Uncategorized

Cara Melancarkan Peredaran Darah di Kaki, Begini Langkah-Langkahnya

Peredaran darah membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Apabila sirkulasi darah memburuk maka terjadi keluhan kesehatan, seperti kekakuan, mati rasa, bahkan pembengkakan. Semakin lama kondisi ini dibiarkan, risiko penyakit lebih berat akan semakin mungkin terjadi. 

Olahraga dan aktivitas fisik mampu menjadi cara melancarkan peredaran darah. Banyak orang mengeluhkan kaki sebagai bagian tubuh yang sering mengalami pegal-pegal akibat peredaran darah yang tidak lancar. Berikut ini latihan untuk memperlancar peredaran darah terutama di kaki:

  1. Saat berbaring

Cara melancarkan peredaran darah ini mudah dilakukan bahkan saat Anda diharuskan berada di tempat tidur dalam jangka waktu cukup lama, seperti kondisi setelah melakukan operasi. Berikut ini beberapa latihan yang dapat dilakukan:

  • Ankle pumping
  • Baringkan badan dengan posisi kaki lurus 
  • Gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki selama 10 kali
  • Anda dapat menggerakkan keduanya bersamaan
  • Ulangi latihan ini setidaknya setiap satu jam sekali
  • Knee bends
  • Baringkan badan dengan posisi kaki lurus
  • Gerakkan lutut ke atas sejajar dengan dada dan turunkan
  • Ulangi sebanyak 10 kali
  • Lakukan pada sisi kaki lainnya
  • Ulangi latihan ini setidaknya setiap satu jam sekali
  • Leg lifts
  • Baringkan badan dengan posisi kaki lurus
  • Tekuk lutut salah satu kaki 
  • Angkat kaki lainnya samapi posisi tegak lurus dan lutut sejajar
  • Turunkan kaki secara perlahan
  • Ulangi sebanyak 10 kali
  • Lakukan pergantian kaki
  • Ulangi sebanyak yang Anda mampu

Apabila kondisi kesehatan Anda tidak memungkinkan untuk melakukan latihan kaki, maka sebaiknya jangan dipaksakan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan aktivitas ini. Bagi Anda yang tidak memiliki keluhan kesehatan, cara melancarkan peredaran darah kaki ini bisa Anda coba. 

  1. Saat duduk

Latihan ini bisa diaplikasikan saat Anda duduk di kursi kerja atau dalam perjalanan bis, kereta, dan pesawat. Berikut ini berbagai bentuk latihannya:

  • Heel and toe raises
  • Duduk dengan telapak kaki menempel di lantai
  • Angkat kedua tumit dan tahan selama 3 detik
  • Ulangi sebanyak 10 kali atau lebih
  • Ulangi tapi hanya dengan mengangkat jari-jari kedua kaki
  • Ankle rotation
  • Duduk dengan telapak kaki menempel di lantai
  • Angkat tumit salah satu kaki 
  • Putar searah jarum jam sebanyak 10 kali dan berlawanan arah jarum jam 10 kali
  • Ulangi sisi kaki lainnya
  • Call stretch
  • Duduk dan regangkan salah satu kaki 
  • Tarik jari kaki ke arah tubuh dan tekuk pergelangankaki
  • Tahan selama 3 detik
  • Biarkan kaki kembali ke posisi normal
  • Ulangi sebanyak 10 kali atau lebih
  • Lakukan pada kaki lainnya
  • Strap or belt stretch
  • Anda diharuskan duduk di lantai dengan kaki lurus
  • Lingkarkan tali di tengah telapak kaki pada salah satu kaki 
  • Jaga kaki agar tetap lurus
  • Pegang ujung tali dan tarik sampai Anda merasakan betis menegang
  • Tahan 30 detik
  • Ulangi 3 kali dan istirahatkan kaki di selang interval
  • Lakukan di bagian kaki lainnya
  • Foam roller stretch
  • Sediakan alat khusus semacam guling busa 
  • Anda diharuskan duduk di lantai 
  • Letakkan alat di pergelangan kaki dan gulung ke betis sampai ke paha

Sesuaikan pilihan latihan dengan kondisi dan alat yang Anda miliki. Beberapa gerakan mengharuskan duduk di lantai dan memiliki alat khsusus, namun ada pula yang duduk di kursi tanpa bantuan alat. 

  1. Saat berdiri

Cara melancarkan peredaran darah saat berdiri juga bisa digunakan sebelum Anda melakukan olahraga. Berikut ini bentuk-bentuk latihannya:

  • Heel lifts
  • Berdiri dan pegang kursi untuk menjaga keseimbangan
  • Angkat tumit dan jinjit
  • Turunkan perlahan 
  • Ulangi sebanyak 10 kali atau lebih
  • Leg stands
  • Berdiri dan pegang kursi
  • Angkat satu kaki dan tahan 10 detik
  • Ulangi pada tumpuan kaki lainnya
  • Lakukan dengan tambahan waktu betahap menjadi 30 detik kemudian 60 detik
  • Lakukan dengan bantuan satu tangan, satu jari, kemudian tidak berpegangan sama sekali
  • Squats
  • Berdiri dengan kaki dibuka selebar pinggul
  • Lakukan dengan gerakan badan naik turun
  • Pastikan punggung tegap lurus
  • Ulangi beberapa kali
  • Exercise ball
  • Berdiri di dekat dinding dan letakkan bola diantaranya
  • Lakukan squat sambil tetap menghimpit bola
  • Lakukan dengan nyaman
  • Ulangi sebanyak 10 kali

Latihan ini bisa meningkatkan aliran darah terlebih setelah Anda duduk dalam waktu yang lama. Lakukan sesering mungkin jika Anda merasa berbagai keluhan, seperti kesemutan atau pegal-pegal. 

Uncategorized

Begini Cara Menangani Meningioma

Merupakan sebuah tumor yang berkembang lambat pada membran atau meninges yang menutupi permukaan otak, sumsum tulang belakang atau akar saraf tulang belakang dinamakan dengan meningioma. Nyaris semua kondisi ini merupakan tumor jinak atau bukan kanker, sebanyak 80 persen dari penderita yang dapat disembuhkan jika seluruh tumor bisa diangkat.

Tumor ini menjadi penyakit yang bisa terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar dialami perempuan dengan rentang usia yang sudah memasuki 45 tahun. Seseorang bisa mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang menjadi penyebabnya, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Pengobatan Meningioma

Pengobatan kondisi ini ditentukan berdasar ukuran, letak hingga jinak atau ganasnya tumor yang muncul. Jika tumor kecil dan tumbuh lamba serta tidak menimbulkan gejala, pengobatan umumnya tidak diperlukan. Dokter hanya akan menganjurkan pemeriksaan berkala untuk memantau perkembangan tumor.

  • Operasi

Tindakan medis ini bertujuan untuk mengangkat tumor, jika tumbuhnya di daerah yang sulit terjangkau dan tidak semuanya bisa diangkat. Dokter hanya akan mengangkat tumor yang masih mungkin untuk diangkat dan menggunakan metode lain untuk menghilangkan sisa tumor yang ada.

  • Embolisasi Endovaskular

Tindakan ini diperlukan apabila operasi tidak dapat mengangkat sisa tumor yang ada, tujuannya untuk menghentikan aliran darah ke tumor. Dokter akan memasukkan kateter ke d pembuluh darah, lalu memasukkan lilitan atau lem khusus untuk menghalangi aliran darah ke tumor.

  • Radioterapi

Dilakukan ketika operasi tidak bisa mengangkat semua tumor, prosesnya menggunakan energi radiasi dari sinar-X untuk menghancurkan sel tumor. Selain untuk menghancurkan sisa tumor, pengobatan ii juga bisa mengurangi risiko kambuhnya kondisi ini setelah proses operasi berhasil dilakukan.

  • Kemoterapi

Dilakukan pada kondisi yang tidak bisa membaik setelah ditangani dengan operasi dan radioterapi, pengobatan ini dilakukan untuk membunuh sel kanker dengan obat-obatan yang dikonsumsi dan disuntikkan kepada pasien.

Penyebab dan Faktor Risiko

Tumor ini disebabkan karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal pada lapisan permukaan otak, sumsum tulang belakang hingga akar saraf tulang belakang. Sayangnya penyebab munculnya pertumbuhan sel tidak normal ini masih belum diketahui secara pasti, meski demikian terdapat faktor risiko yang dapat dihindari seperti berikut ini.

  • Pengobatan Radiasi

Terapi radiasi yang dilakukan dengan pemberian radiasi ke kepala seperti radioterapi kanker, kondisi ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tumor ini.

  • Hormon Wanita

Tumor ini lebih sering terjadi pada perempuan, sehingga dokter mempercayai jika hormon perempuan menjadi faktor risiko dari penyakit ini.

  • Gangguan Sistem Saraf

Gangguan langka neuroflbromatosis tipe 2 dapat meningkatkan risiko tumor ini dan jenis tumor lainnya.

Sementara itu jika seseorang tidak memiliki faktor risiko meningioma bukan berarti seseorang tersebut tidak bisa mengalami penyakit ini. Beberapa faktor ini hanya sebagai acuan saja, yang diperlukan adalah segera lakukan konsultasi kepada dokter untuk mendapat penjelasan yang lebih detail mengenai kondisi.

Sangat perlu diperhatikan jika ukuran tumor yang muncul memengaruhi bagaimana gejala yang akan muncul, tumor dengan ukuran kecil kemungkinan tidak akan menimbulkan gejala yang berarti. Tetapi, jika tumor yang muncul memiliki ukuran besar maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Mengalami sakit kepala.
  • Kehilangan kemampuan penciuman.
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran seperti buram, berdenging hingga tuli.
  • Mual dan muntah.
  • Hilang ingatan hingga epilepsi.
Uncategorized

Apa Saja Aktivitas yang Sebaiknya Dilakukan saat Hamil 26 Minggu?

Pada usia hamil 26 minggu, ternyata penglihatan janin sudah mulai terbuka serta saraf indera pendengarannya mulai berkembang. Ibu pasti tidak sabar menanti kelahiran bayi. Perut pun semakin membesar sebab janin sudah berukuran sepanjang daun bawang. Berikut ini merupakan beberapa aktivitas yang bisa ibu lakukan untuk menunjang kesehatan ibu dan perkembangan janin:

  1. Sering berbicara ke bayi

Perkembangan saraf pendengaran yang semakin matang memungkinkan janin mendengar suara lebih jelas. Begitu pula dengan perubahan detak jantung, gerakan, dan pernapasan ibu yang dapat dirasakan oleh janin. Oleh karena itu, mulai ajak si kecil berbicara selama berada di kandungan. Sebuah studi menunjukkan, kebiasaan ayah dan ibu yang sering mengajak si kecil berbicara akan meningkatkan bonding dengan bayi kelak setelah lahir. 

Ayah dan ibu disarankan untuk berbicara kepada si kecil dalam keadaan rileks dan tenang, serta hindari teriakan, bentakan, atau kata-kata kasar lainnya. Suara ibu akan lebih tertangkap sebab disertai dengan gerakan. Saat ibu berbicara, diafragma ikut naik atau turun sehingga janin juga bisa merasakan lebih jelas. 

  1. Lakukan olahraga yang aman bagi ibu hamil secara rutin

Berenang dan melakuakan latihan olahraga ringan di dalam air akan melatih kekuatan otot. Air akan menopang berat badan sehingga ibu akan terhindar dari luka atau ketegangan otot. Yoga dan pilates bagi ibu hamil juga bisa dilakukan guna mengurangi stres, memperbaiki fleksibilitas gerakan, dan meningkatkan kemampuan pernapasan yang berguna saat persalinan. Lakukan yoga dan pilates bersama dengan instruktur profesional khusus ibu hamil. 

  1. Waspada diabetes gestasional

Pada kehamilan usia 14-28 minggu, seorang ibu rawan mengalami diabetes gestasional. Selama kehamilan, plasenta menghasilkan hormon tingkat tinggi penangkal insulin. Fungsi insulin yaitu mengubah glukosa dalam darah menjadi bentuk lain agar dapat disimpan sebagai energi cadangan. Kadar insulin yang menurun mampu meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga memicu terjadinya diabetes. 

Ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih, prematur, hipoglikemia, serta gangguan pernapasan. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter dan pengecekan kadar gula darah secara berkala. Dokter akan merekomendasikan penggunaan insulin atau obat lainnya jika diperlukan. 

  1. Mulai merancang kelahiran

Jika sebelumnya ibu belum sempat memikirkan rencana kelahiran, mungkin pada usia hamil 26 minggu merupakan waktu yang tepat untuk memulai. Salah satu rencana persalinan yang paling besar yaitu pemilihan tempat rumah sakit atau bidan yang diinginkan. 

Usahakan untuk merencanakan suasana persalinan positif yang direfleksikan melalui dokter, petugas medis, atau tempat dan suasana bersalin. ibu juga haru menglomunikasikan dengan pasangan berkaitan dengan persiapan lain menjelang kelahiran dan jenis dukungan apa saja yang dibutuhkan.      

  1. Rawat kulit dari stretch mark

Stretch mark akan menimbulkan rasa tidak nyaman karena tampilannya yang mengganggu. Kondisi stretch mark disebabkan beberapa faktor, diantaranya genetik, usia, dan berat badan. Meskipun tidak ada cara pasti yang menjamin ibu bisa terhindar dari strecth mark, namun cara-cara berikut ini mungkin bisa membantu meminimallam tampilannya:

  • Peningkatan berat badan saat hamil sebaiknya dilakukan secara perlahan 
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang untuk menjaga kebutuhan gizi
  • Jangan biarkan kulit kering dan terus jaga hidrasi serta kelembabannya

Setelah melahirkan, srestch mark mungkin akan memudar walaupun tidak sepenuhnya hilang. Krim obat dan perawatan laser dari dokter kulit akan membantu menyamarkan tampilan stretch mark

Lakukan pengecekan rutin ke dokter untuk memantau kesehatan ibu dan bayi. Beritahu dokter mengenai keluhan saat menginjak usia hamil 26 minggu. Keluhan yang tak biasa dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akan ditangani dokter sesegera mungkin sehingga bisa deteksi sejak awal.