Penyakit

Trauma Thorax: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Komplikasinya

Trauma thorax adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, seperti di Amerika Serikat, trauma ini menyebabkan sekitar 25% kematian yang traumatis. Trauma thorax atau disebut juga sebagai cedera dada, dapat menyebabkan kematian pada menit atau jam pertama setelah trauma. Apa sebenarnya penyebab trauma thorax? Bagaimana pula penanganan tepatnya?

Penyebab trauma thorax

Cedera dada dapat terjadi akibat trauma tumpul atau tembus. Cedera ini bisa meliputi:

  • Gangguan aorta.
  • Cedera jantung tumpul.
  • Tamponade jantung.
  • Flail chest. 
  • Hemotoraks.
  • Pneumotoraks (traumatis, terbuka, dan tegangan).
  • Memar paru. 

Selain itu, cedera tulang (tulang rusuk dan klavikula), serta kerusakan esofagus dan diafragma juga dapat terjadi akibat trauma thorax. Hal ini dikarenakan posisi diafragma yang bisa setinggi garis puting selama pernafasan, sehingga trauma tembus ke dada dapat menyebabkan cedera intra-abdominal.

Sebagian besar kasus morbiditas dan mortalitas akibat trauma thorax terjadi karena cedera mengganggu pernapasan, sirkulasi, atau keduanya.

Pernapasan 

Trauma thorax yang disebabkan cedera respirasi, berupa:

  • Kerusakan langsung ke organ paru-paru atau saluran pernapasan, seperti memar paru dan gangguan trakeobronkial.
  • Mekanisme pernapasan yang terganggu dan berubah, seperti hemotoraks, pneumotoraks, dan flail chest.

Sirkulasi terganggu

Sirkulasi dapat terganggu akibat:

  • Perdarahan, seperti yang terjadi pada hemotoraks, dapat menyebabkan syok.
  • Penurunan aliran balik vena akibat tekanan intratoraks pada pneumotoraks atau tekanan intraperikardial pada tamponade jantung meningkat.
  • Gagal jantung atau kelainan lainnya akibat cedera jantung tumpul yang merusak miokardium atau katup jantung.

Seperti apa tanda dan gejalanya?

Gejala trauma thorax bisa berupa:

  • Nyeri dada, dapat semakin memburuk saat bernapas jika dinding dada terluka.
  • Sesak napas.
  • Ekimosis.
  • Hipotensi.
  • Syok.
  • Suara napas yang menurun.
  • Distensi vena leher.
  • Perkusi di area yang terkena tumpul.
  • Gerakan tidak seimbang di bagian dinding dada ketika bernapas.
  • Emfisema subkutan menyebabkan suara berderak yang khas dan sinkron dengan detak jantung (tanda Hamman atau suara keras Hamman). 

Diagnosis

Diagnosis trauma thorax ditentukan berdasarkan hasil evaluasi klinis, rontgen dada, dan terkadang tes pencitraan lain, seperti CT, ultrasonografi, dan tes pencitraan aorta. 

Evaluasi klinis

Ada lima kondisi yang harus diatasi secepat mungkin, karena dapat berisiko tinggi kematian, yaitu:

  • Hemotoraks masif.
  • Pneumotoraks terbuka.
  • Pneumotoraks tegangan. 
  • Flail chest. 
  • Tamponade jantung.

Pengobatan trauma thorax didasarkan pada hasil pemeriksaan klinis, meliputi kedalaman dan simetri cedera dinding dada, paru-paru, dan leher. Jika pasien memiliki gangguan pernapasan, maka pemeriksaan secara klinis, oksigenasi, dan ventilasinya harus dipantau.

Adapun cedera dada tembus, lokasi cederanya dapat membantu memprediksi risiko cedera. Luka dengan risiko tinggi adalah luka yang mengenai puting susu atau skapula dan melintasi dada dari sisi ke sisi (memasuki satu hemitoraks dan keluar dari sisi yang lain). Kondisi ini dapat melukai bagian pembuluh hilar atau besar, jantung, trakeobronkial, atau esofagus. 

Pasien dengan gejala obstruksi jalan nafas parsial atau lengkap pasca mengalami trauma thorax tumpul harus segera diintubasi untuk mengontrol jalan nafasnya. 

Apabila pasien mengalami kesulitan bernapas, maka cedera parah yang perlu dipertimbangkan selama pemeriksaan adalah:

  • Hemotoraks masif.
  • Pneumotoraks terbuka.
  • Pneumotoraks tegangan. 
  • Flail chest. 

Sementara itu, jika pasien mengalami gangguan sirkulasi, maka cedera parah yang perlu dipertimbangkan selama pemeriksaan adalah:

  • Hemotoraks masif.
  • Pneumotoraks tegangan. 
  • Tamponade jantung.

Cedera dada lainnya, seperti cedera jantung tumpul dan gangguan aorta, dapat menyebabkan syok, tetapi tidak ditangani selama pemeriksaan utama. Namun, perdarahan tetap harus ditangani, terlepas apakah trauma thorax menyebabkan syok atau tidak.

Pencitraan

Jika pasien mengalami trauma thorax yang signifikan, tes pencitraan biasanya dilakukan, seperti rontgen dada, ultrasonografi jantung, dan CT dada. Tes lainnya juga mungkin dilakukan untuk cedera aorta, termasuk aortografi dan ekokardiografi transesofagus.

Laboratorium dan pengujian lainnya

Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan, seperti hitung darah lengkap, yang berguna sebagai dasar untuk mendeteksi perdarahan yang sedang terjadi. Hasil pemeriksaan gas darah arteri membantu memantau kondisi pasien dengan hipoksia atau gangguan pernapasan. Penanda jantung, misalnya troponin, isoenzim pita otot kreatin fosfokinase (CPK-MB), juga dapat membantu mengatasi cedera jantung tumpul. EKG biasanya dilakukan untuk trauma thorax yang parah atau berkaitan dengan cedera jantung. Ini karena cedera jantung dapat menyebabkan aritmia, kelainan konduksi, atau lainnya.

Komplikasi trauma thorax

Umumnya, cedera dada menyebabkan rasa nyeri saat bernapas, sehingga penderita sering membatasi inspirasi (splinting). Komplikasi umum lainnya adalah atelektasis, yang dapat menyebabkan hipoksemia, pneumonia, atau keduanya. Jika penderita trauma thorax menjalani prosedur torakostomi tabung dan hemotoraks tidak terkuras sepenuhnya, maka dapat mengalami infeksi intratoraks purulen (empiema). 

Obat

Mengenal Trihexyphenidyl, Obat Untuk Penyakit Parkinson

Trihexyphenidyl adalah sebuah obat resep, yang tersedia dalam bentuk larutan dan tablet oral. Trihexyphenidyl merupakan obat generic dan tidak memiliki versi bermerek. Obat ini dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, dalam arti Anda harus menggunakannya bersamaan dengan obat-obatan lain. Obat ini digunakan untuk merawat semua jenis penyakit parkinsonisme, termasuk penyakit Parkinson. Obat ini juga digunakan untuk merawat efek samping gerakan parah yang disebabkan karena obat psikotik. 

Trihexyphenidyl masuk dalam kelas obat yang dikenal dengan sebutan antikolinergik. Kelas obat merupakan sekelompok obat yang bekerja dengan cara sama. Obat-obatan dalam kelas tersebut sering digunakan untuk merawat kondisi yang serupa. Trihexypheidyl bekerja dengan cara menghambat fungsi beberapa bagian sistem saraf yang mengatur gerakan tubuh. Obat ini membantu menenangkan beberapa otot tertentu dan membuatnya dapat bergerak dengan lebih mudah. 

Efek samping yang perlu diwaspadai

Salah satu efek samping tablet oral trihexyphenidyl adalah dapat menyebabkan rasa kantuk. Selain itu, beberapa efek samping yang sering dijumpai setelah penggunaan obat ini di antaranya adalah mulut yang kering, pandangan yang kabur, pusing, mual, gugup, konstipasi, dan sulit buang air kecil. Pada anak-anak, gejala tambahan di antaranya adalah mudah lupa, turunnya berat badan, gelisah, kesulitan tidur, kejang otot, dan gerakan tubuh yang tidak diinginkan. Apabila efek samping tersebut bersifat ringan, gejala akan hilang setelah beberapa hari atau minggu. Apabila gejala efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter. 

Selain gejala tersebut di atas, efek samping yang lebih serius dari penggunaan trihexyphenidyl juga dapat terjadi, seperti detak jantung yang tidak teratur, halusinasi, paranoia, glaucoma (dengan gejala seperti nyeri mata, pandangan yang kabur, kehilangan penglihatan secara bertahap atau tiba-tiba, penglihatan terowongan, dan lingkaran berwarna pelangi di sekitar cahaya yang terang), gangguan usus (dengan gejala seperti perut kembung, sakit perut, konstipasi parah, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan), stroke panas atau kesulitan berkeringat (dengan gejala seperti tidak dapat berkeringat, tubuh terasa lelah, pingsan, pusing, kram otot atau lambung, mual, muntah, diare, bingung, dan demam), sindrom neuroleptic jinak (dengan gejala seperti demam, otot yang kaku, perubahan status mental, denyut nadi yang cepat, pernapasan yang pendek dan cepat, serta tekanan darah yang tinggi atau rendah). 

Interaksi dengan obat lain

Tablet oral trihexyphenidyl dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan produk herbal lain yang sedang Anda konsumsi. Zat yang terkandung dalam obat dapat mengubah bagaimana obat terseebut bekerja, dan hal ini dapat membahayakan mereka yang menggunakannya atau malah membuat obat menjadi tidak bekerja dengan baik. Untuk menghindari terjadinya interaksi, Anda harus memberitahu dokter obat, vitamin, dan produk herbal apa saja yang sedang dikonsumsi. Dengan informasi tersebut, dokter akan mengatur obat-obatan yang tepat untuk kondisi Anda. 

Contoh obat yang dapat beinteraksi dengan trihexyphenidyl adalah obat depresi, karena obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping seperti mulut kering, sulit buang air kecil, kembung, sedikit keringat, dan meningkatnya suhu tubuh. Contoh obat depresi adalah isocarboxazid, tranylcypromine, dan desipramine. Selain itu, obat yang digunakan untuk penyakit Parkinson lain seperti levodopa apabila dikonsumsi secara bersamaan dengan trihexyphenidyl dapat meningkatkan gerakan tidak disengaja yang disebabkan oleh obat. Apabila kedua obat tersebut harus digunakan secara bersamaan, dosis harus dikurangi dan disesuaikan. 

Hidup Sehat

6 Manfaat Collard Greens Ini Patut Dicoba

Manfaat sayuran hijau untuk kesehatan sudah tidak perlu diragukan. Mengandung serat tinggi, sayuran hijau pun kerap menjadi andalan untuk melancarkan metabolism dan pencernaan. Di antara beragam sayuran hijau yang ada, collard greens menjadi salah satu jenis sayuran yang patut Anda coba.

Manfaat collard greens tidak kalah hebat dibandingkan jenis sayuran hijau lainnya. Sayuran yang sebangsa dengan sawi dan pokcoy ini sangat kaya akan nutrisi. Beberapa nutrisi penyumbang manfaat collard greens yang beragam, antara lain vitamin A, B6, c, K, zat besi, magnesium, dan kalsium. Bahkan khusus untuk vitamin K, kandungannya dalam 100 gram collards greens mencapai 8 kali lipat daripada kebutuhan harian yang disarankan.

Dengan nutrisi yang berlimpah, manfaat-manfaat collard greens bisa dengan mudah Anda dapatkan. Berikut ini adalah beberapa manfaat super dari sayuran hijau yang kaya khasiat ini.

  • Mencegah Sembelit

Konstipasi atau sembelit tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika dibiarkan berkelanjutan, sembelit bisa membuat penyumbatan usus. Sembelit timbul akibat tidak lancarnya saluran pencernaan Anda. Namun dengan mengonsumsi collard greens, kesehatan saluran cerna bisa dijaga lebih baik. Serat tinggi pada sayuran ini bisa membuat proses pencernaan lebih lancar dan Anda pun terhindar dari masalah sembelit yang mengganggu.

  • Menurunkan Risiko Osteoporosis

Anda yang tidak suka menyeruput susu kaya kalsium untuk mencegah osteoporosis bisa menggantinya dengan mengonsumsi collard greens. Pasalnya, sayuran hijau ini sangat kaya vitamin K maupun kalsium. Bayangkan saja, dalam satu cangkir rebusan collard greens, kandungan vitamin K-nya mencapai 770 mikrogram. Nilai tersebut berkali-kali lipat dibandingkan kebutuhan konsumsi vitanmin K harian untuk pria sebesar 120 mikrogram ataupun wanita 90 mikrogram. Manfaat collard greens pun bisa menurunkan risiko osteoporosis.

  • Meminimalkan Risiko Kanker

Manfaat collard greens yang tidak kalah menakjubkan adalah kemampuannya menghindarkan Anda dari risiko penyakit kanker. Pasalnya, sayuran hijau ini memiliki kandungan glukosinolat dan sulfur yang bisa mencegah dan memperlambat perkembangan se lasing dalam tubuh. Mengonsumsi collard greens secara rutin bahkan telah terbukti menurunkan risiko kanker payudara.

  • Menjauhkan Penyakit Kardiovaskular

Penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular umumnya merupakan penyakit kronis yang mematikan, mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, sampai stroke. Anda bisa terjauhkan dari berbagai penyakit tersebut dengan rajin mengonsumsi collard greens. Ini karena sayuran sejenis sawi tersebut mengandung serat tinggi yang mampu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Sumbatan akibat lemak di pembuluh darah yang memicu berbagai penyakit kardiovaskular pun bisa dihindari.

  • Mengontrol Diabetes

Kandungan serat tinggi pada collard greens juga berkhasiat mengurangi kadar glukosa dalam darah. Tidak hanya itu, collard greens juga memiliki kandungan asam alfa-lipoat yang mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin pada seseorang. Alhasil, jenis sayuran ini bisa digunakan sebagai terapi untuk mengontrol kadar gula darah bagi para penderita diabetes.

  • Mengobati Insomnia

Gangguan tidur atau insomnia banyak disebabkan oleh kondisi stres yang berlebih. Collard greens mengandung kolin yang efektif meningkatkan suasana hati dan menjaga kinerja otak.  Kemampuan tersebut membuat collard greens dapat dijadikan salah satu obat herbal insomnia yang layak Anda pilih dan coba.

***

Anda mungkin langsung tertarik menjajal beragam manfaat collard greens dengan mulai mengonsumsinya. Sedikit saran, pengolahan terbaik untuk jenis sayuran hijau, tidak terkecuali collard greens, adalah dengan mengukus atau merebusnya. Tujuannya agar vitamin dan nutrisi lain yang terkandung di dalamnya tidak banyak hilang karena proses memasak.

Penyakit

Ini Penjelasan Tentang Varikokel

Ini Penjelasan Tentang Varikokel

Varikokel merupakan kondisi pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena pada kantong zakar atau skrotum. Skrotum ini berfungsi menahan testis serta mengandung arteri dan vena di saluran sperma, pada setiap testis di skrotum. Pembengkakan yang terjadi tentu mengganggu fungsi kantong zakar, untuk mengatasinya diperlukan cara menyembuhkan varikokel.

Pembuluh darah yang membawa darah dari testis ke penis seharusnya tidak teraba atau terasa, namun ketika terjadi varikokel pembuluh darah vena ini tampak seperti terdapat banyak cacing dalam skrotum, kondisi ini sama seperti dengan varises pada tungkai. Varikokel bisa muncul saat seseorang berusia 15 hingga 25 tahun dan sebagian besar ditemukan pada skrotum sebelah kiri.

Cara Menyembuhkan Varikokel

Sebagian besar kondisi ini tidak menyebabkan gejala dan tidak menimbulkan bahaya, sehingga tidak diperlukan adanya pengobatan. Saat kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, dokter menanganinya dengan memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol. 

Selain itu, pasien juga akan disarankan menggunakan celana penyangga testis untuk meredakan tekanan. Varikokel yang menimbulkan rasa nyeri hebat atau sampai membuat testis menjadi kecil hingga membuat kemandulan, maka diperlukan beberapa tindakan medis seperti berikut.

  • Embolisasi

Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang guna menjangkau vena di lokasi varikokel melalui selangkangan atau leher. Dokter akan memasukkan zat untuk memperbaiki aliran darah dan varikokel, proses ini dilakukan dengan bius total dan prosedurnya memakan waktu beberapa jam.

  • Operasi

Tindakan medis ini dilakukan dengan cara dokter akan menjepit atau mengikat pembuluh darah yang menjadi varikokel, tujuannya untuk menghambat aliran darah ke pembuluh tersebut sehingga bisa mengalir ke pembuluh darah normal lainnya.

Operasi ini bisa dilakukan dengan proses pembedahan terbuka atau teknik sayatan minimal dengan bantuan alat khusus yang dinamakan laparoskop. Operasi dapat dilakukan dengan obat bius total atau setempat.

Proses penyembuhan pasca tindakan bisa dalam sehari atau dua hari, meski demikian pasien harus menghindari kegiatan berat selama 10 hingga 14 hari. Selain itu, dibutuhkan pemeriksaan selanjutnya oleh dokter urologi selama tiga hingga empat bulan, khususnya bagi penderita yang juga mengalami kemandulan.

Pencegahan Varikokel

Berbeda dengan penis, testis pada laki-laki memang memiliki ukuran yang sama meski tidak menutup kemungkinan seseorang bisa memiliki testis dengan ukuran yang lebih besar ketimbang orang lain. Testis seharusnya terasa lembut, tanpa gumpalan atau benjolan yang terasa kokoh tapi tidak keras, selain cara menyembuhkan varikokel, langkah pencegahan juga bisa dipakai sebagai alternatif.

  • Periksa Bentuk

Periksa masing-masing testis pada waktu yang berbeda, rasakan seperti apa bentuknya ketika memegang testis. Tujuan memegang testis satu persatu untuk membedakan masing-masing bentuk testis dan mengenali tanda-tanda yang tidak biasa.

  • Periksa Setelah Mandi

Langkah ini bisa dilakukan pada malam hari, setelah mandi menggunakan air hangat agar skrotum berada dalam keadaan rileks dan lembut. Coba pegang testis sedikit lebih ketat, tapi tetap rileks dan tidak terlalu kendur atau kencang ketika memegangnya.

  • Lakukan Gerakan Melingkar

Pakai jari kedua tangan melakukan gerakan memutar pada satu testis, rasakan apakah muncul benjolan atau bengkak seperti butiran beras yang tertanam di dalamnya. Jika ada, ingat atau tuliskan dengan rinci perubahan yang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Perubahan yang terjadi bisa seperti benjolan yang membesar, sensasi geli atau malah muncul benjolan baru. Ingat juga seberapa besar ukuran benjolan yang muncul dari waktu ke waktu dan temui dokter untuk melakukan konsultasi.

Penyakit

Radang Telinga Tengah Pada Anak, Kenali Gejalanya!

Mungkin hampir semua orang anak pernah mengalami yang namanya batuk, flu, atau ruam popok tanpa masalah yang berarti. Namun, radang telinga tengah mungkin hanya beberapa anak saja yang mengalami masalah tersebut.

Sebenarnya apa itu infeksi telingan bagian tengah yang terjadi pada anak dan seringkali membuat bayi atau anak-anak mengalami demam. Yuk, kenali lebih jauh dengan penyakit satu ini dan apa saja gejala yang sering muncul saat mengalaminya.

Apa itu radang telinga tengah?

Radang telinga tengah atau otitis media adalah infeksi telinga yang terjadi ketika virus atau bakteri masuk ke telinga tengah, ruang di belakang gendang telinga. Ketika seorang anak mengalami otitis media ini, maka telingan tengah Si Kecil akan terisi oleh nanah (cairan yang terinfeksi). Nanah tersebut mendorong gendang telinga yang bisa sangat menykitkan.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Sakit pada telinga adalah salah satu tanda utama infeksi telinga tengah. Anak-anak juga mungkin memiliki gejala seperti:

  • Demam 
  • Kesulitan makan, minum dan tidur. Mengunyah, menghisap, dan berbaring dapat menyebabkan perubahan tekanan yang menyakitkan di telinga tengah
  • Waktu tidur yang buruk
  • Drainase dari telinga, cairan kuning, cokelat, atau putih yang bukan kotoran telingan merebes dari telinga. Ini mungkin berarti gendang telinga telah pecah
  • Kesulitan mendengar

Anak-anak yang lebih besar dapat mengeluh tentang sakit telinga, tetapi seorang anak yang lebih kecil mungkin hanya akan menarik-narik telinga atau menjadi rewel dan menangis lebih dari biasanya, karena merasakan sakit pada telinga.

Jika tekanan dari penumpukan cairan cukup tinggi, gendang telinga dapat pecah, dengan cairan yang keluar dari telinga. Ini adalah penyebab umum pecahnya gendang telinga pada anak-anak. Seorang anak dengan gendang telinga yang pecah mungkin merasa pusing atau mual, dan telingan berdenging atau berdegung.

Bagaimana infeksi bisa terjadi?

Radang telinga tengah biasanya terjadi karena pembengkakan di salah satu atau kedua saluran eustachius (yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan). Saluran tersebut membiarkan lendir mengalir dari telinga tengah ke tenggorokan.

Flu, infeksi tenggorokan, asam refluks, atau alergi dapat membuat tabung eustachius membengkak. Ini akan menghalangi lendir mengalir. Lalu virus atau bakteri tumbuh di lendir dan menghasilkan nanah, yang menumpuk di telinga tengah.

Anak-anak (terutama dalam 2 hingga 4 tahun pertama kehidupannya) lebih sering mengalami infeksi telinga daripada orang dewasa karena beberapa alasan. Meliputi:

  • Saluran eustachiusnya yang lebih pendek dan horizontal memungkinkan bakteri dan virus lebih mudah masuk ke telinga tengah. Tabungnya juga lebih sempit, jadi lebih mungkin tersumbat.
  • Adenoid mereka, struktur seperti kelenjar di bagian belakang tenggorokan, lebih besar dan dapat mengganggu pembukaan saluran eustachius.

Hal lain yang membuat anak-anak lebih berisiko termasuk perokok pasif, pemberian susu botol, dan berada di sekitar anak-anak lain di penitipan anak. Infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Radang telinga dalam ini tidak menular, tetapi pilek yang terkadang menyebabkannya bisa menular. Infeksi sering terjadi selama cuaca musim dingin, ketika banyak orang terkena infeksi saluran pernapasan bagian atas atau pilek (anak dengan infeksi telinga juga mungkin mengalami gejala flu, seperti pilek atau hidung tersumbat atau batuk).

Pencegahan

Berikut beberapa cara untuk mengurangi risiko infeksi telinga apada anak:

  • Kontrol alergi, peradangan dan lendir yang disebabkan oleh reaksi alergi dapat menghalangi saluran eustachius dan membuat infeksi.
  • Menyusui bayi Anda, ASI memiliki antibodi yang baik yang berfungsi untuk mengurangi laju infeksi telinga.
  • Vaksinasi, tanyakan pada dokter tentang vaksin pneumokokus, flu dan meningitis. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang divaksinasi memiliki lebih sedikit infeksi telinga.
  • Jangan merokok, menurut beberapa penelitian, anak-anak yang terpapar asap rokok orang lain memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk terkena infeksi telinga dibandingkan dengan anak-anak lain.

Jika anak Anda mengalami beberapa gejala radang telinga tengah di atas disarankan untuk mengunjungi dokter. Dokter akan membantu mengatasi ketidaknyamanan Si Kecil, biasanya dengan memberikan asetaminofen atau ibuprofen kepada anak untuk meredakan nyeri dan demam. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat tetes telinga pereda nyeri selama gendang telinga tidak pecah. 

Obat

Mengenal Immune Globulin Intravena

immune globulin kekebalan tubuh

Immune globulin adalah larutan steril yang terbuat dari plasma manusia. Larutan ini mengandung antibodi yang melindungi Anda dari infeksi akibat berbagai jenis penyakit. Immune globulin intravena (IGIV, untuk suntikan ke dalam pembuluh darah) digunakan untuk merawat imunodefisiensi primer. IGIV juga digunakan untuk meningkatkan platelet (sel pembeku darah) pada orang-orang yang memiliki purpura trombositopenia imun. IGIV juga digunakan untuk membantu mencegah beberapa infeksi tertentu pada orang-orang yang menderita leukemia limfositik kronis sel-B. Selain itu, IGIV juga digunakan pada mereka yang menderita sindrom Kawasaki, untuk mencegah aneurysm yang disebabkan karena arteri utama jantung yang melemah. 

Informasi penting

Immune globulin intravena dapat menyebabkan penggumpalan darah, dengan risiko paling tinggi pada orang yang lebih tua atau mereka yang menderita gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, dan penyakit sirkulasi darah. Penggumpalan darah juga biasa sering terjadi pada saat istirahat jangka panjang, saat menggunakan pil KB, atau dalam perawatan terapi penggantian hormon. Kondisi ini juga dapat terjadi saat kateter IV pusat terpasang. 

Hubungi dokter sesegera mungkin apabila Anda menderita nyeri dada, kesulitan bernapas, detak jantung yang cepat, mati rasa atau tubuh terasa lemah, atau pembengkakan dan perubahan warna di tangan atau kaki. Immune globulin juga dapat membahayakan ginjal, terutama apabila Anda memiliki penyakit ginjal atau menggunakan obat-obatan tertentu. Hubungi dokter secepatnya apabila Anda melihat adanya tanda-tanda gangguan ginjal, seperti pembengkakan, pertambahan berat badan yang cepat, dan jarang atau tidak bisa buang air kecil. 

Beberapa orang mungkin tidak dapat menggunakan obat immune globulin ini, terutama apabila Anda memiliki reaksi alergi terhadap immune globulin atau produk darah. Selain itu, apabila Anda memiliki defisiensi immune globulin A (IgA) atau alergi terhadap jagung, Anda tidak direkomendasikan menggunakan obat ini. IGIV juga dapat menyebabkan penggumpalan darah atau gangguan ginjal, terutama pada orang yang lebih tua atau mereka yang menderita kondisi tertentu seperti gangguan jantung, masalah sirkulasi darah, stroke atau penggumpalan darah, penyakit ginjal, diabetes, sebuah infeksi yang disebut sepsis, dan jika Anda menggunakan estrogen (pil KB atau terapi penggantian hormon). Beritahu dokter apabila Anda memiliki kondisi-kondisi yang disebutkan sebelumnya tersebut. 

Anda mungkin juga akan membutuhkan penyesuaian dosis apabila Anda terpapar cacar atau apabila Anda bepergian ke daerah di mana penyakit ini mudah dijumpai. Selain itu, beritahu dokter apabila Anda sedang hamil atau menyusui. Immune globulin terbuat dari plasma manusia yang didonasikan dan dapat mengandung virus atau agen menular lainnya. Plasma yang didonasikan diuji untuk mengurangi risiko kontaminasi, namun masih ada kemungkinan kecil immune globulin dapat menularkan penyakit. Apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu, tanyakan dokter tentang potensi risiko yang dapat terjadi apabila Anda menggunakan immune globulin. 

Immune globulin intravena diberikan dalam bentuk suntikan ke dalam pembuluh darah, biasanya setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Penyedia layanan kesehatan akan memberikan suntikan tersebut kepada Anda. Minumlah banyak air saat Anda menggunakan immune globulin (intravena) untuk membantu meningkatkan aliran darah dan menjaga ginjal bekerja dengan baik. Anda mungkin membutuhkan tes urin atau darah dengan rutin. Immune globulin dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu. Beritahu dokter yang merawat Anda apabila Anda sedang menggunakan immune globulin intravena. Untuk informasi lebih lanjut seputar efek samping dari obat immune globulin intravena ini, hubungi dokter.

Hidup Sehat

Seputar Kesehatan Pria: Gejala Level Testosterone Rendah

Testosterone adalah hormon seks yang biasanya sering dihubungkan dengan pria, padahal wanita juga memiliki hormon ini meskipun dalam jumlah yang sedikit. Apabila seorang pria memiliki level testosterone yang rendah, ini akan memengaruhi kesehatan pria, terutama yang berhubungan dengan fungsi seksual. Ia akan menunjukkan beberapa gejala seperti disfungsi ereksi, berkurangnya masa tulang dan nafsu birahi. Hormon testosterone memiliki banyak fungsi, yaitu untuk perkembangan tulang dan otot, pertumbuhan rambut dan faktor lain yang berhubungan dengan tampilan fisik (termasuk pendalaman suara), hingga produksi sperma. 

Produksi testosterone dapat menjadi lambat saat seseorang bertambah usia, dan banyak orang yang lebih tua memiliki gejala testosterone rendah. Asosiasi Urologi Amerika menetapkan testosterone rendah berada pada angka di bawah 300 ng hormon per decilitre darah. Mereka juga melaporkan bahwa 2 dari 100 orang pria memiliki hormon testosterone yang rendah. Kesehatan pria dengan level testosterone rendah tentunya mengkhawatirkan. Untuk itu, waspadai beberapa gejala dan tanda-tanda testosterone rendah berikut ini:

Testosterone yang rendah akan membuat seorang pria kesulitan ereksi dan menjaga ereksi tersebut. Testosterone menstimulasi jaringan penis untuk memproduksi oksida nitrat, yang akan memulai beberapa reaksi penyebab ereksi. Apabila level hormon testosterone terlalu rendah, seorang pria akan kesulitan mendapatkan ereksi. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi di antaranya adalah merokok, gangguan yang berhubungan dengan tiroid, kolesterol tinggi, stres atau kecemasan, konsumsi alkohol, diabetes, dan tekanan darah tinggi. 

Banyak pria mengalami kerontokan rambut sebagai bagian alami penuaan, dan kerontokan rambut akibat penuaan juga dapat memengaruhi wanita. Sebuah studi pada tahun 2012 menemukan bahwa implant testosterone dapat mendukung pertumbuhan rambut kembali pada wanita yang mendapatkan perawatan gejala defisiensi hormon seks. 

Testosterone membantu memproduksi jaringan tulang dan menjaga volume tulang. Testosterone yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya volume tersebut, yang dapat membuat tulang menjadi lebih rentan retak atau patah. 

Seorang pria dengan hormon testosterone yang rendah juga akan menyadari adanya pengurangan ukuran buah zakar mereka, yang tidak berhubungan dengan udara dingin. Skrotum juga akan terasa lebih pendek dari biasanya. 

Air mani merupakan cairan yang keluar saat pria ejakulasi. Cairan ini membantu sperma bergerak menuju sel telur. Testosterone dapat membantu menstimulasi produksi air mani, dan berkurangnya air mani dapat mengindikasikan adanya pengurangan testosterone. Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan. 

Pria dengan kadar testosterone yang rendah juga akan kesulitan tertidur. Banyak pria dengan level hormon terstosterone rendah juga menderita apnea tidur, yang mana merupakan gangguan tidur parah di mana seseorang berhenti bernapas sementara, yang dapat mengganggu tidur mereka. 

Testosterone memainkan peran penting dalam perkembangan masa otot, dan berkurangnya level hormon tersebut dapat menyebabkan pengurangan masa otot yang signifikan. Akan tetapi, meskipun testosterone rendah mengurangi masa otot, fungsi dan kekuatan otot tidak akan hilang, menurut sebuah temuan dari tinjauan studi tahun 2016. 

Untuk menjaga kesehatan pria, terutama dengan fungsi seksualnya, mereka yang mengalami satu atau lebih dari gejala yang disebutkan di atas perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Untuk mendiagnosa testosterone rendah, dokter akan melakukan evaluasi fisik dan meninjau gejala yang dirasakan pasien. Dokter juga bisa melakukan tes untuk mencari gejala tambahan, seperti tes kepadatan tulang dapat menunjukkan hilangnya masa tulang, yang mana merupakan hasil dari rendahnya testosterone. 

Penyakit

Gejala dan Cara Mengatasi Malaria Pada Anak

Anak-anak sering mengalami demam yang tentunya akan membuat panik semua orang tua, terutama jika demam tersebut tak kunjung turun. Salah satu hal yang ditakuti yaitu jika anak terkena malaria sebab gejala utamanya adalah demam tinggi dan menggigil. Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh pasmodium. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat menyebabkan anemia hingga kematian. Untuk itu, sebaiknya Anda memahami gejala malaria pada anak serta cara mengatasinya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. 

Gajala malaria pada anak

Gejala malaria pada anak berbeda dengan orang dewasa. Untuk anak usia di bawah 5 tahun dengan di atas 5 tahun, gejala malaria yang ditunjukkan juga berbeda. 

  1. Gejala pada anak di bawah usia 5 tahun

Pada anak usia di bawah 5 tahun, bisa jadi ia tidak mengalami demam ketika terserang malaria. Pada kasus tertentu, anak yang terkena malaria malah mengalami hipotermia yaitu kondisi ketika seseorang memiliki suhu tubuh jauh di bawah normal. Selain itu, berikut ini adalah gejala umum yang ditunjukkan oleh anak di bawah usia 5 tahun saat terkena penyakit malaria. 

  • Demam tinggi 
  • Jika tidak mengalami demam, maka mengalami hipotermia
  • Menggigil
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Napas menjadi cepat
  • Sulit tidur 
  • Lemas
  • Mudah mengantuk 
  • Menjadi lebih rewel
  • Hilangnya nafsu makan
  1. Gejala pada anak di atas usia 5 tahun

Pada usia di atas 5 tahun, gejala malaria yang dimunculkan sudah lebih mirip seperti pada orang dewasa. Beberapa gejala tersebut di antaranya: 

  • Panas dingin dan menggigill
  • Nafsu makan menghilang
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Demam tinggi yang berlangsung selama 48 jam
  • Keringat berlebih
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah 

Cara mengatasi malaria

Untuk menyembuhkan penyakit malaria, beberapa cara perlu dilakukan. Berikut ini cara mengatasi malaria terutama pada anak yang bisa Anda terapkan. 

  1. Konsumsi makanan bergizi

Agar tubuh anak tetap kuat, maka perlu adanya asupan nutrisi yang cukup. Meskipun nafsu makan pada anak berkurang drastis, usahakan ia tetap mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bergizi. Apabila anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka proses penyembuhan bisa semakin lama. 

  1. Minum obat antimalaria

Proses penyembuhan malaria dapat dibantu dengan pemberian obat. Dokter akan memberi resep sesuai dengan kondisi anak dan tingkat keparahan malaria yang dialami. Beberapa jenis obat antimalaria yaitu clindamycin, artemether, chloroquine, mefloquine, dan proguanil.

  1. Fokus turunkan demam 

Demam yang dialami anak bisa terasa sangat mengganggu tubuhnya. Untuk itu, sebaiknya Anda berusaha mengurangi demam yang terjadi pada anak dengan mengompres dahinya. Pemberian obat penurun demam juga diperlukan, namun alangkah baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat. 

  1. Perbanyak istirahat

Salah satu gejala yang timbul karena penyakit malaria pada anak terutama di bawah usia 5 tahun adalah lemas. Anak-anak yang terkena malaria umumnya akan merasa kelelahan. Untuk itu, anak perlu banyak beristirahat untuk membantu memulihkan kondisinya. Pastikan anak tidak beraktivitas yang berat terlebih dahulu seperti bermain atau berolahraga, serta usahakan agar ia mendapat tdur yang cukup dan berkualitas. 

Upaya pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan. Beberapa cara yang bisa diterapkan yaitu dengan rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar sehingga tidak menjadi sarang nyamuk. Anda juga dapat memasang kelambu pada tempat tidur anak dan mengoleskan obat nyamuk di tangan dan kakinya. Selain itu, perlu juga dilakukan fumigasi secara rutin atau pengasapan di lingkungan tinggal setidaknya 3 bulan sekali untuk memastikan bahwa tidak ada nyamuk yang bersarang. 

Hidup Sehat

Tanda-Tanda Fungsi Sumsum Tulang Belakang Terganggu

Sumsum tulang belakang merupakan kumpulan saraf dan sel yang memanjang dari bagian bawah otak ke punggung bawah. Rata-rata perempuan memiliki sumsum tulang belakang dengan panjang sekitar 43 sentimeter. Sementara itu, laki-laki memiliki panjang sumsum tulang belakang dengan kisaran 45 sentimeter. Fungsi sumsum tulang belakang utamanya membawa sinyal antara otak dan seluruh tubuh.

Sinyal yang dibawa oleh sumsum tulang belakang pada akhirnya berperan penting dalam berbagai aspek fungsi tubuh. Setidaknya ada tiga peran utama dari sumsum tulang belakang, seperti di bawah ini.

  • Distributor Sinyal dari Otak

Dengan fungsi sumsum tulang belakang yang satu ini, Anda dan semua orang mampu mengotrol gerakan tiap anggota tubuhnya. Pasalnya, tubuh bisa menerima apa yang diperintahkan otak melalui sinyal yang tersalur lewat sumsum tulang belakang.

  • Pengirim Informasi ke Otak

Tidak hanya menyalurkan informasi dari otak ke seluruh tubuh, sumsum tulang belakang juga bertugas mengirimkan pesan dari berbagai bagian tubuh ke otak. Dari fungsi sumsum tulang belakang inilah, otak bisa mengetahui berbagai sensasi yang dirasakan tubuh, yang berasal dari sentuhan, tekanan, ataupun rasa nyeri.

  • Perespons Reflek Motorik

Kadangkala, sumsum tulang belakang dapat membuat tubuh melakukan tindakan tanpa perintah otak. Inilah yang disebut sebagai fungsi refleks motorik. Sumsum tulang belakang bertindak independen dalam menanggapi sensasi seketika yang diterima tubuh. Sebagai contoh, ketika merasakan sensasi panas, sumsum tulang belakang sangat mungkin menggerakkan tubuh menjauh dari sumber panas. Hal ini sering terjadi apabila Anda tidak sengaja menyentuh panci panas tanpa sengaja.

Pentingnya fungsi sumsum tulang belakang tak ayal membuat orang yang mengalami cedera di bagian ini akan mengalami sejumlah gejala yang berhubungan dengan saraf motoriknya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang timbul jika sumsum tulang belakang Anda mengalami cedera.

  • Nyeri Tulang Belakang

Kerap kali gejala cedera sumsum tulang belakang bisa sangat terasa dan menimbulkan nyeri secara langsung. Bagian tulang belakang Anda akan mendadak terasa sakit dan membuat Anda tidak nyaman untuk bergerak secara leluasa.

  • Tidak Peka Sensasi

Wajar apabila Anda tiba-tiba menghindar ke pinggir jika Anda klakson mobil dari belakang. Menjadi lumrah pula ketika Anda tiba-tiba menepis sesuatu yang menyentuh bagian tubuh Anda secara tiba-tiba. Yang aneh justru ketika motorik Anda tidak peka terhadap sensasi yang tiba-tiba. Itu artinya ada masalah dengan fungsi tulang belakang Anda.

  • Tubuh Atas Melemah

Cedera sumsum tulang belakang akan lebih mudah ditanggapi oleh tubuh bagian atas. Tak ayal saat mengalami gangguan fungsi sumsum tulang belakang, leher maupun tangan Anda terasa lemas. Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan sumsum tulang belakang bisa menyebabkan kelumpuhan di tubuh bagian atas.

  • Posisi Kepala Tak Normal

Orang-orang yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang belakang kerap mengalami masalah kelemahan dengan leher mereka. Leher yang terganggu tak ayak memengarugi posisi kepala. Karena itulah jika Anda merasa sulit memosisikan kepala secara tegas, bisa jadi ada masalah di bagian sumsum tulang belakang Anda.

  • Sering Kebas

Gangguan pada sumsum tulang belakang juga dapat menimbulkan efek kebas bahkan mati rasa di organ motorik tubuh. Ini karena tidak lancarnya pesan dari otak ke tubuh maupun sebaliknya.

  • Sulit Berjalan

Terganggunya fungsi sumsum tulang belakang juga akan membuat penderitanya mengalami fungsi motorik di tubuh bagian bawah. Yang paling signifikan adalah penderita gangguan fungsi sumsum tulang belakang akan kesulitan untuk berjalan.

*** Pentingnya fungsi sumsum tulang belakang membuat Anda mesti ekstra menjaga kesehatannya. Hindari berbagai penyebab kerusakan sumsum tulang belakang yang dapat berakibat fatal bagi kehidupan Anda.

Penyakit

Lansoprazole dan Omeprazole, Mana yang Paling Ampuh Atasi Gerd?

Bagi setiap orang yang mengalami GERD atau gastroesophageal reflux disease, keluhan yang biasanya dialami seperti nyeri dada seolah terbakar atau heartburn. Selain mengubah pola makan, biasanya obat-obatan seperti lansoprazole dan esomeprazole. Namun, sebelum mengonsumsinya perlu diketahui perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terlebih dulu.

GERD merupakan salah satu kondisi yang menandakn naiknya asam lambung yang berlebih ke kerongkongan. Penyebabnya pun beragam, bisa dari kebiasaan merokok, menggunakan obat NSAID dalam jangka panjang dan masalah kesehatan tertentu.  Jika mulai merasakan GERD, pilihan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan mengonsumsi obat-obatan,

Perbedaan Lansoprazole dan Esomeprazole

Lansoprazole

Merupakan obat yang bisa mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Khususnya pada GERD dengan gejala yang biasanya muncu seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar tepat di dada, mual serta mulut yang terasa asam.

Selain itu, tekuk lambung dan kembung juga bisa diatasi dengan obat ini, kemudian pada kondisi langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus (sindrom Zollinger-Ellison). Lansoprazole terkadang juga diandalkan untuk mengatasi kondisi tersebut, Bentuk obat ini berupa kapsul, tetapi juga ada yang berbentuk tablet dan cairan.

Selayaknya obat lambung pada umumnya, lansoprazole yang digunakan untuk mengatasi GERD juga dikonsumsi sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong. Dosis obat ini  bermacam-macam, biasanya dokter akan memberi dosis sesuai dengan kondisi seseorang dan sesuai dengan rekomendasi dokter untuk orang dewasa 15 hingga 30 mg dalam sehari.

Esomeprazole

Secara umum obat ini sama dengan lansoprazole, esomeprazole merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung, gejala GERD dan membantu penanganan sindrom Zollinger-Ellison. Esomeprazole merupakan obat generasi yang lebih baru, jika dicampur dengan naproxen dapat untuk mengatasi peradangan nyeri sendi dan otot.

Bentuk esomeprazole juga sama dengan lansoprazole, yakni tablet, kapsul, kaplet dan liquid, selain itu dokter juga akan memberi dosis sesuai dengan kondisi penyakit, usia, dan berat badan penderita. Namun, secara umum dosis yang akan diberikan dokter kepada pasien dewasa sekitar 20-40 mg dalam sehari.

Mana yang Lebih Baik untuk Mengatasi GERD

Terkait keampuhan kedua obat di atas untuk mengatasi GERD, efektivitas keduanya pernah diteliti dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan World Journal of Gastroenterology. Penelitian ini memberikan 40 mg esomeprazole, 30 mg lansoprazole, 20 mg omeprazole dan 40 mg pantoprazole pada sekitar 274 pasien refluks asam lambung selama delapan minggu.

Keempat obat ini memang kerap diberikan pada pasien yang mengalami masalah lambung dan hasil penelitian melaporkan, jika esomeprazole lebih efektif untuk mengatasi dan meredakan gejala dari GERD ketimbang tiga obat lainnya. Hal ini bahkan langsyng terlihat pada tujuh hari pertama setelah obat-obatan ini digunakan.

Namun, hasil ini tidak serta merta dijadikan sebagai patokan, karena hasilnya bisa bervariasi untu case esomeprazole melawan lansoprazole. Perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terletak pada struktur molekul, selain itu harga esomeprazole cenderung lebih mahal karena generiknya sendiri baru disetujui oleh US Food and Drug Administration pada 2015 silam.

Sangat berbeda dengan lansoprazole yang harganya lebih mudah, selain itu generiknya juga sudah tersebar luas di Indonesia. Biaya dan ketersediaan obat perlu menjadi pertimbangan dalam pemberian dan konsumsi obat, khususnya bagi masyarakat Indonesia.