Kehamilan

Bagaimana Cara Mengecek Kehamilan?

Memiliki anak merupakan momen yang ditunggu-tunggu ibu hamil. Mereka akan memiliki keturunan secara biologis. Namun, untuk mengetahui apakah seseorang hamil atau tidak, mereka dapat mengecek kehamilan jika mereka merasa bahwa mereka mengalami kondisi tertentu seperti mual. Sebagian orang berpikir bahwa cara mengecek kehamilan dapat dilakukan dengan bahan alami seperti garam. Namun, apakah benar bahwa cara tersebut efektif dalam memberikan hasil kehamilan?

Jika Anda ingin mengetahui apakah Anda hamil atau tidak, Anda perlu pahami bahwa waktu yang paling tepat untuk mengecek kehamilan adalah 7 hari setelah Anda mengalami keterlambatan haid.

Cara Mengecek Kehamilan Dengan Bahan Alami

Menggunakan bahan-bahan alami seperti garam dapat digunakan sebagai cara mengecek kehamilan jika Anda tidak menyempatkan diri untuk membeli kebutuhan untuk tes tersebut. Berikut adalah beberapa contoh bahan alami yang sering digunakan masyarakat:

  • Gula.
  • Garam.
  • Sabun.
  • Pasta gigi.
  • Pemutih.

Anda dapat menggunakan salah satu bahan tersebut, yang kemudian akan dicampurkan dengan sampel air urine. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengecek kehamilan melalui bahan alami:

  • Isi sampel urine dengan wadah kaca atau plastik bersih.
  • Sampel urine pertama dipakai ketika Anda bangun tidur dan kadar hCG-nya paling tinggi.
  • Setelah mengetes, Anda perlu menunggu sekitar 10 menit untuk memperoleh hasilnya dan jangan mencampurkan bahan yang Anda gunakan.
  • Jika hasilnya tidak akurat, Anda dapat mencoba lagi tes tersebut dari awal.

Mungkin saja Anda menerima hasil tes kehamilan yang tidak benar karena tes dengan bahan alami belum tentu akurat. Selain itu, ada ketentuan lain yang perlu diperhatikan ketika Anda melakukan tes tersebut.

Contohnya, jika Anda menggunakan pasta gigi, Anda perlu mencampurkan dua sendok makan pasta gigi putih dengan satu sendok makan sampel urine di pagi hari. Jika hasilnya positif, warna urine berubah menjadi biru dan bisa disertai dengan busa. Jika hasilnya negatif, maka tidak akan memicu reaksi apapun.

Perubahan warna bahan-bahan yang digunakan hanya menunjukkan reaksi dari sifat asam pada urine. Meskipun bahan-bahan alami mudah digunakan, bahan-bahan tersebut tidak dapat digunakan karena tidak menunjukkan hasil yang akurat. Selain itu, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa cara mengecek kehamilan juga efektif melalui bahan alami.

Cara Lain Untuk Mengecek Kehamilan

Karena bahan alami tidak akurat dalam memberikan hasil tes kehamilan, Anda perlu mengecek kehamilan dengan cara yang lebih efektif, yakni dengan mendeteksi hormon hCG. Mendeteksi hormon hCG dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien yang kemudian akan diuji di laboratorium untuk penelitian lebih lanjut.

Cara mengecek kehamilan juga dapat Anda ketahui melalui gejala. Ada sejumlah gejala yang bisa terjadi pada ibu hamil, namun setiap orang mengalami gejala yang berbeda. Berikut adalah gejala-gejala yang timbul:

  • Payudara membengkak.
  • Kelelahan.
  • Kram.
  • Konstipasi.
  • Mual.
  • Lebih sering buang air kecil.

Jika Anda Ingin Berkonsultasi Dengan Dokter

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda hamil dan ingin tahu banyak tentang cara menjaga kehamilan. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan pertanyaan seperti:

  • Apa saja cara untuk menjaga kondisi janin?
  • Olahraga apa saja yang dapat dilakukan ibu hamil?
  • Apa dampaknya pada bayi jika ibu hamil memiliki kadar hCG tertentu?

Selama berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan memberikan arahan untuk membantu Anda menjaga kondisi kehamilan. Anda juga diminta untuk mengecek kondisi kehamilan secara rutin untuk mencegah risiko tertentu seperti diabetes tipe 2.

Kesimpulan

Cara mengecek kehamilan sebaiknya Anda lakukan dengan mendeteksi hormon hCG dan memperhatikan gejala yang Anda alami. Untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Obat

Obat Golongan Psikotropika dan Manfaatnya

Umumnya, orang mengenal obat golongan psikotropika sebagai obat-obatan terlarang. Namun, dalam dunia medis, obat golongan psikotropika juga memiliki manfaat, lho!

Obat golongan psikotropika biasanya digunakan untuk membantu mengobati kondisi kejiwaan seperti depresi, bipolar, gangguan tidur, hingga kecemasan. Jadi, jika digunakan secara tepat, obat golongan psikotropika ini bisa memberikan manfaat yakni menyembuhkan beberapa penyakit. 

Apa itu obat golongan psikotropika?

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2009, yang dimaksud obat golongan psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis, dan bukan narkotika. Zat ini memberikan pengaruh pada susunan saraf pusat dan menyebabkan perubahan pada perilaku dan aktivitas mental. 

Fakta obat golongan psikotropika

Obat golongan psikotropika biasanya digunakan untuk menangani berbagai macam kondisi sesuai dengan neurotransmiter. Terdapat lima kelas pengobatan menggunakan psikotropika yang diberikan secara legal, yakni:

  • Anti kecemasan
  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Penstabil suasana hati
  • Stimulan

Golongan obat psikotropika di Indonesia

Di Indonesia, golongan obat psikotropika dibagi menjadi 4 golongan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2020 tentang Penetapan dan Perubahan Penggolongan Psikotropika. Berikut pemaparannya.

Psikotropika golongan I

Obat yang termasuk ke dalam golongan psikotropika I biasanya bisa menyebabkan kecanduan dan termasuk ke dalam obat-obatan terlarang. Pada golongan I, obat psikotropika bukan termasuk obat yang digunakan untuk pengobatan dan biasanya digunakan untuk penelitian saja.

Jika digunakan, psikotropika golongan I bisa menyebabkan halusinasi dan perasaan berubah dengan drastis. Jika sudah masuk pada level kecanduan, bisa membuat nyawa melayang. 

Contoh obat psikotropika golongan I yakni:

  •  Deskloroketamin dan semua isomer
  • 2F-deskloroketamin

Atau, nama kerennya yakni ekstasi, DOM, dan LSD. 

Psikotropika golongan II

Psikotropika golongan II juga masih menimbulkan kecanduan namun tidak separah pada golongan I. Obat psikotropika golongan II ini bisa dimanfaatkan untuk pengobatan, namun harus dalam pengawasan dokter. 

Obat yang termasuk dalam psikotropika golongan II yakni amineptina, metilfenidat, sekobarbital, etilfenidat, etizolam, dan diclazepam. 

Psikotropika golongan III

Pada psikotropika golongan ini tetap bisa menimbulkan kecanduan tetapi pada level sedang dan sering digunakan untuk mengobati beberapa penyakit.

Jika disalahgunakan, psikotropika golongan III bisa menyebabkan kerja sistem tubuh menurun drastis. 

Obat yang masuk dalam psikotropika golongan II yakni amobarbital, butalbital, flunitrazepam, gluetetimida, katina, pentazosina, pentobarbital, dan siklobarbital. 

Psikotropika golongan IV

Psikotropika golongan IV bisa menimbulkan kecanduan pada level paling rendah. Tetap saja, obat ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan dan harus dalam pemantauan dokter, sebab dosisnya harus diberikan dengan tepat. 

Ada 62 jenis obat psikotropika golongan 4 ini. Yakni diazepam, lorazepam, alprazolam, klobazam, ketazolam, metiprilon, hingga nitrazepam. 

Manfaat obat golongan psikotropika untuk pengobatan

Berdasarkan golongannya, obat psikotropika golongan I dan II termasuk ilegal dan tidak boleh digunakan untuk pribadi. Sedangkan golongan II dan III bermanfaat untuk pengobatan medis sesuai dengan resep dokter. Berikut manfaatnya.

Mengatasi kecemasan hingga depresi

Obat golongan psikotropika bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kecemasan dan depresi, tentunya dengan dosis yang sesuai dan tidak berlebihan. Obat golongan psikotropika juga bermanfaat untuk penderita yang sulit bangun di pagi hari karena depresi berat.

Penderita kesehatan mental parah seperti skizofrenia juga mengonsumsi obat golongan psikotropika sesuai dengan resep dokter. 

Membantu menstabilkan perasaan

Dalam proses penyembuhan kesehatan mental, obat golongan psikotropika bermanfaat sekali untuk menstabilkan perasaan dan mood. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam journal of American Medical Association menunjukkan jika terapi perilaku kognitif yang dikombinasikan dengan pengobatan cenderung mengarah pada gejala yang mulai stabil. 

Itu dia beberapa obat golongan psikotropika dan manfaatnya yang wajib kamu ketahui. Terdapat golongan yang bermanfaat untuk kesehatan, namun tetap harus dengan pemantauan dokter. 

Hidup Sehat

Bahaya Air Garam Tetap Menghantui Meski Diyakini Memberi Banyak Manfaat

Garam merupakan salah satu jenis bumbu masak yang memberikan cita rasa asin. Selain ditambahkan pada masakan, garam yang dilarutkan pada air dan diminum diyakini dapat memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan, lho! Akan tetapi, Anda perlu mengonsumsi air garam dalam batas wajar. Jika berlebihan, maka bahaya air garam untuk kesehatan dapat menghampiri Anda. Apa saja manfaat dan bahaya air garam? Serta bagaimana cara penggunaannya secara tepat sehingga aman? Simak penjelasan berikut ini. 

Bahaya air garam untuk wajah yang mungkin muncul adalah kulit terasa kering

Manfaat mengonsumsi air garam 

Garam yang dicampurkan dengan air hangat memberi banyak manfaat bagi tubuh diantaranya yaitu: 

  • Air garam mengandung antibakteri sehingga dapat membantu melawan infeksi.
  • Meredakan sakit tenggorokan menggunakan air garam tidak dengan meminumnya. Anda dapat menggunakan air garam hangat untuk berkumur sehingga sakit tenggorokan menjadi lebih reda. 
  • Minum air garam hangat setiap pagi dapat menjadi alat detoks alami bagi tubuh. 
  • Mengatasi dehidrasi dengan lebih cepat dibandingkan air putih biasa. 
  • Minum air garam hangat sebelum tidur dapat membantu memperbaiki kualitas tidur
  • Mengurangi sinusitis, pilek alergi. Cara penggunaannya adalah dengan membilas lubang hidung bergantian. Saat membilas lubang kanan, pastikan Anda menutup lubang kiri dan sebaliknya.  

Bahaya air garam jika dikonsumsi berlebihan

Garam yang dicampurkan dalam makanan sebagai penyedap rasa saja bisa menjadi pemicu masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Hal tersebut tentu juga terjadi pada air garam. Bahaya air garam mungkin muncul terutama jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Beberapa bahaya air garam tersebut yaitu: 

  • Penggunaan air garam berlebihan merupakan salah satu penyebab penyakit maag dan dapat memicu kanker perut. Garam berlebih dalam tubuh dapat merusak lapisan mukosa pada lambung.  
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat terjadi jika tubuh mengandung kadar natrium terlalu tinggi. Kadar natrium banyak ditemukan dalam garam. 
  • Hilangnya rasa makanan mungkin terjadi karena lidah terlalu terbiasa dengan rasa asin berlebihan. 
  • Demensia merupakan penyakit yang membuat turunnya berbagai fungsi otak. 
  • Gangguan fungsi ginjal dapat terjadi karena konsumsi air garam berlebihan. 
  • Menurunnya kinerja otak bisa diakibatkan karena konsumsi air garam yang tinggi. 
  • Memperburuk diabetes sebab nantinya kadar gula darah akan meningkat. 
  • Melemahkan kekuatan tulang sebab garam merampas kalsium yang memicu terjadinya osteoporosis. 
  • Konsumsi air garam berlebihan juga dapat memicu penyakit seperti stroke dan jantung. 

Cara mengonsumsi air garam secara aman 

Agar bisa mendapat manfaat secara maksimal, serta menghindari bahaya air garam maka sebaiknya Anda mengikuti beberapa cara untuk mengonsumsi air garam secara aman berikut ini. 

  • Gunakan gelas atau wadah yang bersih untuk minum air garam. 
  • Hindari menggunakan air terlalu panas untuk mencampur garam. Pilihan air hangat merupakan yang paling disarankan. 
  • Pilih garam berkualitas tinggi seperti garam himalaya.
  • Gunakan garam secukupnya dan tidak berlebihan.
  • Imbangi dengan pola hidup sehat dan istirahat yang cukup sehingga manfaat air garam bisa lebih maksimal. 
  • Pastikan Anda tidak memiliki riwayat stroke atau darah tinggi serta penyakit lain yang akan semakin parah jika mengonsumsi garam.
  • Untuk penggunaan luar pada kulit sebaiknya lakukan pengecekan reaksi alergi untuk menghindari bahaya air garam 

Semua hal di dunia ini tentu memiliki dua sisi yaitu sisi baik dan buruk. Air garam bisa memberi manfaat bagi tubuh namun tetap memiliki risiko tersendiri ketika dikonsumsi. Untuk menghindari bahaya air garam, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya agar lebih aman. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai bahaya air garam, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga melalui App Store atau Google Play.

Penyakit

Tanda GERD Sudah Sembuh Tak Juga Muncul, Lakukan Ini

Tanda Gerd sembuh salah satunya nyeri pada bagian dada yang disertai sensasi panas pada dada atau heartburn berkurang. Selain itu, tanda Gerd sudah sembuh juga ditandai dengan berkurangnya rasa mual. 

gerd

Pengidap Gerd (gastroesophageal reflux disease) akan mengalami kondisi di mana asam lambung meningkat dan terjadi aliran balik ke kerongkongan. 

Jika gangguan cukup berat, Gerd bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan waktu tidur Anda. Pengobatan pun perlu dilakukan agar Gerd berkurang. 

Lalu bagaimana jika telah melakukan pengobatan tetapi tanda Gerd sudah sembuh tak juga muncul? 

Gejala Gerd yang semakin parah

Gerd bisa sembuh, tetapi bisa juga malah semakin parah. Jika tanda Gerd sudah sembuh tak juga muncul, malah ada gejala lain, maka kemungkinan Gerd Anda malah berubah jadi parah.

Gerd umumnya disebabkan oleh karena pola makan yang buruk disertai gaya hidup tidak sehat seperti sering makan makanan pedas, asam, hingga minum bersoda dan mengandung kafein.

Berikut ini merupakan tanda Gerd semakin parah:

  • munculnya rasa pahit atau asam pada mulut. Hal ini disebabkan akibat cairan atau makanan yang naik menuju kerongkongan dan mulut.
  • adanya rasa tidak nyaman di dada seperti rasa terbakar bahkan sesak napas.
  • sensasi globus berupa rasa mengganjal di tenggorokan dan tenggorokan dapat terasa pedih atau panas. 
  • sakit dada, dan nyeri ulu hati.
  • batuk yang lama tak kunjung sembuh.
  • Tenggorokan berlendir.
  • Pusing, gemetaran dan berkeringat dingin.

Lalu kenapa tanda GERD sudah sembuh tak juga muncul?

Penggunaan obat-obatan memang menjadi penanganan utama agar Gerd dapat teratasi dengan baik. Namun, yang perlu diperhatikan, jika pengobatan Gerd dilakukan tanpa disertai perubahan gaya hidup, maka akan sia-sia.

Perubahan terhadap gaya hidup sehat dapat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan gejala asam lambung kronis yang Anda derita.

Tips agar GERD segera hilang

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar tanda Gerd sudah sembuh bisa datang. 

Perhatikan porsi makan dan jenis makanannya

Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh makanan yang mengandung lemak cukup tinggi, makanan asam, pedas, santan-santan, kanji, minuman soda dan yang mengandung kafein. Maka saat penyembuhan, hindari mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Selain itu, hindari mengonsumsi makanan dalam porsi yang langsung dalam jumlah banyak. Setelah mengonsumsi makanan, sebaiknya jangan langsung berbaring karena meningkatkan kambuhnya penyakit asam lambung. 

Hentikan kebiasaan merokok

Sebaiknya jika Anda memiliki kondisi penyakit asam lambung, hentikan kebiasaan merokok. 

Sebab, tidak hanya meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru-paru, merokok juga meningkatkan risiko penyakit asam lambung yang cukup parah.

Olahraga teratur

Pengobatan Gerd akan semakin lengkap jika dilengkapi olahraga teratur. Hal ini dilakukan untuk menjaga stamina tetap optimal. Hindari melakukan gerakan yang menekan lambung, seperti melompat. 

Selain itu, jangan berolahraga setelah makan. Lakukan olahraga 2-3 jam setelah mengonsumsi makanan untuk menghindari penyakit asam lambung.

Kelola stress 

Stres menjadi hal utama yang harus dihindari para penderita Gerd selain makanan mengandung lemak tinggi, rokok, dan minuman mengandung kafein. Munculnya stres akan memicu hormon kortisol dan menaikkan asam lambung. Selain itu, stress bisa menyebabkan kepanikan sehingga membuat asam lambung naik.

Maka dari itu, penting untuk penderita Gerd untuk mengelola stress. Jangan berpikir aneh-aneh. Perlu diingat, Gerd tidak menimbulkan kematian, kecuali ada penyakit lain.

Pengobatan Gerd memang membutuhkan waktu yang lama dan butuh konsistensi penderitanya agar bsia segera sembuh. 

Jika sudah mengatur pola makan dan pola hidup namun tidak kunjung sembuh sebaiknya konsultasikan keluhan Anda ke dokter penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut contohnya endoskopi.

Hidup Sehat

Bagaimana Cara Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Infeksi Melioidosis?

Melioidosis disebabkan bakteri Burkholderia pseudomallei. Bakteri ini ditemukan di air dan tanah yang terkontaminasi. Kemudian berisiko menyebar ke manusia dan hewan yang terkontaminasi. Melioidosis disebut-sebut sebagai agen potensial senjata biologis dalam perang. Hal ini juga didukung oleh infeksi yang dapat terjadi hampir seluruh tubuh. Akan tetapi yang paling sering terjadi di paru-paru. Bahkan tingkat kematiannya mencapai 40%. 

Bagaimana mendiagnosis melioidosis?

Melioidosis menyerang hampir semua organ tubuh. Tanda dan gejalanya juga mirip dengan penyakit-penyakit lain sehingga disebut juga “the great imitator”. Oleh karena itu, diagnosis dilakukan seakurat mungkin sebab kesalahan diagnosis akan berakibat fatal. 

Metode diagnosis kultur bakteri Burkholderia pseudomallei merupakan tes standar emas untuk penykit ini. Metode ini dilakukan menggunakan sampel darah, dahak, nanah, cairan sinovial (diantara sendi), cairan peritoneal di rongga perut, atau cairan perikardial di dekitar jantung.  

Sampel diletakan di media tumbuh seperti agar. Cara ini digunakan untuk mengetahui pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, metode kultur tidak selalu berhasil digunakan untuk menguji melioidosis. Saat pandemi melioidosis berlangsung, ahli juga mengambil sampel dari air dan tanah. 

Perawatan dan pengobatan melioidosis

Setelah pasien positif terjangkit melioidosis melalui serangkaian diagnosis yang telah dilakukan, dokter akan menentukan jenis pengobatan yang tepat. Jenis infeksi dan cara pengobatan akan berdampak pada hasil jangka panjang. Pengobatan umumnya dimulai dengan terapi antibiotik intravena atau melalui infus selama 10-14 hari. Kemudian diberikan obat antibiotik oral selama 3-6 bulan. 

Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention, jenis obat antibiotik yang digunakan untuk menangani melioidosis diantaranya:

  1. Terapi intravena 
  • Ceftazidime diberikan setiap 6-8 jam, atau 
  • Meropenem siberikan setiap 8 jam
  1. Obat antimikroba oral
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole dikonsumsi setiap 12 jam sekali, atau
  • Amoxicilin / asam clavunalat (co-amoxiclav) dikonsumsi setiap 8 jam sekali

Yang perlu diperhatikan yakni bagi pasien yang alergi terhadap penicillin sebaiknya berkonsultasi ke dokter terkait kondisinya sehingga dokter dapat memberikan alternatif pengobatan lainnya. Setelah pemberian antibiotik, maka kejadian kambuh tidak akan sesering dulu. Kejadian kambuh biasanya menjangkit pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan antibiotik sesuai waktu yang ditentukan dokter. 

Cara pencegahan melioidosis

Belum ada vaksin untuk mencegah melioidosis dan saat ini masih terus dikembangkan. Tindakan pencegahan khususnya harus dilakukan untuk mereka yang tinggal atau yang pernah mengunjungi daerah dimana melioidosis sering terjadi. Berikut ini berbagai tindakan yang harus dilakukan:

  • Saat bekerja di tanah atau air, gunakan alas kaki dan sarung tangan anti air
  • Hindari kontak dengan tanah dan genangan air jika Anda memiliki luka terbuka, penyakit ginjal kronis atau diabetes
  • Hindari menghirup udara terbuka saat cuaca buruk
  • Petugas kesehatan sebaiknya memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap
  • Petugas pemotong dan pengolah daging sebaiknya memakai sarung tagan dan mensterilkan pisau secara teratur
  • Jika mengonsumsi susu dan produk olahannya, pastikan telah dipasteurisasi
  • Lakukan skrining melioidosis apabila Anda akan mendapatkan terapi imunosupresif atau terapi yang menekan sistem imun tubuh

Faktanya, meskipun telah mendapatkan pengobatan antibiotik IV terbaru, sebagian besar pasien meninggal akibat melioidosis setiap tahunnya. Hal ini disebabkan sepsis dan komplikasi. Angka kematian lebih tinggi di daerah dengan akses medis terbatas. 

Apabila Anda pernah pergi ke daerah berisiko meiliodosis dan mengalami pneumonia atau syok septik setelahnya, segera periksakan diri ke dokter untuk dilakukan diagnosis.  

Obat

Obat Candesartan Digunakan untuk Apa?

Obat Candesartan Digunakan untuk Apa?

Obat candesartan adalah sebuah obat resep yang hadir dalam bentuk tablet oral. Obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Obat ini juga dapat digunakan dalam terapi kombinasi, dalam arti Anda perlu mengonsumsi obat ini bersamaan dengan obat lain untuk merawat kondisi atau penyakit yang Anda derita. 

Candesartan masuk ke dalam kelas obat penghambat reseptor 2. Jenis ini obat merujuk pada sekumpulan obat-obatan yang bekerja dengan cara sama. Umumnya, obat dalam kelas obat yang sama memiliki struktur kimia serupa dan digunakan untuk merawat kondisi serupa. Secara garis besar, obat ini bekerja dengan cara menenangkan pembuluh darah di dalam tubuh. Hal ini akan membantu mengurangi tekanan darah dan menurunkan risiko Anda menderita serangan jantung dan stroke. 

Apa saja efek sampingnya?

Obat candesartan memang tidak menyebabkan kantuk. Akan tetapi, sama seperti obat-obatan lainnya, obat ini diikuti dengan berbagai efek sampingnya sendiri. Adapun beberapa efek samping yang umum dijumpai setelah konsumsi obat candesartan adalah nyeri punggung, pusing, gejala demam atau flu (seperti batuk, bersin, dan hidung meler), radang tenggorokan, dan hidung tersumbat. 

Apabila gejala tersebut bersifat ringan, biasanya gejala akan hilang setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila gejala yang Anda rasakan bertambah parah, hubungi dokter secepatnya. 

Selain itu, obat candesartan juga dapat menyebabkan efek samping serius bagi beberapa orang. Adapun efek samping serius yang dapat dirasakan di antaranya adalah tekanan darah rendah dengan gejala seperti pusing atau ingin pingsan dan tubuh terasa lelah. 

Efek samping lain dapat berupa  gangguan ginjal yang semakin parah, dengan gejala seperti jarang buang air kecil dibandingkan dengan biasanya, tubuh terasa lelah, dan sesak napas; meningkatnya kadar potasium dalam darah, dengan gejala seperti otot terasa lemah, mual, dan perubahan ritme jantung; dan reaksi alergi, dengan gejala seperti pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. 

Interaksi dengan obat lain

Obat candesartan dapat berinteraksi dengan obat-obatan, obat herbal, ataupun vitamin yang sedang Anda konsumsi. Contoh interaksi obat tersebut seperti:

  • Obat nyeri

Obat candesartan mungkin tidak akan efektif dalam menurunkan tekanan darah apabila dikonsumsi bersama obat anti-peradangan non-steroid (NSAID). Apabila Anda berusia lanjut, minum pil air, dehidrasi, atau memiliki riwayat kesehatan menderita gangguan hati, fungsi ginjal Anda dapat memburuk apabila Anda meminum kedua tersebut secara bersamaan. Contoh NSAID adalah ibuprofen, naproxen, dan diclofenac.

  • Obat kejang

Obat candesartan dapat meningkatkan level obat kejang di dalam tubuh pada level yang berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak efek samping. Contoh obat kejang adalah lithium. 

  • Obat tekanan darah tinggi

Konsumsi obat ini bersama dengan obat candesartan dapat meningkatkan risiko tekanan darah yang sangat rendah, level potassium darah yang tinggi, dan fungsi ginjal yang semakin memburuk. Contoh obat jenis ini adalah penghambat reseptor angiotensin (seperti losartan, valsartan, dan telmisartan), penghambat ACE (seperti enalapril, lisinopril, dan captopril), serta aliskiren. 

  • Obat yang dapat meningkatkan kadar potassium

Konsumsi obat ini bersama obat candesartan dapat meningkatkan level potassium Anda. Contoh obat ini adalah suplemen potassium, potassium-sparing diuretic seperti amiloride dan triamteren, dan pengganti garam yang mengandung potasium. 

Obat candesartan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Jangan konsumsi obat ini kembali apabila sebelumnya Anda memiliki reaksi alergi. Konsumsi kedua kali setelah Anda menderita alergi dapat berakibat fatal.

Parenting

Wahai Orang Tua, Waspadai Ciri-Ciri Anak Psikopat

Terkadang, orang tua mencurigai anak mereka psikopat jika melihat sang anak tak punya rasa empati sama sekali. Hal ini seringkali membuat orang tua ketakutan dan menganggap itu sebagai ciri-ciri anak psikopat.

Akan tetapi, apakah Anda yakin bahwa kecurigaan Anda benar adanya? Bisa saja, anak Anda sebenarnya bukan psikopat. Untuk mengetahui hal ini, Anda perlu terlebih dahulu memahami seperti apa tanda-tanda anak yang psikopat. 

Apa saja ciri-ciri anak psikopat?

Ciri-ciri anak psikopat sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak dini, bahkan dari sebelum anak menginjak usia dua tahun. Sebagai orang tua, Anda bisa memperhatikan apabila anak Anda memiliki kesadaran dan empati yang berbeda dari anak lainnya.

Pada anak-anak usia 2-4 tahun, tanda yang perlu Anda perhatikan sebagai ciri-ciri psikopat antara lain:

  • Anak sangat egois dan tidak mau berbagi
  • Anak terus menerus berbohong
  • Anak mendekati Anda dengan cara yang licik
  • Anak tidak merasa bersalah setelah berperilaku buruk dan melakukan kesalahan
  • Anak tidak berubah meski sudah mendapatkan hukuman

Itu adalah ciri-ciri pada anak usia dini. Seiring bertambahnya usia, ciri-ciri ini bisa semakin berkembang dan semakin bisa Anda rasakan.

Apabila di usia balita anak sudah banyak menunjukkan tanda-tanda ini, maka setelah melewati usia 9 tahun, mereka semakin berpotensi untuk mengembangkan sikap ini. Ini bukanlah pertanda yang baik, karena anak Anda bisa saja berisiko menjadi psikopat.

Tanda-tanda psikopat pada anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tanda psikopat pada orang dewasa. Hanya saja, sebagai orang tua, Anda bisa lebih mengamati tanda pada anak Anda sendiri.

Secara garis besar, tanda khusus dari gejala psikopat pada anak adalah mengabaikan perasaan orang lain dan tidak pernah memiliki rasa penyesalan. 

Menemukan ciri-ciri psikopat pada anak, bahaya atau tidak?

Banyak orang memiliki persepsi yang salah mengenai psikopat. Kebanyakan orang beranggapan bahwa anak yang psikopat adalah anak yang bisa  menjadi pembunuh berdarah dingin di masa depan.

Pandangan seperti ini terbentuk karena sebagian besar tokoh antagonis dalam film tentang kriminalitas memiliki karakteristik psikopat. Padahal, psikopat sebenarnya tidak hanya sebatas itu saja. 

Memang, ketika Anda menemukan ciri-ciri anak psikopat, maka ada peluang bahwa perilaku anak Anda akan menjadi berbahaya. Hanya saja, dengan perawatan dan penanganan yang tepat, hal ini bisa diatasi.

Kenyataannya, psikopat tidak selalu menjadi orang yang jahat, atau bahkan pembunuh. Dalam realita, ada banyak pengusaha sukses yang pernah didiagnosa sebagai psikopat di masa kecilnya.

Bahkan, menurut penelitian, 3 persen dari para pemimpin bisnis di dunia adalah psikopat. 

Potensi anak psikopat untuk berubah

Sebagai orang tua, wajar jika Anda merasa khawatir melihat ciri-ciri psikopat pada anak Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena hal ini sebenarnya bisa diatasi dan diubah.

Pengobatan untuk anak psikopat melibatkan pengobatan medis dari ahli kesehatan mental, serta dukungan dari keluarga. Anda perlu mengubah sikap dan cara Anda untuk berkomunikasi dengan anak Anda.

Jika Anda mencurigai adanya tanda-tanda psikopat pada anak Anda, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak dan psikolog. Mereka akan membantu anak Anda dan memberikan arahan mengenai hal-hal yang harus Anda lakukan sebagai orang tua. 

Jangan khawatir bila melihat ciri-ciri anak psikopat pada anak Anda. Anak yang psikopat tetap bisa dihadapi dan diatasi dengan baik.

Hidup Sehat

Cara Mengatasi Puting Payudara Sakit Jika Tersentuh pada Ibu Menyusui

Pada ibu menyusui, nyeri pada puting seringkali terjadi pada beberapa hari pertama menyusui. Nyeri biasanya terjadi sekitar satu menit saat mulut bayi pertama kali menempel pada puting. Seiring waktu kondisi ini akan semakin membaik.

Namun pada beberapa kasus ibu mengalami nyeri parah hingga puting payudara sakit jika tersentuh. Kulit di sekitar puting Anda juga bisa pecah-pecah, memar, atau berdarah. Hal ini membutuhkan perawatan.

Pemicu nyeri puting pada ibu menyusui

Puting sakit dipicu oleh buah hati yang menyusu lebih keras yang disebabkan oleh:

  • Posisi menyusui yang tidak tepat
  • Bayi sulit menempelkan mulutnya atau mengisap puting ibu
  • Refleks yang buruk pada bayi
  • Puting susu terbalik

Puting dan payudara sakit juga bisa disebabkan karena:

  • Bayi menyusu dan tertidur di payudara tanpa topangan yang kuat
  • Menarik mulut bayi menjauh dari payudara tanpa menghentikan hisapan terlebih dahulu
  • Bayi memiliki frenulum pendek (frenulum menghubungkan lidah ke dasar mulut). Kondisi ini juga disebut dengan “pengikat lidah”

Mengobati puting payudara sakit akibat menyusui

Nyeri berkelanjutan membuat payudara jadi lebih sensitif, sehingga puting payudara terasa sakit jika tersentuh. Puting yang sakit juga bisa menyebabkan suplai ASI rendah, ASI sulit keluar, dan penyapihan dini.

Berikut perawatan dan pengobatan payudara untuk puting yang sakit:

  • Biarkan puting Anda mengering dengan sendirinya setelah setiap menyusui. Jangan lap sisa ASI karena ASI mengandung antibodi dan pelembut kulit alami yang membantu melembabkan, menyembuhkan puting lecet, dan melawan infeksi. Anda juga bisa meremas lembut puting dan mengoleskan ASI pada puting sebelum mulai menyusui.
  • Kompres dingin puting setelah menyusui untuk mengurangi rasa sakit. Anda juga bisa menggunakan bantalan gel pada puting yang kering.
  • Gunakan penyangga payudara yang tepat. Selama menyusui, gunakan bra khusus menyusui dan pilih yang berbahan katun agar dimudahkan udara bersirkulasi.
  • Hindari terlalu sering penggunaan pelindung puting (nipple shield) karena dapat menurunkan kelekatan bayi dengan Anda
  • Coba posisi menyusui yang berbeda sampai Anda benar-benar menemukan posisi yang nyaman
  • Oleskan balsem atau salep, seperti lanolin, pada puting

Apabila nyeri terus berlanjut, hubungi dokter atau konsultan laktasi untuk menerima perawatan.

Agar puting payudara tidak kembali lecet

Agar proses menyusui Anda tidak terganggu, berikut hal yang harus diperhatikan:

  1. Pastikan bayi menyusui dengan baik

Menempelnya mulut bayi ke puting dengan baik adalah kunci keberhasilan menyusui, juga mencegah puting payudara sakit jika tersentuh. Hal ini bisa terlihat ketika seluruh puting susu serta areola masuk ke dalam mulut bayi.

  1. Pilih posisi yang nyaman

Posisi yang baik akan menambah kenyamanan Anda dan buah hati dalam menyusu. Posisi menyusui cradle dan football (clutch) hold atau seperti memegang bola adalah posisi paling baik ketika Anda pertama kali menyusui.

Anda juga bisa menggunakan bantal menyusui dan bangku kaki menyusui untuk mendapat posisi yang pas. Jangan lupa ganti posisi untuk mencegah tekanan dan gesekan pada area puting yang sama dalam jangka panjang.

  1. Lembut kan payudara sebelum menyusui

Payudara yang bengkak dan keras akan menyulitkan bayi untuk menyusu. Untuk memudahkan anak Anda mendapat makanan, keluarkan sedikit ASI dan oleskan ke area puting payudara agar lebih lemas dan lembut.

  1.  Menyusui setiap 2 hingga 3 jam sekali

Bayi baru lahir memiliki ukuran perut kecil, sehingga lebih cepat mencerna ASI. Karena hal itu mereka mudah lapar.

Jangan tunggu pemberian ASI ketika anak sudah sangat lapar, karena ia bisa jadi sangat agresif. Selain itu payudara Anda bisa membengkak karena menampung terlalu banyak ASI.

Anda bisa mengurangi kemungkinan pembengkakan dan hisapan yang terlalu kuat dengan memberinya ASI setiap 2 hingga 3 jam sekali.

  1. Jaga kesehatan dan kelembaban puting

Bersihkan payudara Anda dengan sabun berbahan lembut dan bilas dengan air hangat. Penggunaan sabun berbahan keras dapat membuat kulit di sekitar puting kering, iritasi, dan memicu puting pecah-pecah. Akibatnya puting payudara sakit jika tersentuh.

Selain itu jangan gunakan krim, salep, atau lotion yang dijual bebas. Agar lebih aman Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat rekomendasi produk yang sesuai.

Catatan

Jika Anda ibu menyusui dan puting payudara sakit jika tersentuh, Anda tak perlu khawatir karena itu hal yang normal. Terlebih jika bayi Anda baru berusia beberapa hari. Dengan mengikuti cara perawatan di atas, Anda bisa mengurangi nyeri pada payudara.

Namun jika sakit terus berlanjut, segera hubungi dokter. Diskusikan mengenai kesehatan payudara dan cara menyusui dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Hidup Sehat

Banyak yang Masih Salah, Berikut 8 Cara Memakai Sunscreen yang Benar

Memakai sunscreen merupakan salah satu skincare step yang paling penting di siang hari. Sebab, percuma Anda memakan serum atauu skincare yang lain jika kulit ujung-ujungnya rusak akibat paparan sinar matahari. Nah, untuk itu, penting juga mengetahui bagaimana cara memakai sunscreen yang benar.

Mungkin masih banyak di antara kita yang pakai sunscreen tapi asal-asalan saja. Padahal, kita harus tahu dan menerapkan cara memakai sunscreen yang benar agar manfaatnya bisa bekerja dengan maksimal dalam melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

Banyak yang berpikir sunscreen cukup dioleskan pada kulit wajah secara merata saja. Padahal, ada aturan pakainya, lho. Tanpa berlama-lama lagi, simak cara memakai sunscreen yang benar dan jangan sampai salah lagi, ya!

Cara Memakai Sunscreen yang Benar Agar Efektif Melindungi Wajah

Meskipun sunscreen dirancang sesuai jenis kulit, namun secara umum cara pemakaiannya sama saja untuk semua jenis kulit. Berikut cara-cara mengaplikasikan sunscreen yang paling tepat yang perlu Anda ketahui.

  • Gunakan Sunscreen dengan Minimal SPF 30

Salah satu yang perlu diperhatikan sebelum memilih tabir surya yang akan digunakan adalah melihat kandungan SPF nya, pilih minimal SPF 30. Sebab, kadar SPF 30 atau lebih tentu dapat melindungi kulit dengan perlindungan lebih tinggi. Intinya, kadar SPF ini bisa menjadi penentu seberapa rendah risiko Anda mengalami kerusakan kulit.

Misalnya, jika Anda menggunakan sunscreen dengan SPF 30, maka kulit Anda akan butuh waktu 300 menit atau 5 jam untuk memerah saat terpapar sinar matahari. Penting juga melihat pada kemasannya. PIlih yang berlabel broad-spectrum. Label ini berarti bahwa sunscreen tersebut bis amelindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet A dan B.

  • Gunakan Sunscreen Setidaknya 15-30 Menit Sebelum Beraktivitas

Pastikan Anda mengaplikasikan sunscreen setidaknya 15-30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Sebab, sunscreen butuh waktu untuk menyerap ke dalam kulit setelah dioleskan. Berbeda dengan sunblock yang bekerja secara langsung saat selesai diaplikasikan ke kulit.

Penggunaan sunscreen juga penting meskipun cuaca di luar sedang mendung. Bahkan penting juga meskipun Anda hanya berada di dalam ruangan.

  • Kocok Sebelum Digunakan

Pastikan agar Anda mengocok sunscreen sebelum digunakan. Tujuannya agar seluruh partikel yang mungkin saja menggumpal dalam wadahnya bisa tercampur merata. Apapun jenis sunscreen yang Anda gunakan, baik tube atau spray, pastikan agar dikocok terlebih dahulu.

  • Pakai Sebanyak 2 Jari

Berbeda dari penggunaan moisturizer yang hanya secukupnya saja, pemakaian sunscreen harus sebanyak minimal 2 jari. Hal ini agar proteksinya lebih optimal. Untuk di awal pemakaian sebanyak 2 jari ini pasti terasa greasy dan juga tebal di kulit wajah. Namun, saat sudah biasa, pasti tidak terasa kebanyakan lagi.

  • Aplikasikan di Seluruh Area yang Terbuka

Selain di wajah, Anda juga bisa menggunakan sunscreen di area yang tidak tertutup baju atau area terbuka yang berpotensi terkena paparan sinar matahari. Misalnya di area tengkuk, leher, telinga, hingga kaki dan juga tangan.

  • Jangan Lupa Reapply Sunscreen

Nah, banyak orang yang skip reapply sunscreen karena berpikir sunscreen yang digunakan pada pagi hari sudah efektif untuk seharian. Padahal, sunscreen hanya efektif beberapa jam saja. Jadi penting untuk reapply sunscreen setidaknya 2-3 jam sekali, meskipun angka SPF yang digunakan tinggi.

Memang mengaplikasikan ulang sunscreen ini terdengar ribet. Namun, bukan jadi alasan untuk tidak mengoleskan ulang sunscreen, kan?

Jika sehari-hari Anda tidak menggunakan makeup, maka Anda bisa langsung oleskan lagi sunscreen setelah mencuci muka dengan air bersih.

Tapi, jika Anda menggunakan makeup, Anda bisa memilih sunscreen yang bentuknya spray atau menggunakan compact powder yang mengandung SPF.

  • Jangan Gunakan Prosuk Skincare Lain Setelahnya

Nah, cara memakai sunscreen selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah tidak boleh mengoleskan skincare lain setelahnya. Misalnya mengoleskan serum, pelembap, atau toner setelah sunscreen. Hal ini bisa membuat tabir surya yang dioleskan menjadi luntur.

  • Pastikan Double Cleansing

Setelah menggunakan sunscreen, pastikan untuk double cleansing agar menghindari munculnya jerawat. Meskipun sunscreen tidak berwarna, namun ada wujudnya yang menempel di wajah. Menggunakan sabun pembersih wajah saja tidak cukup untuk menghapus bersih sunscreen dari kulit wajah. Oleh karena itu, pastikan agar Anda melakukan double cleansing di sore atau malam hari.

Parenting

Penyebab Konjungtivitis: Perlu Diwaspadai

Konjungtivitis, atau mata merah, merupakan peradangan yang terjadi pada konjungtiva (membran transparan yang menutupi bagian putih bola mata). Penyebab konjungtivitis beragam sehingga perlu diwaspadai.

Gejala

Seseorang yang mengalami konjungtivitis akan menunjukkan gejala berupa kemerahan, gatal, dan kotoran pada mata. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisi Anda dapat ditangani lebih lanjut.

Penyebab

Penyebab konjungtivitis adalah sebagai berikut:

  1. Alergi

Konjungtivitis bisa terjadi karena seseorang mengalami reaksi alergi terhadap alergen seperti serbuk sari. Jika manusia terpapar alergen, tubuh akan melepas respons alergen dengan melepas antibodi bernama imunoglobulin E (IgE). Antibodi tersebut merangsang sel mast pada mata dan saluran pernafasan untuk melepas senyawa seperti histamin. Histamin yang dilepaskan akan memicu berbagai reaksi alergi, termasuk mata merah.

  1. Iritasi

Iritasi karena berbagai faktor seperti zat kimia juga dapat memicu konjungtivitis. Contoh zat yang dapat memicu alergi pada mata adalah klorin (zat yang digunakan di kolam renang).

  1. Infeksi bakteri

Ada berbagai jenis bakteri yang dapat memicu konjungtivitis. Contoh bakteri yang menyebabkan kondisi tersebut adalah Staphylococcus aureus. Bakteri penyebab konjungtivitis lebih berisiko pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Bakteri tersebut juga dapat menular dengan mudah.

  1. Infeksi virus

Konjungtivitis juga disebabkan oleh virus. Ada berbagai virus yang dapat menyebabkan kondisi tersebut, salah satunya termasuk virus herpes simplex. Virus penyebab konjungtivitis juga mudah menular sehingga dapat menimbulkan wabah.

  1. Penyebab lain

Ada beberapa penyebab lain yang dapat memicu konjungtivitis, salah satunya termasuk kontak lensa.

Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda mengalami konjungtivitis, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat konjungtivitis.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah kondisi yang Anda alami memburuk?
  • Apakah Anda memiliki penyakit tertentu?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi:

  1. Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik terhadap mata Anda untuk mengetahui apakah kondisinya parah atau tidak.

  1. Pengambilan sampel

Setelah mengetahui kondisi mata, dokter dapat mengambil sampel air mata konjungtivitis untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami konjungtivitis.

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pengobatan terhadap pasien yang mengalami konjungtivitis berdasarkan penyebabnya. Berikut adalah pilihan pengobatan yang dapat dilakukan dokter:

  • Bakteri

Jika konjungtivitis disebabkan oleh bakteri, maka obat yang digunakan adalah obat antibiotik. Ada dua obat antibiotik yang dapat digunakan, antara lain antibiotik tetes (untuk orang dewasa) dan salep antibiotik (untuk anak-anak).

  • Virus

Jika konjungtivitis disebabkan oleh virus, maka Anda bisa menggunakan kompres hangat, atau Anda bisa tidak menggunakan obat apapun karena gejalanya akan hilang sendiri.

  • Alergi

Jika konjungtivitis disebabkan oleh alergi, maka obat yang digunakan adalah obat antihistamin.

Pencegahan

Untuk mencegah konjungtivitis, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Jangan menggunakan kontak lensa.
  • Jangan berbagi pakaian dengan teman atau keluarga untuk mencegah penularan.
  • Pilih produk kosmetik yang tidak menimbulkan gangguan pada mata.

Kesimpulan

Penyebab konjungtivitis beragam dan perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, namun dapat diobati dengan beberapa cara berdasarkan penyebabnya. Cara-cara untuk mencegah konjungtivitis sederhana. Untuk informasi lebih lanjut tentang konjungtivitis, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.