Obat

Obat Golongan Psikotropika dan Manfaatnya

Umumnya, orang mengenal obat golongan psikotropika sebagai obat-obatan terlarang. Namun, dalam dunia medis, obat golongan psikotropika juga memiliki manfaat, lho!

Obat golongan psikotropika biasanya digunakan untuk membantu mengobati kondisi kejiwaan seperti depresi, bipolar, gangguan tidur, hingga kecemasan. Jadi, jika digunakan secara tepat, obat golongan psikotropika ini bisa memberikan manfaat yakni menyembuhkan beberapa penyakit. 

Apa itu obat golongan psikotropika?

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2009, yang dimaksud obat golongan psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis, dan bukan narkotika. Zat ini memberikan pengaruh pada susunan saraf pusat dan menyebabkan perubahan pada perilaku dan aktivitas mental. 

Fakta obat golongan psikotropika

Obat golongan psikotropika biasanya digunakan untuk menangani berbagai macam kondisi sesuai dengan neurotransmiter. Terdapat lima kelas pengobatan menggunakan psikotropika yang diberikan secara legal, yakni:

  • Anti kecemasan
  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Penstabil suasana hati
  • Stimulan

Golongan obat psikotropika di Indonesia

Di Indonesia, golongan obat psikotropika dibagi menjadi 4 golongan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2020 tentang Penetapan dan Perubahan Penggolongan Psikotropika. Berikut pemaparannya.

Psikotropika golongan I

Obat yang termasuk ke dalam golongan psikotropika I biasanya bisa menyebabkan kecanduan dan termasuk ke dalam obat-obatan terlarang. Pada golongan I, obat psikotropika bukan termasuk obat yang digunakan untuk pengobatan dan biasanya digunakan untuk penelitian saja.

Jika digunakan, psikotropika golongan I bisa menyebabkan halusinasi dan perasaan berubah dengan drastis. Jika sudah masuk pada level kecanduan, bisa membuat nyawa melayang. 

Contoh obat psikotropika golongan I yakni:

  •  Deskloroketamin dan semua isomer
  • 2F-deskloroketamin

Atau, nama kerennya yakni ekstasi, DOM, dan LSD. 

Psikotropika golongan II

Psikotropika golongan II juga masih menimbulkan kecanduan namun tidak separah pada golongan I. Obat psikotropika golongan II ini bisa dimanfaatkan untuk pengobatan, namun harus dalam pengawasan dokter. 

Obat yang termasuk dalam psikotropika golongan II yakni amineptina, metilfenidat, sekobarbital, etilfenidat, etizolam, dan diclazepam. 

Psikotropika golongan III

Pada psikotropika golongan ini tetap bisa menimbulkan kecanduan tetapi pada level sedang dan sering digunakan untuk mengobati beberapa penyakit.

Jika disalahgunakan, psikotropika golongan III bisa menyebabkan kerja sistem tubuh menurun drastis. 

Obat yang masuk dalam psikotropika golongan II yakni amobarbital, butalbital, flunitrazepam, gluetetimida, katina, pentazosina, pentobarbital, dan siklobarbital. 

Psikotropika golongan IV

Psikotropika golongan IV bisa menimbulkan kecanduan pada level paling rendah. Tetap saja, obat ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan dan harus dalam pemantauan dokter, sebab dosisnya harus diberikan dengan tepat. 

Ada 62 jenis obat psikotropika golongan 4 ini. Yakni diazepam, lorazepam, alprazolam, klobazam, ketazolam, metiprilon, hingga nitrazepam. 

Manfaat obat golongan psikotropika untuk pengobatan

Berdasarkan golongannya, obat psikotropika golongan I dan II termasuk ilegal dan tidak boleh digunakan untuk pribadi. Sedangkan golongan II dan III bermanfaat untuk pengobatan medis sesuai dengan resep dokter. Berikut manfaatnya.

Mengatasi kecemasan hingga depresi

Obat golongan psikotropika bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kecemasan dan depresi, tentunya dengan dosis yang sesuai dan tidak berlebihan. Obat golongan psikotropika juga bermanfaat untuk penderita yang sulit bangun di pagi hari karena depresi berat.

Penderita kesehatan mental parah seperti skizofrenia juga mengonsumsi obat golongan psikotropika sesuai dengan resep dokter. 

Membantu menstabilkan perasaan

Dalam proses penyembuhan kesehatan mental, obat golongan psikotropika bermanfaat sekali untuk menstabilkan perasaan dan mood. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam journal of American Medical Association menunjukkan jika terapi perilaku kognitif yang dikombinasikan dengan pengobatan cenderung mengarah pada gejala yang mulai stabil. 

Itu dia beberapa obat golongan psikotropika dan manfaatnya yang wajib kamu ketahui. Terdapat golongan yang bermanfaat untuk kesehatan, namun tetap harus dengan pemantauan dokter.