Obat

Ketahui Cara Mengonsumsi dan Efek Samping Dimenhydrinate

Salah satu obat yang sering digunakan untuk mengobati berbagai keluhan akibat mabuk perjalanan seperti pusing, mual, dan muntah adalah dimenhydrinate. Obat ini merupakan golongan antihistamin. Selain mengatasi keluhan mabuk perjalanan, dimenhydrinate juga dapat digunakan untuk mengatasi pusing dan mual akibat masalah telinga bagian dalam. Agar aman, Anda perlu mengetahui cara mengonsumsi dan efek samping dimenhydrinate. Berikut penjelasan lengkapnya.

Cara mengonsumsi dimenhydrinate

Agar bisa mendapat manfaat maksimal, Anda perlu mengonsumsi dimenhydrinate dengan cara yang tepat. Obat ini memiliki sediaan dalam larutan dan tablet. Sebelum mengonsumsi obat, pastikan Anda mengikuti anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan. Sebaiknya, dimenhydrinate dikonsumsi sesudah makan. Untuk mengatasi mabuk perjalanan, Anda dapat mengonsumsi obat ini 30 menit sebelum perjalanan. Untuk dosis dymenhydrinate sendiri terbagi berdasarkan usia seperti berikut ini.

  • Anak dengan usia 2 hingga 6 tahun sebanyak 12,5mg hingga 25mg dalam setiap 6 sampai 8 jam. Dosis maksimal dimenhydrinate perhari sebanyak 75mg.
  • Anak usia 6 hingga 12 tahun sebanyak 50 mg setiap 6 sampai 8 jam. Dosis maksimal dimenhydrinate perhari sebanyak 150mg.
  • Anak usia di atas 12 tahun dan dewasa sebanyak 50mg hingga 100mg dalam setiap 6 sampai 8 jam. Dosis maksimal dimenhydrinate perhari sebanyak 400mg.
  • Untuk bayi berusia di bawah 2 tahun perlu menghindari penggunaan dimenhydrinate, kecuali memang diberikan oleh dokter.

Efek samping dimenhydrinate

Risiko berupa alergi karena mengonsumsi dimenhydrinate tetap ada. Alergi akan menunjukkan gejala seperti mata dan bibir bengkak, ruam dan gatal, serta kesulitan bernapas. Obat dimenhydrinate juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang umum terjadi dan tergolong ringan setelah mengonsumsi dimenhydrinate yaitu:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Kantuk
  • Mulut kering
  • Hilangnya nafsu makan
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur

Efek samping parah juga mungkin muncul. Jika berbagai gejala berupa efek samping parah muncul maka Anda membutuhkan pertolongan dokter segera.

  • Kejang
  • Kebingungan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Perubahan suasana hati
  • Tremor
  • Telinga berdenging
  • Kesulitan buang air kecil

Kondisi khusus yang perlu diperhatikan

Risiko berupa efek samping obat dapat meningkat terutama jika Anda memiliki kondisi khusus berupa riwayat penyakit tertentu. Penting bagi Anda untuk konsultasi terkait riwayat penyakit pada dokter sebelum mengonsumsi dimenhydrinate. Beberapa kondisi kesehatan berikut perlu lebih waspada mengonsumsi dimenhydrinate.

  • Penyakit jantung termasuk aritmia dan hipertensi
  • Emfisema, asma bronkial, bronkitis kronis
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Glukoma
  • Kerusakan hati
  • Pembesaran prostat
  • Penyakit kejang
  • Obstruksi pada leher kandung kemih
  • Penderita alergi dimenhydrinate

Interaksi dengan obat lain

Selain kondisi medis seseorang, interaksi obat juga perlu diperhatikan guna menurangi risiko efek samping yang mungkin muncul. Anda perlu menghindari mengonsumsi dimenhydrinate bersamaan dengan obat tertentu. Berikut ini merupakan beberapa obat lain yang dapat menimbulkan interkasi jika digunakan bersamaan dengan dimenhydrinate serta efek samping interaksi yang ditimbulkan.

  • Obat khusus untuk mendepresi sistem saraf pusat (SSP) yang digunakan bersama dengan dimenhydrinate akan membuat efek sedasi meningkat.
  • Obat-obatan antikoligernik, misalnya trisiklik, yang digunakan bersama dengan dimenhydrinate akan membuat peningkatan potensi efek samping.
  • Obat ototoksik seperti aminoglikosida yang digunakan bersama dengan dimenhydrinate akan  membuat gejala awal ototoksiksitas tidak terlihat.

Mengonsumsi dimenhydrinate terlalu banyak juga berisiko menyebabkan overdosis obat. Untuk mencegah hal tersebut maka Anda perlu benar-benar memperhatikan takaran atau dosis konsumsi. Selain itu, guna mengurangi efek samping obat maka sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hentikan pemakaian segera jika muncul reaksi alergi. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter secara online malalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Obat

Mengenal Trihexyphenidyl, Obat Untuk Penyakit Parkinson

Trihexyphenidyl adalah sebuah obat resep, yang tersedia dalam bentuk larutan dan tablet oral. Trihexyphenidyl merupakan obat generic dan tidak memiliki versi bermerek. Obat ini dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, dalam arti Anda harus menggunakannya bersamaan dengan obat-obatan lain. Obat ini digunakan untuk merawat semua jenis penyakit parkinsonisme, termasuk penyakit Parkinson. Obat ini juga digunakan untuk merawat efek samping gerakan parah yang disebabkan karena obat psikotik. 

Trihexyphenidyl masuk dalam kelas obat yang dikenal dengan sebutan antikolinergik. Kelas obat merupakan sekelompok obat yang bekerja dengan cara sama. Obat-obatan dalam kelas tersebut sering digunakan untuk merawat kondisi yang serupa. Trihexypheidyl bekerja dengan cara menghambat fungsi beberapa bagian sistem saraf yang mengatur gerakan tubuh. Obat ini membantu menenangkan beberapa otot tertentu dan membuatnya dapat bergerak dengan lebih mudah. 

Efek samping yang perlu diwaspadai

Salah satu efek samping tablet oral trihexyphenidyl adalah dapat menyebabkan rasa kantuk. Selain itu, beberapa efek samping yang sering dijumpai setelah penggunaan obat ini di antaranya adalah mulut yang kering, pandangan yang kabur, pusing, mual, gugup, konstipasi, dan sulit buang air kecil. Pada anak-anak, gejala tambahan di antaranya adalah mudah lupa, turunnya berat badan, gelisah, kesulitan tidur, kejang otot, dan gerakan tubuh yang tidak diinginkan. Apabila efek samping tersebut bersifat ringan, gejala akan hilang setelah beberapa hari atau minggu. Apabila gejala efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter. 

Selain gejala tersebut di atas, efek samping yang lebih serius dari penggunaan trihexyphenidyl juga dapat terjadi, seperti detak jantung yang tidak teratur, halusinasi, paranoia, glaucoma (dengan gejala seperti nyeri mata, pandangan yang kabur, kehilangan penglihatan secara bertahap atau tiba-tiba, penglihatan terowongan, dan lingkaran berwarna pelangi di sekitar cahaya yang terang), gangguan usus (dengan gejala seperti perut kembung, sakit perut, konstipasi parah, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan), stroke panas atau kesulitan berkeringat (dengan gejala seperti tidak dapat berkeringat, tubuh terasa lelah, pingsan, pusing, kram otot atau lambung, mual, muntah, diare, bingung, dan demam), sindrom neuroleptic jinak (dengan gejala seperti demam, otot yang kaku, perubahan status mental, denyut nadi yang cepat, pernapasan yang pendek dan cepat, serta tekanan darah yang tinggi atau rendah). 

Interaksi dengan obat lain

Tablet oral trihexyphenidyl dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan produk herbal lain yang sedang Anda konsumsi. Zat yang terkandung dalam obat dapat mengubah bagaimana obat terseebut bekerja, dan hal ini dapat membahayakan mereka yang menggunakannya atau malah membuat obat menjadi tidak bekerja dengan baik. Untuk menghindari terjadinya interaksi, Anda harus memberitahu dokter obat, vitamin, dan produk herbal apa saja yang sedang dikonsumsi. Dengan informasi tersebut, dokter akan mengatur obat-obatan yang tepat untuk kondisi Anda. 

Contoh obat yang dapat beinteraksi dengan trihexyphenidyl adalah obat depresi, karena obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping seperti mulut kering, sulit buang air kecil, kembung, sedikit keringat, dan meningkatnya suhu tubuh. Contoh obat depresi adalah isocarboxazid, tranylcypromine, dan desipramine. Selain itu, obat yang digunakan untuk penyakit Parkinson lain seperti levodopa apabila dikonsumsi secara bersamaan dengan trihexyphenidyl dapat meningkatkan gerakan tidak disengaja yang disebabkan oleh obat. Apabila kedua obat tersebut harus digunakan secara bersamaan, dosis harus dikurangi dan disesuaikan. 

Obat

Mengenal Immune Globulin Intravena

immune globulin kekebalan tubuh

Immune globulin adalah larutan steril yang terbuat dari plasma manusia. Larutan ini mengandung antibodi yang melindungi Anda dari infeksi akibat berbagai jenis penyakit. Immune globulin intravena (IGIV, untuk suntikan ke dalam pembuluh darah) digunakan untuk merawat imunodefisiensi primer. IGIV juga digunakan untuk meningkatkan platelet (sel pembeku darah) pada orang-orang yang memiliki purpura trombositopenia imun. IGIV juga digunakan untuk membantu mencegah beberapa infeksi tertentu pada orang-orang yang menderita leukemia limfositik kronis sel-B. Selain itu, IGIV juga digunakan pada mereka yang menderita sindrom Kawasaki, untuk mencegah aneurysm yang disebabkan karena arteri utama jantung yang melemah. 

Informasi penting

Immune globulin intravena dapat menyebabkan penggumpalan darah, dengan risiko paling tinggi pada orang yang lebih tua atau mereka yang menderita gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, dan penyakit sirkulasi darah. Penggumpalan darah juga biasa sering terjadi pada saat istirahat jangka panjang, saat menggunakan pil KB, atau dalam perawatan terapi penggantian hormon. Kondisi ini juga dapat terjadi saat kateter IV pusat terpasang. 

Hubungi dokter sesegera mungkin apabila Anda menderita nyeri dada, kesulitan bernapas, detak jantung yang cepat, mati rasa atau tubuh terasa lemah, atau pembengkakan dan perubahan warna di tangan atau kaki. Immune globulin juga dapat membahayakan ginjal, terutama apabila Anda memiliki penyakit ginjal atau menggunakan obat-obatan tertentu. Hubungi dokter secepatnya apabila Anda melihat adanya tanda-tanda gangguan ginjal, seperti pembengkakan, pertambahan berat badan yang cepat, dan jarang atau tidak bisa buang air kecil. 

Beberapa orang mungkin tidak dapat menggunakan obat immune globulin ini, terutama apabila Anda memiliki reaksi alergi terhadap immune globulin atau produk darah. Selain itu, apabila Anda memiliki defisiensi immune globulin A (IgA) atau alergi terhadap jagung, Anda tidak direkomendasikan menggunakan obat ini. IGIV juga dapat menyebabkan penggumpalan darah atau gangguan ginjal, terutama pada orang yang lebih tua atau mereka yang menderita kondisi tertentu seperti gangguan jantung, masalah sirkulasi darah, stroke atau penggumpalan darah, penyakit ginjal, diabetes, sebuah infeksi yang disebut sepsis, dan jika Anda menggunakan estrogen (pil KB atau terapi penggantian hormon). Beritahu dokter apabila Anda memiliki kondisi-kondisi yang disebutkan sebelumnya tersebut. 

Anda mungkin juga akan membutuhkan penyesuaian dosis apabila Anda terpapar cacar atau apabila Anda bepergian ke daerah di mana penyakit ini mudah dijumpai. Selain itu, beritahu dokter apabila Anda sedang hamil atau menyusui. Immune globulin terbuat dari plasma manusia yang didonasikan dan dapat mengandung virus atau agen menular lainnya. Plasma yang didonasikan diuji untuk mengurangi risiko kontaminasi, namun masih ada kemungkinan kecil immune globulin dapat menularkan penyakit. Apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu, tanyakan dokter tentang potensi risiko yang dapat terjadi apabila Anda menggunakan immune globulin. 

Immune globulin intravena diberikan dalam bentuk suntikan ke dalam pembuluh darah, biasanya setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Penyedia layanan kesehatan akan memberikan suntikan tersebut kepada Anda. Minumlah banyak air saat Anda menggunakan immune globulin (intravena) untuk membantu meningkatkan aliran darah dan menjaga ginjal bekerja dengan baik. Anda mungkin membutuhkan tes urin atau darah dengan rutin. Immune globulin dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu. Beritahu dokter yang merawat Anda apabila Anda sedang menggunakan immune globulin intravena. Untuk informasi lebih lanjut seputar efek samping dari obat immune globulin intravena ini, hubungi dokter.

Obat

Diagnosa, Perawatan, dan Obat Batu Ginjal

Batu ginjal, juga dikenal dengan istilah nephrolithiasis, renal calculi, dan urolithiasis, merupakan deposit keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Diet, berat badan berlebih, kondisi medis tertentu, dan beberapa jenis suplemen serta obat-obatan dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal dapat memengaruhi bagian saluran kemih manapun, mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh lewat urin dapat menjadi sebuah pengalaman yang menyakitkan. Namun batu ginjal biasanya tidak akan menyebabkan kerusakan permanen apabila diketahui dan diobati sejak dini. Tergantung kondisi Anda, umumnya perawatan meliputi minum obat batu ginjal dan minum banyak air. Namun, apabila batu ginjal menyumbat saluran kemih, yang sering terjadi akibat infeksi kandung kemih dan menyebabkan komplikasi, operasi dapat dibutuhkan.

Diagnosa

Apabila dokter mencurigai Anda menderita batu ginjal, dokter akan melakukan prosedur dan tes diagnostik untuk menentukan penyakit, serta membuat rencana perawatan dan resep obat batu ginjal. Adapun beberapa prosedur diagnosa yang dilakukan di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan darah. Tes darah dapat menunjukkan kalsium atau asam urat yang terlalu banyak di dalam darah. Hasil dari tes darah akan membantu mengawasi kesehatan ginjal serta membantu dokter dalam memeriksa kondisi medis lainnya.
  • Tes urin. Tes pengumpulan urin 24 jam dapat menunjukkan apakah Anda mengeluarkan mineral pembentuk batu ginjal dalam jumlah banyak atau tidak. Untuk tes ini, dokter akan meminta Anda untuk mengumpulkan air seni selama 2 hari berturut-turut.
  • Pemindaian pencitraan. Tes pencitraan dapat menunjukkan adanya batu ginjal di saluran kemih. Pemindaian CT lebih efektif untuk dilakukan karena tes ini dapat menunjukkan batu-batu ginjal ukuran kecil (dibandingkan dengan sinar-X yang kurang efektif).
  • Analisa batu yang dikeluarkan. Anda juga akan diminta untuk buang air kecil melalui saringan untuk menangkap batu ginjal tersebut. Analisa laboratorium akan menunjukkan terbuat dari apa batu ginjal Anda. Dokter kemudian akan menggunakan informasi tersebut untuk menentukan apa yang menyebabkan batu ginjal dan membentuk rencana perawatan dan obat batu ginjal untuk mencegah terbentuknya batu ginjal lain.

Perawatan

Perawatan batu ginjal bermacam-macam, tergantung jenis batu ginjal dan penyebabnya. Batu ginjal yang berukuran kecil biasanya tidak membutuhkan perawatan yang invasif. Dan Anda bisa mengeluarkannya dari tubuh dengan banyak minum air putih. Rutin meminum 3,6 liter air putih setiap harinya akan menjaga agar air seni tetap encer, sehingga dapat mencegah terbentuknya batu ginjal. Obat batu ginjal juga dapat berupa penghilang rasa sakit. Saat Anda mengeluarkan batu ginjal lewat air seni, aktivitas ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman, dan bahkan dalam kasus tertentu rasa sakit. Untuk menghilangkan rasa sakit dan tidak nyaman tersebut, dokter akan merekomendasikan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau naproxen sodium.

Dokter juga akan merekomendasikan obat batu ginjal untuk membantu mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh. Jenis pengobatan ini, dikenal dengan sebutan penghambat alpha, akan mengendurkan otot di ureter, membantu Anda dalam mengeluarkan batu ginjal dengan lebih cepat dan sedikit rasa sakit. Beberapa contoh penghambat alpha di antaranya adalah Tamsulosin dan kombinasi obat Dutasteride dan Tamsulosin. Apabila batu ginjal berukuran terlalu besar untuk dikeluarkan lewat urin, atau menyebabkan pendarahan dan merusak ginjal serta menyebabkan infeksi saluran kemih, prosedur perawatan kondisi ini meliputi penggunaan gelombang udara untuk menghancurkan batu, operasi untuk mengangkat batu ginjal berukuran besar, dan operasi kelenjar parathyroid.

Obat

Paracetamol, Obat Pereda Demam dan Nyeri

Obat paracetamol mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Hampir semua orang pasti pernah mendengar atau bahkan pernah mengonsumsi obat demam ini. Paracetamol merupakan nama generik obat ini dan obat ini sering ditemukan dengan nama lain yang dijual bebas di warung atau pun mini markter di sekitar Anda. Obat paracetamol ini memang tergolong obat bebas. Artinya, obat ini dapat dibeli oleh siapapun tanpa menyertakan resep dari dokter sekalipun saat membelinya.

Namun, bukan berarti obat ini dapat dikonsumsi tanpa aturan. Paracetamol digunakan sebagian besar sebagai antipiretik atau pereda demam. Selain itu, dosis paracetamol untuk demam pada orang dewasa biasanya 1 tablet 500mg. pemberian obat ini dapat diulang selang 4 jam jika demam tidak kunjung turun. Namun, dalam 24 jam, batas maksimal paracetamol yang dapat dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 4 gram atau 8 tablet 500mg.

Tentunya jumlah ini berbeda pada anak-anak di bawah usia 12 tahun atau 12 tahun dengan berat badan yang kurang normal pada usianya. Pada setiap bungkus obat paracetamol dengan nama lain biasanya ada pembagian dosis berdasarkan usia, sehingga Anda perlu membacanya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Akan tetapi, dosisi obat akan lebih baik jika diperhitungkan oleh dokter. Jika demam tidak kunjung turun setelah konsumsi obat paracetamol, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Selain untuk mengatasi demam, paracetamol juga berguna sebagai analgetik atau pereda nyeri. Nyeri dalam kategori ringan biasanya dapat hilang dengan pemberian obat paracetamol. Dosis paracetamol untuk nyeri mulai 500mg hingga 1 gram pada orang dewasa untuk sekali pemberian. Biasanya dokter memiliki pertimbangan tersendiri dalam memberikan dosis paracetamol sebagai pereda nyeri.

Pada obat paracetamol bermerk, biasanya perusahaan obat tersebut membuat produk lain paracetamol dengan dosis yang lebih tinggi sebagai pereda nyeri. Terkadang penambahan zat lain pada obat paracetamol dapat membantu mengatasi nyeri yang ada. Untuk lebih aman, berkonsultasilah pada dokter untuk penggunaan paracetamol, terlebih jika Anda memiliki alergi terhadap paracetamol atau memiliki riwayat gangguan fungsi hati.

Obat

Mengenal Cara Kerja Enervon C

Pasti Anda pernah mendengar tentang Enervon C? Multivitamin ini memang sudah ada sejak dahulu dan sampai sekarang masih menjadi andalah bagi beberapa orang yang ingin menjaga tubuh agar tetap fit. Jenis Enervon C pun semakin beragam mulai dari berbentuk kapsul, tablet, juga sirup. Bisa Anda pilih mana yang sesuai selera.

Anda penasaran bagaimana cara kerja Enervon C hingga bisa menambah daya tahan tubuh? Saya punya jawabannya untuk Anda. Simak terus, ya!

Kandungan Enervon C

Sekarang saatnya kita bahas satu persatu apa saja bahan aktif di dalam Enervon C. Ternyata, kandungan bahan aktif ini membuat Enervon C ampuh memastikan asupan vitamin tubuh Anda tercukupi, karena di dalamnya mengandung:

  • Vitamin C

Perannya sangat penting dalam membentuk kolagen tubuh, menjaga kesehatan kulit, tulang, gigi, hingga tulang rawan. Selain itu, vitamin C juga bisa menyembuhkan luka sehingga cocok dikonsumsi untuk mereka yang sedang dalam masa pemulihan.

  • Vitamin B1

Vitamin B1 dapat engubah karbohidrat menjadi energi dan memastikan kebutuhan energi tubuh tetap aman.

  • Vitamin B2

Bermanfaat untuk membentuk berbagai jaringan tubuh dan melepaskan energi dari protein

  • Vitamin B6

Koenzim untuk membantu proses metabolisme tubuh.

  • Vitamin B12

Membentuk sel darah merah dan mengubah lemak dan protein menjadi energi.

  • Niacinamide

Dapat membantu fungsi penting lemak dan gula dalam tubuh agar bekerja optimal sesuai fungsinya.

  • Ca-pantothenate

Metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak dalam proses sintesis kolesterol, sel saraf, hemoglobin, dan hormon

  • Dl-panthenol

Precursor koenzim A yang merupakan kofaktor berbagai enzim. Asetilkolin berfungsi menjaga sistem pencernaan berjalan normal.

Banyak sekali ya kandungan vitamin dan zat aktif lain yang terdapat di dalam Enervon C. Mekanisme kerjanya pun begitu kompleks. Pantas saja bisa menjaga asupan vitamin dalam tubuh. Kabar baiknya, Enervon C adalah multivitamin yang aman dikonsumsi selama sesuai dengan aturan pakainya, seperti dosis atau frekuensi konsumsinya. Dalam kemasannya ada keterangan bagaimana mengonsumsinya. Biasanya tergantung pada usia dan kondisi seseorang.

Berikut dosis yang bisa Anda gunakan saat ingin mengonsumsi Enervon C:

  • Dewasa: 1 tablet sehari
  • Anak-anak kurang dari 6 tahun: 1 sendok takar 1 kali sehari
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar 2 kali sehari

Tapi tetap harus sesuai dosis ya. Jangan sampai malah berlebihan dan membuat tubuh tidak bisa berfungsi dengan optimal.

Obat

Cek Fakta Antimo Dulu Sebelum Minum Obat Ini

Ketika akan bepergian ke suatu tempat yang jauh dan memakan waktu perjalanan yang lama, terdapat suatu hal yang tidak boleh terlewatkan, terutama bagi Anda yang rentan mengalami mabuk perjalanan. Obat Antimo telah dipercaya sejak lama untuk mengatasi permasalahan ini.

Obat Antimo dapat dikonsumsi secara bebas, tanpa membutuhkan resep khusus dokter. Tidak heran, jika Anda dapat dengan mudah membeli obat ini, bahkan di warung sekitar tempat tinggal Anda. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat Antimo, ada baiknya untuk mengecek fakta penting tentang obat ini terlebih dahulu.

6 fakta seputar obat Antimo yang perlu Anda tahu

Di bawah ini terdapat beberapa fakta seputar obat Antimo:

  • Ampuh atasi mabuk perjalanan

Antimo dibuat dengan komposisi utama dimenhydrinate sebesar 50 mg. Kandungan tersebut dikenal dengan manfaatnya yang dapat mengurangi gejala mabuk perjalanan atau motion sickness, seperti mual, muntah, dan pusing.

  • Dapat dikonsumsi berulang kali

Obat Antimo biasanya dikonsumsi 30 menit sebelum perjalanan. Jika ketika dalam perjalanan Anda masih merasakan gejala mabuk, Anda dapat mengonsumsi obat ini setiap 4 jam sekali jika diperlukan.

  • Konsumsi sesuai dosis yang ditetapkan

Walaupun obat Antimo dapat dikonsumsi setiap 4 jam, namun Anda juga perlu untuk memerhatikan dosis obat yang dikonsumsi sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa dan anak di atas 12 tahun, yaitu 1 tablet (50 mg) per hari, dan tidak boleh lebih dari 8 tablet (800 mg).

Sementara itu, dosis untuk anak berumur 8-12 tahun, yaitu sekitar setengah tablet (25 mg) dan tidak boleh melebihi 3 tablet (150 mg). Penting untuk catatan, obat Antimo tidak dapat diberikan untuk bayi.

  • Efek samping obat Antimo

Efek samping dari obat Antimo yang sudah diketahui sejauh ini, yaitu dapat menimbulkan rasa kantuk, lesu, pusing, dan menyebabkan gangguan koordinasi tubuh yang umumnya terjadi pada anak. Selain itu, efek samping lain yang mungkin terjadi dapat berupa mulut kering, kesulitan membuang air kecil, diare, nyeri epigastrik, dan palpitasi atau berdebar dan berdetaknya jantung lebih cepat dari biasanya.

  • Efek seperti obat bius

Jika obat Antimo dikonsumsi dengan obat yang mengandung alkohol, barbiturat, analgesik, opioid, hipnotik, dan antipsikotik, maka kombinasi ini dapat menyebabkan efek sedatif (serupa dengan dibius). Kondisi ini dapat berujung pada tidak terdeteksinya gejala kerusakan pada tubuh yang disebabkan oleh obat jenis ototoksik, seperti antibiotika aminoglikosida.

  • Perhatikan penyakit bawaan

Beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat Antimo, seperti penderita gangguan hati, retensi urin, glaukoma, dan hipersensitif terhadap antihistamin.