Penyakit

Penyebab Nyeri Punggung Kiri yang Perlu Anda Tahu

Seringnya, ketika mengalami rasa nyeri punggung kiri atau kanan, kita tidak dapat mengetahui penyebab pasti mengapa kondisi tersebut dapat terjadi. Berbeda ketika merasakan sakit pada punggung yang disebabkan karena duduk atau berdiri terlalu lama maupun selepas melakukan kegiatan fisik yang berat.

Jika Anda tiba-tiba merasakan rasa nyeri pada salah satu sisi punggung, baik itu kanan maupun kiri, Anda perlu waspada terhadap kemungkinan penyebab rasa nyeri tersebut. Beberapa hal yang merupakan penyebab rasa nyeri punggung, yaitu:

  • Infeksi ginjal

Mungkin Anda tidak terpikirkan bahwa infeksi ginjal dapat ditandai dengan rasa nyeri punggung pada salah satu sisi. Anda juga mungkin mengalami kesulitan untuk membedakan rasa nyeri yang disebabkan oleh infeksi ginjal atau otot cedera.

Nyeri yang diakibatkan oleh infeksi ginjal, umumnya terasa lebih dalam ke rongga perut dan sakit punggung yang terasa berada di bagian bawah tulang rusuk. Sementara itu, nyeri punggung akibat cedera otot cenderung dirasakan pada punggung bagian bawah.

Ginjal berada di perut dekat dengan otot punggung, sisi kanan dan sisi kiri tubuh. Nyeri punggung yang disebabkan oleh kondisi ini dipengaruhi oleh lokasi ginjal mana yang mengalami infeksi, apakah pada bagian kiri atau kanan.

  • Mengalami kejang otot punggung

Herniated disk atau yang sering dikenal dengan saraf terjepit merupakan kondisi ketika bantalan (disk) berada di antara tulang-tulang yang menumpuk yang menyebabkan tulang belakang terpeleset atau terdorong keluar. Bantalan yang keluar tersebut dapat mengiritasi saraf-saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala nyeri punggung kiri atau kanan yang dapat menyebar hingga bokong dan kaki. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan rasa kesemutan pada bagian punggung, bokong, dan kaki.

  • Peradangan pankreas

Pankreas adalah organ dalam yang memiliki fungsi untuk memproduksi enzim yang berperan penting untuk proses pencernaan dan metabolisme tubuh. Organ ini berada di bagian bawah tulang rusuk di sisi kiri tubuh. Peradangan pankreas yang kronis umumnya disebabkan oleh konsumsi alkohol secara berlebihan. Salah satu gejala yang mungkin terjadi yaitu rasa sakit perut di salah satu sisi yang menyebar hingga menimbulkan nyeri punggung kiri.

Dikarenakan penyebab nyeri punggung kiri tidak dapat diketahui secara kasat mata, maka dari itu penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, rasa nyeri punggung yang dialami dapat ditangani dengan tepat.

Penyakit

Segera ke Rumah Sakit Jika Anda Mengalami Gejala Hipoksia Ini

Waspada jika Anda merasa mengalami penurunan penglihatan di malam hari. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi pertanda gejala hipoksia tahap awal. Hipoksia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen. Keadaan ini sangat berbahaya karena tanpa oksigen yang cukup, organ-organ seperti otak dan hati bisa rusak dalam waktu yang singkat.

Pada tahap awal, saat kadar oksigen dalam tubuh hanya berkurang 5-10%, memang tubuh belum menunjukkan gejala yang parah. berkurangnya kualitas penglihatan di malam hari itu merupakan salah satunya, selain ketidakmampuan mata untuk menangkap warna yang jelas. Seiring bertambahnya tingkat keparahan hipoksia, gejala yang muncul juga akan semakin parah. jika masih dibiarkan juga, kadar oksigen dalam darah tinggal kurang dari 70% maka Anda akan berada dalam kondisi kritis.

Hipoksia terbagi dalam 4 tipe utama, yaitu hipoksia hipoksis, hipoksia anemik, hipoksia stagnan, serta hipoksia histotoksik. Pada orang pecandu narkoba dan alkohol, hipoksia yang terjadi adalah hipoksia histotoksik. Pada kondisi ini, sel jaringan mengalami keracunan. Meskipun kadar oksigen dalam darah normal, sel yang keracunan tersebut tidak dapat menggunakan oksigen sehingga terjadilah hipoksia.

Apa yang harus dilakukan jika menderita hipoksia?

Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala hipoksia, sekalipun baru pada tahap awal. Hipoksia yang hanya berlangsung sebentar bisa segera pulih dan organ tubuh pun kembali berfungsi seperti sedia kala, baik secara total maupun parsial. Sebaliknya, hipoksia yang berlangsung lama bisa sampai berujung pada kematian. Jika tidak meninggal, berbagai komplikasi sudah menanti, di antaranya:

  • Kerusakan otak hingga mati otak serta paralisis (lumpuh).
  • Tubuh berada dalam kondisi vegetatif, yakni ketika fungsi organ dasar seperti bernapas dan membuka bola mata masih berjalan dengan baik, tapi Anda tidak bisa memberi respons terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar.
  • Nekrosis atau kematian jaringan tubuh.
  • Inflamasi atau peradangan.
  • Hipertensi dan infeksi paru.

Agar terhindar dari komplikasi ini, rutin minum obat sesuai anjuran dokter. Selain itu, kamu bisa mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, di antaranya dengan berhenti merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan narkoba, serta melakukan olahraga ringan seperti yoga.