Kehamilan

Minum Yakult Untuk Ibu Hamil Mencegah Eksim Bayi

Tubuh Anda penuh dengan bakteri “baik” dan “jahat”. Probiotik dianggap bakteri “baik” karena membantu menjaga sistem pencernaan Anda tetap sehat.

Bergantung pada diet Anda, Anda mungkin sudah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri probiotik. Mereka biasanya ditemukan dalam yogurt, cuka sari apel, dan cokelat hitam. Probiotik juga tersedia dalam bentuk suplemen dan seperti yakult untuk ibu hamil.

Probiotik dan prebiotik adalah dua hal yang berbeda, namun keduanya membutuhkan satu sama lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat jelas bahwa probiotik dapat membantu lebih dari sekedar sistem pencernaan Anda. Mengambil probiotik bisa bermanfaat bagi orang dengan eksim. Menambahkan bakteri ke dalam makanan Anda dianggap dapat membatasi atau mengurangi jumlah flare eksim Anda.

Teruslah membaca untuk mempelajari bagaimana probiotik dapat membantu mengobati eksim, bagaimana menambahkannya ke rejimen Anda, dan potensi efek samping yang harus diwaspadai.

Manfaat lain dari mengonsumsi probiotik

Meskipun tidak jelas apakah bakteri probiotik berdampak pada eksim, ada beberapa manfaat yang terbukti dari konsumsi probiotik.

Bakteri probiotik dapat:

  • meningkatkan sistem kekebalan Anda
  • meningkatkan fungsi pencernaan
  • membantu mencegah infeksi saluran kemih
  • mengurangi kejadian eksim pada anak-anak jika dikonsumsi sebelum lahir

Penelitian sedang dilakukan untuk menentukan apakah bakteri probiotik dapat membantu:

  • memerangi bakteri yang kebal antibiotik
  • melawan bakteri penyebab maag
  • mengobati kondisi radang usus 

Probiotik Baik Untuk Bayi 

Eksim pada bayi menyakitkan untuk dilihat dan bahkan lebih buruk bagi mereka. Melonjak jumlahnya, penyakit alergi kulit ini disebabkan oleh cacat genetik dan zat asing, seringkali makanan. Namun yang mengejutkan, bukan hanya pola makan bayi yang dihitung. Probiotik dalam makanan ibu sebelum kelahiran dapat mencegah beberapa kasus.

Sebuah meta-analisis besar baru yang dilakukan di Imperial College di London oleh Vanessa Garcia-Larsen dan rekannya mengiris 433 studi untuk menemukan koneksi. Ternyata ibu hamil yang diberi probiotik pada usia kehamilan 36 sampai 38 minggu serta post partum awal mengalami penurunan eksim sebesar 22%, bukan angka yang tidak signifikan. Suplemen ini dapat berupa organisme tunggal atau ganda, diberikan sebagai kapsul, bubuk, atau bagian dari minuman atau susu formula bayi, dengan dosis 1 hingga 10 miliar unit pembentuk koloni per hari.

Studi ini memperpanjang rantai yang dimulai dengan hasil lain yang menjanjikan dengan eksim:

  • Sebuah meta-analisis mengungkapkan efek probiotik sederhana dalam mencegah eksim baik digunakan selama kehamilan atau di awal kehidupan anak.
  • Tinjauan terhadap 29 uji coba acak menunjukkan bahwa probiotik mengurangi risiko eksim bila digunakan oleh wanita selama trimester terakhir kehamilan meskipun tingkat kepastiannya rendah.
  • Dilaporkan dalam sebuah studi tahun 2014, strain bifidobacterium yang diberikan sebelum lahir kepada 130 ibu mulai 1 bulan sebelum persalinan dan setelah melahirkan kepada bayi mereka selama 6 bulan, menurunkan risiko eksim selama 18 bulan pertama kehidupan bayi.

Probiotik mengandung bakteri baik dan jamur yang mirip dengan yang ada di dalam tubuh dan membantu kesehatan saluran pencernaan. Sebagian besar percobaan difokuskan pada bakteri lactobacillus, probiotik umum dalam yogurt dan makanan fermentasi seperti pada yakult untuk ibu hamil lainnya.

Studi ini menemukan penurunan risiko eksim pada anak-anak ketika ibu mereka mengonsumsi probiotik selama minggu-minggu terakhir kehamilan dan enam bulan pertama menyusui.

Menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan alergi seperti kacang-kacangan, produk susu, dan telur selama kehamilan tampaknya tidak memengaruhi risiko eksim pada anak, studi tersebut juga menemukan.

Suplemen lain, minyak ikan, dikaitkan dengan penurunan risiko alergi telur pada anak-anak.

Peneliti mengamati 19 percobaan suplemen minyak ikan selama kehamilan, yang melibatkan sekitar 15.000 orang. Mereka menemukan suplemen minyak ikan dikaitkan dengan 31 persen lebih rendah risiko alergi telur pada anak-anak, atau pengurangan mutlak 31 kasus dari setiap 1.000 anak.

Suplemen minyak ikan ini mengandung asam lemak omega-3, dan wanita meminumnya selama paruh kedua kehamilan dan tiga hingga empat bulan pertama menyusui. Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat ditransfer dari ibu ke bayi melalui ASI. Oleh karena itu yakult untuk ibu hamil pun juga aman dikonsumsi karena mengandung bakteri baik untuk anak dalam kandungan.