahui melalui gejala. Ada sejumlah gejala yang bisa terjadi pada ibu hamil, namun setiap orang mengalami gejala yang berbeda. Berikut adalah gejala-gejala yang timbul:

  • Payudara membengkak.
  • Kelelahan.
  • Kram.
  • Konstipasi.
  • Mual.
  • Lebih sering buang air kecil.

Jika Anda Ingin Berkonsultasi Dengan Dokter

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda hamil dan ingin tahu banyak tentang cara menjaga kehamilan. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan pertanyaan seperti:

  • Apa saja cara untuk menjaga kondisi janin?
  • Olahraga apa saja yang dapat dilakukan ibu hamil?
  • Apa dampaknya pada bayi jika ibu hamil memiliki kadar hCG tertentu?

Selama berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan memberikan arahan untuk membantu Anda menjaga kondisi kehamilan. Anda juga diminta untuk mengecek kondisi kehamilan secara rutin untuk mencegah risiko tertentu seperti diabetes tipe 2.

Kesimpulan

Cara mengecek kehamilan sebaiknya Anda lakukan dengan mendeteksi hormon hCG dan memperhatikan gejala yang Anda alami. Untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Kehamilan

Waspadai Bahaya yang Mengintai Ibu Hamil Merokok

Rokok terkenal dengan efek buruknya bagi kesehatan tubuh. Terlebih jika rokok dikonsumsi oleh ibu hamil, bahaya tidak mengancam bagi ibu saja namun juga janin di dalam kandungan.

Kandungan rokok seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar adalah bahan kimia yang merugikan kesehatan. Bahkan pada bungkus rokok sudah diperingati bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti masalah paru-paru, jantung, kanker mulut, dan sebagainya.

Risiko bagi Ibu Hamil Merokok

Merokok dan hamil adalah hal yang sangat bertentangan dan jika tetap dilakukan maka akan menimbulkan risiko atau bahaya yang mengintai ibu dan janin. Risiko atau bahaya yang dapat terjadi jika ibu hamil merokok adalah:

  • Kehamilan ektopik

Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan kontraksi pada saluran tuba falopi. Jika terjadi kontraksi, embrio akan sulit untuk melewatinya sehingga risiko kehamilan ektopik dapat meningkat.

Kehamilan ektopik adalah dimana posisi janin berada diluar rahim. Jika ibu mengalami kondisi ini, embrio harus diangkat untuk menghindari risiko yang mengancam nyawa ibu.

  • Janin keguguran dan kematian saat lahir

Bahan kimia pada rokok dapat meningkatkan risiko janin mengalami keguguran dan kematian bayi saat lahir. Merokok dapat menyebabkan masalah pada plasenta sehingga menghambat perkembangan bayi. Hal ini juga dapat menyebabkan keguguran dan kematian saat lahir.

  • Abruptio plasenta

Fungsi dari plasenta adalah untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen bagi janin. Namun, kegiatan merokok dapat menyebabkan komplikasi dimana plasenta terlepas dari dinding rahim bagian dalam dan disebut abruptio plasenta.

Plasenta yang lepas menyebabkan asupan nutrisi dan oksigen bagi janin terhambat. Abruptio plasenta dapat mengancam nyawa ibu dan bayi karena kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat. Terlebih lagi, belum ada cara untuk memasang kembali plasenta yang terlepas.

  • Plasenta previa

Bahaya lain yang mengancam ibu hamil merokok adalah plasenta previa. Plasenta previa adalah dimana plasenta tetap berada pada bagian bawah rahim sehingga menutupi serviks.

Selama kehamilan harusnya plasenta menuju ke bagian atas rahim yang membuat serviks terbuka untuk proses melahirkan. Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan karena plasenta robek dan mengurangi nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan janin.

  • Kelahiran prematur

Kebiasaan merokok saat hamil juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir lebih cepat atau prematur. Jika bayi lahir dengan kondisi prematur, maka ada beberapa kemungkinan risiko yang terjadi seperti gangguan penglihatan dan pendengaran pada bayi, cacat mental, serta komplikasi lainnya.

  • Berat badan bayi saat lahir rendah

Bayi lahir dengan berat badan yang rendah juga dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok saat hamil. Bayi yang mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) berpotensi untuk mengalami beberapa masalah kesehatan seperti keterlambatan perkembangan, cerebral palsy, serta gangguan penglihatan dan pendengaran.

Pada beberapa kasus BBLR dapat menyebabkan kematian pada bayi. Maka dari itu, ibu hamil harus berpikir ulang untuk merokok.

  • Fungsi paru-paru melemah

Merokok terkenal dengan efek buruknya bagi paru-paru. Begitu pula ketika ibu hamil merokok, bayi dalam kandungan yang terpapar asap rokok dapat berpotensi memiliki paru-paru lemah dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar asap rokok.

  • Cacat lahir

Saat ibu hamil merokok, zat beracun yang dihirup oleh ibu dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir. Jenis cacat lahir yang umum terjadi adalah kelainan jantung, bibir sumbing, dan celah pada langit-langit mulut bayi.

Mengingat banyaknya risiko dan bahaya yang ditimbulkan jika ibu hamil merokok, maka sangat disarankan bagi ibu untuk berhenti merokok demi kesehatan bayi. Tidak hanya merokok, ibu hamil juga tidak disarankan untuk terpapar oleh asap rokok. Anda dapat meminta dan memastikan lingkungan terdekat tidak merokok saat berada disekitar Anda. Merokok juga tidak hanya mengancam janin, tetapi juga kesehatan ibu saat sedang hamil.

Kehamilan

Hal Biasa, Jahitan Melahirkan Normal Diperlukan oleh Ibu Pasca Persalinan

Saat melahirkan normal, umumnya Anda juga memerlukan jahitaan. Ini merupakan hal biasa dan tidak perlu ditakuti. Biasanya jahitan melahirkan normal ini dibutuhkan saat ada robekan perineum ketika proses persalinan.

Jahitan Melahirkan Normal Diperlukan pada Kondisi Ini

Perlu diketahui bahwa sekitar 9 dari 10 wanita yang melahirkan normal membutuhkan jahitan. Hal ini jika area perineum mengalami robekan yang dalam dan harus dijahit. Perineum adalah area di antara vagina dan anus.

Biasanya, robekan lebih dalam ini dialami oleh wanita saat bersalin dengan kondisi berikut ini:

  • Pertama kali melahirkan melalui vagina
  • Proses persalinan dijalani dengan durasi yang lama
  • Bayi yang dilahirkan memiliki berat di atas rata-rata, biasanya di atas 4 kilogram
  • Persalinan dengan bantuan khusus, seperti dengan vakum misalnya
  • Bahu bayi tersangkut di tulang kemaluan ibu
  • Posisi kepala bayi di bawah, namun bagian belakang kepala dan punggung bersentuhan dengan tulang belakang ibu (posisi back-to-back)
  • Pernah mengalami robekan di perineum

Sehingga, ketika mengalami kondisi-kondisi di atas, dokter perlu menggunting perineum untuk mempermudah proses persalinan atau disebut proses episiotomi. Area yang digunting tersebut haruslah dijahit kembali. Prosedur menggunting ini umumnya dilakukan jika bayi harus segera lahir. Atau pada kondisi di mana ada risiko robekan di anus yang cukup dalam apabila perineum tidak segera digunting.

4 Tingkat Keparahan Robekan

Ada beberapa tingkatan derajat robekan atau ruptur perineum ini, yaitu:

  • Tingkat 1

Robekan tingkat 1 ini biasanya tidak perlu dijahit karena termasuk robekan ringan. Area yang robek ini adalah bagian kulit perineum atau mulut vagina.

  • Tingkat 2

Robekan tingkat 2 pada perineum ini sudah memasuki otot perineum yang berada di dalam vagina ibu. Biasanya jahitan melahirkan normal dibutuhkan jika robekan perineum cukup dalam yang sudah mencapai otot, atau sampai pada tingkat 2 ini.

  • Tingkat 3

Robekan tingkat 3 ini terjadi di kulit dan juga otot vagina, perineum, dan juga anus. Robekan ini harus dijahit di ruang operasi karena sudah tergolong parah. Biasanya robekan tingkat 3 ini bisa menyebabkan ibu mengalami komplikasi seperti nyeri ketika berhubungan seksual atau inkontinensia tinja.

  • Tingkat 4

Robekan perineum tingkat 4 ini adalah kondisi paling parah. Sebab, ruptur sudah mencapai ke bagian anus, rektum, hingga usus besar. Prose penjahitannya juga sudah harus dilakukan di ruangan operasi. Komplikasi yang ditimbulkan sama dengan tingkat 3 meskipun sudah dijahit. Komplikasinya bisa dirasakan hingga berbulan-bulan.

Cara Merawat Jahitan Melahirkan Normal

Bisa dibilang ibu yang melahirkan normal akan mendapatkan jahitan melahirkan normal. Agar proses pemulihan luka jahitan lebih cepat, perlu perawatan dengan baik juga. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Duduklah dengan perlahan dan gunakan bantal berbentuk donat sebagai penyangga tubuh saat ingin duduk
  • Kompres luka jahitan dengan batu es yang dibungkus dnegan kain. Hal ini untuk mengurangi rasa gatal dan nyeri
  • Hindari mengangkat beban berat atau mengejan setelah luka jahitan
  • Lakukan senam Kegel agar otot kuat dan membantu mempercepat penyembuhan jahitan melahirkan normal.
  • Selalu bersihkan luka jahitan setelah buang air kecil atau besar dan keringkan
  • Ganti pembalut secara teratur dan pastikan tangan bersih sebelum dan setelah menggantinya
  • Monsumsi makanan yang kaya serat dan perbanyak minum air putih agar tidak konstipasi.
Kehamilan

Waspadai Gejala Berbahaya pada Masa Nifas

Darah yang terus keluar pasca persalinan merupakan hal yang wajar. Pendarahan yang menyerupai menstruasi tersebut disebut dengan lokia dan umum dialami oleh ibu yang baru melahirkan sebagai bentuk pemulihan kondisi rahim atau lebih dikenal sebagai masa nifas.

Pemulihan rahim pada masa nifas terjadi karena selama kehamilan, dinding rahim pasti mengalami penebalan karena janin yang terus bertumbuh dan berkembang. Setelah janin keluar, dinding yang menebal tersebut akhirnya lurus dalam bentuk darah dan lendir.

Walaupun umumnya aman, Anda tetap mesti mewaspadai beberapa gejala masa nifas yang bisa membahayakan. Pasalnya, masa nifas dalam beberapa kondisi dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti tekanan darah rendah secara drastis, penyakit kardiovaskular, sampai stroke. Untuk itu apabila Anda mengalami beberapa gejala berbahaya seperti di bawah ini, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter.

  1. Gumpalan Besar

Anda patut waspada apabila selama masa nifas mengalami pendarahan yang disertai gumpalan besar. Pada beberapa kasus, gumpalan darah nifas bisa mecapai sebesar bola pingpong. Jika sudah sebesar itu, Anda mesti segera mengonsultasikannya ke dokter.

  • Pendarahan Tak Wajar

Ketika masa nifas, Anda akan cukup sering mengganti pembalut karena aliran darah yang cukup deras sehingga memenuhi pembalut hanya dalam 2—3. Di waktu tertentu seperti ketika menyusui dan saat bangun tidur, jumlah pendarahan yang mengalir bisa lebih banyak sedikit. Namun, berhati-hatilah apabila darah seger terus mengalir sehingga memenuhi pembalut kurang dari 1 jam. Artinya, Anda berada dalam kondisi pendarahan berat yang mesti segera ditangani.

  • Tidak Berdarah

Umumnya masa nifas akan berlansung dalam beberapa minggu. Pada masa-masa itu, darah akan terus keluar dari saluran kelahiran Anda. Jika pendarahan Anda terlalu cepat berhenti atau bahkan saluran kelahiran tidak mengeluarkan darah sama sekali semenjak proses persalinan, Anda mesti segera memeriksakannya ke dokter karena kondisi tersebut tidak wajar.

  • Demam Tinggi

Seharusnya pendarahan dalam masa nifas tidak memengaruhi suhu tubuh Anda, kecuali ada masalah infeksi. Karena itu, segeralah lakukan kontrol dengan dokter apabila selama nifas, Anda mengalami gejala demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Demam menunjukkan indikasi Anda sedang mendapat serangan virus ataupun bakteri.

  • Berbau Busuk

Darah nifas merupakan darah segar yang cenderung tidak menimbulkan bau kecuali amis. Jika Anda mencium bau lain pada lokia yang mengalir, Anda patut curiga. Kondisi bau busuk yang tercium sangat mungkin menandakan adanya infeksi pada rahim Anda atau bagian lain di saluran kelahiran.

  • Sakit Kepala Parah

Salah satu komplikasi yang kerap timbul selama masa nifas adalah kondisi tekanan darah rendah mendadak. Gejala yang turut mendampingi rendahnya tekanan darah adalah sakit kepala. Jika Anda tiba-tiba merasa sakit kepala parah ketika masa nifas, segera lakukan pengecekan tekanan darah. Jika didapati nilainya rendah di bawah rata-rata, Anda baiknya segera berkonsultasi ke dokter guna mendapat penanganan.

  • Mual dan Muntah

Mual dan muntah tidak umum dialami oleh ibu setelah masa persalinan. Mual dan muntah pada masa kehamilan memang menandakan kondisi janin ynag cukup sehat. Akan tetapi jika terjadi di masa nifas, artinya kondisi Anda sedang tidak sehat. Anda sangat mungkin sedang terseran virus atau bakteri ketika mengalami mual dan muntah di masa nifas.

***

Mewaspadai gejala masa nifas yang tidak wajar dapat menyelamatkannya Anda dari komplikasi penyakit kronis. Jadi, jangan ragu utuk sering melakukan kontrol dan bertanya ke dokter mengenai berbagai keanehan yang Anda alami setelah masa persalinan usai.

Kehamilan

Bukan Hanya Ukuran Perut Hamil, Ini Penanda Janin Sehat

Perut yang membesar menjadi salah satu penanda kehamilan yang sarat mata, apalagi jika kehamilan Anda sudah menyentuh trimester kedua atau tepatnya di atas 5 bulan. Ukuran perut hamil yang semakin besar dinilai sebagai suatu tanda bahwa janin yang ada di kandungan dalam keadaan sehat dan baik.

Ukuran perut hamil yang membesar memang bisa menjadi salah satu indikator bahwa perkembangan janin baik di dalam kandungan alias tumbuh ideal. Namun yang harus dipahami, penanda bahwa janin sehat bukan hanya ukuran perut. Banyak indikator lain yang menandakan janin Anda dalam keadaan sehat selain melihat ukuran perut hamil.

Jadi buat Anda yang merasa ukuran perut semasa kehamilan terlalu kecil, jangan khawatir berlebihan. Coba cek indikator lain untuk melihat kesehatan lain seperti di bawah ini.

  1. Gerakan Janin

Selama janin Anda masih bergerak aktif, tandanya calon anak Anda dalam keadaan sehat-sehat saja. Pergerakan janin sendiri minim dipengaruhi oleh ukuran perut hamil. Pada masa-masa awal kehamilan memang sulit merasakan gerak janin. Anda bisa mulai menyadari gerakan janin umumnya pada awal bulan kelima atau sekitar usia kandungan 20 minggu.

Pada mulanya, gerakan janin hanya menyerupai kedutan. Seiring bertambahnya usia kandungan, gerakan janin akan lebih beragam. Pada bulan keenam, Anda akan sering merasa gerakan janin yan menyentak di mana umumnya gerakan tersebut merupakan bentuk cegukan janin untuk melatih pernapasannya. Lalu pada bulan ketujuh dan kedelapan, janin akan aktif menendang dan berputar di perut Anda. Gerakan janin baru akan berkurang pada bulan kesembilan karena makin besarnya ukuran calon bayi tersebut sehingga ruang geraknya dalam perut semakin terbatas.

  • Janin Terus Bertumbuh

Zaman sekarang sangat mudah untuk melihat perkembangan pertumbuhan janin dalam perut. Soalnya, tiap ibu yang tengah mengandung bisa mengecek pertumbuhan calon anaknya lewat USG yang umum dilakukan tiap kali kontrol bulanan. Melihat kesehatan janin lewat pertumbuhannya yang tertampil di hasil USG jauh lebih tepat dibandingkan hanya memperkirakan kesehatan janin lewat ukuran perut hamil.

Umumnya pertumbuhan janin akan lebih terlihat ketika usia kandungan memasuki 20 minggu. Pada saat itu, panjang janin umumnya sudah mencapai 25 sentimeteter. Tiap bulannya, pertumbuhan panjang janin idealnya mencapai 5 sentimeter sehingga nantinya pada usia kandungan 36 minggu, panjang janin diperkirakan bisa mencapai 50 sentimeter.

  • Detak Jantung Janin

Bagaimana jika Anda ingin mengetahui kesehatan janin pada usia kandungan di bawah 20 minggu? Pada saat itu, ukuran perut hamil ataupun pergerakan janin pun tidak bisa dijadikan indikator kesehatan si jabang bayi. Jawabannya, Anda bisa mengukur kesehatan janin dengan memperhatikan detak jantung janin.

Jantung janin sudah mulai berdetak sejak usia kandungan berusia 6 minggu. Hanya saja memang tidak semua orang bisa menyadari detak jantung janin di dalam perut mereka. Anda bisa menggunakan bantuan fetal doppler atau alat ukuran jantung janin. Janin yang sehat umumnya memiliki detak jantung antara 120—170 kali per menit.

  • Mual dan Muntah

Trimester pertama kehamilan merupakan masa-masa adaptasi yang sulit bagi sebagian ibu. Pasalnya, gejala mual dan muntah kerap menghantui masa-masa kehamilan muda tersebut. Namun sebenarnya, berbahagialah Anda jika kerap mengalami mual dan muntah pada awal kehamilan. Hal tersebut menandakan janin berada dalam kondisi baik-baik saja.

Kondisi ibu hamil yang cenderung mengalami mual muntah dikarenakan naiknya hormon progesteron hingga 20 kali lipat pada awal-awal kehamilan. Rata-rata kadar progesteron pada wanita sehat sebanyak 20 miligram. Namun pada saat hamil, tubuh Anda bisa memproduksi hingga 40 miligram progresteron. Tingginya hormon ini berfungsi untuk mencegah pendarahan yang bisa berakibat pada kematian janin.

Semakin ibu hamil khawatir dengan kondisi kesehatan sebenarnya menjadi kurang baik bagi perkembangan janin. Jadi mulai sekarang jika Anda merasa ukuran perut hamil terlalu kecil dan kerap dikomentari orang, biarkan saja selama indikator kesehatan janin lainnya mendukung artinya calon anak Anda dalam kondisi baik-baik saja.