Penyakit

Lansoprazole dan Omeprazole, Mana yang Paling Ampuh Atasi Gerd?

Bagi setiap orang yang mengalami GERD atau gastroesophageal reflux disease, keluhan yang biasanya dialami seperti nyeri dada seolah terbakar atau heartburn. Selain mengubah pola makan, biasanya obat-obatan seperti lansoprazole dan esomeprazole. Namun, sebelum mengonsumsinya perlu diketahui perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terlebih dulu.

GERD merupakan salah satu kondisi yang menandakn naiknya asam lambung yang berlebih ke kerongkongan. Penyebabnya pun beragam, bisa dari kebiasaan merokok, menggunakan obat NSAID dalam jangka panjang dan masalah kesehatan tertentu.  Jika mulai merasakan GERD, pilihan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan mengonsumsi obat-obatan,

Perbedaan Lansoprazole dan Esomeprazole

Lansoprazole

Merupakan obat yang bisa mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Khususnya pada GERD dengan gejala yang biasanya muncu seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar tepat di dada, mual serta mulut yang terasa asam.

Selain itu, tekuk lambung dan kembung juga bisa diatasi dengan obat ini, kemudian pada kondisi langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus (sindrom Zollinger-Ellison). Lansoprazole terkadang juga diandalkan untuk mengatasi kondisi tersebut, Bentuk obat ini berupa kapsul, tetapi juga ada yang berbentuk tablet dan cairan.

Selayaknya obat lambung pada umumnya, lansoprazole yang digunakan untuk mengatasi GERD juga dikonsumsi sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong. Dosis obat ini  bermacam-macam, biasanya dokter akan memberi dosis sesuai dengan kondisi seseorang dan sesuai dengan rekomendasi dokter untuk orang dewasa 15 hingga 30 mg dalam sehari.

Esomeprazole

Secara umum obat ini sama dengan lansoprazole, esomeprazole merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung, gejala GERD dan membantu penanganan sindrom Zollinger-Ellison. Esomeprazole merupakan obat generasi yang lebih baru, jika dicampur dengan naproxen dapat untuk mengatasi peradangan nyeri sendi dan otot.

Bentuk esomeprazole juga sama dengan lansoprazole, yakni tablet, kapsul, kaplet dan liquid, selain itu dokter juga akan memberi dosis sesuai dengan kondisi penyakit, usia, dan berat badan penderita. Namun, secara umum dosis yang akan diberikan dokter kepada pasien dewasa sekitar 20-40 mg dalam sehari.

Mana yang Lebih Baik untuk Mengatasi GERD

Terkait keampuhan kedua obat di atas untuk mengatasi GERD, efektivitas keduanya pernah diteliti dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan World Journal of Gastroenterology. Penelitian ini memberikan 40 mg esomeprazole, 30 mg lansoprazole, 20 mg omeprazole dan 40 mg pantoprazole pada sekitar 274 pasien refluks asam lambung selama delapan minggu.

Keempat obat ini memang kerap diberikan pada pasien yang mengalami masalah lambung dan hasil penelitian melaporkan, jika esomeprazole lebih efektif untuk mengatasi dan meredakan gejala dari GERD ketimbang tiga obat lainnya. Hal ini bahkan langsyng terlihat pada tujuh hari pertama setelah obat-obatan ini digunakan.

Namun, hasil ini tidak serta merta dijadikan sebagai patokan, karena hasilnya bisa bervariasi untu case esomeprazole melawan lansoprazole. Perbedaan lansoprazole dan esomeprazole terletak pada struktur molekul, selain itu harga esomeprazole cenderung lebih mahal karena generiknya sendiri baru disetujui oleh US Food and Drug Administration pada 2015 silam.

Sangat berbeda dengan lansoprazole yang harganya lebih mudah, selain itu generiknya juga sudah tersebar luas di Indonesia. Biaya dan ketersediaan obat perlu menjadi pertimbangan dalam pemberian dan konsumsi obat, khususnya bagi masyarakat Indonesia.