Kehamilan

Waspadai Gejala Berbahaya pada Masa Nifas

Darah yang terus keluar pasca persalinan merupakan hal yang wajar. Pendarahan yang menyerupai menstruasi tersebut disebut dengan lokia dan umum dialami oleh ibu yang baru melahirkan sebagai bentuk pemulihan kondisi rahim atau lebih dikenal sebagai masa nifas.

Pemulihan rahim pada masa nifas terjadi karena selama kehamilan, dinding rahim pasti mengalami penebalan karena janin yang terus bertumbuh dan berkembang. Setelah janin keluar, dinding yang menebal tersebut akhirnya lurus dalam bentuk darah dan lendir.

Walaupun umumnya aman, Anda tetap mesti mewaspadai beberapa gejala masa nifas yang bisa membahayakan. Pasalnya, masa nifas dalam beberapa kondisi dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti tekanan darah rendah secara drastis, penyakit kardiovaskular, sampai stroke. Untuk itu apabila Anda mengalami beberapa gejala berbahaya seperti di bawah ini, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter.

  1. Gumpalan Besar

Anda patut waspada apabila selama masa nifas mengalami pendarahan yang disertai gumpalan besar. Pada beberapa kasus, gumpalan darah nifas bisa mecapai sebesar bola pingpong. Jika sudah sebesar itu, Anda mesti segera mengonsultasikannya ke dokter.

  • Pendarahan Tak Wajar

Ketika masa nifas, Anda akan cukup sering mengganti pembalut karena aliran darah yang cukup deras sehingga memenuhi pembalut hanya dalam 2—3. Di waktu tertentu seperti ketika menyusui dan saat bangun tidur, jumlah pendarahan yang mengalir bisa lebih banyak sedikit. Namun, berhati-hatilah apabila darah seger terus mengalir sehingga memenuhi pembalut kurang dari 1 jam. Artinya, Anda berada dalam kondisi pendarahan berat yang mesti segera ditangani.

  • Tidak Berdarah

Umumnya masa nifas akan berlansung dalam beberapa minggu. Pada masa-masa itu, darah akan terus keluar dari saluran kelahiran Anda. Jika pendarahan Anda terlalu cepat berhenti atau bahkan saluran kelahiran tidak mengeluarkan darah sama sekali semenjak proses persalinan, Anda mesti segera memeriksakannya ke dokter karena kondisi tersebut tidak wajar.

  • Demam Tinggi

Seharusnya pendarahan dalam masa nifas tidak memengaruhi suhu tubuh Anda, kecuali ada masalah infeksi. Karena itu, segeralah lakukan kontrol dengan dokter apabila selama nifas, Anda mengalami gejala demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Demam menunjukkan indikasi Anda sedang mendapat serangan virus ataupun bakteri.

  • Berbau Busuk

Darah nifas merupakan darah segar yang cenderung tidak menimbulkan bau kecuali amis. Jika Anda mencium bau lain pada lokia yang mengalir, Anda patut curiga. Kondisi bau busuk yang tercium sangat mungkin menandakan adanya infeksi pada rahim Anda atau bagian lain di saluran kelahiran.

  • Sakit Kepala Parah

Salah satu komplikasi yang kerap timbul selama masa nifas adalah kondisi tekanan darah rendah mendadak. Gejala yang turut mendampingi rendahnya tekanan darah adalah sakit kepala. Jika Anda tiba-tiba merasa sakit kepala parah ketika masa nifas, segera lakukan pengecekan tekanan darah. Jika didapati nilainya rendah di bawah rata-rata, Anda baiknya segera berkonsultasi ke dokter guna mendapat penanganan.

  • Mual dan Muntah

Mual dan muntah tidak umum dialami oleh ibu setelah masa persalinan. Mual dan muntah pada masa kehamilan memang menandakan kondisi janin ynag cukup sehat. Akan tetapi jika terjadi di masa nifas, artinya kondisi Anda sedang tidak sehat. Anda sangat mungkin sedang terseran virus atau bakteri ketika mengalami mual dan muntah di masa nifas.

***

Mewaspadai gejala masa nifas yang tidak wajar dapat menyelamatkannya Anda dari komplikasi penyakit kronis. Jadi, jangan ragu utuk sering melakukan kontrol dan bertanya ke dokter mengenai berbagai keanehan yang Anda alami setelah masa persalinan usai.