Kesehatan Mental

Apa Saja Sih Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan?

Apa Saja Sih Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan?

Kecanggihan teknologi membuat kita mampu mendengarkan musik di mana pun dan kapan pun dengan mudah. Musik bisa menjadi salah satu pilihan hiburan dan rekreasi sederhana untuk mengisi waktu luang. Di sisi lain, musik bisa memberikan manfaat untuk kesehatan. Efek mendengarkan musik sangat banyak dan tentunya bersifat positif. Berikut ini merupakan beberapa manfaat mendengarkan musik untuk kesehatan. 

  1. Mengurangi rasa sakit

Saat mendengarkan musik Anda bisa mengalihkan perhatian dari rasa sakit. Hal tersebut terjadi sebab saat mendengarkan musik tubuh akan mengalami relaksasi. Selain itu, musik dapat memicu lepasnya hormon endorfin yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit. 

  1. Meredakan stres yang dialami

Stres bisa dialami siapa saja dan penyebabnya pun beragam. Salah satu cara meredakan stres adalah dengan mendengarkan musik. Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Amerika Serikat telah melakukan penelitian dan berkesimpulan bahwa seseorang yang mendengarkan musik favoritnya akan membantu mengurangi tingkat stres yang dialaminya.

  1. Memperbaiki suasana hati 

Musik favorit sebaiknya Anda putar ketika sedang mengalami hari yang buruk. Efek mendengarkan musik salah satunya adalah dapat memperbaiki suasana hati. Dengan mendengarkan musik, emosi buruk pada pikiran pun akan bisa teralihkan dan tubuh menjadi lebih rileks. Suasana hati bisa menjadi kembali membaik secara perlahan. 

  1. Membuat tidur lebih nyenyak 

Anda mengalami kesulitan saat akan tidur? Cobalah mendengarkan musik sebelum tidur. Pilihan musik yang tepat untuk hal ini adalah musik instrumental. Pikiran dan tubuh akan menjadi lebih rileks sehingga tidur Anda pun bisa menjadi lebih nyenyak. 

  1. Membantu pemulihan stroke

Bagi pasien dengan penyakit stroke, mendengarkan musik dianjurkan sebagai salah satu bentuk terapi. Penelitian dilakukan di Universitas Helsinki berupa pasien stroke yang mendengarkan musik pilihannya selama dua jam sehari mengalami pemulihan fungsi kognitif secaralebih cepat.

  1. Baik untuk lansia 

Daya ingat akan terus menurun seiring bertambahnya usia seseorang. Tidak heran jika banyak lansia yang pelupa dan mengalami penurunan daya ingat secara drastis. Mendengarkan musik secara teratur dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak termasuk fungsi memorinya. 

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh 

Musik ternyata juga berpotensi untuk meningkatkan respon kekebalan tubuh pada manusia. Menariknya lagi, musik sendiri tidak memberikan efek samping seperti ketika seseorang minum obat. Dengan begitu, tidak ada salahnya mendengarkan musik yang Anda sukai setiap hari. 

  1. Terapi pada pasien epilepsi

Epilepsi merupakan gangguan otak pada seseorang. Penderita epilepsi dapat mengalami kejang hebat yang menyebabkan kematian. Untuk menurunkan kadar kejang pada penderita epilepsi, dapat dilakukan berbagai usaha salah satunya adalah terapi dengan menggunakan musik. Saat pasien mendengarkan musik, maka tubuh dan otaknya bisa lebih rileks sehingga kejang pun tidak terlampau parah. Penelitian tentang hal ini telah dilakukan oleh The Ohio State University Wexner Medical Center. 

Semua jenis musik bisa memberikan manfaat, hanya saja masing-masing jenis musik bisa memberikan efek yang berbeda. Musik klasik lebih menenangkan untuk janin, sedangkan musik rock sendiri lebih membantu untuk menyalurkan emosi negatif dan agresivitas keluar dari dalam diri. Meski musik bisa didengarkan kapan saja, namun terdapat waktu tertentu untuk mendengarkan musik secara lebih baik seperti di perjalanan, sebelum tidur, atau pada waktu khusus seperti ketika bersama teman. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang manfaat mendengarkan musik, tanyakan secara langsung dengan dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Kesehatan Mental

Manfaat yang Didapatkan Saat Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang seharusnya dapat dimiliki oleh setiap manusia, tujuannya untuk menghindari suatu kesalahpahaman. Namun yang justru terjadi dalam kebanyakan kasus menimbulkan anggapan jika umur tidak mencerminkan seseorang dapat berpikir dewasa atau kritis, lantas bagaimana cara berpikir kritis yang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Salah satu modal untuk bisa mengasah kemampuan dalam berpikir kritis adalah menjadi orang yang skeptis, atau memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap apa saja. Menurut hasil dari penilitian orang yang memiliki pemikiran kritis sangat peka terhadap berbagai kondisi yang sedang terjadi di keadaan sekitar, dapat berupa kritisi positif dan juga negatif.

Cara Berpikir Kritis

Pikiran merupakan bentuk dari gagasan dan proses mental, dengan berpikir seseorang bisa mengasah ketajaman otak mereka. Sementara itu, berpikir adalah proses otak melakukan pengumpulan dan analisa mengenai sebuah informasi, nantinya kumpulan informasi ini yang dibutuhkan dalam membuat keputusan, konsep, penalaran hingga pemecahan masalah.

Cara bepikir orang satu dengan yang lain berbeda, tidak ada orang yang memiliki cara berpikir yang sama persis. Ini kerap kali disebut sebagai perbedaan persepsi atau juga bisa dibilang sudut pandang yang berbeda. Cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan seseorang dalam mengingat atau memecahkan masalah adalah dengan mencoba berpikir mendalam mengenai permasalahan yang tengah dihadapi secara rutin setiap hari.

Biasakan berlatih setiap hari, sisihkan beberapa menit atau sedikit waktu untuk dapat merenung, berpikir kritis membantu seseorang semakin baik dalam memecahkan masalah dan ketika dihadapkan kondisi untuk mengambil suatu keputusan. Berpikir dengan kritis merupakan proses di mana informasi menjadi keputusan atau sebuah kesimpulan.

Kondisi ini memang tidak mudah dilakukan, maka dari itu seseorang perlu berlatih dan membiasakan diri setiap hari secara rutin dan berkelanjutan. Seseorang pasti dihadapkan dengan beberapa masalah setiap harinya, otomatis juga harus membuat pilihan, kesimpulan dan lain sebagainya untuk mengatasi masalah itu.

Manfaat Berpikir Kritis

  1. Punya Banyak Alternatif Jawaban

Membiasakan diri untuk bisa berpikir kritis akan melatih seseorang memiliki kemampuan dalam berpikir jernih dan rasional. Seseorang tersebut juga mampu berpikir  secara mandiri dan reflektif, merupakan tindakan dan pikiran yang tidak direncanakan, muncul dan terjadi secara spontan begitu saja, melakukan hal tanpa perlu otak memikirkannya terlebih dahulu.

  • Pahami Sudut Pandang Orang Lain

Berpikir kritis bisa membuat pikiran dan otak lebih fleksibel, seseorang tidak akan terlalu kaku dalam berpikir atas pendapat atau ide-ide orang lain. Lebih mudah untuk menerima pendapat orang lain, hal ini memang tidak mudah dilakukan. Namun, jika dibiasakan dilakukan setiap hari maka dengan sendirinya dan secara spontanitas akan mudah dilakukan.

  • Lebih Mandiri

Cara berpikir kritis dapat membuat seseorang lebih mandiri, dalam artian seseorang ini tidak perlu mengandalkan orang lain. Terlebih ketika dihadapkan dalam situasi yang rumit dan sulit, serta diharuskan untuk segera mengambil keputusan. Pikiran kritis membuat seseorang memiliki ide dan gagasan dan saran untuk menyelesaikan masalah.

  • Peluang Baru

Berpikir kritis memungkinkan seseorang menemukan peluang-peluang dalam segala hal, bisa dalam pekerjaan hingga bisnis yang dijalani. Kondisi ini membuat seseorang lebih tajam dalam menganalisa masalah dan keadaan.

Kelebihan dalam berpikir ini ini akan berdampak pada kewaspadaan orang tersebut, guna menentukan peluang dibutuhkan pikiran yang tajam, mampu menganalisa peluang yang sedang dihadapi.

Kesehatan Mental

Bolehkah Seseorang Punya Sikap Perfeksionis?

The Perfectionist's Survival Guide to Writing | The Draft

Banyak orang ingin memberikan hasil terbaik dalam setiap hal yang dilakukannya. Hal itu sebenarnya baik, tetapi di satu sisi, perilaku itu bisa berbalik menjadi sesuatu yang buruk. Kita mengenal perilaku ingin semuanya terlihat sempurna sebagai perfeksionis. Jika demikian, sebenarnya boleh atau tidak, sih, seseorang menjadi perfeksionis?

Sebenarnya, boleh dan tidak dalam kasus ini amat relatif. Semuanya tergantung kondisi dan situasi yang tengah terjadi. Di satu sisi menjadi perfeksionis itu merupakan sesuatu yang baik karena dapat menghasilkan kualitas tugas yang sempurna. 

Akan tetapi, individu yang perfeksionis seringkali mengalami berbagai permasalahan secara psikologis. Misalnya, ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pasangan untuk menjadi sempurna, terkadang membuat pasangan merasa tertekan, sedangkan dirinya seringkali merasa kecewa dan marah. 

Begitu juga dalam lingkungan pertemanan, orang yang perfeksionis cenderung terlihat kaku. Pasalnya, itu semua didorong oleh kebutuhan untuk selalu terlihat sempurna berdasarkan versinya.  

Orang yang perfeksionis juga seringkali menyebabkan mereka merasa cemas dan lelah sepanjang waktu karena selalu merasa bahwa sesuatunya belum terlihat sempurna di matanya. Jika mereka tidak berhasil mencapai standar diri yang tinggi atau sempurna tersebut, maka mereka akan menjadi kecewa terhadap diri sendiri.

Ternyata, terdapat hubungan antara perfeksionis dan masalah kesehatan mental, yaitu depresi dan gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia. Lantas, sebenarnya sikap perfeksionis itu baik atau buruk, ya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, di bawah ini ada beberapa bahan pertimbangan yang dapat dijadikan dasar mengambil kesimpulan mengenai sikap perfeksionis:

  • Memiliki standar dan kualitas yang tinggi, sehingga si perfeksionis bakal kerja dua kali lebih banyak

Sudah menjadi rahasia umum jika seorang perfeksionis mempunyai standar dan kualitas yang tinggi dalam segala hal. Mereka tidak akan merasa puas dengan melakukan suatu yal yang biasa saja atau belum memenuhi standar minimum versinya. Oleh karena itu mereka akan melakukan pekerjaan sebanyak yang diperlukan untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

  • Sangat teliti, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan

Karena mengharapkan sesuatu yang sempurna, maka seseorang yang perfeksionis sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya dan tidak mengabaikan sesuatu hal yang kecil. Namun, karena ketelitian tersebut, ia akan sangat lama menyelesaikan pekerjaannya. Atau dalam kata lain orang perfeksionis mempunyai tingkat produktivitas yang rendah.

  • Selalu ingin memberikan citra yang baik, tetapi cenderung mengerjakan sesuatu yang tidak perlu

Perfeksionis tidak ingin terlihat jelek di mata orang lain, oleh karena itu ia akan melakukan segala cara dan upaya untuk memberikan citra yang baik untuk dirinya dan karya yang dibuatnya. Namun karena upayanya untuk memberikan citra yang positif, ia cenderung mengerjakan sesuatu yang tidak perlu.

Misalnya seorang desainer perfeksionis akan fokus pada pembuatan sebuah pola yang terlalu detail, yang klien atau rekan kerjanya tidak akan menyadari atau bisa jadi tidak peduli dan tidak memerlukan itu.

  • Ingin semua hal berjalan dengan lancar dan baik, tetapi di sisi lain mudah depresi dan frustasi

Menginginkan hasil yang sempurna dan berjalan dengan baik, seorang perfeksionis akan bekerja lebih keras dan lebih panjang dibanding orang lain. Hal ini akan membuatnya lebih lelah dan mudah frustasi ketika hasil yang dihasilkan tidak mencapai tujuan yang diharapkan.

  • Menjadi pribadi yang kritis dengan memikirkan segala hal, tapi cenderung membuang waktu

Perfeksionis akan memikirkan segala sesuatu dari hulu ke hilir. Ia adalah orang yang kritis dan akan memikirkan semuanya matang-matang karena ia membenci hal yang tidak berjalan dengan baik. Menjadi pemikir yang kritis itu perlu, tetapi untuk beberapa situasi dan kebutuhan yang mendesak, perfeksionis akan cenderung membuang waktu.

***

Nah, itulah beberapa gambaran mengenai sikap perfeksionis. Baik dan buruk mengenai sikap ini bisa Anda tentukan sendiri. Jika Anda merupakan orang yang perfeksionis, bisa juga hal-hal di atas dijadikan sebagai bahan refleksi agar kehidupan Anda menjadi lebih baik lagi ke depannya.