Penyakit

Mengenal Penyakit Hati Sirosis yang Sebabkan Penciutan Organ Hati

Apakah Anda pernah mendengar tentang sirosis hati? Penyakit hati yang satu ini ditandai dengan adanya jaringan parut. Jaringan parut ini sering dikenal dengan bekas luka pada kulit yang tidak dapat kembali ke kondisi normal sepenuhnya. Sebenarnya, jaringan ini dapat timbul di mana saja, termasuk pada organ hati.

Jaringan parut ini merupakan usaha tubuh untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak tadi. Organ hati yang mengalami kerusakan akan mencoba untuk memperbaiki dirinya dengan membentuk jaringan parut. Namun, jika jaringan parut yang terbentuk terlalu banyak dan luas, kondisi ini dapat memicu gangguan fungsi hati yang dapat berujung pada kegagalan fungsi hati.

Sirosis hati dapat disebabkan oleh berbagai penyakit atau pun perilaku sehari-hari yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel hati. Perilaku umum yang sering memicu kerusakan organ hati, seperti mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Ada pula faktor lain yang menyebabkan penyakit hati ini terjadi, yaitu infeksi virus hepatitis B dan C. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terkena sirosis hati, yaitu kelebihan berat badan dan adanya penumpukan sel lemak di hati.

Sel hati yang dalam kondisi sehat akan secara perlahan digantikan oleh jaringan parut. Sirosis hati termasuk ke dalam penyakit yang progresif, yang mana prosesnya akan berlangsung selama bertahun-tahun. Di tahap awal, penyakit ini tidak menunjukkan gejala atau tanda apa pun. Gejala baru akan dirasakan jika fungsi hati telah terganggu.

Gejala awal dari sirosis hati tidak begitu signifikan terlihat, seperti mengalami rasa lemas, kehilangan nafsu makan, mengalami penurunan berat badan, merasa mual, mengalami muntah-muntah, dan juga adanya rasa tidak nyaman pada perut kanan atas.

Jika kondisi ini bertambah parah, akan berisiko terjadi perdarahan, kesulitan berpikir, timbulnya bengkak pada tungkai atau perut, dan merasa gatal pada kulit. Terganggunya fungsi hati juga dapat menyebabkan kulit dan mata tampak kekuningan (jaundice). Warna air seni penderita penyakit ini juga akan berubah menjadi kecokelatan, serupa warna teh.

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan yang efektif mengatasi sirosis hati, selain dengan melakukan transplantasi hati. Walaupun begitu, sirosis hati dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat, seperti menghindari konsumsi alkohol berlebih.