Kesehatan Mental

Maladaptive Daydreaming: Gejala dan Cara Mengatasinya

Maladaptive daydreaming menggambarkan suatu kondisi di mana seseorang secara teratur mengalami lamunan yang intens dan sangat mengganggu sangat mengganggu, pada kenyataannya, orang tersebut mungkin berhenti terlibat dengan tugas atau orang-orang di depannya. Lamunan ini mungkin dipicu oleh peristiwa atau rangsangan kehidupan nyata, seperti suara, bau, topik percakapan, atau film.

Maladaptive daydreaming membuat penderitanya dapat melamun berjam-jam

Melamun maladaptif dapat memisahkan diri dari kenyataan untuk menyerap diri mereka sepenuhnya dalam lamunan mereka, dan mungkin tanpa sadar memerankan perilaku atau berbicara dialog untuk karakter dalam lamunan mereka. Isi lamunannya sangat detail dan fantastis. Beberapa telah digambarkan sebagai sinetron, sementara yang lain menampilkan versi ideal dari si pelamun.

Melamun maladaptif  pertama kali didefinisikan oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders pada tahun 2002. Prevalensi lamunan maladaptif tidak diketahui, tetapi kondisi ini tampaknya lebih umum di antara orang-orang dengan kecemasan, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif. Lebih dari setengah melamun maladaptif memiliki gangguan kesehatan mental.

Gejala Melamun Maladaptif

Gejala melamun maladaptif mungkin termasuk:

  • Pada lamunan seperti ini bisa hadir sebuah cerita, alur , latar, serta karakter yang dimainkannya
  • Lamunan yang dipicu oleh peristiwa dunia nyata atau rangsangan sensorik
  • Ekspresi wajah yang tidak disadari, gerakan tubuh yang berulang, atau berbicara atau berbisik yang mengiringi lamunan
  • Lamunan seperti ini bisa terjadi selama beberapa menit sampai berjam-jam
  • Selalu ingin melakukan lamunan
  • Sulit fokus dalam mengerjakan pekerjaan karena sering melamun
  • Sulit tidur
  • Seseorang dapat menunjukkan satu atau lebih dari gejala-gejala ini.

Diagnosis Melamun Maladaptif

Para ahli masih belum tahu apa yang menyebabkan melamun maladaptif, dan tidak ada metode diagnosis resmi. Meskipun telah dikaitkan dengan kecemasan sosial atau trauma sebelumnya, orang dapat mengembangkan lamunan maladaptif tanpa trauma sebelumnya. Ada juga beberapa bukti bahwa melamun maladaptif cenderung memiliki imajinasi aktif sebagai anak-anak.

Peneliti awal mengembangkan tes yang dikenal sebagai Maladaptive Daydreaming Scale (MDS) untuk mempelajari lebih lanjut dan menentukan karakteristik melamun maladaptive. Penilaian diri 14 bagian ini dapat membantu dokter menentukan apakah seseorang menderita lamunan maladaptif. Seseorang menilai tingkat keparahan dan frekuensi gejalanya, menjawab pertanyaan seperti:

  • Apa yang terjadi dalam lamunan Anda? Seberapa jelas dan detailnya?
  • Bisakah Anda menghentikan diri Anda dari melamun? Apakah kamu mau?
  • Apakah lamunan Anda mengganggu kehidupan sehari-hari Anda?

Ada lebih dari satu MDS yang diusulkan dilaporkan dalam literatur. Tergantung pada skala yang digunakan, skor cut off yang berbeda telah disarankan untuk menggambarkan mereka dengan lamunan maladaptif yang signifikan secara klinis.

Karena sifat gejalanya, lamunan maladaptif dapat dikacaukan dengan skizofrenia; namun, kondisi ini sangat berbeda. Terutama, individu yang mengalami lamunan maladaptif mengetahui bahwa lamunan mereka tidak nyata, sedangkan mereka yang memiliki gangguan seperti skizofrenia mengalami kesulitan membedakan kenyataan dari fantasi.

Namun, ada beberapa tumpang tindih antara lamunan maladaptif dan kondisi lainnya. Individu dengan lamunan maladaptif menunjukkan lebih banyak gejala depresi, kecemasan umum, kecemasan sosial, dan disosiasi. Mereka juga lebih mungkin untuk memiliki attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan depresi.

Cara perawatan untuk melamun maladaptif 

Lamunan maladaptif sering kali tidak disengaja, terutama jika sudah menjadi kebiasaan; Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda melakukannya. Jika Anda mengalami gejala seperti kurang tidur, berbisik atau berbicara saat melamun, keinginan yang berlebihan untuk melamun atau kehilangan fokus dalam tugas sehari-hari, Anda mungkin berurusan dengan lamunan maladaptif. Untuk memutus siklus tersebut, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

  1. Identifikasi mengapa Anda melamun.

Langkah pertama untuk menghentikan sesuatu terjadi adalah untuk memahami mengapa hal itu terjadi di tempat pertama. Anda dapat membedakan akar penyebab lamunan Anda dengan menganalisis isi lamunan Anda dan menjawab dengan jujur kepada diri sendiri tentang bagaimana dan mengapa Anda berfantasi. Beberapa orang melamun untuk menghindari pikiran atau perasaan yang menyakitkan, yang lain menderita kecemasan atau rasa tidak aman dan terjebak dalam membayangkan dunia yang sempurna. Pikirkan tentang apa yang paling sering Anda lamunankan, dan cobalah untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan situasi itu membuat Anda memeriksanya. Kemudian, Anda dapat bekerja untuk mengatasi masalah secara langsung dan mengambil tindakan untuk mengubah situasi Anda, daripada menghindarinya.

  1. Jaga harapan Anda tetap realistis.

Jangan lupa bahwa melamun adalah aktivitas yang normal dan sehat jika seimbang dengan area lain dalam hidup Anda.

Jika tujuan Anda adalah untuk tidak pernah melamun lagi, maka Anda sedang mempersiapkan diri untuk gagal. Ini terutama benar jika Anda introvert dan/atau sangat kreatif, yang keduanya mendorong Anda untuk menghabiskan waktu di kepala Anda. Buat rencana yang Anda tahu dapat Anda patuhi.

Alih-alih mencoba memotongnya sepenuhnya, pertimbangkan untuk menguranginya ke tingkat yang lebih mudah dikelola sehingga Anda masih dapat mengejar minat dan memenuhi kewajiban hidup Anda.

  1. Merenungkan.

Meditasi adalah latihan utama dalam menjaga pikiran Anda tetap terkendali. Ini adalah hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi menjaga pikiran Anda tetap bebas dan pikiran Anda pasif akan memberi Anda kendali yang lebih besar atas impuls pikiran Anda. Mulailah dari yang kecil, dengan beberapa menit sehari, dan bangun dari sana. Jika Anda bekerja paling baik dengan panduan atau perintah, unduh aplikasi meditasi terpadu atau temukan video yang sesuai untuk Anda.

  1. Buat pikiran Anda sibuk.

Terutama jika Anda berfantasi ketika Anda bosan, menyibukkan pikiran bisa menjadi cara yang produktif untuk menghindari kepala Anda terjebak pada pikiran yang kosong. Pertimbangkan untuk membuat daftar tugas yang sederhana untuk melacak hal-hal yang perlu Anda lakukan, dan kerjakan daftar itu dengan cermat, merujuk kembali ke sana saat Anda merasa ingin terhanyut.

Pertimbangkan Terapi

Seorang terapis dapat membantu Anda memproses trauma yang mendasarinya dan mungkin mengidentifikasi apa yang memicu maladaptive daydreaming Anda. Mereka juga dapat merekomendasikan strategi khusus untuk mengelola gejala Anda. Misalnya, teknik grounding dapat membantu. Beberapa terapis mungkin juga merekomendasikan untuk mengubah akhir plot lamunan Anda dari baik menjadi buruk untuk membuat lamunan kurang bermanfaat.

Jika Anda merasa kecanduan melamun, atau seperti lamunan Anda mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, bicarakan dengan dokter Anda. Mereka dapat memberikan rekomendasi untuk mengendalikan kecenderungan Anda untuk melamun dan memberikan tips untuk fokus yang lebih baik dan tidur yang lebih baik.

Kesehatan Mental

Makin Marak Terjadi Saat Pandemi, Ini Tanda-Tanda Burnout

Selama pandemi, sebagian besar orang melakukan segala aktivitas di rumah, termasuk bekerja. Lama-kelamaan, bekerja dari rumah bisa menimbulkan burnout bagi beberapa orang. 

Burnout merupakan kondisi ketika Anda merasa sangat kelelahan dalam bekerja, sampai kehilangan motivasi. Biasanya, kondisi ini juga akan mengarah ke perasaan stres serta depresi. 

Apa yang dimaksud dengan burnout?

Sebenarnya, rasa lelah dalam bekerja adalah hal yang sangat wajar. Setelah bekerja sepanjang hari, malamnya mungkin Anda bisa merasa lelah.

Akan tetapi, rasa lelah yang dirasakan ketika burnout berbeda dari rasa lelah yang biasanya. Karena, dalam situasi ini, Anda sudah tidak lagi memiliki semangat untuk bekerja sama sekali. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda sudah sangat lelah dan stres dengan pekerjaan Anda. 

Orang-orang yang mengalami kondisi ini mungkin juga merasakan takut dalam diri mereka. Hal ini terjadi karena mereka sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk terbebas dari rasa lelah dan kehilangan motivasi tersebut. 

Burnout bisa disebabkan oleh apa saja, mulai dari pekerjaan yang menumpuk, gaya hidup, karakter rekan kerja, dan lain sebagainya. 

Tanda-tanda Anda mengalami burnout

Tidak semua orang bisa menyadari dengan cepat bahwa mereka mengalami burnout dalam bekerja. Berikut ini tanda-tanda yang bisa Anda kenali:

  • Merasa tidak berguna

Pernahkah Anda merasa tidak berguna dan tidak mampu memberikan kontribusi apapun bagi perusahaan? Hal ini mungkin bisa menjadi salah satu pertanda bahwa Anda mengalami burnout.

Munculnya perasaan ini berhubungan juga dengan hilangnya motivasi Anda, sehingga Anda sulit untuk bekerja dengan produktif. Ditambah lagi, Anda merasa sangat lelah, sehingga merasa tidak bisa melakukan pekerjaan dengan maksimal. 

  • Membenci pekerjaan

Tidak banyak orang yang beruntung untuk bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan selera mereka. Ketika Anda mengalami burnout, rasa tidak suka dan kebencian terhadap pekerjaan akan semakin besar.

Hal ini juga telah terbukti melalui sejumlah penelitian. Penelitian-penelitian tersebut menyatakan bahwa ketidakpuasaan terhadap pekerjaan menjadi salah satu efek samping dari burnout.

  • Sakit fisik

Burnout yang tidak diatasi akan mengakibatkan stres dan depresi. Meskipun stres berkaitan dengan kondisi mental, hal ini juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik Anda. 

Biasanya, penyakit fisik yang umum dialami ketika seseorang mengalami stres saat bekerja adalah sakit kepala dan juga sakit perut.

  • Produktivitas menurun

Sebelumnya, Anda mungkin tidak memiliki masalah untuk bekerja dengan disiplin dan penuh konsentrasi. Namun, burnout bisa menurunkan kemampuan Anda untuk berkonsentrasi, sampai-sampai produktivitas pun ikut menurun.

Anda akan terus memiliki perasaan negatif terhadap tugas-tugas yang Anda kerjakan. Selain itu, bukan kemampuan konsentrasi saja yang akan menurun, tetapi juga kreativitas. 

Atasi burnout dengan merawat diri sendiri

Terkadang, burnout bisa muncul karena Anda terlalu berfokus pada pekerjaan, sampai lupa untuk merawat kesehatan mental diri sendiri. Untuk mengatasinya, ada beberapa upaya perawatan di rumah yang bisa Anda lakukan, yaitu: 

  • Menyediakan waktu untuk tidur yang cukup dan nyenyak
  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari, seperti berolahraga
  • Melakukan meditasi atau yoga
  • Menyediakan waktu untuk menghibur diri sendiri
  • Menghabiskan sebagian waktu bersama dengan orang terkasih
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa mengatasi burnout yang Anda alami sendiri. Setelah burnout teratasi, Anda pun bisa kembali bekerja dengan motivasi serta produktivitas yang lebih baik lagi.

Kesehatan Mental

Apa Saja Sih Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan?

Apa Saja Sih Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan?

Kecanggihan teknologi membuat kita mampu mendengarkan musik di mana pun dan kapan pun dengan mudah. Musik bisa menjadi salah satu pilihan hiburan dan rekreasi sederhana untuk mengisi waktu luang. Di sisi lain, musik bisa memberikan manfaat untuk kesehatan. Efek mendengarkan musik sangat banyak dan tentunya bersifat positif. Berikut ini merupakan beberapa manfaat mendengarkan musik untuk kesehatan. 

  1. Mengurangi rasa sakit

Saat mendengarkan musik Anda bisa mengalihkan perhatian dari rasa sakit. Hal tersebut terjadi sebab saat mendengarkan musik tubuh akan mengalami relaksasi. Selain itu, musik dapat memicu lepasnya hormon endorfin yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit. 

  1. Meredakan stres yang dialami

Stres bisa dialami siapa saja dan penyebabnya pun beragam. Salah satu cara meredakan stres adalah dengan mendengarkan musik. Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Amerika Serikat telah melakukan penelitian dan berkesimpulan bahwa seseorang yang mendengarkan musik favoritnya akan membantu mengurangi tingkat stres yang dialaminya.

  1. Memperbaiki suasana hati 

Musik favorit sebaiknya Anda putar ketika sedang mengalami hari yang buruk. Efek mendengarkan musik salah satunya adalah dapat memperbaiki suasana hati. Dengan mendengarkan musik, emosi buruk pada pikiran pun akan bisa teralihkan dan tubuh menjadi lebih rileks. Suasana hati bisa menjadi kembali membaik secara perlahan. 

  1. Membuat tidur lebih nyenyak 

Anda mengalami kesulitan saat akan tidur? Cobalah mendengarkan musik sebelum tidur. Pilihan musik yang tepat untuk hal ini adalah musik instrumental. Pikiran dan tubuh akan menjadi lebih rileks sehingga tidur Anda pun bisa menjadi lebih nyenyak. 

  1. Membantu pemulihan stroke

Bagi pasien dengan penyakit stroke, mendengarkan musik dianjurkan sebagai salah satu bentuk terapi. Penelitian dilakukan di Universitas Helsinki berupa pasien stroke yang mendengarkan musik pilihannya selama dua jam sehari mengalami pemulihan fungsi kognitif secaralebih cepat.

  1. Baik untuk lansia 

Daya ingat akan terus menurun seiring bertambahnya usia seseorang. Tidak heran jika banyak lansia yang pelupa dan mengalami penurunan daya ingat secara drastis. Mendengarkan musik secara teratur dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak termasuk fungsi memorinya. 

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh 

Musik ternyata juga berpotensi untuk meningkatkan respon kekebalan tubuh pada manusia. Menariknya lagi, musik sendiri tidak memberikan efek samping seperti ketika seseorang minum obat. Dengan begitu, tidak ada salahnya mendengarkan musik yang Anda sukai setiap hari. 

  1. Terapi pada pasien epilepsi

Epilepsi merupakan gangguan otak pada seseorang. Penderita epilepsi dapat mengalami kejang hebat yang menyebabkan kematian. Untuk menurunkan kadar kejang pada penderita epilepsi, dapat dilakukan berbagai usaha salah satunya adalah terapi dengan menggunakan musik. Saat pasien mendengarkan musik, maka tubuh dan otaknya bisa lebih rileks sehingga kejang pun tidak terlampau parah. Penelitian tentang hal ini telah dilakukan oleh The Ohio State University Wexner Medical Center. 

Semua jenis musik bisa memberikan manfaat, hanya saja masing-masing jenis musik bisa memberikan efek yang berbeda. Musik klasik lebih menenangkan untuk janin, sedangkan musik rock sendiri lebih membantu untuk menyalurkan emosi negatif dan agresivitas keluar dari dalam diri. Meski musik bisa didengarkan kapan saja, namun terdapat waktu tertentu untuk mendengarkan musik secara lebih baik seperti di perjalanan, sebelum tidur, atau pada waktu khusus seperti ketika bersama teman. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang manfaat mendengarkan musik, tanyakan secara langsung dengan dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Kesehatan Mental

Manfaat yang Didapatkan Saat Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang seharusnya dapat dimiliki oleh setiap manusia, tujuannya untuk menghindari suatu kesalahpahaman. Namun yang justru terjadi dalam kebanyakan kasus menimbulkan anggapan jika umur tidak mencerminkan seseorang dapat berpikir dewasa atau kritis, lantas bagaimana cara berpikir kritis yang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Salah satu modal untuk bisa mengasah kemampuan dalam berpikir kritis adalah menjadi orang yang skeptis, atau memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap apa saja. Menurut hasil dari penilitian orang yang memiliki pemikiran kritis sangat peka terhadap berbagai kondisi yang sedang terjadi di keadaan sekitar, dapat berupa kritisi positif dan juga negatif.

Cara Berpikir Kritis

Pikiran merupakan bentuk dari gagasan dan proses mental, dengan berpikir seseorang bisa mengasah ketajaman otak mereka. Sementara itu, berpikir adalah proses otak melakukan pengumpulan dan analisa mengenai sebuah informasi, nantinya kumpulan informasi ini yang dibutuhkan dalam membuat keputusan, konsep, penalaran hingga pemecahan masalah.

Cara bepikir orang satu dengan yang lain berbeda, tidak ada orang yang memiliki cara berpikir yang sama persis. Ini kerap kali disebut sebagai perbedaan persepsi atau juga bisa dibilang sudut pandang yang berbeda. Cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan seseorang dalam mengingat atau memecahkan masalah adalah dengan mencoba berpikir mendalam mengenai permasalahan yang tengah dihadapi secara rutin setiap hari.

Biasakan berlatih setiap hari, sisihkan beberapa menit atau sedikit waktu untuk dapat merenung, berpikir kritis membantu seseorang semakin baik dalam memecahkan masalah dan ketika dihadapkan kondisi untuk mengambil suatu keputusan. Berpikir dengan kritis merupakan proses di mana informasi menjadi keputusan atau sebuah kesimpulan.

Kondisi ini memang tidak mudah dilakukan, maka dari itu seseorang perlu berlatih dan membiasakan diri setiap hari secara rutin dan berkelanjutan. Seseorang pasti dihadapkan dengan beberapa masalah setiap harinya, otomatis juga harus membuat pilihan, kesimpulan dan lain sebagainya untuk mengatasi masalah itu.

Manfaat Berpikir Kritis

  1. Punya Banyak Alternatif Jawaban

Membiasakan diri untuk bisa berpikir kritis akan melatih seseorang memiliki kemampuan dalam berpikir jernih dan rasional. Seseorang tersebut juga mampu berpikir  secara mandiri dan reflektif, merupakan tindakan dan pikiran yang tidak direncanakan, muncul dan terjadi secara spontan begitu saja, melakukan hal tanpa perlu otak memikirkannya terlebih dahulu.

  • Pahami Sudut Pandang Orang Lain

Berpikir kritis bisa membuat pikiran dan otak lebih fleksibel, seseorang tidak akan terlalu kaku dalam berpikir atas pendapat atau ide-ide orang lain. Lebih mudah untuk menerima pendapat orang lain, hal ini memang tidak mudah dilakukan. Namun, jika dibiasakan dilakukan setiap hari maka dengan sendirinya dan secara spontanitas akan mudah dilakukan.

  • Lebih Mandiri

Cara berpikir kritis dapat membuat seseorang lebih mandiri, dalam artian seseorang ini tidak perlu mengandalkan orang lain. Terlebih ketika dihadapkan dalam situasi yang rumit dan sulit, serta diharuskan untuk segera mengambil keputusan. Pikiran kritis membuat seseorang memiliki ide dan gagasan dan saran untuk menyelesaikan masalah.

  • Peluang Baru

Berpikir kritis memungkinkan seseorang menemukan peluang-peluang dalam segala hal, bisa dalam pekerjaan hingga bisnis yang dijalani. Kondisi ini membuat seseorang lebih tajam dalam menganalisa masalah dan keadaan.

Kelebihan dalam berpikir ini ini akan berdampak pada kewaspadaan orang tersebut, guna menentukan peluang dibutuhkan pikiran yang tajam, mampu menganalisa peluang yang sedang dihadapi.

Kesehatan Mental

Bolehkah Seseorang Punya Sikap Perfeksionis?

The Perfectionist's Survival Guide to Writing | The Draft

Banyak orang ingin memberikan hasil terbaik dalam setiap hal yang dilakukannya. Hal itu sebenarnya baik, tetapi di satu sisi, perilaku itu bisa berbalik menjadi sesuatu yang buruk. Kita mengenal perilaku ingin semuanya terlihat sempurna sebagai perfeksionis. Jika demikian, sebenarnya boleh atau tidak, sih, seseorang menjadi perfeksionis?

Sebenarnya, boleh dan tidak dalam kasus ini amat relatif. Semuanya tergantung kondisi dan situasi yang tengah terjadi. Di satu sisi menjadi perfeksionis itu merupakan sesuatu yang baik karena dapat menghasilkan kualitas tugas yang sempurna. 

Akan tetapi, individu yang perfeksionis seringkali mengalami berbagai permasalahan secara psikologis. Misalnya, ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pasangan untuk menjadi sempurna, terkadang membuat pasangan merasa tertekan, sedangkan dirinya seringkali merasa kecewa dan marah. 

Begitu juga dalam lingkungan pertemanan, orang yang perfeksionis cenderung terlihat kaku. Pasalnya, itu semua didorong oleh kebutuhan untuk selalu terlihat sempurna berdasarkan versinya.  

Orang yang perfeksionis juga seringkali menyebabkan mereka merasa cemas dan lelah sepanjang waktu karena selalu merasa bahwa sesuatunya belum terlihat sempurna di matanya. Jika mereka tidak berhasil mencapai standar diri yang tinggi atau sempurna tersebut, maka mereka akan menjadi kecewa terhadap diri sendiri.

Ternyata, terdapat hubungan antara perfeksionis dan masalah kesehatan mental, yaitu depresi dan gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia. Lantas, sebenarnya sikap perfeksionis itu baik atau buruk, ya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, di bawah ini ada beberapa bahan pertimbangan yang dapat dijadikan dasar mengambil kesimpulan mengenai sikap perfeksionis:

  • Memiliki standar dan kualitas yang tinggi, sehingga si perfeksionis bakal kerja dua kali lebih banyak

Sudah menjadi rahasia umum jika seorang perfeksionis mempunyai standar dan kualitas yang tinggi dalam segala hal. Mereka tidak akan merasa puas dengan melakukan suatu yal yang biasa saja atau belum memenuhi standar minimum versinya. Oleh karena itu mereka akan melakukan pekerjaan sebanyak yang diperlukan untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

  • Sangat teliti, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan

Karena mengharapkan sesuatu yang sempurna, maka seseorang yang perfeksionis sangat teliti dalam melakukan pekerjaannya dan tidak mengabaikan sesuatu hal yang kecil. Namun, karena ketelitian tersebut, ia akan sangat lama menyelesaikan pekerjaannya. Atau dalam kata lain orang perfeksionis mempunyai tingkat produktivitas yang rendah.

  • Selalu ingin memberikan citra yang baik, tetapi cenderung mengerjakan sesuatu yang tidak perlu

Perfeksionis tidak ingin terlihat jelek di mata orang lain, oleh karena itu ia akan melakukan segala cara dan upaya untuk memberikan citra yang baik untuk dirinya dan karya yang dibuatnya. Namun karena upayanya untuk memberikan citra yang positif, ia cenderung mengerjakan sesuatu yang tidak perlu.

Misalnya seorang desainer perfeksionis akan fokus pada pembuatan sebuah pola yang terlalu detail, yang klien atau rekan kerjanya tidak akan menyadari atau bisa jadi tidak peduli dan tidak memerlukan itu.

  • Ingin semua hal berjalan dengan lancar dan baik, tetapi di sisi lain mudah depresi dan frustasi

Menginginkan hasil yang sempurna dan berjalan dengan baik, seorang perfeksionis akan bekerja lebih keras dan lebih panjang dibanding orang lain. Hal ini akan membuatnya lebih lelah dan mudah frustasi ketika hasil yang dihasilkan tidak mencapai tujuan yang diharapkan.

  • Menjadi pribadi yang kritis dengan memikirkan segala hal, tapi cenderung membuang waktu

Perfeksionis akan memikirkan segala sesuatu dari hulu ke hilir. Ia adalah orang yang kritis dan akan memikirkan semuanya matang-matang karena ia membenci hal yang tidak berjalan dengan baik. Menjadi pemikir yang kritis itu perlu, tetapi untuk beberapa situasi dan kebutuhan yang mendesak, perfeksionis akan cenderung membuang waktu.

***

Nah, itulah beberapa gambaran mengenai sikap perfeksionis. Baik dan buruk mengenai sikap ini bisa Anda tentukan sendiri. Jika Anda merupakan orang yang perfeksionis, bisa juga hal-hal di atas dijadikan sebagai bahan refleksi agar kehidupan Anda menjadi lebih baik lagi ke depannya.