Parenting

Strategi Pengasuhan untuk Hadapi Anak Aktif Bergerak

Strategi Pengasuhan untuk Hadapi Anak Aktif Bergerak

Di usia 5 tahun pertama, anak sudah mulai menunjukkan warnanya masing-masing. Sebagian anak aktif bergerak, namun ada juga anak yang pendiam. Saking aktifnya, terkadang orang tua menjadi cemas apakah hal tersebut normal atau patut diwaspadai.

Anda mungkin berpikir anak yang terlalu lincah dan berenergi terkena ADHD. Hal itu memang bisa saja terjadi, namun tidak semua anak hiperaktif terkena gangguan tersebut.  

Penyebab anak menjadi hiperaktif

Ada perbedaan signifikan antara anak ADHD dengan anak yang hanya aktif bergerak. Menurut DSM V, ADHD memiliki gejala antara lain:

  • Cenderung memotong pembicaraan orang lain
  • Sulit fokus terhadap suatu hal 
  • Sulit duduk diam dan terus aktif bergerak
  • Melakukan kegiatan seperti berlari atau melompat di waktu yang tidak tepat
  • Senang berbicara tanpa henti

Jika Anda menemui beberapa gejala tersebut pada anak Anda, konsultasikan ke psikolog untuk memastikan apakah anak Anda benar-benar terkena ADHD.

Di sisi lain, ada beberapa sebab anak non-ADHD menjadi terlalu lincah dan aktif, diantaranya:

  • Stres
  • Kurang tidur
  • Merasa kurang bergerak sehingga terus bergerak tanpa henti
  • Efek dari kondisi kesehatan tertentu
  • Mengalami masalah mental atau emosi seperti gangguan kecemasan atau melalui peristiwa traumatis

Mengasuh anak yang terlalu aktif bergerak

Sudah sepatutnya anak aktif bergerak. Hal ini membuat banyak orang tua kewalahan dalam mengasuhnya. Ada beberapa strategi mengasuh anak lincah bergerak dan mendukungnya menjadi pribadi yang positif. 

  1. Ubah pikiran terhadap anak

Memberikan label kepada anak membuat Anda percaya bahwa anak Anda memang demikian. Labeling seperti itu juga dapat mempengaruhi keyakinan anak atas diri mereka sendiri. 

Misalnya, Anda melabeli anak Anda sebagai anak yang nakal. Jika hal itu sampai terdengar oleh anak, mereka akan percaya bahwa mereka memang nakal.

Ubahlah pikiran dan julukan yang Anda berikan kepada anak. Mulailah menggantinya dengan kalimat positif seperti anak Anda adalah anugerah bagi Anda, anak Anda memang suka berpetualang, dan kalimat baik lainnya.

  1. Terima kondisi anak

Sadari bahwa setiap anak istimewa dan memiliki karakternya masing-masing. Tidak ada yang salah dengan anak yang terlalu aktif bergerak. Seringkali anak mengekspresikan emosinya dengan berperilaku terlalu aktif. 

Rangkullah anak dan percayalah bahwa hal-hal yang mereka lakukan murni untuk bereksplorasi, bukan untuk menyakiti Anda. 

  1. Pahami energi dan motivasi anak

Anak dengan energi ekstra terkadang menyamarkan rasa frustasinya. Anak juga mungkin merasa bosan dan ingin bermain di luar ruangan. 

Jika Anda melihat anak terlalu lincah dibanding hari biasanya, carilah penyebabnya dan arahkan ke kegiatan yang positif. Ada banyak aktivitas fisik yang cocok untuk anak aktif bergerak, seperti bermain bola, bermain tanah liat, atau balet.

  1. Ajarkan anak keterampilan menenangkan diri

Untuk mengeluarkan rasa frustasi dan stres yang dialami, Anda bisa mengarahkan anak ke aktivitas yang berguna untuk menenangkan diri. Kegiatan ini bisa berupa bermain squishy, slime, dan latihan pernapasan. 

  1. Ajari anak keterampilan sosial emosional

Mengajari anak untuk mengekspresikan perasaannya adalah hal yang penting. Hal ini berguna melatih anak mengenali dirinya sendiri. Dengan begini anak tidak akan kesulitan menjalin hubungan pertemanan yang luas.

  1. Tetapkan batasan yang jelas 

Ketika meminta tolong atau memberi perintah ke anak, lakukanlah kontak sedekat mungkin dan ucapkan dengan tenang dan jelas. Ketika anak sudah fokus, mintalah mengulangi perkataan Anda untuk menghindari kesalah pahaman.

Jangan berteriak ketika anak melakukan tugasnya dan minta mereka menghubungi Anda ketika selesai.

  1. Berikan anak pujian 

Puji anak setelah menyelesaikan tugasnya. Tak harus pujian setinggi langit, cukup berikan apresiasi seperti mengucapkan terima kasih. 

  1. Perbanyak interaksi positif dengan anak

Untuk membangun kelekatan emosional, perbanyaklah melakukan kegiatan bersama-sama. Anda bisa menjadi teman bermainnya, dan membacakannya buku cerita sebelum tidur.

Kontak fisik seperti pelukan sebelum tidur juga dapat berdampak besar.

  1. Lakukan me-time untuk mengistirahatkan diri sendiri

Setelah lelah mengurus anak, jangan lupa sisihkan waktu sendiri untuk beristirahat. Hal ini sangat penting guna mengisi kembali energi Anda dan melepaskan stres.

Jika cara di atas tetap membuat Anda kesulitan mendidik anak aktif bergerak, mintalah bantuan konselor keluarga untuk panduan pengasuhan tambahan. Hal penting yang harus Anda ingat adalah bahwa semua anak istimewa.

Hidup Sehat

Apa Itu Diastema dan Bagaimana Perawatannya?

Diastema mengacu pada sebuah kondisi di mana terdapat celah di antara gigi. Celah tersebut dapat terjadi di bagian mulut manapun, dengan yang paling terlihat adalah pada gigi depan bagian atas. Kondisi ini dapat memengaruhi orang dewasa dan anak. Pada anak, celah akan hilang saat gigi permanen mulai tumbuh. Beberapa celah berukuran kecil dan hampir tidak terlihat, namun tidak sedikit pula yang menderita diastema ukuran besar dan dapat mengganggu kepercayaan diri. Apabila Anda memiliki diastema dan tidak menyukai tampilan celah tersebut, ada beberapa cara untuk menutup atau mengurangi ukuran celah.

Diastema tidak disebabkan oleh satu hal, namun akibat beberapa faktor tertentu yang masing-masing berkontribusi terhadap terjadinya kondisi ini. Bagi beberapa orang, diastema berhubungan dengan ukuran gigi dan ukuran tulang rahang. Celah diastema dapat terjadi apabila gigi terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran tulang rahang. Sebagai hasilnya, jarak antar gigi menjadi lebar. Ukuran gigi dan tulang rahang dapat ditentukan oleh faktor genetik, sehingga diastema dapat diwariskan dalam keluarga. Anda juga dapat memiliki diastema apabila terdapat pertumbuhan berlebih jaringan yang membatasi garis gusi dan dua gigi depan atas. Pertumbuhan berlebih tersebut dapat menyebabkan pemisaan antara kedua gigi, dan menghasilkan celah diastema.

Kebiasaan buruk tertentu juga dapat memicu terbentuknya celah di antara gigi. Anak-anak yang sering mengisap ibu jari dapat menyebabkan celah terbentuk karena gerakan mengisap memberi tekanan pada gigi bagian depan, menyebabkan gigi tertarik maju. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, diastoma dapat terjadi akibat refleks menelan yang salah. Alih-alih lidah memposisikan diri di langit-langit mulut saat menelan, lidah malah mendorong maju gigi depan. Dokter menyebut kondisi ini sebagai dorongan lidah. Mungkin terdengar seperti refleks yang tidak berbahaya, namun terlalu banyak tekanan pada gigi bagian depan dapat menyebabkan terjadinya pemisahan yang berujung celah. Diastema juga dapat terjadi akibat penyakit gusi, yang mana merupakan sejenis infeksi. Dalam kasus ini, peradangan merusak gusi dan jaringan yang menyokong gigi. Hal ini dapat berujung gigi tanggal dan celah di antara gigi. Gejala penyakit gusi di antaranya adalah gusi yang membengkak, gigi goyah, tulang keropos, dan gusi yang berdarah.

Perawatan

Perawatan diastema dapat dibutuhkan, atau tidak diperlukan sama sekali, tergantung pada penyebab utamanya. Bagi sebagian orang, diastema hanyalah sebuah masalah estetika dan bersifat “kosmetik” dan tidak mengindikasikan adanya gangguan kesehatan serius, berbeda apabila diastema disebabkan karena penyakit gusi. Penggunaan behel gigi merupakan jenis perawatan yang paling sering digunakan untuk kasus diastema. Behel gigi terdiri dari kawat dan braket yang memberikan tekanan pada gigi dan dengan perlahan menggerakkannya dengan tujuan menutup celah diastema. Behel tidak terlihat atau dapat dilepas juga dapat mengatasi beberapa kasus diastema.

Apabila Anda tidak ingin menggunakan behel gigi, konsultasi dengan dokter gigi tentang prosedur kosmetik lain untuk menutup celah di antara gigi Anda. Veneer merupakan pilihan perawatan diastema lain. Veneer merupakan prosedur menggunakan bahan komposit yang berwarna menyerupai gigi untuk mengisi celah atau menutupi gigi dengan tujuan meningkatkan tampilan ketika Anda tersenyum. Prosedur ini juga bermanfaat untuk memperbaiki gigi yang retak atau rusak. Apabila gusi tumbuh berlebih dan menyebabkan celah, operasi untuk mengangkat jaringan berlebih dapat dibutuhkan sehingga celah dapat ditutup. Sementara itu, apabila diastema disebabkan karena penyakit gusi, Anda perlu mendapatkan perawatan untuk menyembuhkan infeksi terlebih dahulu sebelum menutup celah diastema.

Uncategorized

Apa Saja Aktivitas yang Sebaiknya Dilakukan saat Hamil 26 Minggu?

Pada usia hamil 26 minggu, ternyata penglihatan janin sudah mulai terbuka serta saraf indera pendengarannya mulai berkembang. Ibu pasti tidak sabar menanti kelahiran bayi. Perut pun semakin membesar sebab janin sudah berukuran sepanjang daun bawang. Berikut ini merupakan beberapa aktivitas yang bisa ibu lakukan untuk menunjang kesehatan ibu dan perkembangan janin:

  1. Sering berbicara ke bayi

Perkembangan saraf pendengaran yang semakin matang memungkinkan janin mendengar suara lebih jelas. Begitu pula dengan perubahan detak jantung, gerakan, dan pernapasan ibu yang dapat dirasakan oleh janin. Oleh karena itu, mulai ajak si kecil berbicara selama berada di kandungan. Sebuah studi menunjukkan, kebiasaan ayah dan ibu yang sering mengajak si kecil berbicara akan meningkatkan bonding dengan bayi kelak setelah lahir. 

Ayah dan ibu disarankan untuk berbicara kepada si kecil dalam keadaan rileks dan tenang, serta hindari teriakan, bentakan, atau kata-kata kasar lainnya. Suara ibu akan lebih tertangkap sebab disertai dengan gerakan. Saat ibu berbicara, diafragma ikut naik atau turun sehingga janin juga bisa merasakan lebih jelas. 

  1. Lakukan olahraga yang aman bagi ibu hamil secara rutin

Berenang dan melakuakan latihan olahraga ringan di dalam air akan melatih kekuatan otot. Air akan menopang berat badan sehingga ibu akan terhindar dari luka atau ketegangan otot. Yoga dan pilates bagi ibu hamil juga bisa dilakukan guna mengurangi stres, memperbaiki fleksibilitas gerakan, dan meningkatkan kemampuan pernapasan yang berguna saat persalinan. Lakukan yoga dan pilates bersama dengan instruktur profesional khusus ibu hamil. 

  1. Waspada diabetes gestasional

Pada kehamilan usia 14-28 minggu, seorang ibu rawan mengalami diabetes gestasional. Selama kehamilan, plasenta menghasilkan hormon tingkat tinggi penangkal insulin. Fungsi insulin yaitu mengubah glukosa dalam darah menjadi bentuk lain agar dapat disimpan sebagai energi cadangan. Kadar insulin yang menurun mampu meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga memicu terjadinya diabetes. 

Ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih, prematur, hipoglikemia, serta gangguan pernapasan. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter dan pengecekan kadar gula darah secara berkala. Dokter akan merekomendasikan penggunaan insulin atau obat lainnya jika diperlukan. 

  1. Mulai merancang kelahiran

Jika sebelumnya ibu belum sempat memikirkan rencana kelahiran, mungkin pada usia hamil 26 minggu merupakan waktu yang tepat untuk memulai. Salah satu rencana persalinan yang paling besar yaitu pemilihan tempat rumah sakit atau bidan yang diinginkan. 

Usahakan untuk merencanakan suasana persalinan positif yang direfleksikan melalui dokter, petugas medis, atau tempat dan suasana bersalin. ibu juga haru menglomunikasikan dengan pasangan berkaitan dengan persiapan lain menjelang kelahiran dan jenis dukungan apa saja yang dibutuhkan.      

  1. Rawat kulit dari stretch mark

Stretch mark akan menimbulkan rasa tidak nyaman karena tampilannya yang mengganggu. Kondisi stretch mark disebabkan beberapa faktor, diantaranya genetik, usia, dan berat badan. Meskipun tidak ada cara pasti yang menjamin ibu bisa terhindar dari strecth mark, namun cara-cara berikut ini mungkin bisa membantu meminimallam tampilannya:

  • Peningkatan berat badan saat hamil sebaiknya dilakukan secara perlahan 
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang untuk menjaga kebutuhan gizi
  • Jangan biarkan kulit kering dan terus jaga hidrasi serta kelembabannya

Setelah melahirkan, srestch mark mungkin akan memudar walaupun tidak sepenuhnya hilang. Krim obat dan perawatan laser dari dokter kulit akan membantu menyamarkan tampilan stretch mark

Lakukan pengecekan rutin ke dokter untuk memantau kesehatan ibu dan bayi. Beritahu dokter mengenai keluhan saat menginjak usia hamil 26 minggu. Keluhan yang tak biasa dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akan ditangani dokter sesegera mungkin sehingga bisa deteksi sejak awal.

Penyakit

Hati-hati, Ini Penyebab Gejala Hipotensi Ortostatik

Bukan hanya tekanan darah tinggi yang perlu Anda waspadai. Tekanan darah rendah pun memiliki risiko bahaya yang mesti menjadi perhatian. Apalagi jika Anda tergolong memiliki gejala hipotensi ortostatik di mana tekanan darah akan menurun tiba-tiba tiap kali Anda berubah posisi dari duduk ke berdiri atau dari berdiri ke duduk atau tidur.

Hipotensi ortostatik kerap dipandang remeh orang sebagian orang karena umumnya hanya menimbulkan gejala pusing atau pandangan mata kabur sesaat setiap kali berubah posisi. Namun dalam tahap yang lebih serius, penyakit ini bisa membuat penderitanya mengalami pusing hingga bermenit-menit hingga pingsan. Jika sudah demikian, penderita hipotensi ortostatik tersebut tentu saja harus menemui dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Kondisi hipotensi ortostatik sendiri dipicu oleh berbagai sebab. Beberapa di antara penyebabnya bahkan mengacu pada kondisi masalah kesehatan yang serius. Memahami penyebab-penyebab hipotensi ortostatik di bawah ini pun dapat membuat Anda bisa lebih berhati-hati dan terhindar dari serangan tekanan darah yang turun tiba-tiba tersebut.

  • Dehidrasi

Orang-orang yang mengonsumsi cairan kurang dari kebutuhan harian cenderung lebih mudah terkena hipotensi ortostatik. Karena itu, pastikan Anda selalu terhidrasi cukup tiap harinya agar tidak mengalami penurunan tekanan darah yang tiba-tiba tiap kali berubah posisi.

  • Penyakit Jantung

Jantung memiliki fungsi mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Ketika fungsi jantung menurun atau memiliki masalah, tekanan darah pun akan turut terkena imbasnya. Karena alasan inilah, orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung ataupun gangguan irama jantung lebih rentan terkena hipotensi ortostatik.

  • Anemia

Orang yang kekurangan sel darah merah atau anemia cenderung juga bermasalah dengan tekanan darah. Penderita anemia umumnya juga memiliki tekanan darah rendah. Dalam beberapa kasus, tekanan darah rendah yang diidap oleh penderita anemia akan semakin parah dan memburuk tiap kali melakukan perubahan posisi tubuh, seperti dari berdiri ke duduk atau sebaliknya.

  • Penyakit Sistem Endokrin

Diabetes dan tiroid merupakan contoh dari penyakit yang menyerang sistem endokrin. Orang-orang yang terkena penyakit ini juga kerap bermasalah pada aliran darahnya. Masalah inilah yang akhirnya menimbulkan gejala hipotensi ortostatik pada penderita penyakit sistem endokrin.

  • Cuaca Panas

Cuaca juga bisa membuat seseorang terserang gejala hipotensi ortostatik. Adalah cuaca panas, yang bisa membuat Anda mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika mengubah posisi tubuh. Gejala akan makin parah ketika cuaca panas tersebut tidak diimbangi dengan pengonsumsian cairan yang sepadan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

  • Obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat bisa memengaruhi tekanan darah Anda. Contoh obat yang bisa menurunkan tekanan darah secara tiba-tiba, di antaranya obat penghambat saluran kalsium, nitrat, juga penghamat angiotensin. Obat-obatan yang berisiko menimbulkan gejala hipotensi ortostatik umumnya yang merupakan jenis terapi untuk penderita penyakit kardiovaskular maupun penyakit sistem endokrin.

  • Kurang Aktivitas

Seseorang dengan tingkat mobilitas rendah atau kurang aktivitas juga cenderung mengalami hipotensi ortostatik. Contohnya, seseorang yang memiliki pola tidur lama lebih dari 8 jam sehari akan mudah merasa pusing ketika mengubah posisi ke duduk atau berdiri.

  • Aktivitas Makan

Makan tidak melulu membuat tekanan darah naik. Nyatanya didapati fakta, aktivitas makan bisa membuat seseorang mengalami hipotensi ortostatik sesaat setelahnya. Jadi ketika Anda makan, jangan langsung mengubah posisi ke berdiri karena tekanan darah bisa langsung turun secara tiba-tiba.

***

Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami hipotensi ortostatik, cobalah mulai menghindari gejala-gejala yang dapat dijauhi. Memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh terkait pemicu tekanan darah yang turun tiba-tiba ini pun sangat disarankan.

Hidup Sehat

Cara Mengobati Luka Bakar Agar Tidak Meninggalkan Bekas

Selain menyentuh panci panas dengan tidak sengaja, luka bakar juga dapat disebabkan oleh iritasi produk, paparan sinar matahari (sunburn), radiasi, dan sengatan listrik. 

luka bakar

Cara mengobati luka bakar bisa dikatakan sedikit tricky. Bila tidak ditangani dengan tepat dan benar, luka bakar dapat berbekas dan meninggalkan luka yang tidak sedap dipandang mata.

Penyebab bekas luka bakar

Kolagen di dalam tubuh bertindak sebagai regenerasi kulit saat kulit terluka. Luka bakar berarti kulit menjadi rusak dan kolagen bertugas untuk memperbaikinya. 

Ketika mulai sembuh, area yang menebal dan berubah warna disebut sebagai bekas luka. Bekas luka ini akan memudar dengan seiring waktu. Namun pada beberapa kasus ada bekas luka yang bersifat permanen dan tak bisa dihilangkan.

Jenis luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya

Perlu diketahui bahwa luka bakar memiliki beberapa jenis dan tingkat keparahan. Semakin banyak dan lama Anda terbakar panas, maka semakin Anda semakin berisiko mendapatkan luka bakar yang parah dan meninggalkan bekas permanen. 

Tingkat keparahan luka bakar terbagi menjadi tiga jenis, dan klasifikasinya sebagai berikut:

  1. Luka bakar derajat satu 
  • Rusaknya lapisan kulit luar (epidermis)
  • Kulit memerah dan terasa sakit
  1. Luka bakar derajat dua (ketebalan sebagian)
  • Rusaknya lapisan kulit luar (epidermis)
  • Rusaknya lapisan kulit dalam (dermis)
  • Kulit memerah dan terasa sakit
  • Kulit melepuh
  1. Luka bakar derajat tiga (ketebalan penuh)
  • Rusaknya lapisan kulit luar (epidermis)
  • Rusaknya lapisan kulit dalam (dermis)
  • Dapat merusak tulang dan jaringan tendon
  • Terdapat perubahan kulit menjadi putih atau hitam
  • Terdapat kerusakan pada ujung saraf

Luka bakar tingkat satu dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 6 hari, dan tidak meninggalkan bekas luka. Sedangkan luka bakar derajat dua dan tiga dapat berbekas bila tidak ditangani dengan benar.

Luka bakar dapat menyebabkan salah satu dari tiga bekas luka di bawah ini:

  • Bekas luka hipertrofik: benjol berwarna merah keunguan dan terasa gatal bila disentuh
  • Bekas luka kontraktur: luka membuat kulit, tendon, dan otot terasa kencang sehingga area terdampak sulit digerakkan
  • Bekas luka keloid: berupa benjolan berkilau dan tidak berbulu

Cara mengobati luka bakar agar tidak berbekas

Kebanyakan orang akan panik setelah menerima luka bakar, sehingga gegabah melakukan segala cara untuk meredam rasa panas terbakar. 

Untuk mencegah terjadinya bekas luka, berikut ini cara mengobati luka bakar yang tepat:

  1. Bilas luka bakar dengan air dingin atau hangat, lalu diamkan hingga mengering.
  2. Oleskan salep antibiotik dengan aplikator seperti kain kasa atau cotton bud bersih untuk mencegah infeksi.
  3. Balut luka bakar dengan perban antilengket dan kain kasa steril.

Saat luka bakar mulai sembuh, lakukan cara di bawah ini:

  1. Regangkan area yang terbakar selama beberapa menit setiap hari untuk mencegah kulit saling menempel.
  2. Jika Anda mengalami luka lepuh dan menggelembung, jangan pecahkan gelembung dan biarkan luka pecah dan mengering. Temui dokter atau petugas kesehatan untuk memotong sel kulit mati.
  3. Lindungi luka bakar dari sinar matahari langsung dengan memakai tabir surya atau pakaian longgar dan panjang.

Untuk mempercepat penyembuhan luka, konsultasikan dengan dokter secara rutin dan ikuti arahan yang telah diberikan untuk mencegah terbentuknya jaringan parut.

Catatan

Sebelum membeli salep antibiotik yang dijual bebas, konsultasikan dengan petugas kesehatan atau apoteker dan tanyakan dosis penggunaan yang tepat. Apabila Anda ragu untuk mengobati area yang terbakar, Anda bisa melakukan cara mengobati luka bakar bersama dokter.

Hidup Sehat

Mengolah ASI untuk Bahan Resep Makanan Bayi, Bisakah?

Pernahkah Anda mendengar ada makanan bayi yang diolah dan diproses menggunakan ASI sebagai bahan pelengkap pembuatannya? Dalam fase MPASI, anak mulai dikenalkan dengan makanan padat dan ASI menjadi pelengkap nutrisi buah hati. Namun, apa jadinya jika ada resep makanan bayi menggunakan ASI? Tertarikkah Anda untuk mencobanya? Tidak ada salahnya bagi ibu untuk membuat makanan bayi menggunakan ASI, selama kualitas dan kebersihan ASI tetap terjaga, kok.

masakan bayi

Resep makanan bayi untuk MPASI dari ASI

Banyak sekali nutrisi bermanfaat dalam ASI, seperti protein, lemak, air, dan gula, yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh bayi. ASI juga berperan penting untuk mendukung pertumbuhan bayi agar senantiasa sehat dan kuat. 

Di bawah ini, terdapat resep makanan bayi yang pantas untuk dicoba.

  1. Oatmeal ASI

Resep makanan bayi yang dapat Anda coba, yaitu dengan mengombinasikan oatmeal dengan ASI. Cara untuk membuat makanan ini pun terbilang mudah, yaitu:

  • Blender oat hingga mendapatkan tekstur halus
  • Panaskan ASI lalu tuangkan oat sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan
  • Tuangkan adonan tersebut pada tray es batu dan bekukan dalam waktu 24-48 jam
  • Jika ingin disajikan, hangatkan dalam microwave lalu tunggu hingga mencair
  1. Pancake ASI

Memang, pancake ASI tidak sepopuler dengan resep pancake menggunakan tepung pada umumnya. Namun, resep makanan bayi ini boleh dicoba sebagai menu MPASI buah hati. Adapun bahan dan cara membuat yang perlu diperhatikan:

Bahan:

  • Pisang yang telah masak (dapat pula diganti dengan buah lain sesuai selera, seperti mangga atau apel)
  • 1 cangkir ASI
  • 1 buah telur
  • 2 sendok teh butter atau minyak kelapa
  • 1 cangkir tepung gandum utuh
  • 1 sendok teh baking powder
  • ¼ sendok teh baking soda

Cara membuat pancake ASI:

  • Campurkan bahan yang telah disiapkan: pisang, ASI, telur, dan minyak kelapa
  • Dalam wadah yang terpisah, campurkan tepung, baking powder, dan baking soda
  • Masukkan adonan basah ke dalam adonan kering hingga keseluruhan adonan tercampur rata
  • Oleskan butter di atas wajan agar adonan tidak terasa lengket dan menempel
  • Buat pancake mulai dari 1-2 sendok makan adonan, lalu tuang ke atas wajah yang telah dipanaskan
  • Masak selama beberapa menit dan tunggu hingga gelembung muncul di atas permukaan adonan pancake
  • Balik adonan dan masak sisi sebelahnya matang merata
  1. Yoghurt ASI

Tidak hanya susu hewani pada umumnya, namun yoghurt ternyata juga dapat diolah dari ASI. Resep makanan bayi ini dapat dikombinasikan dengan buah pilihan sesuai dengan selera. Bahan utama yang diperlukan, yaitu ASI, tepung tapioka, dan yoghurt starter. Perhatikan cara membuatnya di bawah ini:

  • Panaskan ASI dengan api sedang, namun jangan tunggu hingga mendidih
  • Dinginkan, lalu tambahkan yoghurt starter
  • Tambahkan tepung tapioka dalam ukuran yang telah disesuaikan dengan banyaknya ASI yang digunakan
  • Tuangkan adonan ke mangkuk kaca yang telah dihangatkan sebelumnya, lalu tutup
  • Masukkan mangkuk kaca dalam cooler bag dan tuangkan air panas di sekitarnya
  • Ganti air setelah 4,5 jam
  • Konsistensi yoghurt akan semakin kental jika disimpan semakin lama
  • Setelah selesai, simpan yoghurt di lemari pendingin
  • Sajikan yoghurt dengan buah sesuai selera
Penyakit

5 Latihan Sederhana untuk Atasi Foot Drop

Foot drop atau yang biasa disebut drop foot adalaj ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki karena kelemahan atau kelumpuhan otot dan saraf yang berfungsi mengangkat kaki. Nah, foot drop sendiri bukanlah penyakit, ini adalah gejala dari masalah atau kondisi medis yang lebih besar.

Sebenarnya drop foot bukanlah sebuah penyakit, kondisi ini adalah gejala dari masalah kondisi medis yang lebih besar. Anda dapat mengenali jika Anda menderita drop foot dari cara atau gaya berjalan Anda.

Pasalnya, ketika Anda menderita foot drop dapat menyeret jari-jari kaki mereka di sepanjang jalan saat berjalan, karena mereka tidak dapat mengangkat bagian depan kaki mereka dalam setiap langkahnya. Untuk menghindari menyeret kaki atau tersandung, penderita mungkin akan mengakat lutut lebih tinggi atau mengayunkan kaki mereka.

Tanda lain foot drop yang paling umum:

  • Menyeret kaki atau menggesek kaki dan jari kaki Anda di atas tanah saat Anda berjalan
  • Kiprah halaman langkah tinggi, mengangkat paha saat berjalan, untuk mencegah jari-jari Anda menyentuh tanah
  • Ketidakmampuan untuk mengangkat kaki di pergelangan kaki
  • Mati rasa atas kaki atau jari kaki

Penyebab foot drop

Ada tiga penyebab utama yang melemahkan saraf atau otot, di antaranya:

  1. Cedera saraf. Saraf peroneal adalah saraf yang berkomunikasi dengan otot-otot yang mengangkat kaki. Kerusakan saraf peroneal adalah penyebab paling umum dari foot drop. Jadi saraf yang membungkus dari belakangan lutut ke depan tulang kering dan berada dekat dengan permukaan, sehingga mudah rusak. Kerusakan saraf peroneal dapat disebabkan oleh cedera olahraga, operasi pergantian pinggul atau lutut, gips kaki, persalinan, atau bahkan menyilangkan kaki.
  2. Gangguan otot. Kondisi yang menyebabkan otot perlahan melemah atau memburuk juga bisa menyebabkan drop foot. Gangguan ini mungkin termasuk distrofi otot, sclerosis lateral amiotrofik (penyakit Lou Gehrig, penyakit saraf yang menyerang dan menghancurkan sel-sel saraf motorik) dan polio.
  3. Gangguan otak atau tulang belakang. Kondisi neurologis juga bisa menyebabkan foot drop. Kondisi mungkin termasuk stroke, multiple sclerosis, dan cerebral palsy.

Latihan untuk mengatasi foot drop

  1. Peregangan handuk

Anda dapat melakukan hal ini dengan cara:

  • Duduk di lantai dengan kedua kaki lurus ke depan.
  • Lalu, lingkarkan handuk atau pita latihan di sekitar kaki yang sakit dan pegang kedua ujungnya dengan tangan Anda.
  • Tarik handuk atau pita latihan ke arah tubuh Anda
  • Tahan selama 30 detik.
  • Kemudian rileks selama 30 detik, dan ulangi 3 kali setiap sesinya.
  • Toe to Heel Rock

Cara melakukannya adalah dengan cara:

  • Berdirilah di depan meja, kursi, dinding, atau benda kokoh lainnya yang dapat Anda pegang sebagai penyangga.
  • Goyangkan beban Anda ke depan dan naik ke atas jari-jari Anda.
  • Tahan posisi ini selama 5 detik.
  • Selanjutnya, goyangkan beban Anda ke belakang pada tumit Anda dan angkat jari-jari Anda dari lantai.
  • Tahan selama 5 detik dan ulangi urutan tersebut beberapa kali.
  • Ambil kelereng

Lakukan latihan ini dengan cara:

  • Duduklah di kursi dengan kedua kaki rata di lantai.
  • Tempatkan 20 kelereng dan mangkuk di lantai di depan Anda.
  • Dengan menggunakan jari-jari kaki Anda yang terkena foot drop, lalu ambil setiap kelereng dan pindahkan kelereng ke dalam mangkuk.
  • Ulangi sampai Anda mengambil semua kelereng.
  • Angkat bola

Lakukan cara ini dengan cara:

  • Duduklah pada kursi dengan kedua kaki rata di lantai.
  • Letakkan benda bulat kecil (bisa bola tenis) di lantai di depan Anda.
  • Pegang benda di antara kaki Anda dan perlahan angkat dengan merentangkan kaki Anda.
  • Tahan selama 5 detik lalu turunkan perlahan.
  • Lalu ulangi latihan ini selama 10 kali setiap sesinya.
  • Dorsiflexion pergelangan kaki

Lakukan latihan ini dengan cara:

  • Duduk di lantai dengan kedua kaki lurus di depan Anda.
  • Ambil resinstance band dan angkat ke kursi atau kaki meja yang stabil.
  • Lingkarkan lingkaran pada bagian atas kaki Anda yang terkena.
  • Tarik perlahan jari-jari kaki yang menderita ke arah Anda lalu kembali ke posisi awal, lalu ulangi 10 kali.

Jadi kesimpulannya Anda dapat meminimalisir gejala yang muncul karena foot drop dengan melakukan beberapa latihan di atas. Namun, jika Anda telah melakukan latihan tersebut beberapa kali tetapi tidak ada kemajuan dan bahkan semakin memburuk, maka ada baiknya untuk mendatangi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kesehatan Mental

Manfaat yang Didapatkan Saat Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang seharusnya dapat dimiliki oleh setiap manusia, tujuannya untuk menghindari suatu kesalahpahaman. Namun yang justru terjadi dalam kebanyakan kasus menimbulkan anggapan jika umur tidak mencerminkan seseorang dapat berpikir dewasa atau kritis, lantas bagaimana cara berpikir kritis yang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Salah satu modal untuk bisa mengasah kemampuan dalam berpikir kritis adalah menjadi orang yang skeptis, atau memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap apa saja. Menurut hasil dari penilitian orang yang memiliki pemikiran kritis sangat peka terhadap berbagai kondisi yang sedang terjadi di keadaan sekitar, dapat berupa kritisi positif dan juga negatif.

Cara Berpikir Kritis

Pikiran merupakan bentuk dari gagasan dan proses mental, dengan berpikir seseorang bisa mengasah ketajaman otak mereka. Sementara itu, berpikir adalah proses otak melakukan pengumpulan dan analisa mengenai sebuah informasi, nantinya kumpulan informasi ini yang dibutuhkan dalam membuat keputusan, konsep, penalaran hingga pemecahan masalah.

Cara bepikir orang satu dengan yang lain berbeda, tidak ada orang yang memiliki cara berpikir yang sama persis. Ini kerap kali disebut sebagai perbedaan persepsi atau juga bisa dibilang sudut pandang yang berbeda. Cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan seseorang dalam mengingat atau memecahkan masalah adalah dengan mencoba berpikir mendalam mengenai permasalahan yang tengah dihadapi secara rutin setiap hari.

Biasakan berlatih setiap hari, sisihkan beberapa menit atau sedikit waktu untuk dapat merenung, berpikir kritis membantu seseorang semakin baik dalam memecahkan masalah dan ketika dihadapkan kondisi untuk mengambil suatu keputusan. Berpikir dengan kritis merupakan proses di mana informasi menjadi keputusan atau sebuah kesimpulan.

Kondisi ini memang tidak mudah dilakukan, maka dari itu seseorang perlu berlatih dan membiasakan diri setiap hari secara rutin dan berkelanjutan. Seseorang pasti dihadapkan dengan beberapa masalah setiap harinya, otomatis juga harus membuat pilihan, kesimpulan dan lain sebagainya untuk mengatasi masalah itu.

Manfaat Berpikir Kritis

  1. Punya Banyak Alternatif Jawaban

Membiasakan diri untuk bisa berpikir kritis akan melatih seseorang memiliki kemampuan dalam berpikir jernih dan rasional. Seseorang tersebut juga mampu berpikir  secara mandiri dan reflektif, merupakan tindakan dan pikiran yang tidak direncanakan, muncul dan terjadi secara spontan begitu saja, melakukan hal tanpa perlu otak memikirkannya terlebih dahulu.

  • Pahami Sudut Pandang Orang Lain

Berpikir kritis bisa membuat pikiran dan otak lebih fleksibel, seseorang tidak akan terlalu kaku dalam berpikir atas pendapat atau ide-ide orang lain. Lebih mudah untuk menerima pendapat orang lain, hal ini memang tidak mudah dilakukan. Namun, jika dibiasakan dilakukan setiap hari maka dengan sendirinya dan secara spontanitas akan mudah dilakukan.

  • Lebih Mandiri

Cara berpikir kritis dapat membuat seseorang lebih mandiri, dalam artian seseorang ini tidak perlu mengandalkan orang lain. Terlebih ketika dihadapkan dalam situasi yang rumit dan sulit, serta diharuskan untuk segera mengambil keputusan. Pikiran kritis membuat seseorang memiliki ide dan gagasan dan saran untuk menyelesaikan masalah.

  • Peluang Baru

Berpikir kritis memungkinkan seseorang menemukan peluang-peluang dalam segala hal, bisa dalam pekerjaan hingga bisnis yang dijalani. Kondisi ini membuat seseorang lebih tajam dalam menganalisa masalah dan keadaan.

Kelebihan dalam berpikir ini ini akan berdampak pada kewaspadaan orang tersebut, guna menentukan peluang dibutuhkan pikiran yang tajam, mampu menganalisa peluang yang sedang dihadapi.

Penyakit

Apa Itu Adenoma Bronkus? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan berbagai keganasan di saluran pernasapan di bawah sel-sel epitel bronkus atau saluran napas yang menuju ke paru-paru dan atau di kelenjar bronkus dinamakan dengan adenoma bronkus. Terdapat tiga tipe utama yang menjadi penyebab paling umum kondisi ini.

Di antaranya yakni adenoma karsinoid, karsinoma adenoid kistik dan karsinoma mikoepidermoid, di awal kemunculannya kondisi ini tidak menimbulkan gejala hingga waktu yang lama. Selain itu, pada kondisi yang lebih lanjut, penderita bisa mengalami beberapa gejala tergantung dari lokasi kondisi ini muncul, kondisi ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain meski dikatakan sebagai tumor jinak.

Penjelasan Adenoma Bronkus

Kanker ini biasanya bermula di kelenjar mukosa, saluran pernapasan atau bronkus dan trakea dan kelenjar air liur. Tumor dari kondisi ini membesar secara lambat, tetapi sangat berpotensi menjadi ganas. Tanda dan gejala kondisi ini bisa saja tidak terdiagnosa selama bertahun-tahun karena memang ukuran tumor yang kecil dan perkembangannya lambat.

Misalnya tumor kecil ini berada di bagian tengah atau bagian tepi jalan napas, namun tumor yang berada di bagian tepi saluran napas seringkali juga tidak menimbulkan gejala. Sementara yang terletak di tengah jalan napas, akan menimbulkan gejala berupa sumbatan dan pendarahan seperti berikut ini.

  • Sesak napas, stridor yakni bunyi suara mengorok yang muncul setiap tarikan atau hembusan napas.
  • Mengi atau adanya bunyi ‘ngik’ setiap menarik napas, demam disertai batuk-batuk yang sering.
  • Batuk yang muncul biasanya disertai darah akibat adanya luka pada dinding dalam saluran napas.

Kondisi ini jenis karsinoid bisa menyebabkan gejala yang berupa nyeri dada, rasa panas dan merah pada wajah dan perasaan rentan mengalami infeksi paru, seperti pneumonia. Untuk jenis karsnoma kistik adenoid bisa menimbulkan beberapa gejala seperti benjolan pada langit-langit mulut, suara serak, sulitan menelan, mati rasa (rahang, langit mulut, wajah, lidah) dan benjolam di sekitar telinga.

Sementara itu jenis karsinoma mikoepidermoid juga menimbulkan beberapa gejala seperti, mati rasa atau lemah pada otot wajah, terjadi pembengkakan pada kelenjar di dekat telinga dan sekitar bawah mulut dan rasa nyeri pada area wajah. Kondisi ini terjadi bukan tanpa alasan, terdapat beberapa penyebab yang bisa membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Penyebab Tumor Bronkus

Sama seperti kanker pada umumnya yang menyerang tubuh manusia, penyebab utama kondisi ini belum bisa dipastikan hingga saat ini. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi seseorang terkena penyakit ini, berikut di antaranya beberapa faktor yang bisa menyebabkan orang terkena penyakit ini.

  • Faktor Keturunan

Faktor generik sangat mungkin berperan dalam munculnya penyakit atau tumor ini dalam beberapa jenisnya. Seseorang dengan penyakit bawaan seperti multiple endocrine neoplaise tipe 1 (MEN-1) juga lebih berisiko terkena penyakit jenis karsinoid.

  • Radiasi

Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami radiasi pada bagian kepala dan leher juga sangat lebih memungkinkan mengalami adenoma bronkus tipe karsinoma mikopidermoid. Untuk melakukan diagnosa, dokter biasanya akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang lain yang memastikan diagnosis.

Sementara itu, pengobatan penyakit ini juga bergantung pada tipe dan tingkat atau stadium keganasan, usia, kondisi kesehatan umum serta keputusan pengidap. Pengobatan yang dilakukan meliputi pembedahan dan radiasi, terapi dengan pembedahan menjadi terapi utama pada kondisi kanker belum menyebar ke organ lain.

Kehamilan

Hal Biasa, Jahitan Melahirkan Normal Diperlukan oleh Ibu Pasca Persalinan

Saat melahirkan normal, umumnya Anda juga memerlukan jahitaan. Ini merupakan hal biasa dan tidak perlu ditakuti. Biasanya jahitan melahirkan normal ini dibutuhkan saat ada robekan perineum ketika proses persalinan.

Jahitan Melahirkan Normal Diperlukan pada Kondisi Ini

Perlu diketahui bahwa sekitar 9 dari 10 wanita yang melahirkan normal membutuhkan jahitan. Hal ini jika area perineum mengalami robekan yang dalam dan harus dijahit. Perineum adalah area di antara vagina dan anus.

Biasanya, robekan lebih dalam ini dialami oleh wanita saat bersalin dengan kondisi berikut ini:

  • Pertama kali melahirkan melalui vagina
  • Proses persalinan dijalani dengan durasi yang lama
  • Bayi yang dilahirkan memiliki berat di atas rata-rata, biasanya di atas 4 kilogram
  • Persalinan dengan bantuan khusus, seperti dengan vakum misalnya
  • Bahu bayi tersangkut di tulang kemaluan ibu
  • Posisi kepala bayi di bawah, namun bagian belakang kepala dan punggung bersentuhan dengan tulang belakang ibu (posisi back-to-back)
  • Pernah mengalami robekan di perineum

Sehingga, ketika mengalami kondisi-kondisi di atas, dokter perlu menggunting perineum untuk mempermudah proses persalinan atau disebut proses episiotomi. Area yang digunting tersebut haruslah dijahit kembali. Prosedur menggunting ini umumnya dilakukan jika bayi harus segera lahir. Atau pada kondisi di mana ada risiko robekan di anus yang cukup dalam apabila perineum tidak segera digunting.

4 Tingkat Keparahan Robekan

Ada beberapa tingkatan derajat robekan atau ruptur perineum ini, yaitu:

  • Tingkat 1

Robekan tingkat 1 ini biasanya tidak perlu dijahit karena termasuk robekan ringan. Area yang robek ini adalah bagian kulit perineum atau mulut vagina.

  • Tingkat 2

Robekan tingkat 2 pada perineum ini sudah memasuki otot perineum yang berada di dalam vagina ibu. Biasanya jahitan melahirkan normal dibutuhkan jika robekan perineum cukup dalam yang sudah mencapai otot, atau sampai pada tingkat 2 ini.

  • Tingkat 3

Robekan tingkat 3 ini terjadi di kulit dan juga otot vagina, perineum, dan juga anus. Robekan ini harus dijahit di ruang operasi karena sudah tergolong parah. Biasanya robekan tingkat 3 ini bisa menyebabkan ibu mengalami komplikasi seperti nyeri ketika berhubungan seksual atau inkontinensia tinja.

  • Tingkat 4

Robekan perineum tingkat 4 ini adalah kondisi paling parah. Sebab, ruptur sudah mencapai ke bagian anus, rektum, hingga usus besar. Prose penjahitannya juga sudah harus dilakukan di ruangan operasi. Komplikasi yang ditimbulkan sama dengan tingkat 3 meskipun sudah dijahit. Komplikasinya bisa dirasakan hingga berbulan-bulan.

Cara Merawat Jahitan Melahirkan Normal

Bisa dibilang ibu yang melahirkan normal akan mendapatkan jahitan melahirkan normal. Agar proses pemulihan luka jahitan lebih cepat, perlu perawatan dengan baik juga. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Duduklah dengan perlahan dan gunakan bantal berbentuk donat sebagai penyangga tubuh saat ingin duduk
  • Kompres luka jahitan dengan batu es yang dibungkus dnegan kain. Hal ini untuk mengurangi rasa gatal dan nyeri
  • Hindari mengangkat beban berat atau mengejan setelah luka jahitan
  • Lakukan senam Kegel agar otot kuat dan membantu mempercepat penyembuhan jahitan melahirkan normal.
  • Selalu bersihkan luka jahitan setelah buang air kecil atau besar dan keringkan
  • Ganti pembalut secara teratur dan pastikan tangan bersih sebelum dan setelah menggantinya
  • Monsumsi makanan yang kaya serat dan perbanyak minum air putih agar tidak konstipasi.