Hidup Sehat

Limbah Nuklir Berbahaya, Bagaimana Cara Aman Menanganinya?

Limbah Nuklir Berbahaya, Bagaimana Cara Aman Menanganinya?

Limbah nuklir atau limbah radioaktif merupakan zat dan bahan bekas serta alat yang telah terkena radioaktif saat kegiatan nuklir. Bahan bekas tersebut berupa benda padat seperti kain pembersih bekas jarum suntik, bangkai binatang percobaan, kertas penyerap, dan lain sebagainya. Limbah nuklir sendiri memiliki beberapa bentuk seperti cairan yang berasal dari cairan zat radioaktif, ekskreta dari pasien yang mengalami pengobatan dan pemeriksaan dengan zat radioaktif, serta air cucian benda padat yang terkontaminasi. Limbah dalam bentuk gas juga seringkali timbul karena penguapan cairan atau pembakaran bahan yang dapat terbakar. 

Berbahayakah limbah nuklir? 

Di masa lalu, telah terjadi ledakan nuklir dan tercatat dalam sejarah bahwa ledakan tersebut berbahaya bagi manusia. Radiasi nuklir menyebar ketika ledakan nuklir terjadi. Radiasi nuklir sendiri adalah energi yang dilepaskan oleh elemen radioaktif ketika terurai menjadi atom yang lebih stabil. Radiasi dalam tingkat rendah dapat ditangani oleh sel tubuh namun dalam tingkatan besar dan cepat hanya akan mengganggu sel di dalam tubuh bahkan menyebabkan kematian. Faktor risiko dan efek buruk bagi kerusakan lingkungan membuat proses pembuangan limbah nuklir menjadi cukup rumit dan perlu dilakukan secara serius dan cermat. 

Hal yang sebaiknya diperhatikan terkait limbah nuklir

Beberapa hal perlu diperhatikan terkait penanganan limbah nuklir berskala kecil yang biasanya digunakan oleh industri atau rumah sakit seperti:

  • Pada pembuangan saluran tertutup beberapa faktor perlu diperhatikan seperti cara pengolahan, kontaminasi pada bak cuci, saluran air, tempat kontrol dan saluran tertutup, kontaminasi saluran tertutup dapat membahayakan orang yang bekerja di sana, kemungkinan lumpur air buangan digunakan, serta kemungkinan terkumpulnya radionuklida pada lapisan filter atau sistem pengolahan air buangan. 
  • Perhitungan pengenceran zat radioaktif perlu dilakukan agar nilai batas ditemukan sebab masing-masing zat yang dibuang akan berbeda baik dari segi tingkah laku dan dampaknya. 
  • Pada area padat penduduk, air buangan dari daerah itu dapat memberikan faktor pengenceran yang sangat tinggi dan sebaliknya. 
  • Pembuangan cairan radioaktif ke lingkungan harus selalu diukur sebelum menuju ke saluran umum sehingga jika ada kenaikan bahaya radiasi dapat diambil tindakan keselamatan. 
  • Tingkat radiasi eksterna di sekitar tempat kontrol aliran pembuangan dan tempat lain harus dikontrol berkala khususnya sebelum pekerjaan perbaikan dan perawatan dilakukan. 

Cara penguburan limbah nuklir

Hingga saat ini, ilmuwan belum menemukan solusi terhadap limbah nuklir yang terus dihasilkan. Penanganan limbah yang dilakukan hanyalah menyimpannya saja. Sebagian limbah dikuburkan ke dalam tanah menggunakan beberapa prosedur dan cara seperti: 

  • Lokasi perlu diperhatikan dan dipilih secara cermat untuk menghindari kontaminasi terhadap sumber air melalui pelindian limbah yang dikubur. 
  • Penguburan zat radioaktif membutuhkan izin dari instansi berwenang. Untuk pemanfaatan zat radioaktif diperkenankan untuk mengubur limbahnya yang beraktivitas rendah dan harus sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. 
  • Penguburan limbah nuklir di daerah padat penduduk tidak diizinkan guna menghindari kemungkinan kuburan dapat terbongkar secara tidak sengaja. 
  • Izin khusus dari Badan Pengawasan Tenaga Nuklir harus didapatkan untuk bisa melakukan pembuangan limbah melalui sistem pembuangan limbah kota dan sistem pembuangan limbah industri. 

Di Indonesia sendiri terdapat lembaga yang berwenang dalam mengelola limbah radioaktif yaitu Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Lembaga BATAN akan mengelola berbagai limbah radioaktif dengan mempertimbangkan faktor keamanan, menjamin kesehatan dan keselamatan (pekerja dan masyarakat, serta tetap tidak mencemari lingkungan. Anda dapat bertanya lebih lanjut pada dokter secara gratis tentang limbah nuklir dan risiko terhadap kesehatan tubuh yang mungkin muncul melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.