Penyakit

Hoaks Penyakit Seks Viral, Ada Blue Waffles Genitals

Beberapa kali muncul berita mengenai penyakit seks menular seperti blue waffles genitals yang viral dan membuat banyak orang menjadi takut dan khawatir, ternyata penyakit ini hanyalah berita palsu atau hoax saja. Banyak juga diantaranya dipercaya oleh banyak orang, sedangkan kenyataannya secara dunia kedokteran belum bisa dipastikan. Alasan dan motif dibalik viralnya berita atau informasi mengenai beberapa penyakit ini juga belum diketahui pasti. Penasaran dengan apa saja penyakit seks menular yang sempat menggemparkan dunia di internet? Yuk cari tahu disini!

Douching

Douching merupakan salah satu cara yang bertujuan untuk membersihkan vagina dengan cara menggunakan larutan khusus seperti air dan cuka yang disemprotkan ke dalam saluran vagina. Douche merupakan kata dalam Bahasa Prancis yang berartikan mencuci atau merendam. Saat ini juga banyak larutan douche yang dijual di supermarket atau apotik dan mengandung bahan kimia serta wewangian. Larutan ini dipercaya orang dapat membersihkan jamur dan bakteri sampai kedalam vagina karena penggunaannya yang menggunakan selang semprot yang dimasukkan ke area tersebut. Tidak sedikit juga orang yang menyebarkan bahwa dengan melakukan hal ini bisa mencegah atau menyembuhkan kita dari penyakit seks menular, tentunya hal ini adalah hoax. Faktanya dengan melakukan douching justru bisa berbahaya bagi vagina kita karena bisa menyebabkan infeksi pada saluran kencing, menyebabkan radang panggul, dan juga justru bisa menyebabkan kuman atau virus penyebab penyakit seks menular naik ke organ rahim. Maka sebaiknya jangan lakukan hal ini ya, karena bukan malah menyehatkan justru bisa berbahaya.

Blue waffle merupaka penyakit menular seksual fiktif yang sempat populer

Penggunaan toilet umum dapat menularkan penyakit seks

Kabar mengenai penggunaan toilet umum dapat menyebarkan penyakit seks menular juga masih banyak dipercayai oleh orang-orang, sedangkan faktanya adalah hampir tidak mungkin seseorang terkena penyakit kelamin melalui wc dudukan di toilet umum. Dasarnya virus hanyalah bisa memasuki tubuh melalui membran mukosa yang ada di area seperti mulut, anus, dan alat kelamin. Selain itu virus juga tidak bisa hidup bahkan bermutasi di benda-benda mati sehingga merupakan hal yang tidak mungkin apabila kita tertular penyakit seks hanya karena dudukan toilet umum. Namun, bukan berarti kita tidak berjaga-jaga, sebaiknya tetap perhatikan kebersihan dudukan toilet yang ingin kamu gunakan, kamu juga bisa pakai sanitizer dan semprotkan ke dudukan toilet untuk membunuh kuman dan penyakit. Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan selama 20 hingga 30 detik dengan sabun dan air mengalir apabila sehabis dari toilet agar tidak ada kuman yang menempel di tubuh kamu atau yang masuk kedalam mulut.

Penyakit Blue Waffles Genitals

Penyakit ini sempat membuat banyak orang resah dikarenakan foto penderita penyakit ini yang tersebar di internet. Dalam foto tersebut tampak area vagina yang dipenuhi luka, bentol, dan berubah warna menjadi kebiruan. Gejala penyakit ini memang seperti sama dengan penyakit seks menular seperti keputihan yang berbau, gatal, rasa terbakar di bagian sekitar vagina, dan lainnya. Namun, para ahli juga mengatakan tidak ada penyakit seks menular yang bisa menyebabkan perubahan warna pada alat kelamin, dan tentunya blue waffles genitals merupakan informasi yang palsu dan tidak ada penyakit sejenis ini. Sebaiknya jangan mempercayai informasi yang membahas mengenai penyakit ini ya agar kamu tidak salah. Selain itu perlu kamu perhatikan bahwa kebersihan pada alat kelamin perlu dijaga untuk terhindar dari penyakit seks menular lainnya.

Penyakit

Waspada! Penyakit Diabetes Bisa Menyerang Anak

Diabetes merupakan penyakit yang menyebabkan insulin tidak bekerja dengan baik sehingga kadar gula tidak terkelola dengan optimal. Penyakit diabetes sendiri terdiri dari dua macam, yaitu tipe satu dan tipe dua yang masing-masing memiliki perbedaan. Secara singkat, diabetes tipe 1 disebabkan oleh penyakit autoimun dan diabetes tipe 2 disebabkan karena berbagai faktor, terutama gaya hidup yang tidak sehat. 

Penyakit diabetes kerap dikaitkan dengan orang dewasa sebagai penderitanya. Namun, tahukah Anda bahwa anak-anak juga bisa menderita diabetes? Ada berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. Mengetahui informasi tersebut setidaknya memicu kewaspadaan orangtua dan mengupayakan pencegahan lebih cepat dilakukan. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan anak menderita diabetes.

penyebab diabetes

Penyakit Diabetes Pada Anak

Tak hanya orang dewasa, anak-anak bisa menderita diabetes di usia yang sangat belia. Diabetes 1 merupakan tipe diabetes yang paling umum menimpa anak-anak. Bahkan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir, Kemenkes melaporkan bahwa diabetes menimpa anak usia 0-18 tahun dan mengalami peningkatan. Bukan tanpa alasan, berikut faktor penyebab diabetes pada anak yang harus Anda ketahui:

  • Faktor Genetik

Diabetes tipe 1 pada anak tak bisa dicegah karena berkaitan dengan faktor gen. Anak yang memiliki penyakit turunan berisiko besar terkena penyakit diabetes 1. Akibatnya, tubuh mengalami gangguan saat memproduksi hormon insulin. Sedangkan tubuh manusia membutuhkan insulin untuk mengelola gula menjadi energi pada tubuh. Apabila glukosa/gula tak dapat diolah dengan optimal, maka terjadi peningkatan kadar gula dalam darah. 

  • Gaya Hidup

Sedangkan diabetes tipe 2 pada anak disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal tersebut menyebabkan anak mengalami obesitas dan berisiko besar terkena penyakit diabetes. Apabila anak obesitas dan tidak menjaga berat badan dengan baik, maka dapat memicu perubahan pada metabolisme tubuh. Jaringan adiposa (jaringan lemak) akan melepaskan molekul lemak dalam darah dan memengaruhi sensitivitas insulin yang berkurang. 

Selain itu, faktor kurang bergerak, usia dan jenis kelamin, kelahiran prematur hingga berat badan lahir serta diabetes gestasional bisa jadi penyebab anak mengalami penyakit diabetes. 

Gejala Awal Anak Menderita Diabetes 

Lantas, gejala apa saja yang muncul apabila anak mengalami sakit diabetes? Secara umum, berikut ciri-cirinya: 

  • Anak sering buang air kecil. Diabetes tipe 2 memungkinkan intensitas buang air seseorang menjadi lebih sering. Ketika glukosa dalam darah berlebih, maka tubuh akan mengeluarkan sebagian cairan urin,
  • .Rasa haus. Buang air kecil terlalu sering akan menyebabkan tubuh menjadi kekurangan cairan dan membuat anak menjadi haus dan sering minum. Selain itu, tubuh yang kesulitan menggunakan gula darah akan mudah lelah. Jika anak gampang kelelahan, Anda patut untuk waspada. 
  • Beberapa bagian kulit berwarna gelap. Resistensi insulin menyebabkan insulin kesulitan untuk mengelola glukosa dalam darah. Situasi tersebut juga menyebabkan kondisi kulit menjadi lebih gelap dan sering disebut dengan istilah acanthosis nigricans. Warna gelap pada kulit sering terlihat di bagian ketiak dan belakang leher. 
  • Berat badan menurun. Gejala yang satu ini kerap dialami anak yang menderita diabetes tipe 1. Berkurangnya asupan energi akan menyebabkan jaringan pada otot dan lemak menjadi mengecil dan berat badan menurun. Selain itu, tidak hanya ditandai secara fisik, anak yang menderita diabetes akan menunjukkan perubahan perilaku. Suasana hatinya akan mudah terganggu dan kemungkinan mengalami performa belajar di sekolah. 

Itulah penyebab dan gejala penyakit diabetes menyerang anak. Jika anak mengalami beberapa kondisi di atas, ada baiknya untuk konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. 

Penyakit

Jangan Diremehkan, Ini Gejala Alzheimer yang Harus Diwaspadai

Alzheimer merupakan kondisi yang paling sering menyebabkan demensia pada lansia. Gejala Alzheimer mungkin tidak selalu mudah untuk dikenali, tapi tetap harus diwaspadai sebagai upaya antisipasi. 

Kondisi Alzheimer bisa terjadi akibat menyusutnya otak serta kematian sel-sel otak. Gejala dari kondisi ini berkembang secara perlahan dan akan membuat penderitanya mengalami penurunan dalam kemampuan berpikir, perubahan perilaku, serta keterbatasan sosial. 

Mewaspadai tanda-tanda gejala Alzheimer 

Gejala kondisi ini akan mempengaruhi berbagai area pada fungsi otak. Mungkin saja, penurunan fungsi otak ini terjadi secara perlahan, tapi bisa juga terjadi secara cepat. Berikut ini gejala-gejala yang perlu Anda waspadai sebagai tanda kondisi Alzheimer:

  • Penurunan kemampuan untuk mengingat

Orang yang menderita Alzheimer paling mudah mengalami gejala penurunan kemampuan untuk mengingat. Ini akan membuat Anda kehilangan berbagai macam memori, membatasi Anda untuk beraktivitas sehari-hari di tempat kerja dan di rumah. 

Ketika penderita Alzheimer kehilangan kemampuan untuk mengingat, mereka akan sering mengulang ucapan yang sama berkali-kali, sering meletakkan barang di lokasi yang salah, lupa dengan nama orang-orang di sekitar, mudah tersesat, serta lupa dengan percakapan yang bahkan baru saja dilakukan. 

  • Tidak bisa mengambil keputusan

Gejala Alzheimer lainnya yang perlu diwaspadai adalah ketidakmampuan untuk mengambil keputusan. Ini bisa terjadi karena penurunan fungsi otak yang membuat penderita tidak bisa menentukan apa yang masuk akal dan apa yang tidak. 

Contohnya, bisa saja penderita mengambil keputusan yang buruk dengan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan cuaca saat itu. Ini mungkin terlihat sepele, tapi sebenarnya perlu diwaspadai sebagai tanda-tanda awal Alzheimer. 

  • Tidak mampu berkonsentrasi

Bagi penderita Alzheimer, akan sangat sulit untuk berkonsentrasi dalam memikirkan hal tertentu, apalagi jika hal-hal tersebut berhubungan dengan konsep yang abstrak dan angka-angka.

Selain itu, penderita juga akan semakin kesulitan untuk multitasking. Jika sudah parah, gejala Alzheimer ini juga akan membuat penderita tidak bisa mengenali angka sama sekali. 

  • Perubahan sifat dan perilaku

Penurunan fungsi otak tidak hanya berdampak pada kemampuan untuk berpikir, tetapi juga pada perubahan suasana hati. Penderita Alzheimer rentan mengalami perubahan sifat dan perilaku. 

Penderita mungkin saja akan mengalami depresi, apatis, rasa tidak percaya pada orang lain, perubahan kebiasaan tidur, mudah iritasi, agresif, menarik diri secara sosial, serta delusi. 

Faktor risiko kondisi Alzheimer

Selain mengenali tanda-tanda gejala Alzheimer, Anda juga perlu mewaspadai faktor risiko kondisi ini. Dengan begitu, sejak awal Anda sudah bisa melakukan upaya antisipasi dan pencegahan sedini mungkin. 

Ada beberapa golongan faktor risiko yang lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer, contohnya seperti: 

  • Faktor usia

Alzheimer lebih sering terjadi pada lansia. Semakin tua usia Anda, semakin berisiko terhadap Alzheimer. Ini terjadi karena kemampuan dan fungsi otak secara perlahan akan mengalami penurunan akibat faktor usia. 

  • Faktor genetik

Perlu diketahui, Alzheimer juga bisa diwariskan secara genetik. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami kondisi ini, maka waspadalah. Konsultasikan dengan dokter untuk mencari upaya pencegahan yang tepat. 

  • Jenis kelamin

Menurut penelitian, Alzheimer lebih mungkin terjadi pada wanita. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa pria pun rentan menderita kondisi ini.

Jika Anda termasuk sebagai salah satu golongan faktor risiko di atas, maka sebaiknya carilah upaya pencegahan sejak dini. Jangan remehkan gejala Alzheimer yang dirasakan dan segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyakit

Kenali Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus, Bisa Sebabkan Kematian

Menjaga asupan gula dan memantau kadar gula darah adalah dua hal penting yang harus dilakukan penderita diabetes melitus. Sebab, kadar gula darah yang tak terkendali dapat meningkatkan risiko penderita mengalami komplikasi penyakit serius lainnya yang berujung pada kematian. Lalu, apa saja komplikasi diabetes melitus yang mungkin muncul pada penderita diabetes melitus tipe 1 ataupun tipe 2? 

Komplikasi Diabetes Melitus

Tak hanya menyebabkan kadar gula darah tinggi saja, tetapi diabetes juga dapat menyerang semua organ tubuh lainnya. Mulai dari jantung, ginjal, mata, hingga saraf dan gigi. Itulah mengapa, pentingnya menjaga kadar gula darah agar selalu berada dalam batas normal. 

Berikut beberapa komplikasi diabetes melitus yang bisa terjadi apabila gula darah tidak terkontrol dengan baik serta tidak menjalani pengobatan diabetes sesuai anjuran dokter.

1. Hipoglikemia dan Hiperglikemia

Apabila kadar gula darah tidak terkontrol, Anda bisa saja mengalami hipoglikemia, yaitu kadar gula darah yang turun secara drastis hingga kurang dari 60 mg/dL ataupun hiperglikemia, yaitu kadar gula darah yang terlalu tinggi bahkan bisa mencapai 500 mg/dL. Kondisi ini berpotensi mengancam nyawa karena bisa memicu muncul penyakit lain, seperti stroke, koma hingga kematian jika tidak segera ditangani. 

Umumnya, penderita diabetes yang mengalami hipoglikemia ditandai dengan pandangan yang kabur, detak jantung cepat, pusing, tubuh gemetar, dan keringat dingin. Dalam kondisi yang lebih serius, Anda bisa mengalami kejang, pingsan, dan koma. 

Sementara itu, kondisi hiperglikemia biasanya ditandai dengan sering buang air kecil, rasa haus yang meningkat, penglihatan kabur, mudah merasa lelah, dan pusing. Lebih lanjut, kondisi ini bisa menyebabkan sakit perut, nafas berbau buah, sesak napas, mual dan muntah, linglung, hingga pingsan. 

2. Ketoasidosis diabetik (DKA) 

Ketoasidosis diabetik (DKA) merupakan komplikasi diabetes melitus yang serius. Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan koma diabetik (pingsan lama) bahkan kematian.

Melansir dari American Diabetes Association, ketoasidosis diabetik lebih sering dialami penderita diabetes 1. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak memiliki insulin dalam jumlah cukup untuk mengubah glukosa menjadi energi. Akibatnya, tubuh harus memecah lemak menjadi energi. Proses pemecahan lemak menjadi energi ini menghasilkan banyak asam yang disebut keton. 

Ketika keton yang dihasilkan terlalu banyak hingga menumpuk dalam darah akan menyebabkan dehidrasi, sakit perut, dan masalah pernapasan. Tak hanya itu, kadar keton yang tinggi juga dapat meracuni tubuh. Oleh karena itu, dibutuhkan pertolongan medis secepatnya untuk mengatasi komplikasi diabetes melitus ini. 

3. Gangguan Penglihatan

Komplikasi diabetes melitus juga terjadi pada mata. Pada awalnya, Anda mungkin akan merasa penglihatan menjadi kabur selama beberapa hari atau minggu akibat kadar gula tinggi. Namun, kondisi ini akan menghilang setelah kadar gula normal kembali. 

Kadar gula yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di belakang mata. Beberapa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh komplikasi diabetes melitus, antara lain:

  • Retinopati diabetik
  • Katarak
  • Glaukoma
  • Makula diabetik

4. Penyakit Kardiovaskular

Selain gangguan mata, penderita diabetes juga rentan mengalami penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke. Hal ini disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi sehingga terjadi penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Penumpukan ini lama-kelamaan akan meningkatkan risiko aterosklerosis (pembuluh darah menjadi kaku).

Jika penumpukan lemak ini menyumbat pembuluh darah yang menuju ke jantung akan menyebabkan serangan jantung. Sementara, jika penyumbatan terjadi pada otak, besar kemungkinan akan terjadi stroke.

5. Penyakit ginjal

Kadar gula darah yang tinggi juga dapat merusak ginjal yang dalam istilah medis disebut dengan nefropati diabetik. Kondisi ini bisa terjadi pada penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2. 

Gula darah yang tinggi akan menyebabkan pembuluh darah kecil yang terdapat pada ginjal bekerja terlalu keras sehingga lama-kelamaan pembuluh darah tersebut rusak. Pada mulanya, pembuluh darah yang rusak tersebut akan menyebabkan kebocoran protein dalam urin. Selanjutnya, ginjal akan kehilangan kemampuannya untuk membersihkan dan menyaring darah.

Itulah beberapa komplikasi diabetes melitus yang bisa terjadi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar gula darah dan disiplin dalam menjalani pengobatan diabetes sesuai yang dianjurkan dokter.

Penyakit

Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Kanan Pada Wanita

Perut bagian bawah kanan adalah tempat organ pencernaan dan pada wanita juga merupakan tempat dimana rahim berada. Karena merupakan tempat organ pencernaan dan rahim, perut bagian bawah rentan mengalami sakit jika salah satu organ tersebut bersamalah. Pada wanita khususnya, sakit perut bagian bawah kanan bisa menjadi serius khususnya bagi wanita yang sedang hamil.

Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Kanan Pada Wanita

Masalah pencernaan yang menjadi penyebab sakit perut bagian bawah kanan seperti radang usus buntu, sindrom iritasi usus besar (IBS), penumpukan gas hingga radang usus. Sedangkan pada wanita rasa sakit di perut bagian kanan bawah bisa menandakan berbagai macam kondisi, antara lain.

Sakit perut bagian atas dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.
  1. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di ovarium, usus, atau tuba falopi. Endometriosis adalah kondisi ginekologi yang mempengaruhi hingga 10 persen wanita.

Gejala endometriosis bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Nyeri panggul adalah gejala endometriosis yang paling umum, namun endometriosis juga bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri atau sakit perut bagian bawah kanan sebelum atau selama periode menstruasi
  • Kram selama satu atau dua minggu saat menstruasi
  • Pendarahan berat menstruasi
  • Masalah kesuburan
  • Nyeri setelah berhubungan seksual
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil
  • Nyeri di bagian punggung bawah yang bisa terjadi kapan saja saat siklus menstruasi

Endometriosis bisa saja tidak menimbulkan gejala, karena itu Anda harus melakukan pemeriksaan secara rutin terutama jika merasakan dua gejala diatas.

  1. Kram Menstruasi

Kram menstruasi atau dismenore adalah gejala menstruasi yang menimbulkan rasa tidak nyaman selama periode menstruasi. Dismenore bisa terjadi satu hari sebelum haid hingga 2 hari saat periode haid. Kram menstruasi bisa dirasakan di salah satu atau kedua sisi perut bagian bawah yang merupakan tempat rahim berkontraksi untuk menghilangkan lapisan guna mengalirkan darah menstruasi.

Gejala umum lainnya termasuk:

  • Rasa sakit di seluruh punggung bagian bawah dan paha
  • Mual
  • Sakit kepala

Untuk meredakan kram menstruasi, Anda bisa menghilangkan obat pereda nyeri atau mengonsumsi teh chamomile.

  1. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang ada pada ovarium. Kebanyakan kista tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat hilang dengan sendirinya. Terdapat dua jenis kista ovarium yaitu kista folikel dan kista korpus luteum.

Kista ovarium yang besar, terutama jika pecah bisa menyebabkan gejala yang serius seperti:

  • Nyeri tajam pada bagian bawah perut
  • Kembung
  • Perasaan penuh pada bagian perut

Anda harus segera menemui dokter jika merasakan gejala seperti:

  • Sakit perut yang tiba-tiba dan parah
  • Demam
  • Muntah
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  1. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada rahim melainkan menempel pada tuba falopi, rongga perut, atau leher rahim. Kehamilan ektopik juga disebut kehamilan di luar kandungan. 

Kehamilan ektopik bisa menyebabkan gejala seperti:

  • Pendarahan vagina dari ringan hingga berat
  • Rasa sakit saat buang air besar
  • Diare
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Wajah pucat

Wanita yang mengalami kehamilan ektopik harus menjalani prosedur operasi untuk menggugurkan kehamilan ektopik.

  1. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang dapat disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dan klamidia. Penyakit radang panggul pada wanita bisa berbahaya jika menyebar melalui darah dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

  • Demam
  • Keputihan yang tidak biasa
  • Bau yang tidak sedap pada keputihan
  • Rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seks
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Pendarahan saat haid

Itulah beberapa penyebab sakit perut bagian bawah kanan pada wanita. Jika gejala penyakit yang Anda alami bertambah parah, Anda harus segera menghubungi dokter.

Penyakit

Demam Setiap Sore Menjelang Malam, Apakah Ada Penyakit Serius?

Demam adalah respon tubuh terhadap suatu penyakit. Biasanya, demam akan muncul ketika seseorang sedang mengalami penyakit seperti flu atau ketika sistem kekebalan tubuh melemah sehingga jadi gampang terganggu.

Suka disalahartikan, demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari adanya gangguan kesehatan yang mampir ke tubuh. Umumnya terjadi sebagai reaksi ketika sistem imun melawan berbagai gangguan seperti virus, bakteri, jamur, dan lainnya.

Hal yang tidak boleh dilakukan saat demam harus dihindari agar tidak semakin parah

Ternyata demam memiliki beberapa jenis yang belum diketahui oleh banyak orang. Jenis demam bisa dibedakan dari suhu panas dan juga lamanya demam itu sendiri. 6 jenis demam yang ada, yaitu:

Intermittent: Intermiten merupakan demma yang terjadi karena suhu tubuh naik secara tiba-tiba dan juga kembali ke suhu normal setelahnya. Biasanya demam intermiten ini terjadi sebagai gejala yang dialami oleh penderita penyakit kala-azar, pyaemia, sepsis, atau malaria.

Persistent: Demam biasa terjadi dalam waktu yang tidak lama, sekitar 1-3 hari. Tetapi ada jenis demam persisten yaitu demam yang bisa terjadi selama 14 hari lamanya. Demam persisten disebabkan oleh infeksi kronis misalnya bronkitis atau tuberkulosis paru.

Konstan: Demam jenis ini terjadi selama 1×24 jam dengan suhu yang berada di atas batas normal selama sehari ataupun lebih. Suhu panas penderita demam konstan biasanya tidak akan mengalami perubahan yang terlalu drastis. Demam ini terjadi ketika seseorang mengalami influenza, batuk, atau alergi.

Remiten: Jika demam intermiten dapat kembali ke suhu normal, demam remiten justru kebalikannya. Suhu panas untuk orang dengan gejala demam remiten akan berada di atas batas normal sepanjang hari dan bisa naik lebih dari 1 derajat dalam waktu 24 jam. Biasanya demam jenis ini dialami orang yang memiliki penyakit brucellosis dan endocarditis.

Pel-Ebstein: Demam yang satu ini cukup unik dimana demam akan naik secara tiba-tiba dan bertahan hingga seminggu, lalu kemudian tiba-tiba turun mendekati normal dalam jangka waktu yang sama. Demam Pel-Ebstein ini memiliki pola yang sering berulang dan berhubungan secara spesifik dengan Limfoma Hodgkin (jenis kanker getah bening).

Hiperpireksia: Ini merupakan demam yang cukup parah dimana suhu tubuh bisa melebihi 41,1 derajat celcius. Demam hiperpireksia disebabkan oleh penyakit seperti keracunan, infeksi, hingga kanker atau tumor.

Demam setiap sore menjelang malam

Selain 6 jenis demam yang sudah disebutkan tadi, ternyata ada lagi satu jenis demam yang cukup banyak dialami oleh banyak orang, yaitu demam setiap sore menjelang malam.

Demam jenis ini biasanya akan muncul di malam hari meskipun ketika pagi atau siang hari badan Anda terasa sehat. Kondisi ini tentunya akan membawa rasa tidak nyaman untuk Anda jika dibiarkan terus menerus.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mengalami demam setiap sore menjelang malam. Inilah penyebab demam datang setiap sore menjelang malam:

  1. Adanya infeksi pada kulit

Demam setiap sore menjelang malam dapat disebabkan oleh adanya infeksi yang terjadi pada kulit, misalkan karena adanya luka di kulit. Hal ini terjadi karena sistem imun merespon infeksi tersebut dan menyebabkan suhu tubuh meningkat.

Jika Anda mengalami demam yang disebabkan infeksi kulit, sebaiknya segera memeriksakan kondisi ini ke dokter agar tidak menjadi masalah yang lebih parah.

  1. Mengalami peradangan

Peradangan juga bisa menjadi salah satu penyebab datangnya demam setiap sore menjelang malam. Kondisi ini bisa saja terjadi akibat adanya reaksi alergi pada obat atau lainnya.

Peradangan kemungkinan terjadi akibat alergi biasa jika Anda terus mengalami demam yang hanya terjadi di malam hari saja.

  1. Terjadi infeksi di saluran pernapasan

Salah satu penyebab munculnya demam setiap sore menjelang malam adalah karena adanya infeksi di saluran pernapasan misalnya pilek. Ketika seseorang sedang pilek, terkadang akan mengalami demam di malam hari.

Tetapi demam setiap sore menjelang malam juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan atau infeksi di saluran pernapasan seperti bronkitis, trakera, laring, atau lainnya.

  1. Memiliki infeksi pada kantung kemih

Anda juga mungkin bisa mengalami demam setiap sore menjelang malam yang diakibatkan oleh adanya infeksi pada kantung kemih. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada saluran kemih dan demam muncul bersamaan dengan gejala tersebut.

Anda harus segera memeriksakan kondisi ini ke dokter karena infeksi yang terjadi pada saluran kemih tidak bisa sembuh dengan sendirinya.

Demam akan membuat kondisi tubuh melemah dan tentunya kondisi ini akan membuat Anda merasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas. Jika Anda mengalami demam setiap sore menjelang malam yang tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera mengkonsultasikan kondisi ini dengan dokter agar segera mencari tahu penyebab dan cara menanganinya.

Anda bisa langsung menanyakan langsung pada dokter yang tersedia di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Penyakit

Berbagai Obat Hipertensi dan Cara Mencegah Hipertensi

Foto stok gratis dalam ruangan, denyut jantung, dewasa

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan Anda. Jika tidak segera ditangani, hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung bahkan kematian. Oleh karena itu, untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali, pasien harus mengonsumsi obat hipertensi. Dokter akan memberikan resep obat hipertensi sesuai dengan kondisi tubuh pasien. Selain mengonsumsi obat hipertensi, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah.

Penyebab Hipertensi

Tekanan darah dapat naik sesekali, namun jika tekanan darah selalu tinggi disertai dengan gejala lainnya, Anda harus berhati-hati. Jika tekanan darah Anda di atas 130/80 mmHg, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. Sebenarnya, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Penyebab hipertensi primer
  • Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab hipertensi primer.
  • Penyebab hipertensi sekunder
  • Usia (terutama bagi Anda yang berusia di atas 65 tahun)
  • Kehamilan
  • Jarang berolahraga 
  • Mengonsumsi makanan yang kurang sehat¸tinggi lemak dan garam 
  • Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalium
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein
  • Memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Faktor riwayat keluarga (genetik) 
  • Mengalami kondisi medis lainnya, seperti sleep apnea, hipertiroidisme, sindrom cushing, obesitas, penyakit ginjal, atau diabetes.

Jenis Hipertensi

  • Hipertensi stadium 1 menunjukkan tekanan sistolik berkisar antara 130-139 mm Hg dengan tekanan diastolik berkisar antara 80 hingga 89 mmHg.
  • Hipertensi stadium 2 menunjukkan tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dengan tekanan diastolik 90 mm Hg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah Anda tinggi, di atas 180/120 mm Hg. Kondisi ini menunjukkan bahwa Anda membutuhkan perawatan segera mungkin. Terlebih jika Anda juga mengalami nyeri dada, masalah penglihatan, mati rasa atau kelemahan, kesulitan bernapas, stroke atau serangan jantung segera lakukan pengobatan dengan tenaga medis.

Obat-Obatan untuk Mengatasi Hipertensi

Dokter akan merekomendasikan obat hipertensi dengan dosis rendah di awal penggunaan. Namun tidak semua obat hipertensi dapat diresepkan begitu saja pada pasien. Hal ini karena ada beberapa golongan obat hipertensi yang memiliki cara kerja yang berbeda. Selain itu, jenis dan dosis obat hipertensi juga ditentukan oleh dokter dengan berbagai pertimbangan meliputi:

  • Usia
  • Riwayat penyakit
  • Berat badan
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Respon tubuh terhadap obat.

Beberapa obat-obatan untuk mengobati hipertensi meliputi:

  • Diuretik (termasuk thiazides, chlorthalidone, diuretik loop, dan indapamide)
  • Alpha-2 receptor agonist seperti metildopa dan clonidine. 
  • obat antagonis kalsium (calcium channel blocker)
  • penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) meliputi benazepril, captopril, enalapril, fosinopril, lisinopril, perindopril, quinapril, ramipril, dan trandolapril.
  • Angiotensin II receptor blocker (meliputi eprosartan, candesartan, losartan, olmesartan, telmisartan, dan valsartan).
  • Penghambat alpha blocker (meliputi doxazosin dan terazosin)
  • Penghambat (bisoprolol dan propranolol)
  • Penghambat renin (aliskiren)

Peringatan 

Jika Anda menggunakan obat antihipertensi harus berhati- hati membaca label obat bebas (OTC) yang mungkin dikonsumsi, seperti dekongestan. Hal ini karena bbat OTC dapat berinteraksi dengan obat hipertensi. 

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

  • Diet untuk menjaga berat badan tetap normal, perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan serat.
  • Konsumsi kacang-kacangan seperti almond yang kaya omega 3 dapat menjaga tekanan darah.
  • Mengurangi asupan garam di bawah 5 gram per hari. 
  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok karena dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Kurangi asupan lemak jahat dan perbanyak asupan lemak baik dengan mengonsumi ikan, daging sapi tanpa lemak, dada ayam, minyak zaitun.
Hidup Sehat, Olahraga, Penyakit

Bokong Pegal Duduk Terlalu Lama, Apa yang Harus Dilakukan

Anda termasuk golongan pekerja yang menghabiskan waktu minimal 6 jam sehari duduk menatap layar komputer? Jika ya, mungkin Anda mengalami masalah pantat pegal karena duduk terlalu lama.

Kondisi ini dialami oleh banyak orang dan termasuk gangguan yang wajar. Biasanya dimulai dengan nyeri punggung bawah terlebih dahulu, lalu melebar sampai pantat pegal.

Penyebab umum nyeri punggung dan pantat pegal adalah postur tubuh yang buruk saat duduk. Duduk dalam posisi membungkuk dapat membebani bantalan berisi cairan yang berfungsi melindungi tulang belakang.

Nah kebiasaan salah postur ini dapat memperburuk kondisi medis yang mendasari masalah pantat pegal. Ada juga penyebab pantat pegal lainnya, Anda bisa mendapatkan informasinya di sini. (insert link satunya)

Kali ini SehatQ akan mengulas gangguan bokong pegal karena duduk terlalu lama. Apa yang harus dilakukan?

Posisi duduk terbaik

Jika pantat pegal dimulai karena kesalahan pada postur duduk, tentu cara terbaik mengatasinya adalah dengan memperbaiki postur. Anda harus mendisiplinkan diri dalam perbaikan postur ini.

Umumnya kebiasaan salah postur ini dimulai sejak kecil. Orang tua atau guru mungkin pernah mengingatkan Anda untuk memperbaiki posisi duduk.

Duduk dalam satu posisi untuk waktu yang terlalu lama tidaklah sehat untuk tubuh. Terlebih jika Anda terbiasa duduk membungkuk, merosot ke satu sisi, atau bersandar terlalu ke belakang. 

Posisi-posisi itu, jika dilakukan dalam waktu lama, dapat menyebabkan nyeri dan masalah lainnya.

Anda bisa mencoba duduk lebih tegak. Posisikan tubuh lurus sepanjang punggung Anda, tegakkan kepala. Jaga bahu tetap rata dan jangan sampai membungkuk ke depan.

Jika Anda sudah mencapai posisi duduk tegak sempurna, Anda bisa merasakan bagian punggung bawah Anda meregang dan memanjang.

Upaya untuk mengurangi pantat pegal

Selain memperbaiki postur untuk mengatasi pantat pegal, ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi rasa nyeri pada area panggul dan bokong.

  • Ubah posisi duduk. Coba pilih kursi ergonomis yang didesain untuk menjaga postur baik tubuh.
  • Gunakan es. Rasa dingin membantu mengurangi bengkak di pantat. Anda bisa melakukan kompres dengan es selama 20 menit.
  • Gunakan heating pad. Setelah bengkak berkurang, sekitar 24 jam setelahnya, Anda bisa menggunakan heating pad untuk melancarkan darah di area pantat.
  • Bantal punggung. Anda perlu menggunakan bantal punggung di bagian bawah ulang belakang untuk menjaga postur.
  • Pijat. Otot pantat juga perlu relaksasi
  • Coba Yoga. Olahraga Yoga sudah cukup populer beberapa tahun terakhir, tidak ada salahnya mencobanya

Peregangan dan olahraga

Ada beberapa olahraga ringan dan latihan peregangan yang bisa Anda coba sendiri. Setidaknya ada tiga posisi yang bagus untuk mengatasi pantat pegal:

  • Posisi plank
  • Posisi bird dog
  • Posisi arch

Penanganan medis

Jika Anda merasa kondisinya sudah terlalu parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Dokter mungkin akan menyarankan sejumlah perawatan seperti:

  • Terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot
  • Injeksi steroid atau nerve blockers untuk menghilangkan rasa nyeri
  • Akupunktur dan terapi laser, dapat menghilangkan nyeri tanpa operasi
  • Obat-obatan seperti pelemas otot, antidepresan, dan lainnya

Kapan harus ke dokter?

Setelah mencoba pencegahan dan latihan di atas tapi masih belum ada perubahan, segera ke dokter jika Anda merasakan kondisi di bawah ini:

  • Rasa nyeri bertahan lama dan semakin buruk
  • Kesemutan atau mati rasa di bagian punggung atau kaki
  • Demam
  • Sangat lemah untuk bergerak
  • Berat badan turun

Catatan

Pantat pegal adalah kondisi yang biasa terjadi, apalagi kasus bokong pegal karena duduk terlalu lama.

Cara terbaik mengatasinya adalah dengan memperbaiki postur duduk. Jika tidak ada perkembangan, segera kunjungi dokter Anda.

Penyakit

Ketahui Penyebab dan Pengobatan Betis Bengkak

Betis bengkak dapat disebabkan banyak hal dan bervariasi tingkat keparahannya. Penyebab betis bengkak yang lebih serius bisa terjadi karena masalah organ seperti gagal ginjal atau penyakit hati. 

Nyeri betis bervariasi dari orang ke orang, tetapi pada umumnya terasa seperti nyeri tumpul, dan terkadang disertai rasa sesak di bagian belakang kaki bagian bawah. Gejala yang dapat mengindikasikan kondisi betis bengkak meliputi:

  • Tidak nyaman saat berdiri atau berjalan
  • Ukuran betis membesar
  • Pembengkakan di sepanjang pembuluh darah kaki
  • Terasa nyeri saat berdiri atau berjalan 
  • Kulit berubah warna menjadi merah
  • Area bengkak terasa hangat saat disentuh

Penyebab Betis Bengkak

Penyebab Lingkungan

Faktor lingkungan yang terkait dengan kebiasaan gaya hidup atau paparan zat tertentu dapat memicu betis bengkak.

Penyebab Alami

Kondisi tubuh tertentu dapat menyebabkan betis bengkak. Pembengkakan sering dikaitkan dengan retensi air yang meningkat karena terjadi kelebihan berat badan, hamil, atau saat menstruasi. Tetap berdiri untuk waktu yang lama atau, sebaliknya, duduk untuk waktu yang lama juga dapat menyebabkan betis bengkak.

Penyebab Traumatis

Trauma pada betis dapat menyebabkan pembengkakan, seperti berikut ini.

  • Strain: Kelelahan selama aktivitas atletik yang dapat menyebabkan ketegangan otot dan pembengkakan.
  • Patah: Trauma pada tulang kering dapat menyebabkan patah dan menyebabkan betis bengkak.
  • Pembedahan: Pembengkakan adalah produk samping umum dari prosedur bedah pada betis.

Penyakit Sistemik Penyebab Betis Bengkak

Pembengkakan betis dapat terjadi karena penyakit sistemik, seperti berikut ini.

  • Kegagalan organ: Ketika organ-organ seperti ginjal, jantung, dan hati mengalami gangguan atau kegagalan dalam menjalankan fungsinya, maka juga dapat menyebabkan betis bengkak. 
  • Vaskular: Pembengkakan dapat terjadi ketika darah tidak dapat dipompa secara efektif ke seluruh tubuh. Kondisi seperti itu dapat menyebabkan pembengkakan karena terjadi gangguan pada pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Trombosis vena dalam (DVT) lebih sering terjadi setelah perjalanan panjang dengan pesawat karena tekanan kabin, dehidrasi, serta periode imobilisasi yang lama. DVT atau pulmonary embolus (PE) dari DVT yang copot ke paru-paru memerlukan evaluasi dan pengobatan segera. Untuk pencegahan, bangun dan berjalan-jalan setiap satu atau dua jam dalam penerbangan panjang dan pertimbangkan stoking kompresi jika Anda memiliki sirkulasi yang buruk.

Penyebab Betis Bengkak Karena Radang

Penyebab betis bengkak karena peradangan bisa terkait karena hal sebagai berikut.

  • Autoimun: Gangguan yang menyebabkan tubuh justru menyerang sel-sel dari tubuhnya sendiri dapat menyebabkan kondisi seperti rheumatoid arthritis.
  • Infeksi: Pembengkakan dapat terjadi ketika bagian kaki bagian bawah terkena infeksi.

Ruptur Tendon Achilles

Tendon Achilles menghubungkan otot betis ke tulang tumit. Bersama-sama, otot dan tendon membantu mendorong tumit dari tanah dan membantu seseorang untuk berdiri. Jika tendon Achilles meregang terlalu jauh, bisa robek atau pecah.

Trombosis vena dalam

Trombosis vena dalam (DVT) adalah pembekuan atau penggumpalan darah yang terbentuk di pembuluh vena yang jauh di dalam tubuh. Sebagian besar pembekuan vena dalam terjadi di kaki bagian bawah atau paha.

Sindrom Kompartemen

Sindrom kompartemen akut merupakan kerusakan yang terjadi pada kelompok otot tertentu pada lengan atau kaki setelah cedera traumatis. Sindrom kompartemen akut bisa disebabkan karena patah tulang dan luka bakar. 

Gejala yang ditimbulkan karena sindrom kompartemen dapat meningkat dengan cepat, seperti timbul rasa sakit yang parah dan sesak di otot, sensasi kesemutan atau terbakar, dan kadang-kadang mati rasa serta merasa lemah.

Pengobatan Betis Bengkak

Betis bengkak dapat diobati, salah satunya dengan pengobatan rumahan. Berikut pengobatan atau perawatan rumahan yang dapat membantu meredakan betis bengkak.

  • Istirahatkan betis untuk waktu yang lama. Kompres dengan es pada area yang bengkak dalam interval 15 hingga 20 menit.
  • Mempertahankan betis pada ketinggian di atas jantung akan membantu cairan meninggalkan area yang terkena dan mengurangi pembengkakan pada betis.
  • Jaga agar betis bengkak tetap terbungkus rapat, tetapi tidak dibungkus terlalu kencang karena dapat memotong sirkulasi darah.
  • Konsumsi obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), misalnya ibuprofen pada umumnya dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan membatasi peradangan.
  • Menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur akan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh dan meningkatkan sirkulasi.
  • Untuk cedera atau masalah betis bengkak yang lebih serius, dokter juga dapat memberikan Anda rekomendasi untuk melakukan terapi fisik.

Untuk betis bengkak yang disebabkan oleh kondisi seperti DVT, sindrom kompartemen, atau DPN, diperlukan tindakan intervensi medis, termasuk pembedahan dan konsumsi obat-obatan. Jika rasa sakit yang ditimbulkan betis bengkak menjadi lebih parah atau tidak mereda dalam beberapa hari, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Mengenal Prosedur Percutaneous Nephrolitotomy untuk Mengatasi Batu Ginjal

Mengenal Prosedur Percutaneous Nephrolitotomy untuk Mengatasi Batu Ginjal

Bagi penderita penyakit batu ginjal mungkin tidak asing dengan istilah percutaneous nephrolitotomy. Prosedur ini merupakan langkah yang dilakukan untuk mengangkat batu ginjal yang tidak bisa dikeluarkan melalui urin. Caranya adalah dengan membuat sayatan kecil di punggung pasien menggunakan skop berongga agar batu ginjal dapat diambil. 

Pada sebagian besar, kasus batu ginjal tidak perlu menjalani prosedur operasi. Namun, pada beberapa kasus batu ginjal tidak dapat dikeluarkan dengan sendirinya melalui urin. Jika hal ini terjadi, pasien akan merasakan nyeri yang hebat. Untuk mengatasi hal ini, dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur percutaneous nephrolitotomy.

Umumnya prosedur ini dilakukan untuk ukuran batu ginjal sedang hingga besar. Pasien juga memiliki risiko yang lebih besar sehingga perlu menjalani rawat inap setelah prosedur dilakukan. Pasien dengan kelainan perdarahan harus rela tidak bisa melakukan prosedur ini.

Kondisi-kondisi yang disarankan untuk melakukan prosedur percutaneous nephrolitotomy

Anda akan direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani percutaneous nephrolitotomy jika mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Batu ginjal besar menghalangi lebih dari satu cabang sistem pengumpulan ginjal (dikenal sebagai batu ginjal staghorn)
  • Batu ginjal berdiameter lebih dari 0,8 inci (2 sentimeter)
  • Batu ginjal berukuran besar ada di ureter
  • Terapi batu ginjal lainnya yang telah dilakukan gagal

Persiapan sebelum memulai prosedur percutaneous nephrolitotomy

Sebelum menjalani prosedur percutaneous nephrolitotomy, dokter akan melakukan anestesi sehingga Anda akan tertidur saat prosedur berlangsung dan tidak merasakan nyeri.

Pada kondisi tertentu, dokter juga mungkin akan meresepkan antibiotik agar Anda terhindar dari infeksi setelah prosedur selesai.

Prosedur percutaneous nephrolitotomy

Langkah-langkah yang dilakukan dokter dalam prosedur ini biasanya adalah sebagai berikut:

  • Dokter membuat sayatan kecil pada punggung pasien.
  • Pada sayatan yang telah dibuat, dokter akan memasukkan tabung hingga ke ginjal. 
  • Terdapat juga kamera yang biasa disebut nephroscope di dalam tabung untuk mengangkat batu ginjal.
  • Untuk membantu mengeluarkan cairan dari ginjal dan proses pemulihan, dokter akan kembali memasukkan tabung khusus di akhir operasi.

Setelah prosedur selesai dilakukan, dokter akan mengirimkan batu ginjal yang sudah diambil ke laboratorium untuk diperiksa. Perlu dicatat, hal ini hanya akan dilakukan jika diperlukan.

Pascaprosedur percutaneous nephrolitotomy

Setelah prosedur ini berhasil dilakukan, pasien akan menjalani rawat inap sekitar 1 hingga 2 hari. Pasien harus beristirahat dan tidak melakukan pekerjaan berat selama 2 hingga 4 minggu.

Pasien harus lebih waspada jika pasca percutaneous nephrolitotomy mengalami pendarahan pada urin. Segera hubungi dokter apabila hal ini terjadi setelah prosedur dilakukan.

Risiko percutaneous nephrolitotomy

Beberapa risiko percutaneous nephrolitotomy adalah sebagai berikut:

1. Kehilangan darah

Pasien dapat kehilangan darah dalam jumlah yang besar selama prosedur percutaneous nephrolitotomy sehingga membutuhkan transfusi darah. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

2. Infeksi

Pasien berisiko mengalami infeksi yang ditandai dengan demam, cairan keluar dari sayatan di punggung, nyeri saat buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering.

3. Cedera jaringan atau organ

Operasi percutaneous nephrolitotomy memiliki resiko merusak organ di sekitar ginjal seperti usus, limpa, hati, dan pembuluh darah. Namun, risiko ini juga sangat jarang terjadi.

Setelah menjalani operasi percutaneous nephrolitotomy, Anda akan diminta untuk berkonsultasi kembali setelah 4 hingga 6 minggu. Dokter akan melakukan pengecekan kembali menggunakan ultrasound atau sinar-X untuk memeriksa apakah terdapat batu yang tertinggal dan memastikan urin mengalir secara normal dari ginjal.