Parenting

Bagaimana Cara Kerja Operant Conditioning? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Operant Conditioning? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah metode pembelajaran yang cara pelaksanaannya dilakukan dengan memberi hadiah atau reward dan hukuman atau punishment sebagai konsekuensi dari perilaku disebut operant conditioning. Teori pembelajaran ini dikembangkan oleh B.F Skinner dan tak jarang banyak orang menyebut metode pembelajaran ini sebagai teori skinner atau instrumental conditioning.

Metode pembelajaran ini dapat dipraktikan dalam banyak aspek di dalam kehidupan sehari-hari anak, khususnya ketika menjalani kegiatan belajar di kelas. Dengan menggunakan cara ini, diklaim banyak anak yang mampu belajar perilaku baik dan positif hingga mereka terbiasa melakukan hal tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Cara Kerja Operant Conditioning

Metode pembelajaran ini memaksa seseorang atau anak mempelajari keadaan dari situasi yang memberinya hadiah atau hukuman. Karena memang metode ini dibuat agar anak mengerti hubungan yang muncul antara perilaku dan konsekuensi. Dalam dunia penelitian, konsep ini bisa terlihat pada tikus-tikus percobaan.

Tikus yang ditempatkan dalam sebuah kandang menggunakan dua buah lampu, masing-masing berwarna hijau dan merah. Kemudian di samping lampu terdapat sebuah tuas, jika menggerakan tuas saat lampu hijau menyala maka tikus akan mendapatkan makanan. Namun, jika memindahkan tuas saat lampu merah menyala, tikus akan mendapat setrum ringan.

Perilaku ini jika lama-lama dilakukan dan menjadi kebiasaan, maka tikus akan belajar bahwa tuas hanya akan ditarik ketika lampu hijau menyala dan mengabaikan tuas ketika lampu merah menyala. Kondisi tersebut menandakan bahwa tikus sudah berhasil menghubungkan antara perilaku dan konsekuensi melalui hadiah dan hukuman yang diterima.

Jenis Perilaku Menurut Skinner

Terdapat dua jenis kelompok perilaku manusia, yakni responden dan perilaku operant di mana masing-masing perilaku ini sangat berhubungan dengan teori pembelajaran yang dibuatnya ini, berikut penjelasan singkat mengenai beberapa kelompok besar perilaku manusia tersebut.

  • Perilaku Responden

Disebut juga dengan respondent behaviour, merupakan perilaku yang muncul secara otomatis dan refleks. Misalnya menjauhkan tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas atau menggerakan kaki ketika dokter mengetuk lutut. Perilaku ini muncul tanpa harus dipelajari dan dikuasai oleh manusia karena muncul dengan sendirinya.

  • Perilaku Operant

Perilaku operant atau operant behaviour adalah perilaku yang dipelajari dan akan keluar, baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja ketika muncul suatu kejadian yang berhubungan dengan itu. Perilaku ini bisa dibentuk melalui metode pembelajaran di atas, seseorang bisa melatih diri sendiri maupun orang lain untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik.

Komponen Pengondisian Instrumental

  • Reinforcement

Merupakan segala hal yang terjadi dan dapat menguatkan suatu perilaku, komponen ini bisa bersifat positif dan negatif. Positif  seperti sesuatu yang menghasilkan atau menguatkan perilaku positif, contohnya bekerja dengan baik di kantor dan perusahaan akan memberi bonus. Negatif adalah suatu hal yang dilakukan untuk menghentikan perilaku negatif yang dihadapi.

Misalnya seperti membuat seseorang berpikir bahwa dengan memberikan jajan kepada anak, maka akan ada sebuah konsekuensi anak tersebut akan menjadi tenang. Meski demikian, perilaku tersebut bukanlah salah satu tindakan positif karena membuat seseorang memaksanya untuk memberi anak jajanan ketika rewel atau menangis.

  • Punishment

Hukuman juga terbagi menjadi dua bagian, positif dan negatif dalam pengertian kebalikan dari reinforcement. Punishment positif merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya perilaku yang melemahkan respons, contoh menghukum anak dengan memukul tubuh mereka.

Sementara itu punishment negatif dalam operant conditioning dikenal juga dengan sebutan punishment by removal. Merupakan tindakan yang dilakukan dengan menyingkirkan benda atau apa saja yang memicu perilaku negatif, seperti melarang anak bermain gadget dan merampasnya jika berperilaku buruk di depan umum.