Parenting

Strategi Pengasuhan untuk Hadapi Anak Aktif Bergerak

Strategi Pengasuhan untuk Hadapi Anak Aktif Bergerak

Di usia 5 tahun pertama, anak sudah mulai menunjukkan warnanya masing-masing. Sebagian anak aktif bergerak, namun ada juga anak yang pendiam. Saking aktifnya, terkadang orang tua menjadi cemas apakah hal tersebut normal atau patut diwaspadai.

Anda mungkin berpikir anak yang terlalu lincah dan berenergi terkena ADHD. Hal itu memang bisa saja terjadi, namun tidak semua anak hiperaktif terkena gangguan tersebut.  

Penyebab anak menjadi hiperaktif

Ada perbedaan signifikan antara anak ADHD dengan anak yang hanya aktif bergerak. Menurut DSM V, ADHD memiliki gejala antara lain:

  • Cenderung memotong pembicaraan orang lain
  • Sulit fokus terhadap suatu hal 
  • Sulit duduk diam dan terus aktif bergerak
  • Melakukan kegiatan seperti berlari atau melompat di waktu yang tidak tepat
  • Senang berbicara tanpa henti

Jika Anda menemui beberapa gejala tersebut pada anak Anda, konsultasikan ke psikolog untuk memastikan apakah anak Anda benar-benar terkena ADHD.

Di sisi lain, ada beberapa sebab anak non-ADHD menjadi terlalu lincah dan aktif, diantaranya:

  • Stres
  • Kurang tidur
  • Merasa kurang bergerak sehingga terus bergerak tanpa henti
  • Efek dari kondisi kesehatan tertentu
  • Mengalami masalah mental atau emosi seperti gangguan kecemasan atau melalui peristiwa traumatis

Mengasuh anak yang terlalu aktif bergerak

Sudah sepatutnya anak aktif bergerak. Hal ini membuat banyak orang tua kewalahan dalam mengasuhnya. Ada beberapa strategi mengasuh anak lincah bergerak dan mendukungnya menjadi pribadi yang positif. 

  1. Ubah pikiran terhadap anak

Memberikan label kepada anak membuat Anda percaya bahwa anak Anda memang demikian. Labeling seperti itu juga dapat mempengaruhi keyakinan anak atas diri mereka sendiri. 

Misalnya, Anda melabeli anak Anda sebagai anak yang nakal. Jika hal itu sampai terdengar oleh anak, mereka akan percaya bahwa mereka memang nakal.

Ubahlah pikiran dan julukan yang Anda berikan kepada anak. Mulailah menggantinya dengan kalimat positif seperti anak Anda adalah anugerah bagi Anda, anak Anda memang suka berpetualang, dan kalimat baik lainnya.

  1. Terima kondisi anak

Sadari bahwa setiap anak istimewa dan memiliki karakternya masing-masing. Tidak ada yang salah dengan anak yang terlalu aktif bergerak. Seringkali anak mengekspresikan emosinya dengan berperilaku terlalu aktif. 

Rangkullah anak dan percayalah bahwa hal-hal yang mereka lakukan murni untuk bereksplorasi, bukan untuk menyakiti Anda. 

  1. Pahami energi dan motivasi anak

Anak dengan energi ekstra terkadang menyamarkan rasa frustasinya. Anak juga mungkin merasa bosan dan ingin bermain di luar ruangan. 

Jika Anda melihat anak terlalu lincah dibanding hari biasanya, carilah penyebabnya dan arahkan ke kegiatan yang positif. Ada banyak aktivitas fisik yang cocok untuk anak aktif bergerak, seperti bermain bola, bermain tanah liat, atau balet.

  1. Ajarkan anak keterampilan menenangkan diri

Untuk mengeluarkan rasa frustasi dan stres yang dialami, Anda bisa mengarahkan anak ke aktivitas yang berguna untuk menenangkan diri. Kegiatan ini bisa berupa bermain squishy, slime, dan latihan pernapasan. 

  1. Ajari anak keterampilan sosial emosional

Mengajari anak untuk mengekspresikan perasaannya adalah hal yang penting. Hal ini berguna melatih anak mengenali dirinya sendiri. Dengan begini anak tidak akan kesulitan menjalin hubungan pertemanan yang luas.

  1. Tetapkan batasan yang jelas 

Ketika meminta tolong atau memberi perintah ke anak, lakukanlah kontak sedekat mungkin dan ucapkan dengan tenang dan jelas. Ketika anak sudah fokus, mintalah mengulangi perkataan Anda untuk menghindari kesalah pahaman.

Jangan berteriak ketika anak melakukan tugasnya dan minta mereka menghubungi Anda ketika selesai.

  1. Berikan anak pujian 

Puji anak setelah menyelesaikan tugasnya. Tak harus pujian setinggi langit, cukup berikan apresiasi seperti mengucapkan terima kasih. 

  1. Perbanyak interaksi positif dengan anak

Untuk membangun kelekatan emosional, perbanyaklah melakukan kegiatan bersama-sama. Anda bisa menjadi teman bermainnya, dan membacakannya buku cerita sebelum tidur.

Kontak fisik seperti pelukan sebelum tidur juga dapat berdampak besar.

  1. Lakukan me-time untuk mengistirahatkan diri sendiri

Setelah lelah mengurus anak, jangan lupa sisihkan waktu sendiri untuk beristirahat. Hal ini sangat penting guna mengisi kembali energi Anda dan melepaskan stres.

Jika cara di atas tetap membuat Anda kesulitan mendidik anak aktif bergerak, mintalah bantuan konselor keluarga untuk panduan pengasuhan tambahan. Hal penting yang harus Anda ingat adalah bahwa semua anak istimewa.