Kesehatan Wanita

Cara Mencegah Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim

Siapa yang tidak khawatir saat mengalami keluar darah ketika berhubungan seksual? Sebelum panik, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu penyebab keluar darah saat berhubungan intim. Dengan mengetahui faktor pemicunya, akan lebih mudah untuk mencegah atau mengatasinya hal tersebut terulang kembali.

Pendarahan setelah berhubungan intim secara medis disebut dengan perdarahan postcoital. Pendarahan ini bisa dialami pada wanita di berbagai usia. Umumnya, pendarahan postcoital dapat disebabkan oleh berbagai faktor umum. Misalnya, seorang wanita yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual.

Sedangkan faktor lainnya, seperti vagina yang kering, luka di rahim, polip, gejala kanker serviks, penggunaan alat kontrasepsi, penyakit menular seksual dan sebagainya. Oleh sebab itu, cara mencegah dan mengatasinya pun berbeda-beda tergantung dari faktor penyebabnya. 

Cara mencegah keluar darah setelah berhubungan

1. Gunakan Pemulas

Cara pertama mencegah keluar darah setelah berhubungan, yaitu pelumas. Vagina memang memiliki pelumas alami . Namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan vagina menjadi kering, seperti hamil, menyusui, menopause dan konsumsi obat-obatan tertentu. 

Jadi tidak ada salahnya menggunakan pelumas atau lubricant sebelum berhubungan. Pelumas berbahan dasar air atau silikon ini dapat berguna untuk mengatasi vagina kering yang bisa menyebabkan pendarahan di vagina akibat gesekan. Namun sebaiknya hindari pelumas berbahan dasar minyak yang bisa membuat vagina iritasi.

2. Perbanyak minum air putih

Tidak hanya mengakibatkan kulit kering dan pucat, kekurangan cairan dalam tubuh juga menyebabkan vagina kering. Saat tubuh mengalami dehidrasi, seluruh bagian vagina juga ikut mengering. Itulah sebabnya setelah berhubungan intim, vagina akan terasa sakit bahkan mengalami pendarahan.

Tidak hanya kering, dehidrasi juga menyebabkan pertumbuhan jamur karena adanya gangguan keseimbangan ph yang ditimbulkan oleh kekeringan di area sekitar vagina. Maka dari itu, perbanyaklah minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari dehidrasi. 

3. Gunakan kondom

Saat berhubungan intim pasti akan terjadi gesekan antara penis dan vagina yang memungkinkan vagina mengalami infeksi bahkan pendarahan. Oleh sebab itu, penggunaan kondom dapat menjadi alternatif selain pelumas lubricant untuk mencegah pendarahan pada vagina.

4. Penggunaan sabun kewanitaan yang berlebihan

Terlalu sering menggunakan sabun kewanitaan ternyata memberikan pengaruh yang kurang bagi untuk kesehatan vagina. Pasalnya, pembersih atau sabun kewanitaan dapat membunuh bakteri baik di vagina dan menyebabkan bakteri jahat berkembang biak. 

Selain itu, terlalu sering menggunakan sabun kewanitaan juga dapat memicu iritasi bagina akibat keseimbangan pH yang berubah. Faktanya, vagina sudah memiliki cara alami untuk membersihkan dirinya sendiri tanpa bantuan apapun. Cukup dengan membasuh area luar vagina secara teratur.

5. Pemeriksaan medis secara rutin

Keluar darah setelah berhubungan merupakan salah satu gejala kanker serviks. Sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dini penyakit kanker serviks, seperti pap smear atau skrining kanker serviks. Pemeriksaan ini sangat disarankan dilakukan bagi wanita yang berusia 21 tahun ke atas atau telah aktif berhubungan intim.

6. Periksa ke dokter

Apabila vagina mengalami pendarahan terus menerus, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memastikan penyebab keluar darah setelah berhubungan intim, apakah karena penyakit seksual menular, polio, atau faktor lainnya. Kemudian, dokter akan memberikan resep obat, operasi atau tindakan medis lainnya.

7. Menjaga kebersihan area vagina

Salah satu cara yang paling mudah untuk mencegah keluar darah setelah berhubungan, yaitu menjaga kebersihan area kewanitaan. Mandi minimal dua kali sehari, ganti pakaian dalam secara teratur untuk mencegah munculnya bakteri dan jamur. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan secara berlebihan.

Kesehatan Wanita

Manfaat dan Efek Samping Minum Kopi Saat Haid

Saat menstruasi, terjadi perubahan hormon yang signifikan, sehingga membuat tubuh jadi terasa lemas dan tidak fokus. Terlebih jika Anda sedang bekerja, tentu rasa lelah dan kantuk dapat mengganggu kinerja Anda. Minum kopi saat haid menjadi pilihan solusi untuk mengatasi kondisi ini. 

Selain itu, kopi juga memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit kronis, karena kaya akan antioksidan. Namun, perlu diingat bahwa kopi yang dimaksud adalah kopi hitam, tanpa campuran bahan lain seperti krimer, gula pasir, dan susu. Untuk mendapatkan manfaat itu, Anda perlu mengonsumsi kopi hitam (espresso) tanpa campuran apa pun.

Batas Konsumsi Kafein 

Banyak orang yang sudah mengetahui bahwa kopi mengandung senyawa kafein yang bersifat sebagai stimulan. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui cara untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa berlebihan. Pada dasarnya, Anda hanya boleh mengonsumsi maksimal 400 mg per hari atau setara dengan 2-3 gelas sehari. Kelebihan dalam mengonsumsi kafein dapat berdampak buruk.

Manfaat Mengonsumsi Kopi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kopi memiliki beragam manfaat bagi tubuh asalkan dikonsumsi dengan tepat. 

Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi

Setelah Anda minum kopi, kafein diserap ke dalam aliran darah, lalu disalurkan ke otak. Di otak, zat kafein memblokir adenosin dan meningkatkan hormon dopamine, sehingga daya ingat dan kinerja Anda meningkat.

Mencegah diabetes Tipe 2

Berdasarkan penelitian S. van Dieren (2009) bahwa orang yang mengonsumsi kopi dengan dosis 3-4 gelas memiliki risiko 23-50% lebih rendah terkena penyakit ini. Selain itu, penelitian Rachel Huxley (2009) juga membuktikan bahwa mengonsumsi secangkir kopi setiap hari  mampu menurunkan 7% risiko diabetes tipe 2.

Mencegah kanker

Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali dalam tubuh Anda. Untuk mencegah penyakit ini, Anda dapat mengonsumsi kopi. Berdasarkan penelitian Rinha, Rashmi, dkk (2012) kandungan kafein di dalam kopi terbukti mampu menurunkan risiko penyakit kanker hingga 15%.

Mencegah penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif dan penyebab utama demensia. Penyakit ini biasanya menyerang orang yang berusia di atas 65 tahun. Namun Anda dapat mencegahnya dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan mengonsumsi kopi. Berdasarkan Europan Journal of Neurology mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer hingga 65%.

Efek Samping Mengonsumsi Kopi Tinggi Kafein

Selain bermanfaat bagi kesehatan, minum kopi saat haid dalam jumlah yang terlalu banyak dapat mengganggu kesehatan tubuh.

  1. Siklus menstruasi terganggu dan rentan mengalami menstruasi pendek (short period) yang dibuktikan berdasarkan American Journal of Epidemology.
  2. Nyeri haid semakin parah akibat penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan otot rahim mengencang.
  3. Berdasarkan Disease of the Esophagus mengonsumsi kopi berlebih dapat meningkatkan asam lambung dan melemahkan otot esophagus.
  4. Dalam Journal of Science and Medicine in Sport, kafein dalam kopi dapat meningkatkan efek diuretik, sehingga tubuh akan kehilangan banyak cairan. 

Catatan

Selain bermanfaat, minum kopi saat haid justru akan memperparah nyeri yang Anda alami. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari konsumsi kopi. Jika Anda masih mengalami nyeri haid padahal sudah tidak mengonsumsi kopi, Anda dapat menghubungi dokter.

Kesehatan Wanita

10 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui dan Setelah Menyusui

merawat payudara

Payudara Anda mungkin memiliki banyak perubahan selama kehamilan dan menyusui, atau mungkin tidak banyak berubah sama sekali. Pasalnya, keadaan payudara seseorang akan berbeda-beda. Hormon yang dilepaskan oleh tubuh Anda saat Anda hamil memicu jaringan penghasil susu di payudara untuk tumbuh dan mulai memproduksi ASI. 

Kemudian, setelah bayi lahir, produksi ASI mulai berjalan dan payudara Anda akan mulai terisi dengan ASI. Lalu, bagaimana merawat payudara saat menyusui dan setelah menyusui. 

Cara merawat payudara selama dan setelah menyusui

Sebenarnya tidak ada hal khusus yang perlu Anda lakukan untuk payudara Anda saat menyusui. Saat payudara Anda terisi dengan ASI, Anda mungkin akan mengalami pembengkakan, nyeri saat ditekan, kesemutan, dan ASI bocor. 

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda merawat payudara saat menyusui dan mencegah beberapa masalah umum saat menyusui. 

  1. Praktikkan kebersihan yang baik. Cuci tangan Anda sebelum menyentuh payudara Anda. Jaga kebersihan payudara dan putting dengan mencucinya setiap hari dengan air hangat di pancuran atau bak mandi. 
  1. Hindari penggunaan sabun dan payudara Anda. Karena dapat menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan iritasi. Itu juga dapat menghilangkan minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar Montgomery yang terletak di area gelap di sekitar puting Anda. 
  1. Kenakan bra yang mendukung. Pilih bra menyusui atau bra biasa yang ukurannya pas, tetapi tidak terlalu ketat. 
  1. Pastikan bayi Anda menyusu dengan benar. Membuat anak Anda menyusu dengan baik sejak pertama kali menyusui, dan sangat sering menyusu, setidaknya setiap 2 hingga 3 jam, yang dapat membantu mencegah perkembangan masalah keluarga yang menyakitkan seperti putting yang sakit, pembengkakan payudara, saluran susu yang tersumbat, dan mastitis. 
  1. Gantilah breastpad payudara Anda sesering mungkin. Jika Anda menggunakan bantalan payudara di dalam bra untuk menyerap ASI dari payudara bocor, pastikan unutk menggantinya saat sudah basah. 
  1. Obati pembengkakan payudara. Jika payudara Anda menjadi sangat penuh, keras, dan bengkak, Anda dapat menggunakan kompres dingin untuk mengurangi peradangan dan menghilangkan rasa sakit. 
  1. Lakukan pemeriksaan payudara bulanan. Meskipun Anda sedang menyusui, penting untuk memeriksakan payudara Anda setiap bulan. 
  1. Pompa atau perah ASI dengan tangan. Hal ini disarankan untuk meredakan beberapa tekanan jika payudara Anda penuh dan menyakitkan. Hanya saja, jangan memompa banyak atau sering atau Anda akan terus menghasilkan lebih banyak ASI. 
  1. Tanya dokter jika ada nyeri. Lakukan konsultasi dengan dokter Anda jika mengalami nyeri puting yang terus berlanjut dan tak kunjung hilang. Jika Anda mengalami banyak rasa sakit, sebaiknya bicarakan dengan dokter Anda tentang perawatan atau produk alternatif untuk digunakan tanpa menyebabkan kerusakan atau bahaya jangka panjang pada bayi Anda. Mereka dapat merekomendasikan produk yang aman dan tidak menyumbat saluran susu Anda. 
  1. Rawat kulit Anda. Beberapa wanita mungkin mengalami kekeringan kulit pada payudara dan bagian tubuh lainnya, untuk membantu meminimalkan kekeringan saat menyusui dan seterusnya, merekomendasikan penggunaan lotion perawatan kulit yang sesuai untuk jenis kulit Anda. Ini sangat penting seiring bertambahnya usia kerana kulit Anda menjadi lebih kering dan lebih tipis. 

Kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan payudara Anda mengalami perubahan yang signifikan. Kabar baiknya adalah banyak dari perubahan itu bersifat sementara. Terlebih lagi, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan keausan yang akan dialami payudara. 

Karena itulah, Anda harus merawat payudara dengan baik. Dan, jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penampilan payudara atau benjolan dan nyeri yang mungkin Anda rasakan, segera konsultasikan dengan dokter Anda. 

Kesehatan Wanita

Pengobatan untuk Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi tidak teratur merupakan kondisi saat siklus menstruasi menjadi lebih lambat, lebih cepat, lewat beberapa bulan, bahkan bisa tidak terjadi sama sekali. Menstruasi  yang normal wajarnya siklus menstruasi muncul setiap 28-36 hari dan berlangsung sebanyak 11-13 kali dalam satu tahun. Namun, wanita mengalami siklus menstruasi yang berbeda-beda, dapat lebih cepat atau lebih lama.

Menstruasi dikatakan tidak lancar atau tidak teratur apabila siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Selain itu menstruasi dikelompokkan tidak lancar bila lamanya menstruasi berubah-ubah setiap bulannya. Volume darah yang tidak sama, kadang banyak dan kadang sedikit, juga merupakan salah satu bentuk menstruasi tidak lancar.

Menstruasi yang tidak lancar biasanya terjadi pada beberapa tahun pertama setelah memasuki Namun, jika menstruasi tidak lancar terjadi bukan di beberapa tahun pertama Anda mengalami menstruasi, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai menstruasi tidak teratur, yang dapat digolongkan ke dalam beberapa tipe berikut ini.

  • Polymenorrhea, adalah siklus menstruasi yang berlangsung kurang dari 21 hari.
  • Oligomenorrhea, adalah kondisi ketika siklus menstruasi jadi lebih panjang, atau tidak terjadi menstruasi lebih dari 35 hari, namun kurang dari 90 hari. 
  • Amenorrhea, adalah kondisi ketika tidak mengalami menstruasi dalam waktu 3 bulan berturut-turut.
  • Metrorrhagia, merupakan pendarahan menstruasi yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih banyak.

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

  1. Hormon Tidak Seimbang

Wanita dengan hormon yang tidak seimbang kerap kali merasakan haid yang tidak teratur, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hormon menjadi tidak teratur. Beberapa kondisi tersebut seperti masa pubertas, melahirkan dan menyusui, menjelang menopause, penggunaan alat kontrasepsi hormonal hingga stres.

  1. Berat Badan Naik atau Menurun Drastis

Kondisi berat badan ternyata sangat memengaruhi haid wanita, berat badan bisa memengaruhi hipotalamus, kelenjar di dalam otak fungsinya mengatur berbagai proses dalam tubuh termasuk salah satunya menstruasi setiap bulan. Penurunan drastis bisa memengaruhi hormon estrogen, sementara kelebihan memperbanyak hormon dan memengaruhi proses pelepasan telur.

  1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Merupakan penyakit yang disebabkan karena kelebihan hormon laki-laki pada wanita, sehingga memicu munculnya kista di ovarium yang membuat wanita tidak bisa melepaskan sel telurnya setiap bulan. Wanita penderita kondisi ini biasanya memiliki pertumbuhan rambut berlebih di wajah, jerawat yang sulit hilang hingga siklus haid yang tidak teratur.

  1. Masalah pada Tiroid

Pada bagian leher terdapat kelenjar tiroid yang berfungsi memproduksi hormon yang bisa mengatur metabolisme tubuh. Apabila tiroid bermasalah, maka menstruasi juga akan terpengaruh, maka konsultasikan kondisi ini kepada dokter spesialis endokrin, dokter akan melakukan tes darah guna melihat bagaimana kadar hormon tiroid dalam darah.

Pengobatan Haid Tidak Teratur

Secara umum tidak diperlukan pengobatan khusus untuk mengatasi haid tidak teratur jika dikarenakan pubertas dan menopause. Namun jika disebabkan masalah lain seperti karena penyakit atau gaya hidup yang tidak sehat, maka perawatan yang diberikan harus menyesuaikan dengan penyebabnya.

Konsumsi obat dan operasi menjadi pilihan perawatan dalam mengatasi berbagai penyakit yang menyebabkan haid menjadi tidak teratur atau tidak lancar. Jenis obat metmorfin dan obat penurun insulin akan diresepkan dalam membantu memperlancar ovulasi agar haid kembali teratur. Pil KB dosis rendah dapat memperbaiki jadwal haid.

Pengobatan untuk menangani menstruasi tidak lancar perlu disesuaikan dengan penyebabnya, berikut ini terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan wanita guna mengatasi menstruasi tidak teratur atau tidak lancar.

  • Disarankan untuk mengubah gaya hidup, mengganti alat kontrasepsi hingga melakukan pengobatan tiroid.
  • Lakukan pengobatan sindrom ovarium polikistik seperti mengontrol kadar hormon atau diabetes, turunkan berat badan dengan cara yang sehat.
  • Melakukan konseling apabila wanita mengalami stres yang bisa menyebabkan berat badan turun drastis.
  • Jika berencana memiliki momongan, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Apabila perempuan mengalami pendarahan yang tidak biasa pada saat menstruasi hingga perlu mengganti pembalut tiap jam, kondisi haid terjadi selama lebih dari tujuh hari. Jika mengalami flek setelah melakukan hubungan intim, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.