Parenting

Problem Solving Dapat Menghindari Anda dari Bullying di Sekolah

Problem solving merupakan metode yang berawal dari penelitian Borba pada pelaku bullying di sekolah. Ternyata, kata dia, sebagian besar dari mereka punya masalah pribadi dan mereka tak tahu cara memecahkannya. Merundung orang lain menjadi salah satu cara pelaku untuk melampiaskan kekesalan yang dia alami.

Menurut Borba, penelitian selama tiga puluh menghasilkan solusi bahwa perilaku penindasan dapat dikurangi dengan upaya sistematis, berkelanjutan, dan berbasis ilmiah. Dia menekankan pentingnya anak-anak untuk belajar bekerja sama untuk menyelesaikan masalah mereka. “Keterampilan memecahkan masalah adalah salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak dan remaja mengekang potensi pertengkaran, mengelola konflik, memunculkan empati sekaligus mengurangi peluang tindakan kekerasan,” kata dia

Pendapat Borba sejalan dengan hasil analisa American Psychological Association. Riset terhadap 153 kasus intimidasi menemukan fakta bahwa anak-anak, terutama laki-laki, yang kesulitan dalam memecahkan masalah berisiko menjadi pelaku intimidasi, target, atau keduanya. Pelaku atau objek bullying juga kurang memiliki keterampilan sosial dan kerap berpikir negatif.

“Seorang pengganggu biasanya sulit menyelesaikan masalah dengan orang lain dan juga memiliki masalah akademis,” kata peneliti utama American Psychological Association, Clayton R. Cook. “Demikian juga dengan korban yang cenderung agresif, kurang keterampilan sosial, berpikir negatif, dan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah sosial.”

Perundungan atau bullying pada anak menjadi momok para orang tua. Tindakan kekerasan ini seolah tak terhindarkan meski anak berada di tempat yang seharusnya aman, seperti sekolah atau tempat bermain yang diawasi orang tua. Oleh karena itu, ajarilah anak untuk menghindari bullying di sekolah.

Karena itu, untuk menghindarkan anak dari perilaku bully, ada beberapa pendekatan.

  1. Beri kesempatan untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Amati cara mereka menyelesaikan konflik atau memecahkan masalah. Namun jika ada gejala kekerasan segera turun tangan untuk membantu menyelesaikannya.
  2. Ajarkan langkah-langkah pemecahan masalah. Sebagai orang dewasa, orang tua pasti punya metode masing-masing untuk memecahkan aneka masalah. Metode ini yang sebaiknya ditularkan pada anak-anak. Biasakan mereka berpikir matang dan bertindak hati-hati untuk meminimalisir dampak buruk.
  3. Adil dalam menyelesaikan konflik. Coba untuk adil pada pelaku dan korban, yang sama-sama berusia belia. Dalam hal ini, nasihat lebih baik ketimbang hukuman. 
  4. Biasakan dialog untuk memecahkan masalah.