Penyakit

Waspada, Komplikasi Penyakit Corona Jika Anda Positif Covid-19!

Penyakit Covid-19 hingga saat ini semakin marak dan kian meningkat jumlah kasusnya. Banyak yang sembuh, tapi banyak pula yang meninggal dunia. Selain itu, jumlah orang tanpa gejala yang berisiko terinfeksi dan dapat menularkan virus ke orang lain juga bertambah. Berbagai komplikasi penyakit corona virus dapat membahayakan keselamatan jiwa, khususnya bagi orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Komplikasi penyakit corona yang dapat terjadi.

Wabah pandemi Covid-19 telah banyak menelan korban jiwa, terutama bagi mereka yang berusia lanjut dan telah memiliki masalah kesehatan tertentu. Dilansir dari Healthline, komplikasi penyakit corona yang paling serius dan berkaitan langsung dengan corona adalah pneumonia terinfeksi virus corona atau novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).

Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah cedera jantung, aritmia, disfungsi hati, ginjal akut, dan kegagalan multi-organ.

Sindrom gangguan pernafasan akut (ARDS).

Pertama kali wabah ini muncul di Cina, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) adalah salah satu komplikasi yang paling umum terjadi. Kondisi ini merusak organ paru-paru, sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, tubuh Anda akan kesulitan bernapas, karena aliran oksigen di dalam darah jadi terhambat. Anda mungkin memerlukan bantuan mekanis untuk bernapas, seperti ventilator hingga paru-paru Anda pulih.

Disfungsi hati.

Gangguan hati akut dan gagal hati adalah salah satu komplikasi penyakit corona yang mengancam jiwa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien yang sakitnya paling parah berisiko tinggi mengalami kerusakan hati. Meskipun hingga saat ini mekanis virus merusak organ hati belum diketahui secara pasti.

Gangguan pada jantung.

Masalah jantung yang sering terjadi pada pasien Covid-19 adalah aritmia. Namun, masih belum jelas apakah virus corona sendiri yang menyerang jantung pasien atau penyakit corona yang menyebabkan tekanan meningkat pada jantung.

Penyakit ginjal akut.

Meskipun ginjal akut bukanlah komplikasi penyakit corona yang umum terjadi, tetapi bila terjadi, dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda menjalani hemodialisis hingga ginjal Anda kembali normal. Namun terkadang, seseorang yang memiliki ginjal kronis sulit untuk sembuh dan perlu melakukan cuci darah dalam jangka panjang.

Sepsis.

Sepsis terjadi ketika reaksi tubuh menyimpang terhadap infeksi. Senyawa kimia yang dilepaskan ke aliran darah untuk melawan penyakit justru merusak organ Anda. Jika kondisi ini tidak segera dihentikan, maka Anda dapat mengalami sepsis atau syok septik. Tekanan darah rendah akan memperparah komplikasi penyakit corona ini.

Masalah pada penggumpalan darah.

Disseminated intravascular coagulation (DIC) menyebabkan respons pembekuan darah tubuh bekerja berlawanan dari yang seharusnya. Bentuk gumpalan darah yang tidak normal dapat menyebabkan perdarahan internal atau kegagalan organ. Dalam satu penelitian tentang Covid-19 di Cina, DIC sering terjadi pada pasien yang meninggal akibat penyakit corona.

Sindrom peradangan multisistem pada anak.

Beberapa anak dan remaja yang positif Covid-19 dirawat di rumah sakit bersamaan dengan kondisi sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak. Hingga saat ini, para ahli kesehatan masih terus mempelajarinya. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan virus corona yang baru.

Gejalanya seperti demam, sakit perut, muntah, diare, ruam, sakit kepala, dan kebingungan. Gejala ini mirip dengan penyakit Kawasaki yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah anak-anak.

Rhabdomyolysis.

Komplikasi penyakit corona ini termasuk langka terjadi dan masih diteliti hingga saat ini. Rhabdomyolysis adalah kondisi yang menyebabkan kerusakan otot dan jaringan. Ketika sel-sel otot rusak, protein otot yang disebut mioglobin akan membanjiri aliran darah. Jika ginjal Anda tidak dapat mengeluarkannya dari darah dengan cepat, maka dapat menyebabkan kematian.

Hingga saat ini, vaksin virus corona masih terus diteliti dan diuji secara klinis. Oleh sebab itu, penting sekali menjalankan protokol kesehatan yang telah berlaku untuk mencegah infeksi dan mengalami komplikasi penyakit corona.

Penyakit

6 Hal yang Menyebabkan Mata Besar Sebelah

Normalnya, kedua mata kita memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Namun, ada sebagian orang yang memiliki bentuk dan ukuran mata yang asimetris, alias mata besar sebelah. Memiliki mata besar sebelah tentunya memberikan ketidaknyamanan tersendiri. Mulai dari mengganggu penampilan, menghilangkan kepercayaan diri, hingga khawatir adanya risiko gangguan medis tertentu. Nah, sebenarnya apakah penyebabnya? Bisakah kondisi ini diatasi? Yuk, simak ulasannya!

Penyebab mata besar sebelah.

Mata besar sebelah atau asimetris pada dasarnya normal. Hanya saja, mata yang asimetri terlihat lebih jelas saat tersenyum atau kelelahan bergantung pada penyebabnya. Apabila perbedaan terlalu jelas, maka inilah yang membuat ketidaknyamanan dan mengganggu penderitanya.

Ukuran mata yang asimetri bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kondisi medis yang jarang terjadi. Berikut penyebab umum mata besar sebelah.

  • Keturunan.

Keturunan atau genetik adalah penyebab umum mata besar sebelah atau asimetris. Anda cenderung memiliki bentuk wajah yang mirip dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya. Jika Anda memiliki mata besar sebelah, cobalah lihat orang tua atau keluarga Anda, mungkin saja itu disebabkan oleh faktor keturunan.

  • Enophthalmos.

Enophthalmos adalah pindahnya posisi mata ke posterior atau bagian belakang mata. Ini bisa terjadi ketika Anda mengalami cedera atau kondisi medis yang mengubah ruang di belakang mata, sehingga menyebabkan mata tenggelam. Enophthalmos bisa terjadi secara tiba-tiba atau bertahap selama bertahun-tahun. Akibatnya, lama-kelamaan mata terlihat besar sebelah. Kondisi yang dapat menyebabkan enophthalmos, meliputi sinusitis maksilaris kronis, sindrom sinus, penyakit Paget, tumor sinus maksilaris, dan cacat tulang.

  • Ptosis.

Kondisi ini disebut juga dengan kelopak mata turun. Penyebabnya bisa karena bawaan sejak lahir atau berkembang saat dewasa. Kelopak mata jadi turun karena otot levator, yang menahan kelopak mata, meregang atau terlepas dari kelopak mata, sehingga kelopak mata jadi terkulai. Alhasil, muncul kondisi mata besar sebelah atau asimetris.

Sebagian orang juga ada yang mengalami ptosis karena penuaan. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh kondisi saraf, tumor, dan stroke. Jika kelopak mata yang turun cukup mengganggu penglihatan Anda, maka operasi mata bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

  • Proptosis.

Proptosis atau disebut juga dengan exophthalmos, merupakan suatu kondisi satu atau kedua mata menonjol. Penyakit Graves adalah penyebab paling umum kondisi ini pada orang dewasa. Penyakit tersebut membuat jaringan di belakang dan sekitar mata membengkak, sehingga mendorong bola mata ke depan. Akhirnya, proptosis dapat menimbulkan kondisi mata besar sebelah. Dalam kasus yang jarang terjadi, proptosis juga disebabkan oleh infeksi, tumor, atau perdarahan.

  • Memiliki wajah normal yang asimetris.

Jarang sekali ditemui orang-orang dengan bentuk wajah yang simetris sempurna. Kebanyakan orang memiliki berbagai asimetri pada bentuk wajahnya dianggap normal. Halini juga dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan etnis Anda.

Wajah normal yang asimetris dapat membuat satu mata terlihat lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain. Posisi mata yang tidak sejajar ini dapat memberikan kesan mata besar sebelah. Kadang-kadang, bukan mata yang tidak asimetris, tetapi alis yang tidak rata atau bentuk hidung yang memengaruhi keselarasan mata Anda.

  • Bell’s palsy.

Bell’s palsy merupakan suatu kondisi wajah yang mengalami kelumpuhan sementara secara tiba-tiba. Akibatnya, satu sisi wajah jadi terkulai dan memengaruhi senyum dan mata Anda satunya. Tidak heran, orang yang mengalami bell’s palsy, mataya akan terlihat besar sebelah. Hingga saat ini, penyebabnya tidak diketahui. Namun, ada dugaan disebabkan oleh trauma, kerusakan saraf, atau komplikasi dari infeksi virus.

Inilah 6 penyebab mata besar sebelah yang mungkin saja terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda saat ini. Banyak pula orang yang akhirnya memutuskan melakukan pengobatan untuk memperbaiki bentuk dan ukuran mata yang seperti ini. Selain demi kenyamanan, kecantikan pun juga dijadikan alasan seseorang untuk melakukan tindakan operasi. Selalu diskusikan dengan dokter Anda terkait langkah yang tepat untuk mengatasi mata besar sebelah ini, agar tidak menimbulkan komplikasi di kemudian hari.

Penyakit

Mengenal Kejang Petit Mal yang Terjadi Pada Anak

Petit mal atau absans adalah kejang yang paling sering terjadi pada anak-anak

Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan kejang. Kejang merupakan perubahan-perubahan sementara pada aktivitas otak. Dokter mengkategorikan dan merawat jenis-jenis epilepsi yang berbeda tergantung pada jenis kejang yang disebabkannya. Kejang petit mal, contohnya, merupakan kejang dalam waktu kurang dari 15 detik dan kondisi ini memiliki gejala yang hampir tidak terlihat. Akan tetapi, hilangnya kesadaran, meskipun dalam waktu yang sangat singkat, menyebabkan kejang petit mal berbahaya. 

Gejala kejang petit mal

Kejang petit mal biasanya menyerang anak-anak usia 5 hingga 9 tahun. Kejang ini juga dapat terjadi pada orang dewasa. Anak-anak yang menderita epilepsi dapat menderita kejang petit mal dan grand mal (kejang yang lebih lama dan menunjukkan gejala yang lebih intens). Tanda-tanda atau gejala kejang petit mal di antaranya adalah kelopak mata yang menutup dan membuka dengan cepat, menatap kosong, berhenti bicara di tengah kalimat, membuat gerakan-gerakan tangan yang tiba-tiba, condong ke depan maupun belakang, dan tiba-tiba tidak bergerak. 

Orang dewasa sering mengartikan kejang petit mal sebagai kelakukan buruk yang dilakukan oleh anak-anak. Anda dapat mengetahui seseorang sedang mengalami kejang petit mal karena ia tidak sadar dengan kondisi lingkungan di sekitarnya, meskipun melibatkan sentuhan ataupun suara yang keras. Di sisi lain, kejang grand mal dapat berawal dengan sensasi atau tanda-tanda peringatan. Akan tetapi, kejang petit mal umumnya terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa ada peringatan. 

Penyebab kejang petit mal

Otak Anda merupakan sebuah organ tubuh yang sangat rumit dan kompleks, dan tubuh membutuhkannya untuk banyak hal. Otak berfungsi dalam menjaga pernapasan dan detak jantung. Sel-sel saraf di otak mengirim sinyal kimia dan listrik satu sama lain untuk berkomunikasi. Kejang akan mengganggu aktivitas listrik di otak tersebut. Pada saat kejang petit mal terjadi, sinyal listrik otak terus berulang. 

Para peneliti tidak tahu pasti penyebab spesifik kejang petit mal. Kondisi ini dapat terjadi karena faktor genetik dan dapat menurun dari generasi ke generasi. Hiperventilasi atau lampu yang berkedip dapat memicu kejang petit mal dalam kasus lain. Dokter mungkin tidak akan pernah dapat menemukan penyebab spesifik bagi beberapa kasus. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kejang petit mal adalah usia (kondisi ini umum dijumpai pada anak-anak yang berumur antara 4 hingga 14 tahun), jenis kelamin (kejang petit mal banyak dijumpai terjadi pada perempuan), dan anggota keluarga yang menderita kejang (hampir setengah dari anak-anak yang menderita kejang petit mal memiliki keluarga dekat yang memiliki kejang serupa). Sementara itu, meskipun banyak anak dapat mengatasi kejang ini, tidak sedikit dari mereka yang perlu mengonsumsi obat anti-kejang sepanjang usia untuk mencegah kejang. Komplikasi lain termasuk kesulitan dalam belajar, gangguan kepribadian, dan isolasi sosial. 

Kejang petit mal umumnya terjadi dalam waktu 10 hingga 15 detik. Penderita akan kembali ke perilaku normal setelah kejang selesai. Penderita juga tidak akan mengingat apa yang terjadi saat kejang berlangsung. Dalam beberapa kasus tertentu, kejang petit mal dapat terjadi hingga 20 detik. Meskipun kejang petit mal terjadi pada otak, hal ini tidak menyebabkan kerusakan otak. Kejang petit mal tidak akan mengurangi tingkat intelegensi pada kebanyakan anak. Beberapa anak mungkin dapat memiliki gangguan pembelajaran akibat kesadaran yang berselang-seling. Atau, anak akan melamun dan tidak memperhatikan pembelajaran.

Penyakit

Mengenal Abses Paru

Penanganan abses paru cukup kompleks dan dapat berakibat serius.

Abses paru didefinisikan sebagai nekrosis jaringan paru dan pembentukan rongga yang mengandung puing atau cairan nekrotik yang disebabkan oleh infeksi mikroba. 

Pembentukan beberapa abses kecil (<2 cm) kadang-kadang disebut sebagai pneumonia nekrotikans atau gangren paru-paru. Abses paru adalah rongga berisi nanah di paru Anda yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang. Kondisi ini biasanya hasil dari bakteri pernapasan yang biasanya hidup di mulut atau tenggorokan ke paru, sehingga menyebabkan infeksi.

Infeksi tersebut menyebabkan jaringan mati, dan nanah terkumpul di ruang tersebut. Abses paru bisa sulit untuk diobati, dan bisa mengancam jiwa Anda. Abses paru dapat diklasifikasikan sebagai primer atau sekunder. Mereka berkembang dari berbagai jenis bakteri dan memiliki penyebab yang berbeda, yaitu:

  • Abses primer

Abses ini disebabkan oleh infeksi, pneumonia, di dalam paru Anda. Pneumonia aspirasi adalah infeksi yang berkembang setelah makanan atau sekresi dari mulut, perut, atau sinus Anda dihirup ke paru-paru alih-alih masuk ke kerongkongan. Hal ini merupakan penyebab abses primer yang sangat umum. Selain itu, sumler paling umum yang membuat seseorang rentan terkena abses paru adalah alkoholisme.

  • Abses sekunder 

Abses sekunder disebabkan oleh hal lain selain infeksi yang berawal di paru Anda. Hal ini bisa menjadi penyumbatan saluran udara besar di paru Anda, penyakit yang hidup berdampingan di paru Anda, atau infeksi dari bagian lain dari tubuh Anda yang menyebar ke paru Anda.

Gejala abses paru yang paling nyata adalah batuk produktif, batuk bisa berdarah atau seperti nanah, dengan bau busuk. Gejala lainnya termasuk:

  • Bau mulut
  • Demam 38° C atau lebih tinggi
  • Nyeri dada
  • Sesak nafas
  • Berkeringat atau berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan

Perawatan utama untuk abses paru adalah antibiotik. Penggunaan obat jangka panjang mungkin diperlukan hingga enam bulan.  Perubahan gaya hidup seperti tidak merokok dan minum lebih banyak cairan juga dapat disarankan. Dalam beberapa kasus, prosedur atau pembedahan yang lebih invasif mungkin diperlukan. 

Penyakit

4 Langkah Membuat Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19

Ilustrasi surat keterangan sehat bebas Covid-19

Kelaziman baru atau new normal dalam situasi pandemic virus corona baru atau Covid-19 sudah mulai diberlakukan sejak awal Juni kemarin. Masyarakat kini sudah mulai dibebaskan bergerak dengan syarat mesti mematuhi berbagai protokol kesehatan yang berlaku. Salah satunya, masyarakat yang akan bepergian meninggalkan domisilinya menuju luar daerah diwajibkan memiliki surat keterangan sehat bebas Covid-19. 

Surat keterangan sehat merupakan syarat untuk bisa memperoleh Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) agar Anda bisa bepergian ke luar daerah. Untuk memperoleh jenis surat keterangan sehat yang satu ini, Anda sendiri harus dinyatakan bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil negatif terkait rapid test serta pemeriksaan laboratorium atau polymerase chain reaction (PCR). 

Bagi Anda yang memang sedang membutuhkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 untuk memperlancar urusan bisnis maupun kegiatan lainnya di luar kota, sebaiknya Anda mengikuti langkah-langkah untuk memperoleh surat tersebut. Tenang saja, cara untuk mendapatkan surat keterangan sehat tersebut tidaklah sesulit yang dibayangkan asal Anda mengikuti langkah-langkah di bawah ini. 

  • Siapkan dan Lengkapi Berkas 

Hal pertama dan terutama yang mesti Anda lakukan untuk mengajukan surat keterangan sehat adalah menyiapkan segala berkas yang diperlukan untuk dokumen ini. Berkas utama yang perlu Anda siapkan sebenarnya hanya kartu tanda penduduk (KTP). 

Jika karena suatu sebab KTP Anda belum ada di tangan, Anda bisa menggunakan surat keterangan pengganti KTP. Biasanya surat keterangan tersebut dikeluarkan oleh kelurahan karena blangko KTP sedang habis. Jika tidak ada juga, cobalah untuk segera mengurus data kependudukan Anda secepatnya. 

  • Cari dan Hubungi Fasilitas Kesehatan 

Jika Anda berstatus orang dalam pengawasan (ODP) karena pernah berinteraksi dengan orang yang positif terkena Covid-19, Anda bisa mengecek kesehatan Anda di puskesmas untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Akan tetapi jika tidak, cobalah untuk mencari fasilitas kesehatan lain untuk membuat surat keterangan tersebut. Umumnya, rumah-rumah sakit swasta lah yang menyediakan layanan ini. 

Namun, tidak semua rumah sakit yang membuka fasilitas terkait layanan pembuatan surat keterangan sehat bebas Covid-19. Karena itu sebaiknya, Anda melakukan riset terlebih dahulu dan menghubungi rumah sakit yang menyatakan diri membuka layanan tersebut. Jika memang ada layanan tersebut di rumah sakit tertentu, barulah Anda bisa mendatangi fasilitas kesehatan tersebut. 

  • Lakukan Pembayaran 

Anda memang mesti merogoh kocek pribadi jika ingin mendapatkan surat keterangan sehat. Untuk menjalani rapid test, biaya layanannya berkisar Rp250.000. Sementara itu untuk tes PCR, Anda mesti mengeluarkan dana minimal sekitar Rp2 juta. 

Biaya layanan untuk rapid test maupun PCR sangat mungkin berbeda antara rumah sakit yang satu dengan rumah sakit lainnya. Karena itu, ceklah terlebih dahulu. Jika sudah sesuai, lakukan perjanjian dan pembayaran secara online. Baru setelah itu, Anda bisa datang ke rumah sakit tersebut untuk menjalani pemeriksaan terkait pemenuhan syarat surat keterangan sehat bebas Covid-19. 

  • Jalani Pemeriksaan

Di rumah sakit tempat Anda ingin memperoleh surat keterangan sehat, Anda hanya tinggal melakukan pemeriksaan rapid test dan PCR. Untuk rapid test, darah Anda akan diambil untuk kemudian dicek apakah ada indikasi terkena virus corona baru dari pembentukan antibodi di tubuh Anda. 

Jika hasilnya negatif, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan PCR test. Kali ini, bukan darah Anda yang diambil, melainkan sampel lendir yang diambil dari tenggorokan ataupun hidung. Hasil PCR umumnya lebih akurat. Jika terbukti Anda berstatus negatif, maka barulah Anda layak memperoleh surat keterangan sehat bebas Covid-19 yang berlaku selama 14 hari sejak surat tersebut dikeluarkan. 

***

Tidak sulit bukan mendapatkan surat keterangan sehat guna bisa memperoleh izin ke luar kota? Jika sudah memperolehnya, tetap ingat untuk menjalankan protokol kesehatan yang lain selama bepergian, seperti memakai masker dan selalu membawa hand sanitizer. Tujuannya agar kesehatan Anda lebih terjaga.

Penyakit

Beberapa Jenis Gangguan Tidur

Salah satu gangguan tidur, yaitu insomnia, disebabkan antara lain oleh stres dan kecemasan.

Gangguan tidur adalah perubahan pola atau kebiasaan tidur yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Tidur yang baik diperlukan untuk kesehatan yang optimal dan dapat mempengaruhi kadar hormon, suasana hati, dan berat badan yang Anda miliki. Masalah tidur, termasuk mendengkur, sleep apnea, insomnia, kurang tidur, dan sindrom kaki gelisah, adalah hal yang biasa.

Pada umumnya, masalah tidur yang terjadi dapat Anda atasi. Apakah Anda sesekali kesulitan tidur atau Anda hidup dengan gangguan tidur, Anda bisa mendapatkan kualitas tidur dan belajar untuk mengelola kondisi Anda dengan lebih baik. 

Gangguan tidur meliputi gangguan memulai dan mempertahankan tidur (DIMS, insomnia), gangguan somnolen berlebihan (DOES), gangguan jadwal tidur-bangun, dan disfungsi yang terkait dengan tidur, tahapan tidur, atau parasomnias. Berikut beberapa gangguan tidur yang dapat terjadi:

  • Kantuk yang berlebihan atau hipersomnia

Kita semua kadang-kadang merasa lelah, tetapi kira-kira 20 persen dari populasi dapat digolongkan memiliki hipersomnia. Hipersomnia, yang merujuk pada rasa kantuk di siang hari yang berlebihan atau waktu tidur yang berlebihan, adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di siang hari. Orang yang menderita hipersomnia dapat tertidur kapan saja.

  • Kantuk berlebihan yang terkait dengan Obstructive Sleep Apnea

Penderita sleep apnea obstruktif sering mengalami kantuk berlebihan di siang hari (EDS). Obstructive apnea sleep adalah ketika sesuatu menghalangi sebagian atau seluruh jalan napas bagian atas Anda saat Anda tidur. Diafragma dan otot dada Anda harus bekerja lebih keras untuk membuka jalan napas dan menarik udara ke paru-paru.  Napas Anda bisa menjadi sangat dangkal, atau Anda bahkan mungkin berhenti bernapas sebentar. Anda biasanya mulai bernapas lagi dengan terengah-engah, dengusan, atau sentakan tubuh. Anda mungkin tidak tidur nyenyak, tetapi Anda mungkin tidak akan tahu bahwa hal itu terjadi.

  • Insomnia

Insomnia dapat disebabkan oleh kondisi kejiwaan dan medis, kebiasaan tidur yang tidak sehat, zat tertentu, dan atau faktor biologis tertentu. Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan Anda sulit jatuh dan atau tertidur. Kondisi ini bisa bersifat jangka pendek (akut) atau bisa bertahan lama (kronis) dan mungkin juga kondisi yang datang lalu pergi. 

  • Parasomnias

Parasomnias adalah jenis gangguan tidur yang mengganggu dan dapat terjadi tepat sebelum Anda tertidur, saat Anda tidur, atau saat Anda bangun. Beberapa parasomnias meliputi:

  1. Mimpi buruk
  2. Nigh terrors
  3. Sleepwalking 
  4. Berbicara ketika tidur atau mengigau
  5. Confusional arousal 

Kondisi dimana membuat Anda sangat lambat ketika bangun. 

  • Shift work disorders

Gangguan tidur jenis ini adalah gangguan kerja shift, kondisi kronis yang terkait langsung dengan jadwal kerja seseorang. Beberapa profesi pekerjaan merupakan pekerja shift seperti perawat, dokter, dan profesional medis lainnya, pengemudi, dan petugas polisi yang tidak memiliki jadwal rutin 9 hingga 5. 

Pekerja shift secara signifikan meningkatkan resiko kantuk, serta risiko kesehatan umum yang datang dengan kurang tidur, seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Kerja shift itu menantang karena mengharuskan Anda untuk bangun dan tidur dalam pola yang tidak selaras dengan jam biologis tubuh Anda.

  • Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan Anda untuk bangun dan tidur. Orang dengan narkolepsi memiliki rasa kantuk di siang hari yang berlebihan dan tidak terkendali dan juga dapat tiba-tiba tertidur kapan saja, pada jenis kegiatan apa pun.

Dalam siklus tidur yang khas, kita memasuki tahap awal tidur, kemudian tahap yang lebih dalam, dan akhirnya (setelah sekitar 90 menit) tidur dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Sedangkan orang dengan narkolepsi, akan segera tidur dengan REM dalam siklus tidur dan kadang-kadang ketika mereka bangun.

Tidur nyenyak adalah kunci untuk melakukan aktivitas terbaik di siang hari. Jumlah istirahat yang Anda butuhkan sangat penting, baik untuk kesehatan dan juga untuk kelangsungan aktivitas yang Anda miliki.

Jumlah tidur yang dibutuhkan seseorang tergantung pada banyak hal, termasuk usia. Oleh karena itu, jika Anda merasa mengalami gangguan tidur yang tidak dapat Anda atasi, segera kunjungi dan berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Memahami Pentingnya Kultur Darah

Kultur darah adalah tes yang memeriksa penjajah asing seperti bakteri, ragi, dan mikroorganisme lain dalam darah Anda. Memiliki patogen ini dalam aliran darah Anda bisa menjadi tanda infeksi darah, suatu kondisi yang dikenal sebagai bakteremia.

Tes kultur darah membantu dokter Anda mengetahui apakah Anda memiliki jenis infeksi yang ada dalam aliran darah Anda dan dapat mempengaruhi seluruh tubuh Anda. Dokter menyebut ini infeksi sistemik. Infeksi dapat menyebar ke darah Anda dan menjadi sistemik jika parah atau jika sistem kekebalan tubuh Anda tidak dapat menyimpannya. Infeksi sistemik dikenal sebagai sepsis.

Tes ini memeriksa sampel darah Anda apakah ada bakteri atau ragi yang mungkin menyebabkan infeksi. Kultur darah positif berarti Anda memiliki bakteri dalam darah Anda. Tes untuk kultur darah sendiri melibatkan pengambilan darah sederhana. Jenis infeksi ini melibatkan darah yang beredar di seluruh tubuh Anda. Bakteri yang dimulai pada kulit Anda atau di paru-paru, urin, atau saluran pencernaan Anda adalah sumber infeksi darah yang umum.

Kultur darah biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai Anda memiliki infeksi darah. Penting untuk menguji infeksi darah karena dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu komplikasi infeksi darah adalah sepsis.

Pada sepsis, patogen yang menyebabkan infeksi dalam aliran darah Anda mengganggu pertahanan normal tubuh Anda dan mencegah sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik. Patogen juga menghasilkan racun yang dapat merusak organ Anda.

Hasil tes dapat membantu dokter menentukan organisme atau bakteri spesifik mana yang menyebabkan infeksi darah dan cara terbaik untuk memeranginya. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes jika Anda memiliki gejala yang mungkin termasuk:

  • Demam atau kedinginan
  • Kelelahan
  • Kencing lebih jarang dari biasanya
  • Mual
  • Kebingungan
  • Detak jantung atau pernapasan lebih cepat

Jika infeksi Anda lebih parah, Anda mungkin mengalami:

  • Peradangan di berbagai area tubuh Anda
  • Gumpalan darah kecil terbentuk di pembuluh darah kecil Anda
  • Penurunan tekanan darah Anda yang serius
  • Kegagalan organ

Kultur darah juga dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi seperti endokarditis. Endokarditis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika bakteri dalam aliran darah Anda menempel pada katup jantung Anda dan hal tersebut bisa mengancam jiwa.

Komplikasi yang mungkin Anda alami dari tes kultur darah hanya terjadi ketika Anda memberikan darah. Namun, pengambilan darah adalah prosedur rutin dan jarang menyebabkan efek samping yang serius. Berikut resiko pemberian sampel darah meliputi:

  • Perdarahan di bawah kulit Anda, atau hematoma
  • Perdarahan yang berlebihan
  • Pingsan
  • Infeksi

Pengambilan darah untuk kultur darah dapat dilakukan di rumah sakit, unit gawat darurat, atau fasilitas pengujian khusus. Sebelum memulai, kulit Anda dibersihkan untuk mencegah mikroorganisme pada kulit Anda mencemari tes. Perawat atau teknisi biasanya akan membungkus manset atau gelang elastis di sekitar lengan Anda untuk memungkinkan pembuluh darah Anda terisi darah dan menjadi lebih terlihat. Mereka selanjutnya menggunakan satu jarum untuk mengambil beberapa sampel darah dari lengan Anda.

Beberapa sampel darah umumnya dikumpulkan dari vena yang berbeda untuk membantu meningkatkan kemungkinan mendeteksi bakteri atau jamur dalam aliran darah Anda. Jika Anda seorang dewasa, dokter atau tim pelayanan kesehatan biasanya mengumpulkan dua hingga tiga sampel darah, seringkali diambil pada kunjungan yang berbeda.

Setelah pengundian, perawat atau teknisi Anda menutupi situs tusukan dengan kain kasa dan perban. Sampel darah kemudian diserahkan ke laboratorium tempat kultur, setiap sampel darah ditambahkan ke botol berisi cairan yang dikenal sebagai kaldu. Kaldu berfungsi untuk mendorong setiap mikroorganisme yang ada dalam sampel darah untuk tumbuh.

Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda memiliki infeksi darah, mereka dapat segera memulai perawatan melalui antibiotik spektrum luas intravena. Obat ini dapat mulai memerangi berbagai macam bakteri sambil menunggu hasil kultur darah atau kerentanan. Infeksi darah memerlukan perawatan segera, karena infeksi darah dapat menyebabkan komplikasi serius. Jadi bicarakan dengan dokter Anda jika Anda berisiko atau jika Anda menunjukkan gejala tertentu.

Penyakit

Congek Menjadi Pertanda Anak Terkena Radang Telinga Tengah

Adanya congek pada telinga dapat menggambarkan adanya kotoran di telinga, baik yang padat maupun cair. Namun, apakah Anda tahu bahwa dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai radang telinga tengah?

Radang telinga tengah alias otitis media adalah infeksi yang biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini terjadi pada bagian tengah telinga, yaitu di rongga belakang gendang telinga yang terdapat tulang pendengaran di dalamnya.

Selain dapat menimbulkan kotoran telinga, radang telinga tengah juga memunculkan gejala-gejala lainnya. Tanda-tanda ini perlu segera disadari agar bisa cepat diatasi dan kondisinya tidak semakin parah. berikut penyebab munculnya radang telinga tengah.

Penyebab terjadinya radang telinga tengah

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang menginfeksi pada bagian telinga tengah. Infeksi ini pada umumnya adalah kelanjutan dari penyakit lainnya, seperti flu dan alergi yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan, tenggorokan dan saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung.

Bakteri dan virus ini akan lebih mudah masuk ke tubuh jika:

  • Berusia 6 bulan hingga 2 tahun karena sistem imun anak belum sempurna
  • Bayi dan anak-anak yang minum dari botol, apalagi jika minum dalam keadaan berbaring
  • Musim hujan, terutama ketika banyak orang sakit flu
  • Sering terpapar udara yang kotor seperti asap rokok

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah jangan membersihkan cairan telinga dengan cotton bud, apalagi sampai memasukkan ke lubang telinga. Cairan telinga cukup diseka dengan lap bersih atau kain kasa pada bagian luar lubang telinga.

Selanjutnya, Anda perlu membawa anak ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) untuk diperiksa. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi dan jika perlu anak bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri.

Tidak jarang, orang yang memiliki congek dibiarkan begitu saja. Padahal, otitis media ini perlu segera disembuhkan jika Anda tidak mau terkena komplikasi. Radang telinga tengah yang tidak kunjung sembuh bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Salah satu yang paling parah adalah membuat penderitanya sulit mendengar.

Penyakit

Mengenal Penyakit Hati Sirosis yang Sebabkan Penciutan Organ Hati

Apakah Anda pernah mendengar tentang sirosis hati? Penyakit hati yang satu ini ditandai dengan adanya jaringan parut. Jaringan parut ini sering dikenal dengan bekas luka pada kulit yang tidak dapat kembali ke kondisi normal sepenuhnya. Sebenarnya, jaringan ini dapat timbul di mana saja, termasuk pada organ hati.

Jaringan parut ini merupakan usaha tubuh untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak tadi. Organ hati yang mengalami kerusakan akan mencoba untuk memperbaiki dirinya dengan membentuk jaringan parut. Namun, jika jaringan parut yang terbentuk terlalu banyak dan luas, kondisi ini dapat memicu gangguan fungsi hati yang dapat berujung pada kegagalan fungsi hati.

Sirosis hati dapat disebabkan oleh berbagai penyakit atau pun perilaku sehari-hari yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel hati. Perilaku umum yang sering memicu kerusakan organ hati, seperti mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Ada pula faktor lain yang menyebabkan penyakit hati ini terjadi, yaitu infeksi virus hepatitis B dan C. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terkena sirosis hati, yaitu kelebihan berat badan dan adanya penumpukan sel lemak di hati.

Sel hati yang dalam kondisi sehat akan secara perlahan digantikan oleh jaringan parut. Sirosis hati termasuk ke dalam penyakit yang progresif, yang mana prosesnya akan berlangsung selama bertahun-tahun. Di tahap awal, penyakit ini tidak menunjukkan gejala atau tanda apa pun. Gejala baru akan dirasakan jika fungsi hati telah terganggu.

Gejala awal dari sirosis hati tidak begitu signifikan terlihat, seperti mengalami rasa lemas, kehilangan nafsu makan, mengalami penurunan berat badan, merasa mual, mengalami muntah-muntah, dan juga adanya rasa tidak nyaman pada perut kanan atas.

Jika kondisi ini bertambah parah, akan berisiko terjadi perdarahan, kesulitan berpikir, timbulnya bengkak pada tungkai atau perut, dan merasa gatal pada kulit. Terganggunya fungsi hati juga dapat menyebabkan kulit dan mata tampak kekuningan (jaundice). Warna air seni penderita penyakit ini juga akan berubah menjadi kecokelatan, serupa warna teh.

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan yang efektif mengatasi sirosis hati, selain dengan melakukan transplantasi hati. Walaupun begitu, sirosis hati dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat, seperti menghindari konsumsi alkohol berlebih.

Penyakit

Penyebab Nyeri Punggung Kiri yang Perlu Anda Tahu

Seringnya, ketika mengalami rasa nyeri punggung kiri atau kanan, kita tidak dapat mengetahui penyebab pasti mengapa kondisi tersebut dapat terjadi. Berbeda ketika merasakan sakit pada punggung yang disebabkan karena duduk atau berdiri terlalu lama maupun selepas melakukan kegiatan fisik yang berat.

Jika Anda tiba-tiba merasakan rasa nyeri pada salah satu sisi punggung, baik itu kanan maupun kiri, Anda perlu waspada terhadap kemungkinan penyebab rasa nyeri tersebut. Beberapa hal yang merupakan penyebab rasa nyeri punggung, yaitu:

  • Infeksi ginjal

Mungkin Anda tidak terpikirkan bahwa infeksi ginjal dapat ditandai dengan rasa nyeri punggung pada salah satu sisi. Anda juga mungkin mengalami kesulitan untuk membedakan rasa nyeri yang disebabkan oleh infeksi ginjal atau otot cedera.

Nyeri yang diakibatkan oleh infeksi ginjal, umumnya terasa lebih dalam ke rongga perut dan sakit punggung yang terasa berada di bagian bawah tulang rusuk. Sementara itu, nyeri punggung akibat cedera otot cenderung dirasakan pada punggung bagian bawah.

Ginjal berada di perut dekat dengan otot punggung, sisi kanan dan sisi kiri tubuh. Nyeri punggung yang disebabkan oleh kondisi ini dipengaruhi oleh lokasi ginjal mana yang mengalami infeksi, apakah pada bagian kiri atau kanan.

  • Mengalami kejang otot punggung

Herniated disk atau yang sering dikenal dengan saraf terjepit merupakan kondisi ketika bantalan (disk) berada di antara tulang-tulang yang menumpuk yang menyebabkan tulang belakang terpeleset atau terdorong keluar. Bantalan yang keluar tersebut dapat mengiritasi saraf-saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala nyeri punggung kiri atau kanan yang dapat menyebar hingga bokong dan kaki. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan rasa kesemutan pada bagian punggung, bokong, dan kaki.

  • Peradangan pankreas

Pankreas adalah organ dalam yang memiliki fungsi untuk memproduksi enzim yang berperan penting untuk proses pencernaan dan metabolisme tubuh. Organ ini berada di bagian bawah tulang rusuk di sisi kiri tubuh. Peradangan pankreas yang kronis umumnya disebabkan oleh konsumsi alkohol secara berlebihan. Salah satu gejala yang mungkin terjadi yaitu rasa sakit perut di salah satu sisi yang menyebar hingga menimbulkan nyeri punggung kiri.

Dikarenakan penyebab nyeri punggung kiri tidak dapat diketahui secara kasat mata, maka dari itu penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, rasa nyeri punggung yang dialami dapat ditangani dengan tepat.