Kesehatan Mental

Makin Marak Terjadi Saat Pandemi, Ini Tanda-Tanda Burnout

Selama pandemi, sebagian besar orang melakukan segala aktivitas di rumah, termasuk bekerja. Lama-kelamaan, bekerja dari rumah bisa menimbulkan burnout bagi beberapa orang. 

Burnout merupakan kondisi ketika Anda merasa sangat kelelahan dalam bekerja, sampai kehilangan motivasi. Biasanya, kondisi ini juga akan mengarah ke perasaan stres serta depresi. 

Apa yang dimaksud dengan burnout?

Sebenarnya, rasa lelah dalam bekerja adalah hal yang sangat wajar. Setelah bekerja sepanjang hari, malamnya mungkin Anda bisa merasa lelah.

Akan tetapi, rasa lelah yang dirasakan ketika burnout berbeda dari rasa lelah yang biasanya. Karena, dalam situasi ini, Anda sudah tidak lagi memiliki semangat untuk bekerja sama sekali. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda sudah sangat lelah dan stres dengan pekerjaan Anda. 

Orang-orang yang mengalami kondisi ini mungkin juga merasakan takut dalam diri mereka. Hal ini terjadi karena mereka sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk terbebas dari rasa lelah dan kehilangan motivasi tersebut. 

Burnout bisa disebabkan oleh apa saja, mulai dari pekerjaan yang menumpuk, gaya hidup, karakter rekan kerja, dan lain sebagainya. 

Tanda-tanda Anda mengalami burnout

Tidak semua orang bisa menyadari dengan cepat bahwa mereka mengalami burnout dalam bekerja. Berikut ini tanda-tanda yang bisa Anda kenali:

  • Merasa tidak berguna

Pernahkah Anda merasa tidak berguna dan tidak mampu memberikan kontribusi apapun bagi perusahaan? Hal ini mungkin bisa menjadi salah satu pertanda bahwa Anda mengalami burnout.

Munculnya perasaan ini berhubungan juga dengan hilangnya motivasi Anda, sehingga Anda sulit untuk bekerja dengan produktif. Ditambah lagi, Anda merasa sangat lelah, sehingga merasa tidak bisa melakukan pekerjaan dengan maksimal. 

  • Membenci pekerjaan

Tidak banyak orang yang beruntung untuk bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan selera mereka. Ketika Anda mengalami burnout, rasa tidak suka dan kebencian terhadap pekerjaan akan semakin besar.

Hal ini juga telah terbukti melalui sejumlah penelitian. Penelitian-penelitian tersebut menyatakan bahwa ketidakpuasaan terhadap pekerjaan menjadi salah satu efek samping dari burnout.

  • Sakit fisik

Burnout yang tidak diatasi akan mengakibatkan stres dan depresi. Meskipun stres berkaitan dengan kondisi mental, hal ini juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik Anda. 

Biasanya, penyakit fisik yang umum dialami ketika seseorang mengalami stres saat bekerja adalah sakit kepala dan juga sakit perut.

  • Produktivitas menurun

Sebelumnya, Anda mungkin tidak memiliki masalah untuk bekerja dengan disiplin dan penuh konsentrasi. Namun, burnout bisa menurunkan kemampuan Anda untuk berkonsentrasi, sampai-sampai produktivitas pun ikut menurun.

Anda akan terus memiliki perasaan negatif terhadap tugas-tugas yang Anda kerjakan. Selain itu, bukan kemampuan konsentrasi saja yang akan menurun, tetapi juga kreativitas. 

Atasi burnout dengan merawat diri sendiri

Terkadang, burnout bisa muncul karena Anda terlalu berfokus pada pekerjaan, sampai lupa untuk merawat kesehatan mental diri sendiri. Untuk mengatasinya, ada beberapa upaya perawatan di rumah yang bisa Anda lakukan, yaitu: 

  • Menyediakan waktu untuk tidur yang cukup dan nyenyak
  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari, seperti berolahraga
  • Melakukan meditasi atau yoga
  • Menyediakan waktu untuk menghibur diri sendiri
  • Menghabiskan sebagian waktu bersama dengan orang terkasih
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa mengatasi burnout yang Anda alami sendiri. Setelah burnout teratasi, Anda pun bisa kembali bekerja dengan motivasi serta produktivitas yang lebih baik lagi.