Tindakan Medis

Tips Jalani Rapid Swab Test untuk Anak

Sampai saat ini, tes swab seperti rapid swab test dan swab PCR menjadi pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi infeksi COVID-19 di dalam tubuh. Bagi orang dewasa, tes swab mungkin bukanlah hal yang sulit. Namun, bagi anak-anak proses swab bisa menjadi hal yang menakutkan dan membayangkan rasa sakit yang ditimbulkan. Nah, berikut ini ada beberapa tips bagi orang tua untuk mengajak anaknya melakukan rapid swab test.

Rapid swab test corona (Covid-19) memakai sampel cairan hidung

Penuhi Nutrisi Anak Terlebih Dahulu

Sebelum melakukan tes COVID-19, ada baiknya orang tua memenuhi nutrisi anak dengan makanan bergizi, penuhi kebutuhan air putih harian, serta istirahat yang cukup. Sehingga, anak berada dalam kondisi yang fit pada hari pemeriksaan. Selain itu, jangan biarkan anak merasa kelaparan atau dehidrasi saat menunggu giliran rapid swab test. Agar saat gilirannya tiba, anak bisa diajak untuk kerja sama. Orang tua bisa memberikan sarapan lebih dulu sebelum berangkat ke fasilitas kesehatan tempat melaksanakan pemeriksaan. Bawa juga beberapa makanan ringan kesukaan anak.

Jelaskan Bagaimana Prosedur Tes COVID-19

Biasanya, anak akan merasa takut dan cemas ketika harus mengikuti tes kesehatan. Terlebih jika dirinya tidak mendapat informasi atau penjelasan yang cukup. Anak bisa membayangkan hal yang lebih menakutkan yang bisa terjadi. Oleh karena itu, orang tua perlu menjelaskan bagaimana pemeriksaan rapid swab test dilakukan. Jelaskan bagaimana suasana di fasilitas kesehatan tempat melakukan tes, siapa yang akan memeriksa, berapa lama waktu yang dibutuhkan, serta apa yang akan terjadi selama pemeriksaan.

Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami anak. Selain itu, berikan penjelasan dengan jujur dan tidak perlu berbohong. Katakan saja bahwa untuk rapid swab test pada saat pengambilan sampel, akan ada alat swab yang masuk ke hidung. Proses tersebut mungkin akan menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti ketika hidung kemasukan air saat berenang. Namun, anak tidak perlu khawatir karena prosesnya hanya sebentar. Katakan padanya untuk berpura-pura menjadi patung selama 10-15 detik sehingga ia lebih rileks.

Bawa Mainan Agar Tidak Bosan

Bawa barang yang bisa mengalihkan perhatian anak. Misalkan mainan kesukaan atau buku cerita favoritnya. Saat di ruang tunggu, anak bisa merasa bosan bahkan tegang memikirkan waktu gilirannya. Oleh karena itu, sambil menunggu pemeriksaan, orang tua bisa membuatnya lebih rileks dengan mainan yang dibawa, mengajak ngobrol tentang kartun yang disenangi, atau mendengarkan musik bersama. Anda juga bisa memberikan mainan yang mudah dipegang seperti boneka kecil atau bantal kesayangannya ketika proses rapid swab test agar anak tidak tegang dan merasa lebih tenang.

Jangan Marahi Anak Jika Menolak

Meski anak sudah paham dan setuju untuk menjalankan rapid swab test, bisa saja dirinya berubah pikiran. Alasannya bisa jadi karena masih ragu dan takut, atau melihat anak-anak yang seumuran dengannya menangis kesakitan ketika melakukan pemeriksaan. Jika sudah begini, jangan marahi anak karena tiba-tiba menolak. Ditakutkan, ketika orang tua memarahi anak, justru akan menimbulkan traumatik dan anak akan mengingatnya sebagai pengalaman yang menakutkan. Sebaiknya, perlahan yakinkan bahwa tes ini aman dilakukan.

Buat Posisi Nyaman untuk Anak

Jika rapid swab test dilakukan di fasilitas kesehatan, orang tua bisa menemaninya menjalani pemeriksaan dengan memangku anak menghadap samping atau depan. Anda juga bisa sambil memeluk anak agar dirinya menjadi lebih rileks. Beri tahu anak untuk menghadap ke atas sambil menutup mata. Anda juga bisa memegang dahi anak agar kepalanya tetap diam selama proses pengambilan sampel. Menghitung bersama 1 sampai 20 juga bisa dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak.

Tindakan Medis

Kapan Anda Perlu Melakukan Prosedur Swab Test?

Dengan banyakan prosedur swab test yang telah berlangsung saat ini, Anda mungkin penasaran kapan Anda perlu mendapatkan pemeriksaan atau tes tersebut. Prosedur swab test melibatkan tes diagnostik reaksi rantai polymerase, yang mana juga disebut dengan istilah nasal swab. Ada pula tes antibodi, tes darah yang akan memberitahu Anda apakah Anda pernah menderita infeksi tersebut sebelumnya. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah perlukah Anda menunggu gejala muncul sebelum mendapatkan prosedur swab test atau ada baiknya Anda mengetahui apakah Anda pernah memiliki infeksi di masa lalu?

Orang-orang yang terpapar virus ini yang sebelumnya melakukan kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi menderita COVID-19 perlu mendapatkan prosedur swab test, tidak peduli apakah mereka menunjukkan gejala apapun atau tidak. Dengan mengidentifikasi siapa saja yang positif menderita COVID-19 sejak dini bahkan sebelum penyakit berkembang dan menunjukkan gejala tertentu serta melakukan pencegahan kesehatan publik, kita bisa mencegah terjadinya infeksi dalam persentase yang cukup besar. Ini adalah sebuah kunci penting dalam menuntaskan rantai persebaran COVID-19, karena para ahli telah mempelajari bahwa infeksi asimtomatik, jenis infeksi yang tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun, merupakan pengemudi kunci kenapa penyakit ini sangat mudah menyebar di seluruh dunia. Menemukan orang-orang yang asimtomatik akan memudahkan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus. Namun, orang-orang yang tidak memiliki riwayat paparan dan tidak menunjukkan gejala apapun tidak perlu mendapatkan prosedur swab test. 

Masa inkubasi virus adalah 5 hingga 7 hari, namun dalam beberapa kasus angka ini dapat berubah hingga 14 hari. Jika Anda dites terlalu awal sejak paparan terjadi, ada kemungkinan Anda akan mendapatkan hasil tes negatif palsu. Tes PCR yang positif berarti Anda memiliki RNA virus yang dapat dideteksi. Namun, hal ini bukan berarti Anda menular. Meskipun PCR memberi hasil positif, studi telah menunjukkan bahwa pada beberapa orang tidak ada virus yang dapat dikultur setelah 9 hingga 10 hari. Hal ini berarti seseorang sebelumnya menderita infeksi virus COVID-19 namun dites positif jauh setelah mereka tidak dapat menularkan virus tersebut ke orang lain. Meskipun dimikian, hasil PCR tetap dapat positif selama beberapa minggu setelah infeksi aktif. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa hasil positif berarti Anda harus isolasi mandiri di rumah selama 10 hari. 

Tes antibodi

Tes antibodi mencari level immunoglobulin M (IgM) dan immunoglobulin G (IgG) yang dapat memberitahu apakah baru-baru ini Anda menderita infeksi atau tidak atau Anda pernah memilikinya sebelumnya. Tes antibodi harus dilakukan pada mereka yang menderita gejala COVID-19 namun tidak memiliki akses cepat untuk mendapatkan tes PCR COVID-19. Biasanya, akan membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu untuk mengembangkan antibodi setelah gejala muncul. Oleh karena hal inilah tes antibodi bukanlah merupakan tes yang ideal apabila dibandingkan dengan prosedur swab test sebagai tujuan diagnosis jika Anda memiliki gejala kurang dari satu minggu. 

Tes antibodi juga tidak direkomendasikan untuk mereka yang memiliki gejala dalam waktu kurang dari 8 hari. Dalam waktu itu, Anda hanya direkomendasikan untuk mendapatkan prosedur swab test atau tes PCR, yang mana merupakan acuan standar proses diagnosis kondisi akut. Orang-orang dalam kerangka waktu tersebut mungkin belum mengembangkan antibodi apapun, sehingga risiko seseorang mendapatkan hasil negatif palsu cukup tinggi. Selain itu, tes antibodi dianggap kurang akurat apabila dibandingkan dengan prosedur swab test. 

Tindakan Medis

Ketahui Berapa Harga Behel Gigi dan Proses Pemasangannya

Behel gigi atau kawat gigi merupakan suatu jenis perawatan ortodontik yang digunakan ahli ortodontik untuk membantu memperbaiki gigi yang berjejal atau bengkok. Sebelum Anda ingin menggunakannya, Anda perlu untuk mengetahui berapa harga behel gigi termasuk biaya pemasangannya.

Behel gigi memiliki banyak manfaat seperti membantu memperbaiki overbite. 

Alasan Menggunakan Behel Gigi

Ada beberapa penyebab mengapa diperlukan untuk menggunakan behel gigi, seperti:

  • kondisi gigi berjejal atau bengkok
  • jarak antara gigi tidak cukup atau terlalu banyak gigi
  • gigi depan atas yang menonjol
  • gigi bawah yang menggigit terlalu jauh di balakang gigi atas atau disebut overbite
  • gigi depan atas menggigit belakang gigi bawah atau yang disebut dengan udnerbite
  • memperbaiki penampilan ketika senyum.

Pemakaian Behel Gigi

Selain mempertimbangkan berapa harga behel gigi, Anda juga harus memikirkan tentang bahan behel gigi yang sesuai dengan Anda. Pada umumnya, behel gigi terbuat dari logam, tetapi ada juga yang terbuat dari keramik atau plastik. Behel gigi tersebut dirancang agar nyaman untuk digunakan, tetapi terkadang pengguna lupa untuk menggosok mulut sehingga membuat pemakaian behel gigi jadi terasa menyakitkan.

Waktu Pemasangan Behel Gigi

Waktu terbaik untuk memasang behel gigi pada umumnya selama masa kanak-kanak. Akan tetapi, kini orang dewasa juga makin banyak yang menjalani perawatan ortodontik. Faktor usia tidak selalu menjadi patokan, yang paling penting adalah memiliki gigi dan gusi yang sehat. Sedangkan anak-anak, mungkin harus menunggu cukup gigi untuk tumbuh sebelum memulai perawatan.

Sebelum mendapatkan perawatan ortodontik atau pemasangan behel gigi, penting untuk selalu menjaga kesehatan gigi. Hal ini karena ada beberapa pasien yang tidak bisa mendapatkan perawatan ortodontik karena memiliki penyakit gusi lanjut, dan hanya ortodontis yang dapat memutuskan apakah Anda bisa mendapatkan perawatan ortodontik atau tidak.

Proses Pemasangan Behel Gigi

Pemasangan behel gigi biasanya dibutuhkan waktu satu hingga dua jam. Anda mungkin akan mengalami rasa sakit untuk minggu pertama setelah memasang behel gigi. 

Berikut proses pemasangan behel gigi yang perlu Anda ketahui.

Adhesi 

Setelah gigi bersih dan kering, braket keramik, plastik, atau stainless steel akan dioleskan ke gigi Anda menggunakan lem. Memasang braket mungkin tidak nyaman, tetapi tidak menyebabkan rasa sakit.

Kurung ini akan memberikan tekanan secara merata ke gigi, serta terhubung dan dikelilingi oleh kabel yang terbuat dari baja tahan karat, titanium nikel, atau titanium tembaga.

Band

Setelah braket terpasang di gigi, pita elastis yang disebut band atau cincin-o atau pengika akan dipasang di sekitar braket. Band akan menambah tekanan pada rahang.

Spacer

Spacer terbuat dari karet gelang atau cincin logam. Ortodontis dapat menempatkannya di antara geraham selama janji temu.

Spacer mendorong rahang ke depan dengan menambahkan ruang di bagian belakang mulut. Spacer juga memberi ruang untuk kawat gigi jika bagian belakang mulut terlalu ketat untuk dipasang dengan benar. Namun, tidak semua orang butuh dipasang spacer.

Kawat Lengkung

Kawat lengkung menghubungkan braket pada gigi. Pemasangan ini adalah mekanisme di mana tekanan diterapkan agar gigi bergerak ke tempatnya. Kawat lengkung dapat dibuat dari baja tahan karat serta titanium nikel atau titanium tembaga.

Buccal Tube

Buccal tube adalah bagian logam yang dilekatkan pada salah satu geraham. Buccal tube mengikat bagian lain dari kawat gigi di bagian belakang mulut. Ortodontis kemudian dapat mengencangkan dan melepaskan berbagai bagian dari behel gigit.

Pegas

Pegas terkadang ditempatkan pada kawat lengkung behel gigi, untuk memberikan tekanan di antara dua gigi dan menambah ruang.

Facebow Headgear

Facebow headgear sebetulnya jarang dibutuhkan, dan pada umumnya hanya dipakai pada malam hari. Headgear adalah band atau pita elastis yang menempel pada kawat gigi Anda untuk memberi tekanan ekstra pada gigi Anda saat diperlukan koreksi khusus.

Jika Anda menginginkan atau membutuhkan pemasangan behel gigi, Anda harus mempersiapkan biaya yang dibutuhkan, karena pada umumnya tidak murah. Pada umumnya berapa harga behel gigi bisa tergantung pada lokasi, klinik, usia pasien, dan apakah ada masalah rumit lainnya atau tidak. Anda juga dapat memasang kawat gigi di RSIA Sayyidah. Untuk berapa harga behel giginya yaitu Rp 6.000.000 sudah termasuk konsultasi dengan dokter spesialis gigi.