Kesehatan Wanita

10 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui dan Setelah Menyusui

merawat payudara

Payudara Anda mungkin memiliki banyak perubahan selama kehamilan dan menyusui, atau mungkin tidak banyak berubah sama sekali. Pasalnya, keadaan payudara seseorang akan berbeda-beda. Hormon yang dilepaskan oleh tubuh Anda saat Anda hamil memicu jaringan penghasil susu di payudara untuk tumbuh dan mulai memproduksi ASI. 

Kemudian, setelah bayi lahir, produksi ASI mulai berjalan dan payudara Anda akan mulai terisi dengan ASI. Lalu, bagaimana merawat payudara saat menyusui dan setelah menyusui. 

Cara merawat payudara selama dan setelah menyusui

Sebenarnya tidak ada hal khusus yang perlu Anda lakukan untuk payudara Anda saat menyusui. Saat payudara Anda terisi dengan ASI, Anda mungkin akan mengalami pembengkakan, nyeri saat ditekan, kesemutan, dan ASI bocor. 

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda merawat payudara saat menyusui dan mencegah beberapa masalah umum saat menyusui. 

  1. Praktikkan kebersihan yang baik. Cuci tangan Anda sebelum menyentuh payudara Anda. Jaga kebersihan payudara dan putting dengan mencucinya setiap hari dengan air hangat di pancuran atau bak mandi. 
  1. Hindari penggunaan sabun dan payudara Anda. Karena dapat menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan iritasi. Itu juga dapat menghilangkan minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar Montgomery yang terletak di area gelap di sekitar puting Anda. 
  1. Kenakan bra yang mendukung. Pilih bra menyusui atau bra biasa yang ukurannya pas, tetapi tidak terlalu ketat. 
  1. Pastikan bayi Anda menyusu dengan benar. Membuat anak Anda menyusu dengan baik sejak pertama kali menyusui, dan sangat sering menyusu, setidaknya setiap 2 hingga 3 jam, yang dapat membantu mencegah perkembangan masalah keluarga yang menyakitkan seperti putting yang sakit, pembengkakan payudara, saluran susu yang tersumbat, dan mastitis. 
  1. Gantilah breastpad payudara Anda sesering mungkin. Jika Anda menggunakan bantalan payudara di dalam bra untuk menyerap ASI dari payudara bocor, pastikan unutk menggantinya saat sudah basah. 
  1. Obati pembengkakan payudara. Jika payudara Anda menjadi sangat penuh, keras, dan bengkak, Anda dapat menggunakan kompres dingin untuk mengurangi peradangan dan menghilangkan rasa sakit. 
  1. Lakukan pemeriksaan payudara bulanan. Meskipun Anda sedang menyusui, penting untuk memeriksakan payudara Anda setiap bulan. 
  1. Pompa atau perah ASI dengan tangan. Hal ini disarankan untuk meredakan beberapa tekanan jika payudara Anda penuh dan menyakitkan. Hanya saja, jangan memompa banyak atau sering atau Anda akan terus menghasilkan lebih banyak ASI. 
  1. Tanya dokter jika ada nyeri. Lakukan konsultasi dengan dokter Anda jika mengalami nyeri puting yang terus berlanjut dan tak kunjung hilang. Jika Anda mengalami banyak rasa sakit, sebaiknya bicarakan dengan dokter Anda tentang perawatan atau produk alternatif untuk digunakan tanpa menyebabkan kerusakan atau bahaya jangka panjang pada bayi Anda. Mereka dapat merekomendasikan produk yang aman dan tidak menyumbat saluran susu Anda. 
  1. Rawat kulit Anda. Beberapa wanita mungkin mengalami kekeringan kulit pada payudara dan bagian tubuh lainnya, untuk membantu meminimalkan kekeringan saat menyusui dan seterusnya, merekomendasikan penggunaan lotion perawatan kulit yang sesuai untuk jenis kulit Anda. Ini sangat penting seiring bertambahnya usia kerana kulit Anda menjadi lebih kering dan lebih tipis. 

Kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan payudara Anda mengalami perubahan yang signifikan. Kabar baiknya adalah banyak dari perubahan itu bersifat sementara. Terlebih lagi, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan keausan yang akan dialami payudara. 

Karena itulah, Anda harus merawat payudara dengan baik. Dan, jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penampilan payudara atau benjolan dan nyeri yang mungkin Anda rasakan, segera konsultasikan dengan dokter Anda. 

Kesehatan Wanita

Pengobatan untuk Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi tidak teratur merupakan kondisi saat siklus menstruasi menjadi lebih lambat, lebih cepat, lewat beberapa bulan, bahkan bisa tidak terjadi sama sekali. Menstruasi  yang normal wajarnya siklus menstruasi muncul setiap 28-36 hari dan berlangsung sebanyak 11-13 kali dalam satu tahun. Namun, wanita mengalami siklus menstruasi yang berbeda-beda, dapat lebih cepat atau lebih lama.

Menstruasi dikatakan tidak lancar atau tidak teratur apabila siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Selain itu menstruasi dikelompokkan tidak lancar bila lamanya menstruasi berubah-ubah setiap bulannya. Volume darah yang tidak sama, kadang banyak dan kadang sedikit, juga merupakan salah satu bentuk menstruasi tidak lancar.

Menstruasi yang tidak lancar biasanya terjadi pada beberapa tahun pertama setelah memasuki Namun, jika menstruasi tidak lancar terjadi bukan di beberapa tahun pertama Anda mengalami menstruasi, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai menstruasi tidak teratur, yang dapat digolongkan ke dalam beberapa tipe berikut ini.

  • Polymenorrhea, adalah siklus menstruasi yang berlangsung kurang dari 21 hari.
  • Oligomenorrhea, adalah kondisi ketika siklus menstruasi jadi lebih panjang, atau tidak terjadi menstruasi lebih dari 35 hari, namun kurang dari 90 hari. 
  • Amenorrhea, adalah kondisi ketika tidak mengalami menstruasi dalam waktu 3 bulan berturut-turut.
  • Metrorrhagia, merupakan pendarahan menstruasi yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih banyak.

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

  1. Hormon Tidak Seimbang

Wanita dengan hormon yang tidak seimbang kerap kali merasakan haid yang tidak teratur, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hormon menjadi tidak teratur. Beberapa kondisi tersebut seperti masa pubertas, melahirkan dan menyusui, menjelang menopause, penggunaan alat kontrasepsi hormonal hingga stres.

  1. Berat Badan Naik atau Menurun Drastis

Kondisi berat badan ternyata sangat memengaruhi haid wanita, berat badan bisa memengaruhi hipotalamus, kelenjar di dalam otak fungsinya mengatur berbagai proses dalam tubuh termasuk salah satunya menstruasi setiap bulan. Penurunan drastis bisa memengaruhi hormon estrogen, sementara kelebihan memperbanyak hormon dan memengaruhi proses pelepasan telur.

  1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Merupakan penyakit yang disebabkan karena kelebihan hormon laki-laki pada wanita, sehingga memicu munculnya kista di ovarium yang membuat wanita tidak bisa melepaskan sel telurnya setiap bulan. Wanita penderita kondisi ini biasanya memiliki pertumbuhan rambut berlebih di wajah, jerawat yang sulit hilang hingga siklus haid yang tidak teratur.

  1. Masalah pada Tiroid

Pada bagian leher terdapat kelenjar tiroid yang berfungsi memproduksi hormon yang bisa mengatur metabolisme tubuh. Apabila tiroid bermasalah, maka menstruasi juga akan terpengaruh, maka konsultasikan kondisi ini kepada dokter spesialis endokrin, dokter akan melakukan tes darah guna melihat bagaimana kadar hormon tiroid dalam darah.

Pengobatan Haid Tidak Teratur

Secara umum tidak diperlukan pengobatan khusus untuk mengatasi haid tidak teratur jika dikarenakan pubertas dan menopause. Namun jika disebabkan masalah lain seperti karena penyakit atau gaya hidup yang tidak sehat, maka perawatan yang diberikan harus menyesuaikan dengan penyebabnya.

Konsumsi obat dan operasi menjadi pilihan perawatan dalam mengatasi berbagai penyakit yang menyebabkan haid menjadi tidak teratur atau tidak lancar. Jenis obat metmorfin dan obat penurun insulin akan diresepkan dalam membantu memperlancar ovulasi agar haid kembali teratur. Pil KB dosis rendah dapat memperbaiki jadwal haid.

Pengobatan untuk menangani menstruasi tidak lancar perlu disesuaikan dengan penyebabnya, berikut ini terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan wanita guna mengatasi menstruasi tidak teratur atau tidak lancar.

  • Disarankan untuk mengubah gaya hidup, mengganti alat kontrasepsi hingga melakukan pengobatan tiroid.
  • Lakukan pengobatan sindrom ovarium polikistik seperti mengontrol kadar hormon atau diabetes, turunkan berat badan dengan cara yang sehat.
  • Melakukan konseling apabila wanita mengalami stres yang bisa menyebabkan berat badan turun drastis.
  • Jika berencana memiliki momongan, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Apabila perempuan mengalami pendarahan yang tidak biasa pada saat menstruasi hingga perlu mengganti pembalut tiap jam, kondisi haid terjadi selama lebih dari tujuh hari. Jika mengalami flek setelah melakukan hubungan intim, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.