Penyakit

Mengenal Prosedur Percutaneous Nephrolitotomy untuk Mengatasi Batu Ginjal

Mengenal Prosedur Percutaneous Nephrolitotomy untuk Mengatasi Batu Ginjal

Bagi penderita penyakit batu ginjal mungkin tidak asing dengan istilah percutaneous nephrolitotomy. Prosedur ini merupakan langkah yang dilakukan untuk mengangkat batu ginjal yang tidak bisa dikeluarkan melalui urin. Caranya adalah dengan membuat sayatan kecil di punggung pasien menggunakan skop berongga agar batu ginjal dapat diambil. 

Pada sebagian besar, kasus batu ginjal tidak perlu menjalani prosedur operasi. Namun, pada beberapa kasus batu ginjal tidak dapat dikeluarkan dengan sendirinya melalui urin. Jika hal ini terjadi, pasien akan merasakan nyeri yang hebat. Untuk mengatasi hal ini, dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur percutaneous nephrolitotomy.

Umumnya prosedur ini dilakukan untuk ukuran batu ginjal sedang hingga besar. Pasien juga memiliki risiko yang lebih besar sehingga perlu menjalani rawat inap setelah prosedur dilakukan. Pasien dengan kelainan perdarahan harus rela tidak bisa melakukan prosedur ini.

Kondisi-kondisi yang disarankan untuk melakukan prosedur percutaneous nephrolitotomy

Anda akan direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani percutaneous nephrolitotomy jika mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Batu ginjal besar menghalangi lebih dari satu cabang sistem pengumpulan ginjal (dikenal sebagai batu ginjal staghorn)
  • Batu ginjal berdiameter lebih dari 0,8 inci (2 sentimeter)
  • Batu ginjal berukuran besar ada di ureter
  • Terapi batu ginjal lainnya yang telah dilakukan gagal

Persiapan sebelum memulai prosedur percutaneous nephrolitotomy

Sebelum menjalani prosedur percutaneous nephrolitotomy, dokter akan melakukan anestesi sehingga Anda akan tertidur saat prosedur berlangsung dan tidak merasakan nyeri.

Pada kondisi tertentu, dokter juga mungkin akan meresepkan antibiotik agar Anda terhindar dari infeksi setelah prosedur selesai.

Prosedur percutaneous nephrolitotomy

Langkah-langkah yang dilakukan dokter dalam prosedur ini biasanya adalah sebagai berikut:

  • Dokter membuat sayatan kecil pada punggung pasien.
  • Pada sayatan yang telah dibuat, dokter akan memasukkan tabung hingga ke ginjal. 
  • Terdapat juga kamera yang biasa disebut nephroscope di dalam tabung untuk mengangkat batu ginjal.
  • Untuk membantu mengeluarkan cairan dari ginjal dan proses pemulihan, dokter akan kembali memasukkan tabung khusus di akhir operasi.

Setelah prosedur selesai dilakukan, dokter akan mengirimkan batu ginjal yang sudah diambil ke laboratorium untuk diperiksa. Perlu dicatat, hal ini hanya akan dilakukan jika diperlukan.

Pascaprosedur percutaneous nephrolitotomy

Setelah prosedur ini berhasil dilakukan, pasien akan menjalani rawat inap sekitar 1 hingga 2 hari. Pasien harus beristirahat dan tidak melakukan pekerjaan berat selama 2 hingga 4 minggu.

Pasien harus lebih waspada jika pasca percutaneous nephrolitotomy mengalami pendarahan pada urin. Segera hubungi dokter apabila hal ini terjadi setelah prosedur dilakukan.

Risiko percutaneous nephrolitotomy

Beberapa risiko percutaneous nephrolitotomy adalah sebagai berikut:

1. Kehilangan darah

Pasien dapat kehilangan darah dalam jumlah yang besar selama prosedur percutaneous nephrolitotomy sehingga membutuhkan transfusi darah. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

2. Infeksi

Pasien berisiko mengalami infeksi yang ditandai dengan demam, cairan keluar dari sayatan di punggung, nyeri saat buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering.

3. Cedera jaringan atau organ

Operasi percutaneous nephrolitotomy memiliki resiko merusak organ di sekitar ginjal seperti usus, limpa, hati, dan pembuluh darah. Namun, risiko ini juga sangat jarang terjadi.

Setelah menjalani operasi percutaneous nephrolitotomy, Anda akan diminta untuk berkonsultasi kembali setelah 4 hingga 6 minggu. Dokter akan melakukan pengecekan kembali menggunakan ultrasound atau sinar-X untuk memeriksa apakah terdapat batu yang tertinggal dan memastikan urin mengalir secara normal dari ginjal.

Penyakit

Telinga Tersumbat Tiba-Tiba, Apa Penyebabnya?

Sebagian dari Anda mungkin pernah merasakan telinga tersumbat. Ini akan menyebabkan ketidaknyamanan di telinga, serta gangguan pendengaran. Terkadang, sumbatan ini terjadi berbarengan dengan sumbatan di hidung yang terjadi akibat penyakit batuk atau pilek.

Telinga keluar cairan salah satunya bisa disebabkan oleh otitis media

Dalam beberapa kasus, sumbatan bisa terasa secara tiba-tiba. Tidak jarang, orang merasa cemas dan khawatir ketika sumbatan di telinga terjadi tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. 

Namun, setiap kondisi sumbatan di telinga pasti terjadi karena adanya faktor penyebab tertentu. Anda perlu memahami apa yang menyebabkan sumbatan di telinga Anda agar bisa mengatasinya dengan tepat. 

Apa saja yang menyebabkan telinga tersumbat?

Ada beberapa hal yang menyebabkan telinga Anda menjadi tersumbat. Sebagian besar faktor penyebabnya cukup ringan dan tidak berbahaya. Sumbatan bisa diatasi baik dengan perawatan di rumah maupun dengan perawatan medis dari dokter. 

Umumnya, sumbatan yang terjadi di telinga bisa terjadi karena hal-hal berikut ini: 

  • Perubahan ketinggian

Bagi sebagian orang, sumbatan pada telinga bisa dirasakan ketika terjadi perubahan pada lokasi ketinggian. Ini biasanya hanya bersifat sementara. Perubahan ketinggian bisa terjadi ketika Anda mengendarai pesawat, mendaki gunung, melakukan scuba diving, dan lain sebagainya. 

Pada dasarnya, tabung Eustachius berfungsi untuk menyamakan tekanan di telinga tengah. Tapi, ketinggian yang lebih tinggi bisa menyebabkan perubahan tekanan di telinga. 

Perubahan ketinggian biasanya berlangsung dengan cepat, sehingga tekanan udara di luar tubuh pun mengalami perubahan. Inilah yang menyebabkan telinga tersumbat. 

  • Kotoran telinga

Anda mungkin tidak menyadari bahwa penumpukan kotoran di telinga Anda adalah penyebab telinga Anda menjadi tersumbat. Karena itu, penting bagi Anda untuk rutin membersihkan telinga dari kotoran.

Sebenarnya, kotoran telinga membantu melindungi telinga Anda dengan membersihkan saluran telinga, serta mencegah kotoran masuk ke dalam telinga. Namun, kotoran telinga yang ada di dalam juga bisa mengalami penumpukan dan memicu telinga jadi tersumbat. 

Bila hal ini terjadi, Anda mungkin juga akan mengalami gejala lainnya. Gejala lain ini berupa telinga berdering, nyeri di telinga, serta pusing. 

  • Kemasukan benda asing

Tanpa Anda sadari, mungkin saja ada benda asing yang masuk ke dalam telinga Anda. Pada orang dewasa, benda asing ini bisa berupa serangga. Pada anak-anak, benda asing mungkin berupa mainan yang tidak sengaja masuk ke dalam telinga.

Terkadang, benda asing yang masuk juga bisa berupa air yang tidak sengaja masuk ketika Anda berenang. Benda-benda asing ini bisa membuat telinga tersumbat. 

Langkah terbaik untuk mengeluarkan benda asing dari telinga adalah melalui pengobatan ke dokter. 

  • Akustik neuroma

Dalam kasus yang cukup jarang, sumbatan di telinga juga bisa disebabkan oleh akustik neuroma. Kondisi ini merupakan pertumbuhan sel jinak yang berkemang di saraf kranial yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak. 

Tumor ini biasanya tumbuh dengan lambat dan kecil, serta tidak bersifat kanker. Ketika ukurannya sudah menjadi lebih besar, tumor akan menekan telinga bagian dalam. Hal inilah yang membuat telinga Anda menjadi tersumbat. 

Ketika hal ini terjadi, bukan hanya tersumbat, telinga Anda pun akan mengalami gejala lain seperti gangguan pendengaran dan telinga berdenging.

Faktor-faktor di atas merupakan beberapa faktor umum yang bisa membuat seseorang mengalami telinga tersumbat. Berdasarkan faktornya, dokter bisa menentukan upaya pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Anda pun bisa memaksimalkan pengobatan dengan perawatan sendiri di rumah.

Hidup Sehat, Penyakit

Infeksi Adalah: Hal yang Perlu Anda Ketahui & Penyebabnya

Infeksi adalah kelainan yang disebabkan oleh organisme, seperti bakteri , virus, jamur dan parasit. Banyak organisme hidup di dalam tubuh kita. Mereka biasanya tidak berbahaya atau bahkan membantu kita. Namun, dalam kondisi tertentu beberapa organisme dapat menyebabkan penyakit. 

Pada artikel kali ini, kami akan membahas berbagai hal yang perlu Anda ketahui tentang infeksi dan apa penyebabnya, apa gejalanya, dan bagaimana cara mencegah supaya infeksi tidak terus tumbuh di tubuh kita. Simak terus hingga akhir ya!

Jenis infeksi

Bagaimana infeksi menyebar dan efeknya pada tubuh manusia pada jenis patogen. Sistem kekebalan merupakan penghalang yang efektif melawan agen infeksius. Namun, patogen terkadang dapat membanjiri kemampuan sistem kekebalan untuk melawannya. Pada tahap ini infeksi bisa sangat berbahaya. 

Infeksi bisa menyebar dengan berbagai cara. Jenis dari infeksi:

  • Bakteri
  • Virus 
  • Jamur
  • Parasite

Virus lebih kecil dari bakteri. Mereka memasuki inang dan mengambil alih sel sedangkan bakteri dapat bertahan hidup tanpa inang. Perawatan pun akan tergantung daripada penyebab infeksinya.

Penyebab infeksi

Penyebab infeksi adalah jenis organisme apa pun yang masuk ke dalam tubuh. Virus tertentu, misalnya akan menjadi penyebab infeksi virus. Efek infeksi, seperti pembengkakan atau pilek, terjadi karena upaya sistem kekebalan untuk menyingkirkan organisme yang menyerang. Luka berisi nanah, misalnya saat sel darah putih bergegas ke lokasi cedera untuk melawan bakteri asing. 

Gejala

Gejala infeksi tergantung pada organisme yang bertanggung dan tempat infeksi berada. Virus menargetkan sel tertentu, seperti di alat kelamin atau saluran pernapasan bagian atas, virus rabies misalnya, menargetkan sistem saraf. Beberapa virus menargetkan sel kulit, menyebabkan kutil. 

Yang lain menargetkan sel yang lebih luas, yang menyebabkan beberapa gejala. Virus flu dapat menyebabkan pilek, nyeri otot, dan sakit perut. Seseorang dengan infeksi bakteri akan sering mengalami kemerahan, panas, bengkak, demam, dan nyeri di tempat infeksi serta kelenjar getah bening yang membengkak. 

Ruam bisa mengindikasi infeksi jamur pada kulit. Namun, virus dan bakteri juga dapat menyebabkan kondisi kulit dan ruam. 

Gejala umum penyakit prion termasuk serangan cepat kerusakan otak, kehilangan ingatan, dan kesulitan kognitif. Mereka juga dapat memicu penumpukan plak di otak, menyebabkan organ ini terbuang percuma. 

Pencegahan terjadinya infeksi

Pada dasarnya, tidak ada metode tunggal untuk mencegah semua penyakit menular. Namun, masyarakat harus mengambil langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko penularan:

  • Sering-seringlah mencuci tangan, terutama sebelum dan sesudah menyiapkan makanan dan setelah menggunakan kamar mandi. 
  • Bersihkan area permukaan dan hindari menyimpan makanan yang mudah rusak pada suhu kamar terlalu lama saat menyiapkan makanan. 
  • Dapatkan vaksinasi yang direkomendasikan dan selalu perbaharui. 
  • Minumlah antibiotik hanya dengan resep dan pastikan untuk menyelesaikan kursus yang disarankan, bahkan jika gejala membaik pada tahap awal. 
  • Desinfeksi ruangan yang mungkin memiliki konsentrasi bakteri tinggi, seperti dapur dan kamar mandi.
  • Kurangi risiko infeksi menular seksual (IMS) dengan melakukan pemeriksaan IMS secara rutin, menggunakan kondom dan lainnya. 
  • Hindari berbagai barang pribadi, seperti sikat gigi, sisir, gelas minum, dan peralatan dapur. 
  • Ikuti nasihat dokter tentang bepergian atau bekerja sambil hidup dengan penyakit menular, karena melakukan hal itu dapat menularkan infeksi kepada orang lain. Jika Anda bepergian ke luar negeri, bicarakan dengan dokter tentang vaksinasi khusus, seperti kolera, hepatitis A atau B, atau demam tifoid yang mungkin Anda perlukan. 

Mengikuti gaya hidup dan makan makanan bergizi seimbang dapat membantu menjaga sistem kekebalan tetap kuat dan memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai jenis infeksi. 

Jadi, infeksi adalah kelainan organisme yang menyebabkan penyakit. Anda dapat menghindari infeksi dengan melakukan beberapa tips pencegahan di atas.

Penyakit

Fungsi Obat Amiodarone untuk Jantung dan Efek Sampingnya!

Amiodarone (Cordarone) adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah detak jantung tidak teratur. Obat ini dapat memperlambat aktivitas saraf di jantung dan melemaskan jantung yang terlalu aktif. 

Nah,kali ini akan dibahas tentang apa fungsi dan kegunaan dari obat Amiodarone. Selain itu, akan dijelaskan pula apakah ada efek samping dari obat tersebut atau tidak. Yuk, simak artikelnya!

Apa itu Amiodarone dan bagaimana cara kerjanya?

Amiodarone digunakan untuk mengobati beberapa jenis detak jantung tidak teratur yang serius (mungkin fatal) (seperti fibrilasi/takikardia ventrikel persisten). Ini digunakan untuk memulihkan irama jantung normal dan mempertahankan detak jantung yang teratur dan stabil. 

Amiodarone dikenal sebagai anti narkoba arrhythmic. Ia bekerja dengan memblokir sinyal listrik tertentu di jantung yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Amiodarone tersedia dengan merek dan beredar di pasaran berbeda-beda sebagai berikut, Pacerone, Cordarone, dan Nexterone. 

Amiodarone tersedia dalam bentuk tablet. Label resep akan memberitahu Anda berapa banyak yang harus Anda konsumsi pada setiap dosisnya. 

Kapan sebaiknya digunakan?

Amiodarone biasanya diminum sekali atau dua kali sehari. Dokter mungkin akan memulai terapi Anda dengan dosis yang lebih sering dan kemudian menurunkan dosisnya. Ikuti saran yang diberikan oleh dokter dan tanyakan lebih detail apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan obat tersebut pada dokter Anda. 

Jangan pernah berhenti mengonsumsi tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Obat ini harus diminum secara teratur selama satu hingga tiga minggu sebelum respons terlihat dan selama beberapa bulan sebelum efek penuh terjadi. Karena ini termasuk obat jangka panjang, obat tersebut akan tetap berada di tubuh Anda hingga dua bulan. 

Apakah ada efek samping dari Amiodarone?

Efek samping terkait dengan penggunaan Amiodarone, termasuk beberapa hal berikut:

  • Peningkatan kadar SGOT atau ALT jantung
  • Tekanan darah rendah
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Merasa tidak sehat (malaise)
  • Cara berjalan/masalah koordinasi tidak normal
  • Kelelahan
  • Memori terganggu
  • Gerakan yang tidak disengaja
  • Gangguan tidur
  • Sensitivitas terhadap sinar matahari
  • Hipotiroidisme
  • Sembelit
  • Kehilangan selera makan
  • Gagal jantung kongestif
  • Denyut jantung lambat
  • Disfungsi simpul SA
  • Hipertiroidisme
  • Hepatitis dan sirosis
  • Gangguan visual
  • Neuritis optik

Efek samping lain dari Amiodarone termasuk:

  • Mikrodeposito kornea
  • Polineuropati demielinasi

Efek samping postmarketing dari Amiodarone yang dilaporkan meliputi:

  • Hipersensitivitas. Reaksi anafilaksis/anafilaktik (termasuk syok), pembengkakan kulit, dan gatal-gatal.
  • Paru-paru. Pneumonia eosinofilik, sindrom gangguan pernapasan akut/ARDS (dalam pengaturan pasca operasi), bronkospasme, gangguan pernapasan yang mungkin fatal (termasuk distres, kegagalan, henti, dan ARDS), bronkiolitis obliterans yang mengatur pneumonia (mungkin fatal), demam, sesak napas, batuk, batuk darah, mengi, hipoksia, infiltrate paru dan/atau massa, perdarahan alveolar paru, efusi pleura, radang selaput dada. 
  • Gastrointestinal. Hepatitis, hepatitis kolestatik, sirosis, pankreatitis, mulut kering.
  • Nefrologi. Gangguan ginjal, insufisiensi ginjal, gagal ginjal akut.
  • Neurologi. Pseudotumor cerebri, gejala parkinsonian, seperti kegelisahan dan gerakan lambat (terkadang dapat pulih dengan penghentian terapi). 
  • Endokrin. Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH), tiroid nodul/kanker tiroid.
  • Dermatologi. Nekrolisis epidermal toksik (terkadang fatal), eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif, ruam obat dengan gejala eosinophilia dan sistemik, eksim, kanker kulit, vasculitis, gatal, dermatitis bulosa. 
  • Hematologi. Anemia hemolitik, anemia aplastic, pansitopenia, neutropenia, trombositopenia, agranulositosis, granuloma. 
  • Musculoskeletal. Otot penyakit, kelemahan otot, otot wasting, demielinasi polineuropati. 
  • Psikiatri. Halusinasi, kebingungan, disorientasi, delirium. 
  • Genitourinary. Epididymitis, impoten. 

Tindakan pencegahan lain apa yang harus saya ikuti saat menggunakan obat ini?

Sebelum mengonsumsi, beritahu dokter Anda: 

  • Jika Anda memiliki riwayat penyakit paru-paru, hati, jantung, atau tiroid. Pemeriksaan darah berkala perlu dilakukan untuk menguji fungsi hati dan tiroid Anda, Anda juga mungkin diminta untuk melakukan tes pernapasan untuk mengukur fungsi paru-paru Anda.   
  • Beritahu dokter Anda semua nama vitamin, herbal, suplemen makanan, nonprescription (over the counter) dan resep obat lain yang Anda minum. Amiodarone dapat membuat banyak obat tidak bekerja sebagaimana mestinya. 
  • Jika sedang hamil atau menyusui, atau jika Anda berencana untuk hamil. 

Obat ini dapat membuat kulit Anda lebih sensitif dari biasanya terhadap sinar matahari, yang bisa menyebabkan luka bakar yang serius. Efek ini dapat berlanjut selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah Anda berhenti mengonsumsi Amiodarone.

Penyakit

Bagaimanakah Pengobatan dari Limfoma Burkitt?

Bagaimanakah Pengobatan dari Limfoma Burkitt?

Limfoma Burkitt adalah jenis dari limfoma non-Hodgkin, di mana kanker diawali dari sel imun yang disebut sel B. Penyakit ini dikenal sebagai tumor manusia yang paling cepat berkembang, limfoma Burkitt dikaitkan dengan gangguan imunitas dan dapat menjadi fatal dengan cepat apabila tidak ditangani. Namun, kemoterapi intensif dapat memberikan kelangsungan hidup jangka panjang pada lebih dari setengah penderita limfoma Burkitt. 

Limfoma Burkitt  bisa terjadi pada semua kelompok usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak terutama mereka yang berusia 5 sampai 10 tahun. Penyakit ini sering dikaitkan dengan infeksi virus, seperti human immunodeficiency virus (HIV) dan Epstein-Barr virus (EBV). Ada tiga tipe limfoma Burkitt yang harus Anda ketahui.

  1. Endemic Burkitt lymphoma

Endemic Burkitt lymphoma adalah jenis limfoma Burkitt yang terjadi di wilayah Afrika. Jenis ini sering dikaitkan dengan penyakit malaria kronis dan infeksi Epstein-Barr virus (EBV). Bagian tubuh yang paling sering diserang oleh adalah tulang wajah dan rahang. Namun, pada beberapa kasus, usus, ginjal, ovarium, dan payudara, juga bisa diserang.

  1. Sporadic Burkitt Lymphoma

Sporadic Burkitt Lymphoma adalah limfoma Burkitt yang terjadi di luar wilayah Afrika. Kondisi ini paling sering dikaitkan dengan infeksi Epstein-Barr virus. Bagian yang paling sering diserang limfoma Burkitt jenis ini adalah saluran pencernaan bagian bawah (bagian akhir usus halus dan bagian awal usus besar).

  1. Immunodeficiency-related lymphoma

Immunodeficiency-related lymphoma adalah limfoma Burkitt yang terkait dengan kelemahan sistem imun. Kondisi ini sering dikaitkan dengan penggunaan obat imunosupresan atau kelainan bawaan.

Limfoma Burkitt ini sama seperti kanker pada umumnya yang belum tersedia secara spesifik bagaimana pencegahan terhadap penyakit ini. Akan tetapi Anda bisa menghindari beberapa faktor risikonya seperti infeksi virus Epstein – Barr. Anda bisa melakukan vaksin terhadap virus ini yang sedang dikembangkan. Anda harus segera periksa kondisi Anda jika mengalami gejala limfoma Burkitt atau kondisi tubuh yang mencurigakan. 

Pada kebanyakan kasus, orang-orang yang didiagnosis dengan limfoma Burkitt tidak memiliki faktor risiko yang jelas, dan banyak orang yang memiliki faktor risiko untuk penyakit ini tidak pernah mengalaminya. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma Burkitt adalah

  1. Obat–obatan

Obat menekan sistem imun Anda. Jika pernah memiliki transplantasi organ, Anda lebih rentan karena terapi imunosupresif telah menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit baru.

  1. Infeksi dengan virus dan bakteri tertentu

Infeksi virus dan bakteri tertentu terlihat meningkatkan risiko limfoma Burkitt. Virus yang terkait dengan limfoma Burkitt meliputi HIV dan Epstein-Barr virus. Bakteri yang terkait dengan peningkatan risiko untuk limfoma Burkitt meliputi Helicobacter pylori yang menyebabkan ulkus.

  1. Zat kimia

Zat kimia tertentu, seperti yang digunakan untuk membunuh serangga dan rumput liar, dapat meningkatkan risiko terkena limfoma Burkitt. Lebih banyak penelitian yang diperlukan untuk mengerti kemungkinan hubungan antara pestisida dan terjadinya limfoma Burkitt.

Jika Anda sudah terdiagnosa menderita limfoma Burkitt, Anda bisa melakukan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan untuk limfoma Burkitt berbeda – beda setiap pasien. Hal ini dikarenakan pengobatan yang akan dilakukan ditentukan berdasarkan stadium pasien. Beberapa pengobatan yang dapat Anda lakukan.

  1. Kemoterapi yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.
  2. Radioterapi yang memakai sinar berenergi tinggi guna menghancurkan sel-sel kanker.
  3. Obat antibodi monoklonal bernama rituximab. Obat ini akan menempel pada protein dalam sel kanker dan merangsang sistem imun Anda untuk menyerangnya, sehingga sel kanker akan ikut hancur.
  4. Operasi. Langkah ini dilakukan apabila terdapat kondisi sumbatan usus.

Langkah–Langkah pengobatan ini bisa Anda kombinasikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menyembuhkan limfoma Burkitt. Meski begitu, jika Anda melakukan kombinasi pengobatan ini harus dikonsultasikan dengan dokter terkait dan benar – benar berada dalam pengawasan dokter.

Penyakit

Amer Campur Soda dan Susu, Miras Oplosan yang Berbahaya

Anggur merah atau biasa disebut amer merupakan salah satu jenis minuman beralkohol yang cukup populer. Belum lama ini, minuman tersebut menjadi lebih populer di media sosial karena beredarnya sebuah unggahan video seseorang sedang mencampur amer dengan soda dan susu evaporasi. Hal tersebut dianggap berbahaya oleh tubuh. Menariknya, banyak orang yang melihat unggahan media sosial tersebut ternyata telah menyadari bahwa kombinasi amer campur soda dan susu tidaklah tepat. 

Mengapa amer campur soda dan susu berbahaya?

Seperti yang telah diketahui, membuat campuran menggunakan minuman beralkohol atau oplosan sering kali dapat membahayakan jika tidak tepat takaran. Selain itu bahan yang digunakan pun berpengaruh. Proses pencampuran harus dilakukan secara berhati-hati dan teliti. Campuran yang tidak tepat akan menimbulkan interaksi yang meningkatkan risiko efek samping berbahaya. 

Amer campur soda dan susu evaporasi menjadi salah satu minuman oplosan yang berbahaya. Dikutip dari pernyataan dr. Karlina Lestari selaku medical doctor SehatQ, interaksi antara anggur merah dan susu dapat memicu gangguan kesehatan. Sifat asam pada anggur akan mengikat kasein pada susu sehingga keduanya mengental di saluran pencernaan dan membahayakan lambung. 

Selain itu, alkohol dan soda akan membuat efek mabuk terjadi lebih lambat. Hal itu akan menyebabkan seseorang mengonsumsi alkohol berlebihan sebab merasa tubuhnya kuat. Padahal efek samping dari alkohol pada tubuh tetap terjadi normal meski rasa mabuk datang lebih lambat. Selain itu, kombinasi soda dan alkohol juga mungkin menimbulkan efek samping berupa muntah dan kejang. 

Hal lain yang berbahaya jika dicampur soda

Soda sendiri memiliki kandungan kafein sehingga mudah berinteraksi dengan bahan lain serta bisa memberi efek samping yang buruk bagi tubuh. Menurut Step to Health, mengonsumsi soda bersama makanan atau minuman tertentu juga dapat membuat internal tubuh tidak seimbang dan menyebabkan gangguan pencernaan. Berikut ini beberapa hal yang dapat berinteraksi jika dicampurkan dengan soda. 

  1. Kopi

Kopi merupakan minuman yang mengandung kafein, sama halnya dengan soda. Saat keduanya dicampurkan maka dosis kafeinnya akan menjadi sangat tinggi. Kombinasi minuman ini perlu dihindari sebab dapat menyebabkan insomnia, mimpi buruk, serta gangguan tidur lainnya. Selain itu, kombinasi minuman ini juga dapat membuat kram perut, gangguan pencernaan, serta muntah. 

  1. Makanan pedas

Makanan pedas dapat menaikkan temperatur suhu tubuh dan tidak boleh dicampurkan dengan minuman soda. Soda bahkan tidak dianjurkan diminum ketika temperatur suhu tubuh sedang tinggi sebab kandungannya dapat berubah menjadi asam sulfur. Makanan lain yang mengandung bumbu hangat dan dapat menaikkan temperatur tubuh juga perlu dihindari untuk dicampurkan dengan soda seperti kari dan biji jintan. 

  1. Berbagai bahan susu

Berbagai makanan yang terbuat dari susu sebaiknya tidak dicampur dengan soda. Meski rasanya nikmat dan seolah tidak menimbulkan masalah, kombinasi keduanya dapat memicu interaksi berupa asam yang tinggi. Bagi orang dengan perut sensitif maka efek dari kombinasi keduanya akan langsung terasa bahkan ketika mengonsumsi dalam jumlah sedikit. Berbagai akibat dari campuran soda dan bahan berbahan susu yaitu kram perut, gangguan pencernaan, serta acid reflux

  1. Obat-obatan 

Saat sedang mengonsumsi obat maka sebaiknya Anda menghindari minum soda. Efektivitas obat dapat menurun jika bercampur dengan soda karena kandungan asamnya. Selain itu, soda dapat merusak beberapa jenis obat di mulut. Sebaiknya Anda minum obat menggunakan air putih agar untuk mengurangi risiko efek samping. 

Setelah mengetahui bahaya amer campur soda dan susu evaporasi, tentu Anda akan lebih berhati-hati mempercayai sesuatu yang viral. Media sosial belum tentu menampilkan informasi yang tepat sehingga Anda harus selalu mengecek ulang pada ahlinya. Hindari mengikuti apa yang orang lain lakukan di media sosial jika Anda belum paham betul konsekuensi dan efek samping yang ditimbulkan. Lebih amannya lagi, sebaiknya Anda menghindari mencampurkan dua jenis minuman atau lebih baik itu beralkohol atau tidak sebab bisa saja muncul interaksi yang membahayakan tubuh.

Penyakit

Jangan Malu Tanya Dokter Umum Jika Kena UTI

tanya dokter umum

Urinary tract infection (UTI), atau dikenal juga dengan istilah infeksi saluran kemih, adalah sebuah infeksi di bagian manapun sistem saluran kencing Anda, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. 

Kebanyakan infeksi melibatkan saluran kencing bawah, yaitu kandung kemih dan uretra. Wanita memiliki risiko lebih besar menderita UTI dibandingkan dengan pria. Infeksi yang terjadi di kandung kemih dapat menyakitkan dan sangat mengganggu. Akan tetapi, konsekuensi serius dapat terjadi apabila UTI menyebar hingga ke ginjal.

 Apabila Anda tanya dokter umum seputar UTI, mereka biasanya akan merawat infeksi ini menggunakan antibiotik. Namun, Anda bisa mengambil beberapa langkah guna mengurangi kemungkinan menderita UTI. 

Gejala dan penyebab

Infeksi saluran kemih tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala tertentu, namun gejala yang dapat muncul di antaranya adalah rasa ingin buang air kecil terus menerus, sensasi terbakar saat buang air kecil, sering mengeluarkan urin dalam jumlah kecil, urin terlihat keruh, urin terlihat berwarna kemerahan (tanda adanya darah di dalam urin), urin yang berbau menyengat, dan rasa nyeri di panggul pada wanita. Jika gejala tersebut sering Anda rasakan, tanya dokter umum segera agar mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan. 

Infeksi saluran kemih biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak di dalam kandung kemih. Meskipun sistem saluran kemih didesain untuk mencegah bakteri masuk, pertahanan diri tersebut terkadang dapat gagal. Ketika hal tersebut terjadi, bakteri dapat terus tumbuh dan menyebabkan infeksi besar di saluran kemih. Infeksi saluran kemih yang paling sering terjadi umumnya menyerang wanita dan memengaruhi kandung kemih dan uretra. 

  • Infeksi kandung kemih (cystitis). UTI jenis ini biasanya disebabkan karena Escherichia coli, sejenis bakteri yang biasanya ditemukan di saluran gastrointestinal. Akan tetapi, terkadang bakteri lain dapat menjadi penyebabnya. Hubungan seksual dapat menyebabkan cystitis, namun Anda tidak perlu harus aktif secara seksual untuk penderita UTI. Semua wanita memiliki resiko tinggi menderita cystitis karena anatomi tubuh, khususnya, jarak yang pendek dari uretra ke anus dan bukaan uretra ke kandung kemih. 
  • Infeksi uretra (uretritis). Jenis UTI ini dapat terjadi ketika bakteri gastrointestinal menyebar dari anus/dubur ke uretra. Karena uretra wanita dekat dengan vagina, infeksi menular seksual seperti herpes, gonorrhoea, chlamydia, dan mycoplasma juga dapat menyebabkan uretritis. 

Infeksi saluran kemih umum dijumpai terjadi pada wanita, dan kebanyakan wanita mengalami lebih dari satu infeksi di sepanjang hidup mereka. Beberapa faktor risiko spesifik pada wanita yang membuat mereka rentan menderita UTI di antaranya adalah:

  • Anatomi tubuh wanita. Seorang wanita memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan dengan pria, yang mana memperpendek jarak yang perlu ditempuh oleh bakteri untuk mencapai kandung kemih. 
  • Aktivitas seksual. Wanita yang aktif secara seksual berisiko menderita UTI lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak. Memiliki pasangan seksual baru juga meningkatkan risiko ini. 
  • Jenis tertentu KB. Wanita yang menggunakan diaphragm untuk KB memiliki risiko yang lebih tinggi, sama dengan wanita yang menggunakan spermicidal agent. 
  • Menopause. Setelah menopause, penurunan estrogen yang bersirkulasi dapat menyebabkan perubahan di saluran kemih yang membuat Anda lebih rentan dalam menderita infeksi. 

Tanya dokter umum segera seputar kondisi yang Anda miliki apabila Anda menunjukkan menderita gejala tanda-tanda UTI. Jika tidak diobati, UTI dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius, seperti kerusakan ginjal permanen.

Penyakit

Cara Mengobati Tumor Askin

Merupakan jenis tumor ganas yang menyerang jaringan lunak pada rongga dada disebut dengan tumor askin. Pada umumnya tumor ini menyerang anak-anak dan remaja yang berasal dari ras kaukasoid atau berkulit putih, selain itu tumor ini juga salah satu jenis peripheral primitive neuroectodermal tumor (PNET) yang sangat jarang terjadi.

image Tumor Askin

Jaringan tumor ini termasuk ganas yang sifatnya agresif, jaringan ini mengalami pertumbuhan yang jauh lebih cepat dari jaringan normal. Sehingga dampaknya sel-sel dalam jaringan bisa kekurangan nutrisi sehingga dapat menyebabkan kematian sel, kasus penyakit ini menunjukkan bahwa tumor tersebut jauh lebih sering menyerang anak-anak ketimbang orang dewasa.

Pengobatan Tumor Askin

Tumor ini merupakan penyakit yang sangat jarang terjadi, karena itulah panduan pengobatan secara spesifik belum ditemukan. Namun demikian, sama seperti penyakit tumor pada umumnya ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan.

  1. Kemoterapi

Penanganan dengan cara ini bisa dilakukan sebelum dan sesudah operasi pengangkatan tumor, beberapa penelitian menunjukkan adanya kasus tumor ini yang merespons baik terhadap pengobatan poli kemoterapi dengan obat yang diberikan seperti etopiside, busulfan, melphalan dan beberapa lainnya.

  1. Operasi

Prosedur ini dilakukan untuk tumor yang tidak bisa ditangani dengan hanya menggunakan kemoterapi, operasi dilakukan dengan mengangkat jaringan tumor secara luas dan melakukan rekonstruksi dinding dada.

  1. Radioterapi

Merupakan salah satu jenis terapi kanker yang memanfaatkan pancaran sinar radiasi guna membunuh sel kanker, prosedur ini bisa membunuh sel kanker dengan cara menghancurkan materi genetik yang mengendalikan pertumbuhan serta pembelahan sel. Tujuannya menghancurkan sel kanker dengan lebih efektif.

Tanpa adanya deteksi dini dan penanganan yang tepat, penyebaran atau metastasis ke organ lain kemungkinan dapat terjadi. Misalnya pada paru-paru, kelenjar adrenal, kelenjar getah bening, hati hingga otak. Untuk mencegah kondisi ini bisa dengan melakukan kontrol kesehatan secara rutin untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada tubuh.

Tujuan melakukan kontrol diharapkan menjadi screening dan mengobati penyakit ini sejak stadium awal untuk mencegah komplikasi lanjut. Pengobatan yang dilakukan juga tergantung dengan masing-masing kondisi, jika tumor ditemukan pada stadium awal maka tingkat kesembuhan pasien juga cukup tinggi.

Penyebab Tumor

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kondisi yang menjadi penyebab munculnya tumor ganas ini, para ahli menyebut jika tumor ini berkembang dari sel neuroektodermal yakni sel yang menjadi cikal bakal dari sel saraf pusat dan saraf tepi. Sel ini berkembang secara tidak normal dan kemudian membentuk tumor sel bulat yang bentuknya kecil dan bersifat ganas.

Dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa sel ini berkembang secara abnormal karena munculnya masalah genetik seperti mutasi DNA atau kelainan DNA di dalam tubuh. Yang perlu dipahami adalah tumor askin umumnya menyerang manusia ras kaukasoid atau kulit putih dengan jenis kelamin laki-laki, berikut beberapa gejalanya.

  • Batuk dalam jangka waktu yang lama, munculnya nyeri dada dan berat badan turun drastis disertai sesak napas dan demam.
  • Pupil mengecil dan pengenduran kelopak mata pada sindrom horner, limfadenopati regional, efusi pleura dan kerusakan pada tulang rusuk.

Jika seseorang mengalami beberapa tanda dan gejala di atas, maka sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendeteksi keberadaan tumor. Dengan adanya pemeriksaan ini, upaya pengobatan juga bisa segera dilakukan secepatnya terhadap pasien yang terserang tumor ini.

Penyakit

Beberapa Fakta Seputar Sindrom Wernicke-Korsakoff

Sindrom Wernicke-Korsakoff merupakan kelainan saraf yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kecanduan alkohol dan malnutrisi. 

Kecanduan alkohol merupakan penyebab utama defisiensi tiamin karena alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh menyerap dan menyimpan vitamin ini. Fungsi tiamin atau vitamin B1 sendiri adalah membantu otak dan sistem saraf mengubah gula menjadi energi. 

Kekurangan vitamin ini akan mengganggu kinerja otak dan sistem saraf, serta menyebabkan kerusakan otak, termasuk talamus dan hipotalamus. Gangguan neurologis ini memengaruhi lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan, dengan rentang usia antara 30-70 tahun. 

Tanpa perawatan dini, sindrom Wernicke-Korsakoff bisa menyebabkan kematian karena infeksi dan gagal hati, serta efek defisiensi tiamin yang terjadi dalam waktu yang lama. Angka kematian akibat sindrom ini sekitar 10-15 persen.

Lebih lanjut, berikut beberapa fakta seputar sindrom wernicke-korsakoff:

  • Sindrom Wernicke-Korsakoff merupakan kombinasi dari dua gangguan neurologis yang terpisah, tetapi sering terjadi secara bersamaan

Gangguan ini adalah kombinasi penyakit Wernicke dan sindrom Korsakoff. Penyakit Wernicke dan sindrom Korsakoff adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, kedua kondisi tersebut saling berkaitan dan bisa muncul bertahap. Penyakit Wernicke umumnya terjadi lebih dulu, lalu sindrom Korsakoff akan terjadi bila penyakit Wernicke tidak segera diatasi. 

Ensefalopati Wernicke merupakan kondisi utama dari dua penyakit pada sindrom Wernicke-Korsakoff. Kerusakan otak karena ensefalopati Wernicke yang tidak mendapat perawatan lebih berisiko memicu sindrom Korsakoff.

  • Penyalahgunaan alkohol kronis dan kurang gizi merupakan penyebab utama sindrom Wernicke-Korsakoff

Penyebab utama sindrom Wernicke-Korsakoff adalah kecanduan alkohol alias alkoholisme. Sedangkan penyebab yang tidak begitu umum antara lain kekurangan gizi atau masalah penyerapan gizi yang bisa disebabkan oleh, meski tidak terbatas pada; operasi gastric bypass yang menyulitkan Anda memenuhi kebutuhan nutrisi akibat pembatasan porsi makan, kanker usus besar yang bisa menyebabkan rasa sakit sehingga Anda tidak mau makan, hingga gangguan makan tertentu. 

  • Gejala-gejala yang perlu diwaspadai

Kebanyakan penderita sindrom Wernicke-Korsakoff mengembangkan ensefalopati Wernicke terlebih dahulu, baru mengembangkan sindrom Korsakoff. Berikut gejala ensefalopati Wernicke dan sindrom Korsakoff:

  • Gangguan pada mata, seperti diplopia (melihat ganda atau berbayang), ptosis (turunnya kelopak mata), dan nistagmus (gerakan bola mata yang cepat dan tidak terkendali)
  • Gangguan koordinasi, seperti ataksia, kelemahan pada tungkai, kesulitan berdiri dan berjalan, serta tremor
  • Gangguan mental dan kesadaran, seperti kebingungan, linglung, dan penurunan kesadaran

Penyakit Wernicke juga bisa menyebabkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hal ini ditandai dengan beberapa kondisi berikut:

  • Pingsan
  • Jantung berdebar (palpitasi)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Lemas atau lelah yang tidak diketahui sebabnya

Sindrom Korsakoff dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Tidak bisa mengingat kejadian setelah sindrom ini muncul (anterograde amnesia)
  • Kesulitan mengerti informasi
  • Kesulitan dalam merangkai kata
  • Mengalami halusinasi, seperti mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada
  • Konfabulasi, yaitu mengarang cerita yang berlebihan untuk melengkapi bagian-bagian yang hilang dalam ingatan.

Tanda-tanda ini penting untuk diperhatikan agar menjadi sebuah alarm tertentu sehingga seseorang bisa memiliki peluang kesehatan lebih besar. 

  • Diagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff

Untuk mendiagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff, dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami pasien, serta riwayat kesehatannya. Diagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff bukan perkara mudah, karena penderita gangguan neurologis ini sering mengalami kebingungan mental, sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan dokter.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan tanda-tanda vital (suhu, detak jantung, frekuensi pernapasan, tekanan darah), pemeriksaan kekuatan otot, dan pemeriksaan saraf.

Selain tes-tes di atas, pasien juga membutuhkan tes pencitraan, mulai dari elektrokardiogram (EKG); CT Scan; hingga MRI. 

  • Penanganan Sindrom Wernicke-Korsakoff

Jika dokter mencurigai Wernicke-Korsakoff, orang dengan gejala memerlukan tiamin intravena (IV). Ini akan membutuhkan rawat inap. Suplementasi tiamin adalah cara paling efektif untuk mengobati gejala-gejala umum, seperti masalah penglihatan, gerakan mata, kesulitan koordinasi, dan kebingungan.

Masalah memori dan kognisi cenderung menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan mungkin memerlukan penatalaksanaan lebih lanjut, tetapi pengobatan tiamin yang segera dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

Untuk mencegah perkembangan sindrom Wernicke-Korsakoff harus benar-benar menghindari alkohol dan mengikuti diet seimbang. Jika alkohol bukan penyebabnya, diperlukan pengobatan untuk masalah medis yang mendasarinya.

Itulah beberapa fakta mengenai sindrom Wernicke-Korsakoff yang perlu Anda tahu. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. Karena semakin cepat gangguan neurologis mendapat perawatan yang tepat, maka semakin besar juga peluang kesembuhannya.

Penyakit

Tanda GERD Sudah Sembuh Tak Juga Muncul, Lakukan Ini

Tanda Gerd sembuh salah satunya nyeri pada bagian dada yang disertai sensasi panas pada dada atau heartburn berkurang. Selain itu, tanda Gerd sudah sembuh juga ditandai dengan berkurangnya rasa mual. 

gerd

Pengidap Gerd (gastroesophageal reflux disease) akan mengalami kondisi di mana asam lambung meningkat dan terjadi aliran balik ke kerongkongan. 

Jika gangguan cukup berat, Gerd bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan waktu tidur Anda. Pengobatan pun perlu dilakukan agar Gerd berkurang. 

Lalu bagaimana jika telah melakukan pengobatan tetapi tanda Gerd sudah sembuh tak juga muncul? 

Gejala Gerd yang semakin parah

Gerd bisa sembuh, tetapi bisa juga malah semakin parah. Jika tanda Gerd sudah sembuh tak juga muncul, malah ada gejala lain, maka kemungkinan Gerd Anda malah berubah jadi parah.

Gerd umumnya disebabkan oleh karena pola makan yang buruk disertai gaya hidup tidak sehat seperti sering makan makanan pedas, asam, hingga minum bersoda dan mengandung kafein.

Berikut ini merupakan tanda Gerd semakin parah:

  • munculnya rasa pahit atau asam pada mulut. Hal ini disebabkan akibat cairan atau makanan yang naik menuju kerongkongan dan mulut.
  • adanya rasa tidak nyaman di dada seperti rasa terbakar bahkan sesak napas.
  • sensasi globus berupa rasa mengganjal di tenggorokan dan tenggorokan dapat terasa pedih atau panas. 
  • sakit dada, dan nyeri ulu hati.
  • batuk yang lama tak kunjung sembuh.
  • Tenggorokan berlendir.
  • Pusing, gemetaran dan berkeringat dingin.

Lalu kenapa tanda GERD sudah sembuh tak juga muncul?

Penggunaan obat-obatan memang menjadi penanganan utama agar Gerd dapat teratasi dengan baik. Namun, yang perlu diperhatikan, jika pengobatan Gerd dilakukan tanpa disertai perubahan gaya hidup, maka akan sia-sia.

Perubahan terhadap gaya hidup sehat dapat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan gejala asam lambung kronis yang Anda derita.

Tips agar GERD segera hilang

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar tanda Gerd sudah sembuh bisa datang. 

Perhatikan porsi makan dan jenis makanannya

Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh makanan yang mengandung lemak cukup tinggi, makanan asam, pedas, santan-santan, kanji, minuman soda dan yang mengandung kafein. Maka saat penyembuhan, hindari mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Selain itu, hindari mengonsumsi makanan dalam porsi yang langsung dalam jumlah banyak. Setelah mengonsumsi makanan, sebaiknya jangan langsung berbaring karena meningkatkan kambuhnya penyakit asam lambung. 

Hentikan kebiasaan merokok

Sebaiknya jika Anda memiliki kondisi penyakit asam lambung, hentikan kebiasaan merokok. 

Sebab, tidak hanya meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru-paru, merokok juga meningkatkan risiko penyakit asam lambung yang cukup parah.

Olahraga teratur

Pengobatan Gerd akan semakin lengkap jika dilengkapi olahraga teratur. Hal ini dilakukan untuk menjaga stamina tetap optimal. Hindari melakukan gerakan yang menekan lambung, seperti melompat. 

Selain itu, jangan berolahraga setelah makan. Lakukan olahraga 2-3 jam setelah mengonsumsi makanan untuk menghindari penyakit asam lambung.

Kelola stress 

Stres menjadi hal utama yang harus dihindari para penderita Gerd selain makanan mengandung lemak tinggi, rokok, dan minuman mengandung kafein. Munculnya stres akan memicu hormon kortisol dan menaikkan asam lambung. Selain itu, stress bisa menyebabkan kepanikan sehingga membuat asam lambung naik.

Maka dari itu, penting untuk penderita Gerd untuk mengelola stress. Jangan berpikir aneh-aneh. Perlu diingat, Gerd tidak menimbulkan kematian, kecuali ada penyakit lain.

Pengobatan Gerd memang membutuhkan waktu yang lama dan butuh konsistensi penderitanya agar bsia segera sembuh. 

Jika sudah mengatur pola makan dan pola hidup namun tidak kunjung sembuh sebaiknya konsultasikan keluhan Anda ke dokter penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut contohnya endoskopi.