Penyakit

Gejala dan Cara Mengatasi Malaria Pada Anak

Anak-anak sering mengalami demam yang tentunya akan membuat panik semua orang tua, terutama jika demam tersebut tak kunjung turun. Salah satu hal yang ditakuti yaitu jika anak terkena malaria sebab gejala utamanya adalah demam tinggi dan menggigil. Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh pasmodium. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat menyebabkan anemia hingga kematian. Untuk itu, sebaiknya Anda memahami gejala malaria pada anak serta cara mengatasinya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. 

Gajala malaria pada anak

Gejala malaria pada anak berbeda dengan orang dewasa. Untuk anak usia di bawah 5 tahun dengan di atas 5 tahun, gejala malaria yang ditunjukkan juga berbeda. 

  1. Gejala pada anak di bawah usia 5 tahun

Pada anak usia di bawah 5 tahun, bisa jadi ia tidak mengalami demam ketika terserang malaria. Pada kasus tertentu, anak yang terkena malaria malah mengalami hipotermia yaitu kondisi ketika seseorang memiliki suhu tubuh jauh di bawah normal. Selain itu, berikut ini adalah gejala umum yang ditunjukkan oleh anak di bawah usia 5 tahun saat terkena penyakit malaria. 

  • Demam tinggi 
  • Jika tidak mengalami demam, maka mengalami hipotermia
  • Menggigil
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Napas menjadi cepat
  • Sulit tidur 
  • Lemas
  • Mudah mengantuk 
  • Menjadi lebih rewel
  • Hilangnya nafsu makan
  1. Gejala pada anak di atas usia 5 tahun

Pada usia di atas 5 tahun, gejala malaria yang dimunculkan sudah lebih mirip seperti pada orang dewasa. Beberapa gejala tersebut di antaranya: 

  • Panas dingin dan menggigill
  • Nafsu makan menghilang
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Demam tinggi yang berlangsung selama 48 jam
  • Keringat berlebih
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah 

Cara mengatasi malaria

Untuk menyembuhkan penyakit malaria, beberapa cara perlu dilakukan. Berikut ini cara mengatasi malaria terutama pada anak yang bisa Anda terapkan. 

  1. Konsumsi makanan bergizi

Agar tubuh anak tetap kuat, maka perlu adanya asupan nutrisi yang cukup. Meskipun nafsu makan pada anak berkurang drastis, usahakan ia tetap mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bergizi. Apabila anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka proses penyembuhan bisa semakin lama. 

  1. Minum obat antimalaria

Proses penyembuhan malaria dapat dibantu dengan pemberian obat. Dokter akan memberi resep sesuai dengan kondisi anak dan tingkat keparahan malaria yang dialami. Beberapa jenis obat antimalaria yaitu clindamycin, artemether, chloroquine, mefloquine, dan proguanil.

  1. Fokus turunkan demam 

Demam yang dialami anak bisa terasa sangat mengganggu tubuhnya. Untuk itu, sebaiknya Anda berusaha mengurangi demam yang terjadi pada anak dengan mengompres dahinya. Pemberian obat penurun demam juga diperlukan, namun alangkah baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat. 

  1. Perbanyak istirahat

Salah satu gejala yang timbul karena penyakit malaria pada anak terutama di bawah usia 5 tahun adalah lemas. Anak-anak yang terkena malaria umumnya akan merasa kelelahan. Untuk itu, anak perlu banyak beristirahat untuk membantu memulihkan kondisinya. Pastikan anak tidak beraktivitas yang berat terlebih dahulu seperti bermain atau berolahraga, serta usahakan agar ia mendapat tdur yang cukup dan berkualitas. 

Upaya pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan. Beberapa cara yang bisa diterapkan yaitu dengan rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar sehingga tidak menjadi sarang nyamuk. Anda juga dapat memasang kelambu pada tempat tidur anak dan mengoleskan obat nyamuk di tangan dan kakinya. Selain itu, perlu juga dilakukan fumigasi secara rutin atau pengasapan di lingkungan tinggal setidaknya 3 bulan sekali untuk memastikan bahwa tidak ada nyamuk yang bersarang.