Penyakit

Ini Penjelasan Tentang Varikokel

Ini Penjelasan Tentang Varikokel

Varikokel merupakan kondisi pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena pada kantong zakar atau skrotum. Skrotum ini berfungsi menahan testis serta mengandung arteri dan vena di saluran sperma, pada setiap testis di skrotum. Pembengkakan yang terjadi tentu mengganggu fungsi kantong zakar, untuk mengatasinya diperlukan cara menyembuhkan varikokel.

Pembuluh darah yang membawa darah dari testis ke penis seharusnya tidak teraba atau terasa, namun ketika terjadi varikokel pembuluh darah vena ini tampak seperti terdapat banyak cacing dalam skrotum, kondisi ini sama seperti dengan varises pada tungkai. Varikokel bisa muncul saat seseorang berusia 15 hingga 25 tahun dan sebagian besar ditemukan pada skrotum sebelah kiri.

Cara Menyembuhkan Varikokel

Sebagian besar kondisi ini tidak menyebabkan gejala dan tidak menimbulkan bahaya, sehingga tidak diperlukan adanya pengobatan. Saat kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, dokter menanganinya dengan memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol. 

Selain itu, pasien juga akan disarankan menggunakan celana penyangga testis untuk meredakan tekanan. Varikokel yang menimbulkan rasa nyeri hebat atau sampai membuat testis menjadi kecil hingga membuat kemandulan, maka diperlukan beberapa tindakan medis seperti berikut.

  • Embolisasi

Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang guna menjangkau vena di lokasi varikokel melalui selangkangan atau leher. Dokter akan memasukkan zat untuk memperbaiki aliran darah dan varikokel, proses ini dilakukan dengan bius total dan prosedurnya memakan waktu beberapa jam.

  • Operasi

Tindakan medis ini dilakukan dengan cara dokter akan menjepit atau mengikat pembuluh darah yang menjadi varikokel, tujuannya untuk menghambat aliran darah ke pembuluh tersebut sehingga bisa mengalir ke pembuluh darah normal lainnya.

Operasi ini bisa dilakukan dengan proses pembedahan terbuka atau teknik sayatan minimal dengan bantuan alat khusus yang dinamakan laparoskop. Operasi dapat dilakukan dengan obat bius total atau setempat.

Proses penyembuhan pasca tindakan bisa dalam sehari atau dua hari, meski demikian pasien harus menghindari kegiatan berat selama 10 hingga 14 hari. Selain itu, dibutuhkan pemeriksaan selanjutnya oleh dokter urologi selama tiga hingga empat bulan, khususnya bagi penderita yang juga mengalami kemandulan.

Pencegahan Varikokel

Berbeda dengan penis, testis pada laki-laki memang memiliki ukuran yang sama meski tidak menutup kemungkinan seseorang bisa memiliki testis dengan ukuran yang lebih besar ketimbang orang lain. Testis seharusnya terasa lembut, tanpa gumpalan atau benjolan yang terasa kokoh tapi tidak keras, selain cara menyembuhkan varikokel, langkah pencegahan juga bisa dipakai sebagai alternatif.

  • Periksa Bentuk

Periksa masing-masing testis pada waktu yang berbeda, rasakan seperti apa bentuknya ketika memegang testis. Tujuan memegang testis satu persatu untuk membedakan masing-masing bentuk testis dan mengenali tanda-tanda yang tidak biasa.

  • Periksa Setelah Mandi

Langkah ini bisa dilakukan pada malam hari, setelah mandi menggunakan air hangat agar skrotum berada dalam keadaan rileks dan lembut. Coba pegang testis sedikit lebih ketat, tapi tetap rileks dan tidak terlalu kendur atau kencang ketika memegangnya.

  • Lakukan Gerakan Melingkar

Pakai jari kedua tangan melakukan gerakan memutar pada satu testis, rasakan apakah muncul benjolan atau bengkak seperti butiran beras yang tertanam di dalamnya. Jika ada, ingat atau tuliskan dengan rinci perubahan yang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Perubahan yang terjadi bisa seperti benjolan yang membesar, sensasi geli atau malah muncul benjolan baru. Ingat juga seberapa besar ukuran benjolan yang muncul dari waktu ke waktu dan temui dokter untuk melakukan konsultasi.

Penyakit

Radang Telinga Tengah Pada Anak, Kenali Gejalanya!

Mungkin hampir semua orang anak pernah mengalami yang namanya batuk, flu, atau ruam popok tanpa masalah yang berarti. Namun, radang telinga tengah mungkin hanya beberapa anak saja yang mengalami masalah tersebut.

Sebenarnya apa itu infeksi telingan bagian tengah yang terjadi pada anak dan seringkali membuat bayi atau anak-anak mengalami demam. Yuk, kenali lebih jauh dengan penyakit satu ini dan apa saja gejala yang sering muncul saat mengalaminya.

Apa itu radang telinga tengah?

Radang telinga tengah atau otitis media adalah infeksi telinga yang terjadi ketika virus atau bakteri masuk ke telinga tengah, ruang di belakang gendang telinga. Ketika seorang anak mengalami otitis media ini, maka telingan tengah Si Kecil akan terisi oleh nanah (cairan yang terinfeksi). Nanah tersebut mendorong gendang telinga yang bisa sangat menykitkan.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Sakit pada telinga adalah salah satu tanda utama infeksi telinga tengah. Anak-anak juga mungkin memiliki gejala seperti:

  • Demam 
  • Kesulitan makan, minum dan tidur. Mengunyah, menghisap, dan berbaring dapat menyebabkan perubahan tekanan yang menyakitkan di telinga tengah
  • Waktu tidur yang buruk
  • Drainase dari telinga, cairan kuning, cokelat, atau putih yang bukan kotoran telingan merebes dari telinga. Ini mungkin berarti gendang telinga telah pecah
  • Kesulitan mendengar

Anak-anak yang lebih besar dapat mengeluh tentang sakit telinga, tetapi seorang anak yang lebih kecil mungkin hanya akan menarik-narik telinga atau menjadi rewel dan menangis lebih dari biasanya, karena merasakan sakit pada telinga.

Jika tekanan dari penumpukan cairan cukup tinggi, gendang telinga dapat pecah, dengan cairan yang keluar dari telinga. Ini adalah penyebab umum pecahnya gendang telinga pada anak-anak. Seorang anak dengan gendang telinga yang pecah mungkin merasa pusing atau mual, dan telingan berdenging atau berdegung.

Bagaimana infeksi bisa terjadi?

Radang telinga tengah biasanya terjadi karena pembengkakan di salah satu atau kedua saluran eustachius (yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan). Saluran tersebut membiarkan lendir mengalir dari telinga tengah ke tenggorokan.

Flu, infeksi tenggorokan, asam refluks, atau alergi dapat membuat tabung eustachius membengkak. Ini akan menghalangi lendir mengalir. Lalu virus atau bakteri tumbuh di lendir dan menghasilkan nanah, yang menumpuk di telinga tengah.

Anak-anak (terutama dalam 2 hingga 4 tahun pertama kehidupannya) lebih sering mengalami infeksi telinga daripada orang dewasa karena beberapa alasan. Meliputi:

  • Saluran eustachiusnya yang lebih pendek dan horizontal memungkinkan bakteri dan virus lebih mudah masuk ke telinga tengah. Tabungnya juga lebih sempit, jadi lebih mungkin tersumbat.
  • Adenoid mereka, struktur seperti kelenjar di bagian belakang tenggorokan, lebih besar dan dapat mengganggu pembukaan saluran eustachius.

Hal lain yang membuat anak-anak lebih berisiko termasuk perokok pasif, pemberian susu botol, dan berada di sekitar anak-anak lain di penitipan anak. Infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Radang telinga dalam ini tidak menular, tetapi pilek yang terkadang menyebabkannya bisa menular. Infeksi sering terjadi selama cuaca musim dingin, ketika banyak orang terkena infeksi saluran pernapasan bagian atas atau pilek (anak dengan infeksi telinga juga mungkin mengalami gejala flu, seperti pilek atau hidung tersumbat atau batuk).

Pencegahan

Berikut beberapa cara untuk mengurangi risiko infeksi telinga apada anak:

  • Kontrol alergi, peradangan dan lendir yang disebabkan oleh reaksi alergi dapat menghalangi saluran eustachius dan membuat infeksi.
  • Menyusui bayi Anda, ASI memiliki antibodi yang baik yang berfungsi untuk mengurangi laju infeksi telinga.
  • Vaksinasi, tanyakan pada dokter tentang vaksin pneumokokus, flu dan meningitis. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang divaksinasi memiliki lebih sedikit infeksi telinga.
  • Jangan merokok, menurut beberapa penelitian, anak-anak yang terpapar asap rokok orang lain memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk terkena infeksi telinga dibandingkan dengan anak-anak lain.

Jika anak Anda mengalami beberapa gejala radang telinga tengah di atas disarankan untuk mengunjungi dokter. Dokter akan membantu mengatasi ketidaknyamanan Si Kecil, biasanya dengan memberikan asetaminofen atau ibuprofen kepada anak untuk meredakan nyeri dan demam. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat tetes telinga pereda nyeri selama gendang telinga tidak pecah. 

Obat

Mengenal Immune Globulin Intravena

immune globulin kekebalan tubuh

Immune globulin adalah larutan steril yang terbuat dari plasma manusia. Larutan ini mengandung antibodi yang melindungi Anda dari infeksi akibat berbagai jenis penyakit. Immune globulin intravena (IGIV, untuk suntikan ke dalam pembuluh darah) digunakan untuk merawat imunodefisiensi primer. IGIV juga digunakan untuk meningkatkan platelet (sel pembeku darah) pada orang-orang yang memiliki purpura trombositopenia imun. IGIV juga digunakan untuk membantu mencegah beberapa infeksi tertentu pada orang-orang yang menderita leukemia limfositik kronis sel-B. Selain itu, IGIV juga digunakan pada mereka yang menderita sindrom Kawasaki, untuk mencegah aneurysm yang disebabkan karena arteri utama jantung yang melemah. 

Informasi penting

Immune globulin intravena dapat menyebabkan penggumpalan darah, dengan risiko paling tinggi pada orang yang lebih tua atau mereka yang menderita gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, dan penyakit sirkulasi darah. Penggumpalan darah juga biasa sering terjadi pada saat istirahat jangka panjang, saat menggunakan pil KB, atau dalam perawatan terapi penggantian hormon. Kondisi ini juga dapat terjadi saat kateter IV pusat terpasang. 

Hubungi dokter sesegera mungkin apabila Anda menderita nyeri dada, kesulitan bernapas, detak jantung yang cepat, mati rasa atau tubuh terasa lemah, atau pembengkakan dan perubahan warna di tangan atau kaki. Immune globulin juga dapat membahayakan ginjal, terutama apabila Anda memiliki penyakit ginjal atau menggunakan obat-obatan tertentu. Hubungi dokter secepatnya apabila Anda melihat adanya tanda-tanda gangguan ginjal, seperti pembengkakan, pertambahan berat badan yang cepat, dan jarang atau tidak bisa buang air kecil. 

Beberapa orang mungkin tidak dapat menggunakan obat immune globulin ini, terutama apabila Anda memiliki reaksi alergi terhadap immune globulin atau produk darah. Selain itu, apabila Anda memiliki defisiensi immune globulin A (IgA) atau alergi terhadap jagung, Anda tidak direkomendasikan menggunakan obat ini. IGIV juga dapat menyebabkan penggumpalan darah atau gangguan ginjal, terutama pada orang yang lebih tua atau mereka yang menderita kondisi tertentu seperti gangguan jantung, masalah sirkulasi darah, stroke atau penggumpalan darah, penyakit ginjal, diabetes, sebuah infeksi yang disebut sepsis, dan jika Anda menggunakan estrogen (pil KB atau terapi penggantian hormon). Beritahu dokter apabila Anda memiliki kondisi-kondisi yang disebutkan sebelumnya tersebut. 

Anda mungkin juga akan membutuhkan penyesuaian dosis apabila Anda terpapar cacar atau apabila Anda bepergian ke daerah di mana penyakit ini mudah dijumpai. Selain itu, beritahu dokter apabila Anda sedang hamil atau menyusui. Immune globulin terbuat dari plasma manusia yang didonasikan dan dapat mengandung virus atau agen menular lainnya. Plasma yang didonasikan diuji untuk mengurangi risiko kontaminasi, namun masih ada kemungkinan kecil immune globulin dapat menularkan penyakit. Apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu, tanyakan dokter tentang potensi risiko yang dapat terjadi apabila Anda menggunakan immune globulin. 

Immune globulin intravena diberikan dalam bentuk suntikan ke dalam pembuluh darah, biasanya setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Penyedia layanan kesehatan akan memberikan suntikan tersebut kepada Anda. Minumlah banyak air saat Anda menggunakan immune globulin (intravena) untuk membantu meningkatkan aliran darah dan menjaga ginjal bekerja dengan baik. Anda mungkin membutuhkan tes urin atau darah dengan rutin. Immune globulin dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu. Beritahu dokter yang merawat Anda apabila Anda sedang menggunakan immune globulin intravena. Untuk informasi lebih lanjut seputar efek samping dari obat immune globulin intravena ini, hubungi dokter.

Hidup Sehat

Seputar Kesehatan Pria: Gejala Level Testosterone Rendah

Testosterone adalah hormon seks yang biasanya sering dihubungkan dengan pria, padahal wanita juga memiliki hormon ini meskipun dalam jumlah yang sedikit. Apabila seorang pria memiliki level testosterone yang rendah, ini akan memengaruhi kesehatan pria, terutama yang berhubungan dengan fungsi seksual. Ia akan menunjukkan beberapa gejala seperti disfungsi ereksi, berkurangnya masa tulang dan nafsu birahi. Hormon testosterone memiliki banyak fungsi, yaitu untuk perkembangan tulang dan otot, pertumbuhan rambut dan faktor lain yang berhubungan dengan tampilan fisik (termasuk pendalaman suara), hingga produksi sperma. 

Produksi testosterone dapat menjadi lambat saat seseorang bertambah usia, dan banyak orang yang lebih tua memiliki gejala testosterone rendah. Asosiasi Urologi Amerika menetapkan testosterone rendah berada pada angka di bawah 300 ng hormon per decilitre darah. Mereka juga melaporkan bahwa 2 dari 100 orang pria memiliki hormon testosterone yang rendah. Kesehatan pria dengan level testosterone rendah tentunya mengkhawatirkan. Untuk itu, waspadai beberapa gejala dan tanda-tanda testosterone rendah berikut ini:

Testosterone yang rendah akan membuat seorang pria kesulitan ereksi dan menjaga ereksi tersebut. Testosterone menstimulasi jaringan penis untuk memproduksi oksida nitrat, yang akan memulai beberapa reaksi penyebab ereksi. Apabila level hormon testosterone terlalu rendah, seorang pria akan kesulitan mendapatkan ereksi. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi di antaranya adalah merokok, gangguan yang berhubungan dengan tiroid, kolesterol tinggi, stres atau kecemasan, konsumsi alkohol, diabetes, dan tekanan darah tinggi. 

Banyak pria mengalami kerontokan rambut sebagai bagian alami penuaan, dan kerontokan rambut akibat penuaan juga dapat memengaruhi wanita. Sebuah studi pada tahun 2012 menemukan bahwa implant testosterone dapat mendukung pertumbuhan rambut kembali pada wanita yang mendapatkan perawatan gejala defisiensi hormon seks. 

Testosterone membantu memproduksi jaringan tulang dan menjaga volume tulang. Testosterone yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya volume tersebut, yang dapat membuat tulang menjadi lebih rentan retak atau patah. 

Seorang pria dengan hormon testosterone yang rendah juga akan menyadari adanya pengurangan ukuran buah zakar mereka, yang tidak berhubungan dengan udara dingin. Skrotum juga akan terasa lebih pendek dari biasanya. 

Air mani merupakan cairan yang keluar saat pria ejakulasi. Cairan ini membantu sperma bergerak menuju sel telur. Testosterone dapat membantu menstimulasi produksi air mani, dan berkurangnya air mani dapat mengindikasikan adanya pengurangan testosterone. Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan. 

Pria dengan kadar testosterone yang rendah juga akan kesulitan tertidur. Banyak pria dengan level hormon terstosterone rendah juga menderita apnea tidur, yang mana merupakan gangguan tidur parah di mana seseorang berhenti bernapas sementara, yang dapat mengganggu tidur mereka. 

Testosterone memainkan peran penting dalam perkembangan masa otot, dan berkurangnya level hormon tersebut dapat menyebabkan pengurangan masa otot yang signifikan. Akan tetapi, meskipun testosterone rendah mengurangi masa otot, fungsi dan kekuatan otot tidak akan hilang, menurut sebuah temuan dari tinjauan studi tahun 2016. 

Untuk menjaga kesehatan pria, terutama dengan fungsi seksualnya, mereka yang mengalami satu atau lebih dari gejala yang disebutkan di atas perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya. Untuk mendiagnosa testosterone rendah, dokter akan melakukan evaluasi fisik dan meninjau gejala yang dirasakan pasien. Dokter juga bisa melakukan tes untuk mencari gejala tambahan, seperti tes kepadatan tulang dapat menunjukkan hilangnya masa tulang, yang mana merupakan hasil dari rendahnya testosterone. 

Penyakit

Gejala dan Cara Mengatasi Malaria Pada Anak

Anak-anak sering mengalami demam yang tentunya akan membuat panik semua orang tua, terutama jika demam tersebut tak kunjung turun. Salah satu hal yang ditakuti yaitu jika anak terkena malaria sebab gejala utamanya adalah demam tinggi dan menggigil. Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh pasmodium. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat menyebabkan anemia hingga kematian. Untuk itu, sebaiknya Anda memahami gejala malaria pada anak serta cara mengatasinya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. 

Gajala malaria pada anak

Gejala malaria pada anak berbeda dengan orang dewasa. Untuk anak usia di bawah 5 tahun dengan di atas 5 tahun, gejala malaria yang ditunjukkan juga berbeda. 

  1. Gejala pada anak di bawah usia 5 tahun

Pada anak usia di bawah 5 tahun, bisa jadi ia tidak mengalami demam ketika terserang malaria. Pada kasus tertentu, anak yang terkena malaria malah mengalami hipotermia yaitu kondisi ketika seseorang memiliki suhu tubuh jauh di bawah normal. Selain itu, berikut ini adalah gejala umum yang ditunjukkan oleh anak di bawah usia 5 tahun saat terkena penyakit malaria. 

  • Demam tinggi 
  • Jika tidak mengalami demam, maka mengalami hipotermia
  • Menggigil
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Napas menjadi cepat
  • Sulit tidur 
  • Lemas
  • Mudah mengantuk 
  • Menjadi lebih rewel
  • Hilangnya nafsu makan
  1. Gejala pada anak di atas usia 5 tahun

Pada usia di atas 5 tahun, gejala malaria yang dimunculkan sudah lebih mirip seperti pada orang dewasa. Beberapa gejala tersebut di antaranya: 

  • Panas dingin dan menggigill
  • Nafsu makan menghilang
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Demam tinggi yang berlangsung selama 48 jam
  • Keringat berlebih
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah 

Cara mengatasi malaria

Untuk menyembuhkan penyakit malaria, beberapa cara perlu dilakukan. Berikut ini cara mengatasi malaria terutama pada anak yang bisa Anda terapkan. 

  1. Konsumsi makanan bergizi

Agar tubuh anak tetap kuat, maka perlu adanya asupan nutrisi yang cukup. Meskipun nafsu makan pada anak berkurang drastis, usahakan ia tetap mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bergizi. Apabila anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka proses penyembuhan bisa semakin lama. 

  1. Minum obat antimalaria

Proses penyembuhan malaria dapat dibantu dengan pemberian obat. Dokter akan memberi resep sesuai dengan kondisi anak dan tingkat keparahan malaria yang dialami. Beberapa jenis obat antimalaria yaitu clindamycin, artemether, chloroquine, mefloquine, dan proguanil.

  1. Fokus turunkan demam 

Demam yang dialami anak bisa terasa sangat mengganggu tubuhnya. Untuk itu, sebaiknya Anda berusaha mengurangi demam yang terjadi pada anak dengan mengompres dahinya. Pemberian obat penurun demam juga diperlukan, namun alangkah baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat. 

  1. Perbanyak istirahat

Salah satu gejala yang timbul karena penyakit malaria pada anak terutama di bawah usia 5 tahun adalah lemas. Anak-anak yang terkena malaria umumnya akan merasa kelelahan. Untuk itu, anak perlu banyak beristirahat untuk membantu memulihkan kondisinya. Pastikan anak tidak beraktivitas yang berat terlebih dahulu seperti bermain atau berolahraga, serta usahakan agar ia mendapat tdur yang cukup dan berkualitas. 

Upaya pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan. Beberapa cara yang bisa diterapkan yaitu dengan rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar sehingga tidak menjadi sarang nyamuk. Anda juga dapat memasang kelambu pada tempat tidur anak dan mengoleskan obat nyamuk di tangan dan kakinya. Selain itu, perlu juga dilakukan fumigasi secara rutin atau pengasapan di lingkungan tinggal setidaknya 3 bulan sekali untuk memastikan bahwa tidak ada nyamuk yang bersarang. 

Hidup Sehat

Tanda-Tanda Fungsi Sumsum Tulang Belakang Terganggu

Sumsum tulang belakang merupakan kumpulan saraf dan sel yang memanjang dari bagian bawah otak ke punggung bawah. Rata-rata perempuan memiliki sumsum tulang belakang dengan panjang sekitar 43 sentimeter. Sementara itu, laki-laki memiliki panjang sumsum tulang belakang dengan kisaran 45 sentimeter. Fungsi sumsum tulang belakang utamanya membawa sinyal antara otak dan seluruh tubuh.

Sinyal yang dibawa oleh sumsum tulang belakang pada akhirnya berperan penting dalam berbagai aspek fungsi tubuh. Setidaknya ada tiga peran utama dari sumsum tulang belakang, seperti di bawah ini.

  • Distributor Sinyal dari Otak

Dengan fungsi sumsum tulang belakang yang satu ini, Anda dan semua orang mampu mengotrol gerakan tiap anggota tubuhnya. Pasalnya, tubuh bisa menerima apa yang diperintahkan otak melalui sinyal yang tersalur lewat sumsum tulang belakang.

  • Pengirim Informasi ke Otak

Tidak hanya menyalurkan informasi dari otak ke seluruh tubuh, sumsum tulang belakang juga bertugas mengirimkan pesan dari berbagai bagian tubuh ke otak. Dari fungsi sumsum tulang belakang inilah, otak bisa mengetahui berbagai sensasi yang dirasakan tubuh, yang berasal dari sentuhan, tekanan, ataupun rasa nyeri.

  • Perespons Reflek Motorik

Kadangkala, sumsum tulang belakang dapat membuat tubuh melakukan tindakan tanpa perintah otak. Inilah yang disebut sebagai fungsi refleks motorik. Sumsum tulang belakang bertindak independen dalam menanggapi sensasi seketika yang diterima tubuh. Sebagai contoh, ketika merasakan sensasi panas, sumsum tulang belakang sangat mungkin menggerakkan tubuh menjauh dari sumber panas. Hal ini sering terjadi apabila Anda tidak sengaja menyentuh panci panas tanpa sengaja.

Pentingnya fungsi sumsum tulang belakang tak ayal membuat orang yang mengalami cedera di bagian ini akan mengalami sejumlah gejala yang berhubungan dengan saraf motoriknya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang timbul jika sumsum tulang belakang Anda mengalami cedera.

  • Nyeri Tulang Belakang

Kerap kali gejala cedera sumsum tulang belakang bisa sangat terasa dan menimbulkan nyeri secara langsung. Bagian tulang belakang Anda akan mendadak terasa sakit dan membuat Anda tidak nyaman untuk bergerak secara leluasa.

  • Tidak Peka Sensasi

Wajar apabila Anda tiba-tiba menghindar ke pinggir jika Anda klakson mobil dari belakang. Menjadi lumrah pula ketika Anda tiba-tiba menepis sesuatu yang menyentuh bagian tubuh Anda secara tiba-tiba. Yang aneh justru ketika motorik Anda tidak peka terhadap sensasi yang tiba-tiba. Itu artinya ada masalah dengan fungsi tulang belakang Anda.

  • Tubuh Atas Melemah

Cedera sumsum tulang belakang akan lebih mudah ditanggapi oleh tubuh bagian atas. Tak ayal saat mengalami gangguan fungsi sumsum tulang belakang, leher maupun tangan Anda terasa lemas. Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan sumsum tulang belakang bisa menyebabkan kelumpuhan di tubuh bagian atas.

  • Posisi Kepala Tak Normal

Orang-orang yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang belakang kerap mengalami masalah kelemahan dengan leher mereka. Leher yang terganggu tak ayak memengarugi posisi kepala. Karena itulah jika Anda merasa sulit memosisikan kepala secara tegas, bisa jadi ada masalah di bagian sumsum tulang belakang Anda.

  • Sering Kebas

Gangguan pada sumsum tulang belakang juga dapat menimbulkan efek kebas bahkan mati rasa di organ motorik tubuh. Ini karena tidak lancarnya pesan dari otak ke tubuh maupun sebaliknya.

  • Sulit Berjalan

Terganggunya fungsi sumsum tulang belakang juga akan membuat penderitanya mengalami fungsi motorik di tubuh bagian bawah. Yang paling signifikan adalah penderita gangguan fungsi sumsum tulang belakang akan kesulitan untuk berjalan.

*** Pentingnya fungsi sumsum tulang belakang membuat Anda mesti ekstra menjaga kesehatannya. Hindari berbagai penyebab kerusakan sumsum tulang belakang yang dapat berakibat fatal bagi kehidupan Anda.

Penyakit

Lansoprazole dan Omeprazole, Mana yang Paling Ampuh Atasi Gerd?

Bagi setiap orang yang mengalami GERD atau gastroesophageal reflux disease, keluhan yang biasanya dialami seperti nyeri dada seolah terbakar atau heartburn. Selain mengubah pola makan, biasanya obat-obatan seperti lansoprazole dan esomeprazole. Namun, sebelum mengonsumsinya perlu diketahui perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terlebih dulu.

GERD merupakan salah satu kondisi yang menandakn naiknya asam lambung yang berlebih ke kerongkongan. Penyebabnya pun beragam, bisa dari kebiasaan merokok, menggunakan obat NSAID dalam jangka panjang dan masalah kesehatan tertentu.  Jika mulai merasakan GERD, pilihan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan mengonsumsi obat-obatan,

Perbedaan Lansoprazole dan Esomeprazole

Lansoprazole

Merupakan obat yang bisa mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Khususnya pada GERD dengan gejala yang biasanya muncu seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar tepat di dada, mual serta mulut yang terasa asam.

Selain itu, tekuk lambung dan kembung juga bisa diatasi dengan obat ini, kemudian pada kondisi langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus (sindrom Zollinger-Ellison). Lansoprazole terkadang juga diandalkan untuk mengatasi kondisi tersebut, Bentuk obat ini berupa kapsul, tetapi juga ada yang berbentuk tablet dan cairan.

Selayaknya obat lambung pada umumnya, lansoprazole yang digunakan untuk mengatasi GERD juga dikonsumsi sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong. Dosis obat ini  bermacam-macam, biasanya dokter akan memberi dosis sesuai dengan kondisi seseorang dan sesuai dengan rekomendasi dokter untuk orang dewasa 15 hingga 30 mg dalam sehari.

Esomeprazole

Secara umum obat ini sama dengan lansoprazole, esomeprazole merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung, gejala GERD dan membantu penanganan sindrom Zollinger-Ellison. Esomeprazole merupakan obat generasi yang lebih baru, jika dicampur dengan naproxen dapat untuk mengatasi peradangan nyeri sendi dan otot.

Bentuk esomeprazole juga sama dengan lansoprazole, yakni tablet, kapsul, kaplet dan liquid, selain itu dokter juga akan memberi dosis sesuai dengan kondisi penyakit, usia, dan berat badan penderita. Namun, secara umum dosis yang akan diberikan dokter kepada pasien dewasa sekitar 20-40 mg dalam sehari.

Mana yang Lebih Baik untuk Mengatasi GERD

Terkait keampuhan kedua obat di atas untuk mengatasi GERD, efektivitas keduanya pernah diteliti dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan World Journal of Gastroenterology. Penelitian ini memberikan 40 mg esomeprazole, 30 mg lansoprazole, 20 mg omeprazole dan 40 mg pantoprazole pada sekitar 274 pasien refluks asam lambung selama delapan minggu.

Keempat obat ini memang kerap diberikan pada pasien yang mengalami masalah lambung dan hasil penelitian melaporkan, jika esomeprazole lebih efektif untuk mengatasi dan meredakan gejala dari GERD ketimbang tiga obat lainnya. Hal ini bahkan langsyng terlihat pada tujuh hari pertama setelah obat-obatan ini digunakan.

Namun, hasil ini tidak serta merta dijadikan sebagai patokan, karena hasilnya bisa bervariasi untu case esomeprazole melawan lansoprazole. Perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terletak pada struktur molekul, selain itu harga esomeprazole cenderung lebih mahal karena generiknya sendiri baru disetujui oleh US Food and Drug Administration pada 2015 silam.

Sangat berbeda dengan lansoprazole yang harganya lebih mudah, selain itu generiknya juga sudah tersebar luas di Indonesia. Biaya dan ketersediaan obat perlu menjadi pertimbangan dalam pemberian dan konsumsi obat, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Hidup Sehat

Purging, Cara Unik Pembersihan Sel Kulit Mati

Pernahkah Anda mencoba skin care atau produk kecantikan tertentu, namun justru jerawatlah yang muncul saat Anda menggunakan produk tersebut? Nah, tahukah Anda jika proses tersebut sering kali disebut dengan purging.

Kondisi seperti apakah purging itu? Lalu, apakah Anda perlu mengehentikan menggunakan produk perawatan tersebut. Yuk, cari tahu lebih jelas tentang kondisi tersebut pada artikel ini.

Apa itu Purging?

Purging merupakan proses penyesuaian kulit yang berupa pembersihan sel kulit mati setelah Anda menggunakan skin care tertentu. Bisa dikatakan, bahwa purging adalah proses pembersihan pada kulit, namun biasanya memberikan efek munculnya zat lain. Sebelum sel kulit mati tersebut digantikan dengan yang baru.

Purging akan muncul berupa zat lain seperti minyak yang bisa menyumbat pori-pori, setelah itu maka munculah jerawat. Hal tersebut terjadi karena produk yang Anda gunakan meningkatkan laju pergantian sel kulit, semua kotoran yang akan naik ke permukaan pori-pori.

Purging berbeda dengan breakout, pada kondisi breakout, jerawat yang muncul dikarekan reaksi dari penggunaan produk baru. Breakout terjadi karena kulit wajah Anda tidak cocok dengan produk tersebut, maka reaksi yang ditimbulkan adalah penyumbatan pori-pori (jerawat), alergi hingga iritasi pada kulit.

Berapa lama purging terjadi?

Kabar baiknya, purging ini terjadi tidak akan lama atau bersifat hanya sementara saja. berapa lama purging terjadi pun akan sangat tergantung pada masing-masing individu, tetapi rata-rata kondisi ini akan berlangsung sekitar satu bulan.

Pasalnya, waktu tersebut merupakan jumlah waktu yang dibutuhkan kulit baru Anda untuk muncul di akhir siklus pergantian sel kulit. Jika dalam waktu 6-8 minggu Anda  tidak melihat bahwa kulit Anda mulai membaik, hal ini mungkin saat yang tepat untuk menghentikan pemakaian produk dan menemui seorang dokter kulit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kulit Anda mungkin tidak bereaksi dengan baik terhadap produk.

Apa yang harus dilakukan?

Pada saat purging terjadi, Anda tidak dapat mempercepat kondisi tersebut agar selesai, tetapi Anda dpat membantu meringankan gejala yang muncul. Empat hingga enam minggu mungkin terdengar sangat lama untuk menunggu kulit impian Anda. Sayangnya tidak banyak  yang bisa Anda lakukan selain:

  • Jangan memencet atau jerawat terlalu sering, hal ini justru akan memperpanjang atau membuat periode purging lebih lama dan bahkan dapat menyebabkan jaringan parut yang permanen.
  • Jangan gunakan produk yang terlalu membuat kering, seperti asam eksfoliasi. Karena banyak perawatan noda yang sebenarnya merupakan pengelupasan (seperti asam salisilat dan benzoil peroksida), jauhkan dari hal tersebut. Karena kondisi ini sudah berada di pertengahan jalan menuju pergantian sel kulit yang baru. Stimulant tambahan apa pun hanya akan memperburuk keadaan.

Apakah ada cara untuk menghindari purging?

Jika saat ini Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan retinol, asam, atau peel ke dalam rutinitas perawatan Anda tetapi tidak ingin menimbulkan efek samping lainnya, Anda dapat menggunakannya. 

Misalnya saka, selama minggu pertama, Anda dapat menggunakan retinol dua kali seminggu. Kemudian untuk minggu kedua Anda terapkan tiga kali seminggu, dan seterusnya hingga menggunakan setiap hari. Hal ini akan membuat kulit menyesuaikan diri secara bertahap. Anda dapat pun dapat mengikuti pola yang sama pada produk pengelupasan.

Jadi, meskipun purging ini sedikit menyebalkan, namun Anda perlu melewati proses ini untuk mendapatkan kulit wajah seperti impian Anda. Jangan pantang menyerah ya!

Parenting

Bagaimana Cara Kerja Operant Conditioning? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Operant Conditioning? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah metode pembelajaran yang cara pelaksanaannya dilakukan dengan memberi hadiah atau reward dan hukuman atau punishment sebagai konsekuensi dari perilaku disebut operant conditioning. Teori pembelajaran ini dikembangkan oleh B.F Skinner dan tak jarang banyak orang menyebut metode pembelajaran ini sebagai teori skinner atau instrumental conditioning.

Metode pembelajaran ini dapat dipraktikan dalam banyak aspek di dalam kehidupan sehari-hari anak, khususnya ketika menjalani kegiatan belajar di kelas. Dengan menggunakan cara ini, diklaim banyak anak yang mampu belajar perilaku baik dan positif hingga mereka terbiasa melakukan hal tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Cara Kerja Operant Conditioning

Metode pembelajaran ini memaksa seseorang atau anak mempelajari keadaan dari situasi yang memberinya hadiah atau hukuman. Karena memang metode ini dibuat agar anak mengerti hubungan yang muncul antara perilaku dan konsekuensi. Dalam dunia penelitian, konsep ini bisa terlihat pada tikus-tikus percobaan.

Tikus yang ditempatkan dalam sebuah kandang menggunakan dua buah lampu, masing-masing berwarna hijau dan merah. Kemudian di samping lampu terdapat sebuah tuas, jika menggerakan tuas saat lampu hijau menyala maka tikus akan mendapatkan makanan. Namun, jika memindahkan tuas saat lampu merah menyala, tikus akan mendapat setrum ringan.

Perilaku ini jika lama-lama dilakukan dan menjadi kebiasaan, maka tikus akan belajar bahwa tuas hanya akan ditarik ketika lampu hijau menyala dan mengabaikan tuas ketika lampu merah menyala. Kondisi tersebut menandakan bahwa tikus sudah berhasil menghubungkan antara perilaku dan konsekuensi melalui hadiah dan hukuman yang diterima.

Jenis Perilaku Menurut Skinner

Terdapat dua jenis kelompok perilaku manusia, yakni responden dan perilaku operant di mana masing-masing perilaku ini sangat berhubungan dengan teori pembelajaran yang dibuatnya ini, berikut penjelasan singkat mengenai beberapa kelompok besar perilaku manusia tersebut.

  • Perilaku Responden

Disebut juga dengan respondent behaviour, merupakan perilaku yang muncul secara otomatis dan refleks. Misalnya menjauhkan tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas atau menggerakan kaki ketika dokter mengetuk lutut. Perilaku ini muncul tanpa harus dipelajari dan dikuasai oleh manusia karena muncul dengan sendirinya.

  • Perilaku Operant

Perilaku operant atau operant behaviour adalah perilaku yang dipelajari dan akan keluar, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja ketika muncul suatu kejadian yang berhubungan dengan itu. Perilaku ini bisa dibentuk melalui metode pembelajaran di atas, seseorang bisa melatih diri sendiri maupun orang lain untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik.

Komponen Pengondisian Instrumental

  • Reinforcement

Merupakan segala hal yang terjadi dan dapat menguatkan suatu perilaku, komponen ini bisa bersifat positif dan negatif. Positif  seperti sesuatu yang menghasilkan atau menguatkan perilaku positif, contohnya bekerja dengan baik di kantor dan perusahaan akan memberi bonus. Negatif adalah suatu hal yang dilakukan untuk menghentikan perilaku negatif yang dihadapi.

Misalnya seperti membuat seseorang berpikir bahwa dengan memberikan jajan kepada anak, maka akan ada sebuah konsekuensi anak tersebut akan menjadi tenang. Meski demikian, perilaku tersebut bukanlah salah satu tindakan positif karena membuat seseorang memaksanya untuk memberi anak jajanan ketika rewel atau menangis.

  • Punishment

Hukuman juga terbagi menjadi dua bagian, positif dan negatif dalam pengertian kebalikan dari reinforcement. Punishment positif merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya perilaku yang melemahkan respons, contoh menghukum anak dengan memukul tubuh mereka.

Sementara itu punishment negatif dalam operant conditioning dikenal juga dengan sebutan punishment by removal. Merupakan tindakan yang dilakukan dengan menyingkirkan benda atau apa saja yang memicu perilaku negatif, seperti melarang anak bermain gadget dan merampasnya jika berperilaku buruk di depan umum.

Hidup Sehat

Penyebab Ukuran Minus Mata Tinggi dan Cara Mengatasinya

Jika Anda memiliki ukuran minus mata yang tinggi, Anda mungkin menderita miopi atau rabun jauh. Kondisi ini ditandai dengan kemampuan untuk melihat benda dekat dengan jelas, namun sulit melihat benda pada jarak yang lebih jauh.

Orang-orang dengan minus mata yang tinggi atau biasanya mengalami rabun jauh sejak usia yang masih sangat kecil. Seiring dengan masa pertumbuhannya, ukuran minus akan terus bertambah sampai mencapai usia 18-20 tahun. 

Apa yang menyebabkan ukuran minus mata tinggi? 

Sebenarnya, ada banyak faktor yang bisa membuat Anda menderita rabun jauh. Pada penderita ukuran minus mata yang sangat tinggi, faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab utamanya.

Apabila kedua orang tua memiliki minus mata yang tinggi, anaknya pun beresiko mengalami rabun jauh sejak usia yang masih sangat muda. 

Selain faktor genetik, tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat seseorang mengalami miopi. Kondisi ini terjadi saat mata tidak dapat menghasilkan objek gambar yang jelas di kejauhan. 

Akan tetapi, meski penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan resiko terkena rabun jauh, yaitu: 

  • Bermain di dalam ruangan

Kebiasaan pada masa kecil akan sangat mempengaruhi ukuran minus mata seseorang. Menurut penelitian, anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu bermain di dalam ruangan saat kecil lebih rentan mengalami peningkatan minus mata menjadi lebih besar.

  • Kebiasaan melihat dalam jarak dekat

Beberapa kegiatan bisa memicu peningkatan resiko rabun jauh, seperti membaca, menulis, dan menggunakan smartphone. Kegiatan-kegiatan ini biasanya menuntut mata untuk melihat dalam jarak yang dekat, sehingga mata bekerja terlalu keras untuk melihat benda-benda dalam jarak dekat. 

  • Faktor genetik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor genetik mengambil peran paling besar sebagai penyebab rabun jauh. Hal ini bisa terjadi karena kedua orang tua memiliki struktur dan perkembangan mata yang tidak sempurna, sehingga anaknya pun berpotensi mengalami hal yang sama. 

Upaya mengatasi ukuran minus mata yang tinggi

Semakin cepat Anda melakukan upaya pengobatan, semakin besar juga peluang minus mata Anda untuk semakin membaik. Karena itu, Anda harus mendeteksi secara cepat apabila anak Anda menderita rabun jauh. 

Cara paling umum untuk mengatasi minus mata yang tinggi adalah dengan menggunakan lensa korektif, seperti: 

  • Kacamata

Penggunaan kacamata untuk penderita rabun jauh akan dibuat dengan resep khusus. Lensanya akan disesuaikan dengan ukuran minus mata Anda. 

Ketebalan dan berat lensa akan dipengaruhi juga oleh ukuran minus. Lensa tersebut akan membantu dalam memastikan cahaya terfokus ke bagian belakang mata. 

  • Lensa kontak

Selain kacamata, lensa kontak juga cukup umum digunakan. Dibandingkan dengan kacamata, lensa kontak lebih ringan, praktis, dan tidak terlihat. 

Lensa kontak tersedia dalam beberapa jenis. Ada lensa kontak yang harus dibuang dalam sekali pakai, ada juga yang bisa dicuci selama beberapa kali dan dipakai dalam periode tertentu. 

Seiring bertambahnya usia, penglihatan Anda pasti akan mengalami perubahan. Orang lanjut usia umumnya mengalami rabun dekat, yaitu kebalikan dari rabun jauh, ketika mereka justru sulit melihat benda-benda dalam jarak yang dekat. 

Apabila hal ini terjadi, Anda kemungkinan akan memerlukan dua pasang kacamata, yaitu kacamata untuk melihat benda jauh dan kacamata untuk melihat benda dekat, seperti kacamata untuk membaca. Baik lensa jauh dan lensa dekat sama-sama akan disesuaikan dengan ukuran minus mata Anda.