Obat

Cek Fakta Antimo Dulu Sebelum Minum Obat Ini

Ketika akan bepergian ke suatu tempat yang jauh dan memakan waktu perjalanan yang lama, terdapat suatu hal yang tidak boleh terlewatkan, terutama bagi Anda yang rentan mengalami mabuk perjalanan. Obat Antimo telah dipercaya sejak lama untuk mengatasi permasalahan ini.

Obat Antimo dapat dikonsumsi secara bebas, tanpa membutuhkan resep khusus dokter. Tidak heran, jika Anda dapat dengan mudah membeli obat ini, bahkan di warung sekitar tempat tinggal Anda. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat Antimo, ada baiknya untuk mengecek fakta penting tentang obat ini terlebih dahulu.

6 fakta seputar obat Antimo yang perlu Anda tahu

Di bawah ini terdapat beberapa fakta seputar obat Antimo:

  • Ampuh atasi mabuk perjalanan

Antimo dibuat dengan komposisi utama dimenhydrinate sebesar 50 mg. Kandungan tersebut dikenal dengan manfaatnya yang dapat mengurangi gejala mabuk perjalanan atau motion sickness, seperti mual, muntah, dan pusing.

  • Dapat dikonsumsi berulang kali

Obat Antimo biasanya dikonsumsi 30 menit sebelum perjalanan. Jika ketika dalam perjalanan Anda masih merasakan gejala mabuk, Anda dapat mengonsumsi obat ini setiap 4 jam sekali jika diperlukan.

  • Konsumsi sesuai dosis yang ditetapkan

Walaupun obat Antimo dapat dikonsumsi setiap 4 jam, namun Anda juga perlu untuk memerhatikan dosis obat yang dikonsumsi sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa dan anak di atas 12 tahun, yaitu 1 tablet (50 mg) per hari, dan tidak boleh lebih dari 8 tablet (800 mg).

Sementara itu, dosis untuk anak berumur 8-12 tahun, yaitu sekitar setengah tablet (25 mg) dan tidak boleh melebihi 3 tablet (150 mg). Penting untuk catatan, obat Antimo tidak dapat diberikan untuk bayi.

  • Efek samping obat Antimo

Efek samping dari obat Antimo yang sudah diketahui sejauh ini, yaitu dapat menimbulkan rasa kantuk, lesu, pusing, dan menyebabkan gangguan koordinasi tubuh yang umumnya terjadi pada anak. Selain itu, efek samping lain yang mungkin terjadi dapat berupa mulut kering, kesulitan membuang air kecil, diare, nyeri epigastrik, dan palpitasi atau berdebar dan berdetaknya jantung lebih cepat dari biasanya.

  • Efek seperti obat bius

Jika obat Antimo dikonsumsi dengan obat yang mengandung alkohol, barbiturat, analgesik, opioid, hipnotik, dan antipsikotik, maka kombinasi ini dapat menyebabkan efek sedatif (serupa dengan dibius). Kondisi ini dapat berujung pada tidak terdeteksinya gejala kerusakan pada tubuh yang disebabkan oleh obat jenis ototoksik, seperti antibiotika aminoglikosida.

  • Perhatikan penyakit bawaan

Beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat Antimo, seperti penderita gangguan hati, retensi urin, glaukoma, dan hipersensitif terhadap antihistamin.