Penyakit

Lansoprazole dan Omeprazole, Mana yang Paling Ampuh Atasi Gerd?

Bagi setiap orang yang mengalami GERD atau gastroesophageal reflux disease, keluhan yang biasanya dialami seperti nyeri dada seolah terbakar atau heartburn. Selain mengubah pola makan, biasanya obat-obatan seperti lansoprazole dan esomeprazole. Namun, sebelum mengonsumsinya perlu diketahui perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terlebih dulu.

GERD merupakan salah satu kondisi yang menandakn naiknya asam lambung yang berlebih ke kerongkongan. Penyebabnya pun beragam, bisa dari kebiasaan merokok, menggunakan obat NSAID dalam jangka panjang dan masalah kesehatan tertentu.  Jika mulai merasakan GERD, pilihan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan mengonsumsi obat-obatan,

Perbedaan Lansoprazole dan Esomeprazole

Lansoprazole

Merupakan obat yang bisa mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Khususnya pada GERD dengan gejala yang biasanya muncu seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar tepat di dada, mual serta mulut yang terasa asam.

Selain itu, tekuk lambung dan kembung juga bisa diatasi dengan obat ini, kemudian pada kondisi langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus (sindrom Zollinger-Ellison). Lansoprazole terkadang juga diandalkan untuk mengatasi kondisi tersebut, Bentuk obat ini berupa kapsul, tetapi juga ada yang berbentuk tablet dan cairan.

Selayaknya obat lambung pada umumnya, lansoprazole yang digunakan untuk mengatasi GERD juga dikonsumsi sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong. Dosis obat ini  bermacam-macam, biasanya dokter akan memberi dosis sesuai dengan kondisi seseorang dan sesuai dengan rekomendasi dokter untuk orang dewasa 15 hingga 30 mg dalam sehari.

Esomeprazole

Secara umum obat ini sama dengan lansoprazole, esomeprazole merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung, gejala GERD dan membantu penanganan sindrom Zollinger-Ellison. Esomeprazole merupakan obat generasi yang lebih baru, jika dicampur dengan naproxen dapat untuk mengatasi peradangan nyeri sendi dan otot.

Bentuk esomeprazole juga sama dengan lansoprazole, yakni tablet, kapsul, kaplet dan liquid, selain itu dokter juga akan memberi dosis sesuai dengan kondisi penyakit, usia, dan berat badan penderita. Namun, secara umum dosis yang akan diberikan dokter kepada pasien dewasa sekitar 20-40 mg dalam sehari.

Mana yang Lebih Baik untuk Mengatasi GERD

Terkait keampuhan kedua obat di atas untuk mengatasi GERD, efektivitas keduanya pernah diteliti dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan World Journal of Gastroenterology. Penelitian ini memberikan 40 mg esomeprazole, 30 mg lansoprazole, 20 mg omeprazole dan 40 mg pantoprazole pada sekitar 274 pasien refluks asam lambung selama delapan minggu.

Keempat obat ini memang kerap diberikan pada pasien yang mengalami masalah lambung dan hasil penelitian melaporkan, jika esomeprazole lebih efektif untuk mengatasi dan meredakan gejala dari GERD ketimbang tiga obat lainnya. Hal ini bahkan langsyng terlihat pada tujuh hari pertama setelah obat-obatan ini digunakan.

Namun, hasil ini tidak serta merta dijadikan sebagai patokan, karena hasilnya bisa bervariasi untu case esomeprazole melawan lansoprazole. Perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terletak pada struktur molekul, selain itu harga esomeprazole cenderung lebih mahal karena generiknya sendiri baru disetujui oleh US Food and Drug Administration pada 2015 silam.

Sangat berbeda dengan lansoprazole yang harganya lebih mudah, selain itu generiknya juga sudah tersebar luas di Indonesia. Biaya dan ketersediaan obat perlu menjadi pertimbangan dalam pemberian dan konsumsi obat, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Penyakit

Hati-hati, Ini Penyebab Gejala Hipotensi Ortostatik

Bukan hanya tekanan darah tinggi yang perlu Anda waspadai. Tekanan darah rendah pun memiliki risiko bahaya yang mesti menjadi perhatian. Apalagi jika Anda tergolong memiliki gejala hipotensi ortostatik di mana tekanan darah akan menurun tiba-tiba tiap kali Anda berubah posisi dari duduk ke berdiri atau dari berdiri ke duduk atau tidur.

Hipotensi ortostatik kerap dipandang remeh orang sebagian orang karena umumnya hanya menimbulkan gejala pusing atau pandangan mata kabur sesaat setiap kali berubah posisi. Namun dalam tahap yang lebih serius, penyakit ini bisa membuat penderitanya mengalami pusing hingga bermenit-menit hingga pingsan. Jika sudah demikian, penderita hipotensi ortostatik tersebut tentu saja harus menemui dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Kondisi hipotensi ortostatik sendiri dipicu oleh berbagai sebab. Beberapa di antara penyebabnya bahkan mengacu pada kondisi masalah kesehatan yang serius. Memahami penyebab-penyebab hipotensi ortostatik di bawah ini pun dapat membuat Anda bisa lebih berhati-hati dan terhindar dari serangan tekanan darah yang turun tiba-tiba tersebut.

  • Dehidrasi

Orang-orang yang mengonsumsi cairan kurang dari kebutuhan harian cenderung lebih mudah terkena hipotensi ortostatik. Karena itu, pastikan Anda selalu terhidrasi cukup tiap harinya agar tidak mengalami penurunan tekanan darah yang tiba-tiba tiap kali berubah posisi.

  • Penyakit Jantung

Jantung memiliki fungsi mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Ketika fungsi jantung menurun atau memiliki masalah, tekanan darah pun akan turut terkena imbasnya. Karena alasan inilah, orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung ataupun gangguan irama jantung lebih rentan terkena hipotensi ortostatik.

  • Anemia

Orang yang kekurangan sel darah merah atau anemia cenderung juga bermasalah dengan tekanan darah. Penderita anemia umumnya juga memiliki tekanan darah rendah. Dalam beberapa kasus, tekanan darah rendah yang diidap oleh penderita anemia akan semakin parah dan memburuk tiap kali melakukan perubahan posisi tubuh, seperti dari berdiri ke duduk atau sebaliknya.

  • Penyakit Sistem Endokrin

Diabetes dan tiroid merupakan contoh dari penyakit yang menyerang sistem endokrin. Orang-orang yang terkena penyakit ini juga kerap bermasalah pada aliran darahnya. Masalah inilah yang akhirnya menimbulkan gejala hipotensi ortostatik pada penderita penyakit sistem endokrin.

  • Cuaca Panas

Cuaca juga bisa membuat seseorang terserang gejala hipotensi ortostatik. Adalah cuaca panas, yang bisa membuat Anda mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika mengubah posisi tubuh. Gejala akan makin parah ketika cuaca panas tersebut tidak diimbangi dengan pengonsumsian cairan yang sepadan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

  • Obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat bisa memengaruhi tekanan darah Anda. Contoh obat yang bisa menurunkan tekanan darah secara tiba-tiba, di antaranya obat penghambat saluran kalsium, nitrat, juga penghamat angiotensin. Obat-obatan yang berisiko menimbulkan gejala hipotensi ortostatik umumnya yang merupakan jenis terapi untuk penderita penyakit kardiovaskular maupun penyakit sistem endokrin.

  • Kurang Aktivitas

Seseorang dengan tingkat mobilitas rendah atau kurang aktivitas juga cenderung mengalami hipotensi ortostatik. Contohnya, seseorang yang memiliki pola tidur lama lebih dari 8 jam sehari akan mudah merasa pusing ketika mengubah posisi ke duduk atau berdiri.

  • Aktivitas Makan

Makan tidak melulu membuat tekanan darah naik. Nyatanya didapati fakta, aktivitas makan bisa membuat seseorang mengalami hipotensi ortostatik sesaat setelahnya. Jadi ketika Anda makan, jangan langsung mengubah posisi ke berdiri karena tekanan darah bisa langsung turun secara tiba-tiba.

***

Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami hipotensi ortostatik, cobalah mulai menghindari gejala-gejala yang dapat dijauhi. Memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh terkait pemicu tekanan darah yang turun tiba-tiba ini pun sangat disarankan.

Penyakit

5 Latihan Sederhana untuk Atasi Foot Drop

Foot drop atau yang biasa disebut drop foot adalaj ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki karena kelemahan atau kelumpuhan otot dan saraf yang berfungsi mengangkat kaki. Nah, foot drop sendiri bukanlah penyakit, ini adalah gejala dari masalah atau kondisi medis yang lebih besar.

Sebenarnya drop foot bukanlah sebuah penyakit, kondisi ini adalah gejala dari masalah kondisi medis yang lebih besar. Anda dapat mengenali jika Anda menderita drop foot dari cara atau gaya berjalan Anda.

Pasalnya, ketika Anda menderita foot drop dapat menyeret jari-jari kaki mereka di sepanjang jalan saat berjalan, karena mereka tidak dapat mengangkat bagian depan kaki mereka dalam setiap langkahnya. Untuk menghindari menyeret kaki atau tersandung, penderita mungkin akan mengakat lutut lebih tinggi atau mengayunkan kaki mereka.

Tanda lain foot drop yang paling umum:

  • Menyeret kaki atau menggesek kaki dan jari kaki Anda di atas tanah saat Anda berjalan
  • Kiprah halaman langkah tinggi, mengangkat paha saat berjalan, untuk mencegah jari-jari Anda menyentuh tanah
  • Ketidakmampuan untuk mengangkat kaki di pergelangan kaki
  • Mati rasa atas kaki atau jari kaki

Penyebab foot drop

Ada tiga penyebab utama yang melemahkan saraf atau otot, di antaranya:

  1. Cedera saraf. Saraf peroneal adalah saraf yang berkomunikasi dengan otot-otot yang mengangkat kaki. Kerusakan saraf peroneal adalah penyebab paling umum dari foot drop. Jadi saraf yang membungkus dari belakangan lutut ke depan tulang kering dan berada dekat dengan permukaan, sehingga mudah rusak. Kerusakan saraf peroneal dapat disebabkan oleh cedera olahraga, operasi pergantian pinggul atau lutut, gips kaki, persalinan, atau bahkan menyilangkan kaki.
  2. Gangguan otot. Kondisi yang menyebabkan otot perlahan melemah atau memburuk juga bisa menyebabkan drop foot. Gangguan ini mungkin termasuk distrofi otot, sclerosis lateral amiotrofik (penyakit Lou Gehrig, penyakit saraf yang menyerang dan menghancurkan sel-sel saraf motorik) dan polio.
  3. Gangguan otak atau tulang belakang. Kondisi neurologis juga bisa menyebabkan foot drop. Kondisi mungkin termasuk stroke, multiple sclerosis, dan cerebral palsy.

Latihan untuk mengatasi foot drop

  1. Peregangan handuk

Anda dapat melakukan hal ini dengan cara:

  • Duduk di lantai dengan kedua kaki lurus ke depan.
  • Lalu, lingkarkan handuk atau pita latihan di sekitar kaki yang sakit dan pegang kedua ujungnya dengan tangan Anda.
  • Tarik handuk atau pita latihan ke arah tubuh Anda
  • Tahan selama 30 detik.
  • Kemudian rileks selama 30 detik, dan ulangi 3 kali setiap sesinya.
  • Toe to Heel Rock

Cara melakukannya adalah dengan cara:

  • Berdirilah di depan meja, kursi, dinding, atau benda kokoh lainnya yang dapat Anda pegang sebagai penyangga.
  • Goyangkan beban Anda ke depan dan naik ke atas jari-jari Anda.
  • Tahan posisi ini selama 5 detik.
  • Selanjutnya, goyangkan beban Anda ke belakang pada tumit Anda dan angkat jari-jari Anda dari lantai.
  • Tahan selama 5 detik dan ulangi urutan tersebut beberapa kali.
  • Ambil kelereng

Lakukan latihan ini dengan cara:

  • Duduklah di kursi dengan kedua kaki rata di lantai.
  • Tempatkan 20 kelereng dan mangkuk di lantai di depan Anda.
  • Dengan menggunakan jari-jari kaki Anda yang terkena foot drop, lalu ambil setiap kelereng dan pindahkan kelereng ke dalam mangkuk.
  • Ulangi sampai Anda mengambil semua kelereng.
  • Angkat bola

Lakukan cara ini dengan cara:

  • Duduklah pada kursi dengan kedua kaki rata di lantai.
  • Letakkan benda bulat kecil (bisa bola tenis) di lantai di depan Anda.
  • Pegang benda di antara kaki Anda dan perlahan angkat dengan merentangkan kaki Anda.
  • Tahan selama 5 detik lalu turunkan perlahan.
  • Lalu ulangi latihan ini selama 10 kali setiap sesinya.
  • Dorsiflexion pergelangan kaki

Lakukan latihan ini dengan cara:

  • Duduk di lantai dengan kedua kaki lurus di depan Anda.
  • Ambil resinstance band dan angkat ke kursi atau kaki meja yang stabil.
  • Lingkarkan lingkaran pada bagian atas kaki Anda yang terkena.
  • Tarik perlahan jari-jari kaki yang menderita ke arah Anda lalu kembali ke posisi awal, lalu ulangi 10 kali.

Jadi kesimpulannya Anda dapat meminimalisir gejala yang muncul karena foot drop dengan melakukan beberapa latihan di atas. Namun, jika Anda telah melakukan latihan tersebut beberapa kali tetapi tidak ada kemajuan dan bahkan semakin memburuk, maka ada baiknya untuk mendatangi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penyakit

Apa Itu Adenoma Bronkus? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan berbagai keganasan di saluran pernasapan di bawah sel-sel epitel bronkus atau saluran napas yang menuju ke paru-paru dan atau di kelenjar bronkus dinamakan dengan adenoma bronkus. Terdapat tiga tipe utama yang menjadi penyebab paling umum kondisi ini.

Di antaranya yakni adenoma karsinoid, karsinoma adenoid kistik dan karsinoma mikoepidermoid, di awal kemunculannya kondisi ini tidak menimbulkan gejala hingga waktu yang lama. Selain itu, pada kondisi yang lebih lanjut, penderita bisa mengalami beberapa gejala tergantung dari lokasi kondisi ini muncul, kondisi ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain meski dikatakan sebagai tumor jinak.

Penjelasan Adenoma Bronkus

Kanker ini biasanya bermula di kelenjar mukosa, saluran pernapasan atau bronkus dan trakea dan kelenjar air liur. Tumor dari kondisi ini membesar secara lambat, tetapi sangat berpotensi menjadi ganas. Tanda dan gejala kondisi ini bisa saja tidak terdiagnosa selama bertahun-tahun karena memang ukuran tumor yang kecil dan perkembangannya lambat.

Misalnya tumor kecil ini berada di bagian tengah atau bagian tepi jalan napas, namun tumor yang berada di bagian tepi saluran napas seringkali juga tidak menimbulkan gejala. Sementara yang terletak di tengah jalan napas, akan menimbulkan gejala berupa sumbatan dan pendarahan seperti berikut ini.

  • Sesak napas, stridor yakni bunyi suara mengorok yang muncul setiap tarikan atau hembusan napas.
  • Mengi atau adanya bunyi ‘ngik’ setiap menarik napas, demam disertai batuk-batuk yang sering.
  • Batuk yang muncul biasanya disertai darah akibat adanya luka pada dinding dalam saluran napas.

Kondisi ini jenis karsinoid bisa menyebabkan gejala yang berupa nyeri dada, rasa panas dan merah pada wajah dan perasaan rentan mengalami infeksi paru, seperti pneumonia. Untuk jenis karsnoma kistik adenoid bisa menimbulkan beberapa gejala seperti benjolan pada langit-langit mulut, suara serak, sulitan menelan, mati rasa (rahang, langit mulut, wajah, lidah) dan benjolam di sekitar telinga.

Sementara itu jenis karsinoma mikoepidermoid juga menimbulkan beberapa gejala seperti, mati rasa atau lemah pada otot wajah, terjadi pembengkakan pada kelenjar di dekat telinga dan sekitar bawah mulut dan rasa nyeri pada area wajah. Kondisi ini terjadi bukan tanpa alasan, terdapat beberapa penyebab yang bisa membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Penyebab Tumor Bronkus

Sama seperti kanker pada umumnya yang menyerang tubuh manusia, penyebab utama kondisi ini belum bisa dipastikan hingga saat ini. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi seseorang terkena penyakit ini, berikut di antaranya beberapa faktor yang bisa menyebabkan orang terkena penyakit ini.

  • Faktor Keturunan

Faktor generik sangat mungkin berperan dalam munculnya penyakit atau tumor ini dalam beberapa jenisnya. Seseorang dengan penyakit bawaan seperti multiple endocrine neoplaise tipe 1 (MEN-1) juga lebih berisiko terkena penyakit jenis karsinoid.

  • Radiasi

Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami radiasi pada bagian kepala dan leher juga sangat lebih memungkinkan mengalami adenoma bronkus tipe karsinoma mikopidermoid. Untuk melakukan diagnosa, dokter biasanya akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang lain yang memastikan diagnosis.

Sementara itu, pengobatan penyakit ini juga bergantung pada tipe dan tingkat atau stadium keganasan, usia, kondisi kesehatan umum serta keputusan pengidap. Pengobatan yang dilakukan meliputi pembedahan dan radiasi, terapi dengan pembedahan menjadi terapi utama pada kondisi kanker belum menyebar ke organ lain.

Penyakit

Waspada, Komplikasi Penyakit Corona Jika Anda Positif Covid-19!

Penyakit Covid-19 hingga saat ini semakin marak dan kian meningkat jumlah kasusnya. Banyak yang sembuh, tapi banyak pula yang meninggal dunia. Selain itu, jumlah orang tanpa gejala yang berisiko terinfeksi dan dapat menularkan virus ke orang lain juga bertambah. Berbagai komplikasi penyakit corona virus dapat membahayakan keselamatan jiwa, khususnya bagi orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Komplikasi penyakit corona yang dapat terjadi.

Wabah pandemi Covid-19 telah banyak menelan korban jiwa, terutama bagi mereka yang berusia lanjut dan telah memiliki masalah kesehatan tertentu. Dilansir dari Healthline, komplikasi penyakit corona yang paling serius dan berkaitan langsung dengan corona adalah pneumonia terinfeksi virus corona atau novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).

Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah cedera jantung, aritmia, disfungsi hati, ginjal akut, dan kegagalan multi-organ.

Sindrom gangguan pernafasan akut (ARDS).

Pertama kali wabah ini muncul di Cina, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) adalah salah satu komplikasi yang paling umum terjadi. Kondisi ini merusak organ paru-paru, sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, tubuh Anda akan kesulitan bernapas, karena aliran oksigen di dalam darah jadi terhambat. Anda mungkin memerlukan bantuan mekanis untuk bernapas, seperti ventilator hingga paru-paru Anda pulih.

Disfungsi hati.

Gangguan hati akut dan gagal hati adalah salah satu komplikasi penyakit corona yang mengancam jiwa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien yang sakitnya paling parah berisiko tinggi mengalami kerusakan hati. Meskipun hingga saat ini mekanis virus merusak organ hati belum diketahui secara pasti.

Gangguan pada jantung.

Masalah jantung yang sering terjadi pada pasien Covid-19 adalah aritmia. Namun, masih belum jelas apakah virus corona sendiri yang menyerang jantung pasien atau penyakit corona yang menyebabkan tekanan meningkat pada jantung.

Penyakit ginjal akut.

Meskipun ginjal akut bukanlah komplikasi penyakit corona yang umum terjadi, tetapi bila terjadi, dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda menjalani hemodialisis hingga ginjal Anda kembali normal. Namun terkadang, seseorang yang memiliki ginjal kronis sulit untuk sembuh dan perlu melakukan cuci darah dalam jangka panjang.

Sepsis.

Sepsis terjadi ketika reaksi tubuh menyimpang terhadap infeksi. Senyawa kimia yang dilepaskan ke aliran darah untuk melawan penyakit justru merusak organ Anda. Jika kondisi ini tidak segera dihentikan, maka Anda dapat mengalami sepsis atau syok septik. Tekanan darah rendah akan memperparah komplikasi penyakit corona ini.

Masalah pada penggumpalan darah.

Disseminated intravascular coagulation (DIC) menyebabkan respons pembekuan darah tubuh bekerja berlawanan dari yang seharusnya. Bentuk gumpalan darah yang tidak normal dapat menyebabkan perdarahan internal atau kegagalan organ. Dalam satu penelitian tentang Covid-19 di Cina, DIC sering terjadi pada pasien yang meninggal akibat penyakit corona.

Sindrom peradangan multisistem pada anak.

Beberapa anak dan remaja yang positif Covid-19 dirawat di rumah sakit bersamaan dengan kondisi sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak. Hingga saat ini, para ahli kesehatan masih terus mempelajarinya. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan virus corona yang baru.

Gejalanya seperti demam, sakit perut, muntah, diare, ruam, sakit kepala, dan kebingungan. Gejala ini mirip dengan penyakit Kawasaki yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah anak-anak.

Rhabdomyolysis.

Komplikasi penyakit corona ini termasuk langka terjadi dan masih diteliti hingga saat ini. Rhabdomyolysis adalah kondisi yang menyebabkan kerusakan otot dan jaringan. Ketika sel-sel otot rusak, protein otot yang disebut mioglobin akan membanjiri aliran darah. Jika ginjal Anda tidak dapat mengeluarkannya dari darah dengan cepat, maka dapat menyebabkan kematian.

Hingga saat ini, vaksin virus corona masih terus diteliti dan diuji secara klinis. Oleh sebab itu, penting sekali menjalankan protokol kesehatan yang telah berlaku untuk mencegah infeksi dan mengalami komplikasi penyakit corona.

Penyakit

6 Hal yang Menyebabkan Mata Besar Sebelah

Normalnya, kedua mata kita memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Namun, ada sebagian orang yang memiliki bentuk dan ukuran mata yang asimetris, alias mata besar sebelah. Memiliki mata besar sebelah tentunya memberikan ketidaknyamanan tersendiri. Mulai dari mengganggu penampilan, menghilangkan kepercayaan diri, hingga khawatir adanya risiko gangguan medis tertentu. Nah, sebenarnya apakah penyebabnya? Bisakah kondisi ini diatasi? Yuk, simak ulasannya!

Penyebab mata besar sebelah.

Mata besar sebelah atau asimetris pada dasarnya normal. Hanya saja, mata yang asimetri terlihat lebih jelas saat tersenyum atau kelelahan bergantung pada penyebabnya. Apabila perbedaan terlalu jelas, maka inilah yang membuat ketidaknyamanan dan mengganggu penderitanya.

Ukuran mata yang asimetri bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kondisi medis yang jarang terjadi. Berikut penyebab umum mata besar sebelah.

  • Keturunan.

Keturunan atau genetik adalah penyebab umum mata besar sebelah atau asimetris. Anda cenderung memiliki bentuk wajah yang mirip dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya. Jika Anda memiliki mata besar sebelah, cobalah lihat orang tua atau keluarga Anda, mungkin saja itu disebabkan oleh faktor keturunan.

  • Enophthalmos.

Enophthalmos adalah pindahnya posisi mata ke posterior atau bagian belakang mata. Ini bisa terjadi ketika Anda mengalami cedera atau kondisi medis yang mengubah ruang di belakang mata, sehingga menyebabkan mata tenggelam. Enophthalmos bisa terjadi secara tiba-tiba atau bertahap selama bertahun-tahun. Akibatnya, lama-kelamaan mata terlihat besar sebelah. Kondisi yang dapat menyebabkan enophthalmos, meliputi sinusitis maksilaris kronis, sindrom sinus, penyakit Paget, tumor sinus maksilaris, dan cacat tulang.

  • Ptosis.

Kondisi ini disebut juga dengan kelopak mata turun. Penyebabnya bisa karena bawaan sejak lahir atau berkembang saat dewasa. Kelopak mata jadi turun karena otot levator, yang menahan kelopak mata, meregang atau terlepas dari kelopak mata, sehingga kelopak mata jadi terkulai. Alhasil, muncul kondisi mata besar sebelah atau asimetris.

Sebagian orang juga ada yang mengalami ptosis karena penuaan. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh kondisi saraf, tumor, dan stroke. Jika kelopak mata yang turun cukup mengganggu penglihatan Anda, maka operasi mata bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

  • Proptosis.

Proptosis atau disebut juga dengan exophthalmos, merupakan suatu kondisi satu atau kedua mata menonjol. Penyakit Graves adalah penyebab paling umum kondisi ini pada orang dewasa. Penyakit tersebut membuat jaringan di belakang dan sekitar mata membengkak, sehingga mendorong bola mata ke depan. Akhirnya, proptosis dapat menimbulkan kondisi mata besar sebelah. Dalam kasus yang jarang terjadi, proptosis juga disebabkan oleh infeksi, tumor, atau perdarahan.

  • Memiliki wajah normal yang asimetris.

Jarang sekali ditemui orang-orang dengan bentuk wajah yang simetris sempurna. Kebanyakan orang memiliki berbagai asimetri pada bentuk wajahnya dianggap normal. Halini juga dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan etnis Anda.

Wajah normal yang asimetris dapat membuat satu mata terlihat lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. Posisi mata yang tidak sejajar ini dapat memberikan kesan mata besar sebelah. Kadang-kadang, bukan mata yang tidak asimetris, tetapi alis yang tidak rata atau bentuk hidung yang memengaruhi keselarasan mata Anda.

  • Bell’s palsy.

Bell’s palsy merupakan suatu kondisi wajah yang mengalami kelumpuhan sementara secara tiba-tiba. Akibatnya, satu sisi wajah jadi terkulai dan memengaruhi senyum dan mata Anda satunya. Tidak heran, orang yang mengalami bell’s palsy, mataya akan terlihat besar sebelah. Hingga saat ini, penyebabnya tidak diketahui. Namun, ada dugaan disebabkan oleh trauma, kerusakan saraf, atau komplikasi dari infeksi virus.

Inilah 6 penyebab mata besar sebelah yang mungkin saja terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda saat ini. Banyak pula orang yang akhirnya memutuskan melakukan pengobatan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran mata yang seperti ini. Selain demi kenyamanan, kecantikan pun juga dijadikan alasan seseorang untuk melakukan tindakan operasi. Selalu diskusikan dengan dokter Anda terkait langkah yang tepat untuk mengatasi mata besar sebelah ini, agar tidak menimbulkan komplikasi di kemudian hari.

Penyakit

Mengenal Kejang Petit Mal yang Terjadi Pada Anak

Petit mal atau absans adalah kejang yang paling sering terjadi pada anak-anak

Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan kejang. Kejang merupakan perubahan-perubahan sementara pada aktivitas otak. Dokter mengkategorikan dan merawat jenis-jenis epilepsi yang berbeda tergantung pada jenis kejang yang disebabkannya. Kejang petit mal, contohnya, merupakan kejang dalam waktu kurang dari 15 detik dan kondisi ini memiliki gejala yang hampir tidak terlihat. Akan tetapi, hilangnya kesadaran, meskipun dalam waktu yang sangat singkat, menyebabkan kejang petit mal berbahaya. 

Gejala kejang petit mal

Kejang petit mal biasanya menyerang anak-anak usia 5 hingga 9 tahun. Kejang ini juga dapat terjadi pada orang dewasa. Anak-anak yang menderita epilepsi dapat menderita kejang petit mal dan grand mal (kejang yang lebih lama dan menunjukkan gejala yang lebih intens). Tanda-tanda atau gejala kejang petit mal di antaranya adalah kelopak mata yang menutup dan membuka dengan cepat, menatap kosong, berhenti bicara di tengah kalimat, membuat gerakan-gerakan tangan yang tiba-tiba, condong ke depan maupun belakang, dan tiba-tiba tidak bergerak. 

Orang dewasa sering mengartikan kejang petit mal sebagai kelakukan buruk yang dilakukan oleh anak-anak. Anda dapat mengetahui seseorang sedang mengalami kejang petit mal karena ia tidak sadar dengan kondisi lingkungan di sekitarnya, meskipun melibatkan sentuhan ataupun suara yang keras. Di sisi lain, kejang grand mal dapat berawal dengan sensasi atau tanda-tanda peringatan. Akan tetapi, kejang petit mal umumnya terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa ada peringatan. 

Penyebab kejang petit mal

Otak Anda merupakan sebuah organ tubuh yang sangat rumit dan kompleks, dan tubuh membutuhkannya untuk banyak hal. Otak berfungsi dalam menjaga pernapasan dan detak jantung. Sel-sel saraf di otak mengirim sinyal kimia dan listrik satu sama lain untuk berkomunikasi. Kejang akan mengganggu aktivitas listrik di otak tersebut. Pada saat kejang petit mal terjadi, sinyal listrik otak terus berulang. 

Para peneliti tidak tahu pasti penyebab spesifik kejang petit mal. Kondisi ini dapat terjadi karena faktor genetik dan dapat menurun dari generasi ke generasi. Hiperventilasi atau lampu yang berkedip dapat memicu kejang petit mal dalam kasus lain. Dokter mungkin tidak akan pernah dapat menemukan penyebab spesifik bagi beberapa kasus. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kejang petit mal adalah usia (kondisi ini umum dijumpai pada anak-anak yang berumur antara 4 hingga 14 tahun), jenis kelamin (kejang petit mal banyak dijumpai terjadi pada perempuan), dan anggota keluarga yang menderita kejang (hampir setengah dari anak-anak yang menderita kejang petit mal memiliki keluarga dekat yang memiliki kejang serupa). Sementara itu, meskipun banyak anak dapat mengatasi kejang ini, tidak sedikit dari mereka yang perlu mengonsumsi obat anti-kejang sepanjang usia untuk mencegah kejang. Komplikasi lain termasuk kesulitan dalam belajar, gangguan kepribadian, dan isolasi sosial. 

Kejang petit mal umumnya terjadi dalam waktu 10 hingga 15 detik. Penderita akan kembali ke perilaku normal setelah kejang selesai. Penderita juga tidak akan mengingat apa yang terjadi saat kejang berlangsung. Dalam beberapa kasus tertentu, kejang petit mal dapat terjadi hingga 20 detik. Meskipun kejang petit mal terjadi pada otak, hal ini tidak menyebabkan kerusakan otak. Kejang petit mal tidak akan mengurangi tingkat intelegensi pada kebanyakan anak. Beberapa anak mungkin dapat memiliki gangguan pembelajaran akibat kesadaran yang berselang-seling. Atau, anak akan melamun dan tidak memperhatikan pembelajaran.

Penyakit

Mengenal Abses Paru

Penanganan abses paru cukup kompleks dan dapat berakibat serius.

Abses paru didefinisikan sebagai nekrosis jaringan paru dan pembentukan rongga yang mengandung puing atau cairan nekrotik yang disebabkan oleh infeksi mikroba. 

Pembentukan beberapa abses kecil (<2 cm) kadang-kadang disebut sebagai pneumonia nekrotikans atau gangren paru-paru. Abses paru adalah rongga berisi nanah di paru Anda yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang. Kondisi ini biasanya hasil dari bakteri pernapasan yang biasanya hidup di mulut atau tenggorokan ke paru, sehingga menyebabkan infeksi.

Infeksi tersebut menyebabkan jaringan mati, dan nanah terkumpul di ruang tersebut. Abses paru bisa sulit untuk diobati, dan bisa mengancam jiwa Anda. Abses paru dapat diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder. Mereka berkembang dari berbagai jenis bakteri dan memiliki penyebab yang berbeda, yaitu:

  • Abses primer

Abses ini disebabkan oleh infeksi, pneumonia, di dalam paru Anda. Pneumonia aspirasi adalah infeksi yang berkembang setelah makanan atau sekresi dari mulut, perut, atau sinus Anda dihirup ke paru-paru alih-alih masuk ke kerongkongan. Hal ini merupakan penyebab abses primer yang sangat umum. Selain itu, sumler paling umum yang membuat seseorang rentan terkena abses paru adalah alkoholisme.

  • Abses sekunder 

Abses sekunder disebabkan oleh hal lain selain infeksi yang berawal di paru Anda. Hal ini bisa menjadi penyumbatan saluran udara besar di paru Anda, penyakit yang hidup berdampingan di paru Anda, atau infeksi dari bagian lain dari tubuh Anda yang menyebar ke paru Anda.

Gejala abses paru yang paling nyata adalah batuk produktif, batuk bisa berdarah atau seperti nanah, dengan bau busuk. Gejala lainnya termasuk:

  • Bau mulut
  • Demam 38° C atau lebih tinggi
  • Nyeri dada
  • Sesak nafas
  • Berkeringat atau berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan

Perawatan utama untuk abses paru adalah antibiotik. Penggunaan obat jangka panjang mungkin diperlukan hingga enam bulan.  Perubahan gaya hidup seperti tidak merokok dan minum lebih banyak cairan juga dapat disarankan. Dalam beberapa kasus, prosedur atau pembedahan yang lebih invasif mungkin diperlukan. 

Penyakit

4 Langkah Membuat Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19

Ilustrasi surat keterangan sehat bebas Covid-19

Kelaziman baru atau new normal dalam situasi pandemic virus corona baru atau Covid-19 sudah mulai diberlakukan sejak awal Juni kemarin. Masyarakat kini sudah mulai dibebaskan bergerak dengan syarat mesti mematuhi berbagai protokol kesehatan yang berlaku. Salah satunya, masyarakat yang akan bepergian meninggalkan domisilinya menuju luar daerah diwajibkan memiliki surat keterangan sehat bebas Covid-19. 

Surat keterangan sehat merupakan syarat untuk bisa memperoleh Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) agar Anda bisa bepergian ke luar daerah. Untuk memperoleh jenis surat keterangan sehat yang satu ini, Anda sendiri harus dinyatakan bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil negatif terkait rapid test serta pemeriksaan laboratorium atau polymerase chain reaction (PCR). 

Bagi Anda yang memang sedang membutuhkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 untuk memperlancar urusan bisnis maupun kegiatan lainnya di luar kota, sebaiknya Anda mengikuti langkah-langkah untuk memperoleh surat tersebut. Tenang saja, cara untuk mendapatkan surat keterangan sehat tersebut tidaklah sesulit yang dibayangkan asal Anda mengikuti langkah-langkah di bawah ini. 

  • Siapkan dan Lengkapi Berkas 

Hal pertama dan terutama yang mesti Anda lakukan untuk mengajukan surat keterangan sehat adalah menyiapkan segala berkas yang diperlukan untuk dokumen ini. Berkas utama yang perlu Anda siapkan sebenarnya hanya kartu tanda penduduk (KTP). 

Jika karena suatu sebab KTP Anda belum ada di tangan, Anda bisa menggunakan surat keterangan pengganti KTP. Biasanya surat keterangan tersebut dikeluarkan oleh kelurahan karena blangko KTP sedang habis. Jika tidak ada juga, cobalah untuk segera mengurus data kependudukan Anda secepatnya. 

  • Cari dan Hubungi Fasilitas Kesehatan 

Jika Anda berstatus orang dalam pengawasan (ODP) karena pernah berinteraksi dengan orang yang positif terkena Covid-19, Anda bisa mengecek kesehatan Anda di puskesmas untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Akan tetapi jika tidak, cobalah untuk mencari fasilitas kesehatan lain untuk membuat surat keterangan tersebut. Umumnya, rumah-rumah sakit swasta lah yang menyediakan layanan ini. 

Namun, tidak semua rumah sakit yang membuka fasilitas terkait layanan pembuatan surat keterangan sehat bebas Covid-19. Karena itu sebaiknya, Anda melakukan riset terlebih dahulu dan menghubungi rumah sakit yang menyatakan diri membuka layanan tersebut. Jika memang ada layanan tersebut di rumah sakit tertentu, barulah Anda bisa mendatangi fasilitas kesehatan tersebut. 

  • Lakukan Pembayaran 

Anda memang mesti merogoh kocek pribadi jika ingin mendapatkan surat keterangan sehat. Untuk menjalani rapid test, biaya layanannya berkisar Rp250.000. Sementara itu untuk tes PCR, Anda mesti mengeluarkan dana minimal sekitar Rp2 juta. 

Biaya layanan untuk rapid test maupun PCR sangat mungkin berbeda antara rumah sakit yang satu dengan rumah sakit lainnya. Karena itu, ceklah terlebih dahulu. Jika sudah sesuai, lakukan perjanjian dan pembayaran secara online. Baru setelah itu, Anda bisa datang ke rumah sakit tersebut untuk menjalani pemeriksaan terkait pemenuhan syarat surat keterangan sehat bebas Covid-19. 

  • Jalani Pemeriksaan

Di rumah sakit tempat Anda ingin memperoleh surat keterangan sehat, Anda hanya tinggal melakukan pemeriksaan rapid test dan PCR. Untuk rapid test, darah Anda akan diambil untuk kemudian dicek apakah ada indikasi terkena virus corona baru dari pembentukan antibodi di tubuh Anda. 

Jika hasilnya negatif, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan PCR test. Kali ini, bukan darah Anda yang diambil, melainkan sampel lendir yang diambil dari tenggorokan ataupun hidung. Hasil PCR umumnya lebih akurat. Jika terbukti Anda berstatus negatif, maka barulah Anda layak memperoleh surat keterangan sehat bebas Covid-19 yang berlaku selama 14 hari sejak surat tersebut dikeluarkan. 

***

Tidak sulit bukan mendapatkan surat keterangan sehat guna bisa memperoleh izin ke luar kota? Jika sudah memperolehnya, tetap ingat untuk menjalankan protokol kesehatan yang lain selama bepergian, seperti memakai masker dan selalu membawa hand sanitizer. Tujuannya agar kesehatan Anda lebih terjaga.

Penyakit

Beberapa Jenis Gangguan Tidur

Salah satu gangguan tidur, yaitu insomnia, disebabkan antara lain oleh stres dan kecemasan.

Gangguan tidur adalah perubahan pola atau kebiasaan tidur yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Tidur yang baik diperlukan untuk kesehatan yang optimal dan dapat mempengaruhi kadar hormon, suasana hati, dan berat badan yang Anda miliki. Masalah tidur, termasuk mendengkur, sleep apnea, insomnia, kurang tidur, dan sindrom kaki gelisah, adalah hal yang biasa.

Pada umumnya, masalah tidur yang terjadi dapat Anda atasi. Apakah Anda sesekali kesulitan tidur atau Anda hidup dengan gangguan tidur, Anda bisa mendapatkan kualitas tidur dan belajar untuk mengelola kondisi Anda dengan lebih baik. 

Gangguan tidur meliputi gangguan memulai dan mempertahankan tidur (DIMS, insomnia), gangguan somnolen berlebihan (DOES), gangguan jadwal tidur-bangun, dan disfungsi yang terkait dengan tidur, tahapan tidur, atau parasomnias. Berikut beberapa gangguan tidur yang dapat terjadi:

  • Kantuk yang berlebihan atau hipersomnia

Kita semua kadang-kadang merasa lelah, tetapi kira-kira 20 persen dari populasi dapat digolongkan memiliki hipersomnia. Hipersomnia, yang merujuk pada rasa kantuk di siang hari yang berlebihan atau waktu tidur yang berlebihan, adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di siang hari. Orang yang menderita hipersomnia dapat tertidur kapan saja.

  • Kantuk berlebihan yang terkait dengan Obstructive Sleep Apnea

Penderita sleep apnea obstruktif sering mengalami kantuk berlebihan di siang hari (EDS). Obstructive apnea sleep adalah ketika sesuatu menghalangi sebagian atau seluruh jalan napas bagian atas Anda saat Anda tidur. Diafragma dan otot dada Anda harus bekerja lebih keras untuk membuka jalan napas dan menarik udara ke paru-paru.  Napas Anda bisa menjadi sangat dangkal, atau Anda bahkan mungkin berhenti bernapas sebentar. Anda biasanya mulai bernapas lagi dengan terengah-engah, dengusan, atau sentakan tubuh. Anda mungkin tidak tidur nyenyak, tetapi Anda mungkin tidak akan tahu bahwa hal itu terjadi.

  • Insomnia

Insomnia dapat disebabkan oleh kondisi kejiwaan dan medis, kebiasaan tidur yang tidak sehat, zat tertentu, dan atau faktor biologis tertentu. Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan Anda sulit jatuh dan atau tertidur. Kondisi ini bisa bersifat jangka pendek (akut) atau bisa bertahan lama (kronis) dan mungkin juga kondisi yang datang lalu pergi. 

  • Parasomnias

Parasomnias adalah jenis gangguan tidur yang mengganggu dan dapat terjadi tepat sebelum Anda tertidur, saat Anda tidur, atau saat Anda bangun. Beberapa parasomnias meliputi:

  1. Mimpi buruk
  2. Nigh terrors
  3. Sleepwalking 
  4. Berbicara ketika tidur atau mengigau
  5. Confusional arousal 

Kondisi dimana membuat Anda sangat lambat ketika bangun. 

  • Shift work disorders

Gangguan tidur jenis ini adalah gangguan kerja shift, kondisi kronis yang terkait langsung dengan jadwal kerja seseorang. Beberapa profesi pekerjaan merupakan pekerja shift seperti perawat, dokter, dan profesional medis lainnya, pengemudi, dan petugas polisi yang tidak memiliki jadwal rutin 9 hingga 5. 

Pekerja shift secara signifikan meningkatkan resiko kantuk, serta risiko kesehatan umum yang datang dengan kurang tidur, seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Kerja shift itu menantang karena mengharuskan Anda untuk bangun dan tidur dalam pola yang tidak selaras dengan jam biologis tubuh Anda.

  • Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan Anda untuk bangun dan tidur. Orang dengan narkolepsi memiliki rasa kantuk di siang hari yang berlebihan dan tidak terkendali dan juga dapat tiba-tiba tertidur kapan saja, pada jenis kegiatan apa pun.

Dalam siklus tidur yang khas, kita memasuki tahap awal tidur, kemudian tahap yang lebih dalam, dan akhirnya (setelah sekitar 90 menit) tidur dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Sedangkan orang dengan narkolepsi, akan segera tidur dengan REM dalam siklus tidur dan kadang-kadang ketika mereka bangun.

Tidur nyenyak adalah kunci untuk melakukan aktivitas terbaik di siang hari. Jumlah istirahat yang Anda butuhkan sangat penting, baik untuk kesehatan dan juga untuk kelangsungan aktivitas yang Anda miliki.

Jumlah tidur yang dibutuhkan seseorang tergantung pada banyak hal, termasuk usia. Oleh karena itu, jika Anda merasa mengalami gangguan tidur yang tidak dapat Anda atasi, segera kunjungi dan berkonsultasi dengan dokter.