Uncategorized

Cegah Risiko Catat Tabung Saraf Pada Bayi dengan Esfolat

Esfolat merupakan obat yang mengandung folat atau asam folat yang merupakan vitamin kelompok B dan sangat penting untuk perkembangan janin yang sehat di awal kehamilan, khususnya dalam mencegah terjadinya cacat tabung saraf.

Wanita usia subur harus mengonsumsi esfolat setiap hari untuk mencegah cacat tabung saraf seperti spina bifida. Bahkan wanita yang tidak berencana untuk memiliki bayi harus meningkatkan asupan folat demi menjaga kesehatan bayi hingga lahir. Folat yang dikonsumsi sebelum pembuahan dan selama beberapa minggu pertama kehamilan dapat mencegah tujuh dari sepuluh kasus cacat tabung saraf.

Melindungi tabung saraf

Pada janin yang sedang berkembang, tabung saraf nantinya akan menjadi otak bayi, sumsum tulang belakang dan tulang-tulang yang melingkupinya. Jika ada yang salah dalam perkembangannya, hasilnya disebut cacat tabung saraf. Hal ini dapat menyebabkan berbagai kecacatan seperti hilangnya kontrol kandung kemih dan usus dan kelumpuhan kaki. Dalam beberapa kasus efeknya bisa lebih parah.

Tabung saraf bayi terbentuk dan ditutup pada empat hingga enam minggu pertama kehamilan. Pada saat kebanyakan wanita mengetahui atau menduga mereka hamil, waktu bagi janin yang sedang berkembang untuk mendapatkan manfaat dari folat ekstra telah berlalu.

Asam folat sangat penting untuk pertumbuhan normal tulang belakang, otak, dan tengkorak bayi Anda. Mengkonsumsi suplemen vitamin harian seperti esfolat yang mengandung asam folat dapat mengurangi risiko bayi Anda mengalami cacat tabung saraf.

Manfaat mengonsumsi asam folat untuk mengurangi risiko NTD paling tinggi pada minggu-minggu awal kehamilan. Pada tahap ini, kebanyakan wanita tidak tahu bahwa mereka sedang hamil. Untuk itulah, mengonsumsi asam folat sebelum Anda hamil dan di minggu-minggu awal kehamilan sangatlah penting.

Makanan yang mengandung folat 

Kebanyakan wanita tidak mendapatkan cukup folat dari makanan. Asupan folat harian yang direkomendasikan untuk wanita adalah 400 mikrogram (mcg) per hari. Sulit untuk mengukur berapa banyak folat yang Anda dapatkan dari makanan serta vitamin seperti esfolat.

Kebutuhan folat meningkat secara substansial pada kehamilan, jadi wanita harus berusaha untuk mengkonsumsi setidaknya 600 mcg folat dari makanan normal sehari-hari mereka. Selain mengonsumsi makanan yang kaya akan folat, jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sedang dalam tahap awal kehamilan (tiga bulan pertama atau ‘trimester pertama’), Anda harus mengonsumsi suplemen harian yang mengandung 0,5 mg asam folat.

Jika Anda merencanakan kehamilan, disarankan agar Anda meningkatkan asupan folat harian setidaknya satu bulan sebelum kehamilan. Bahkan wanita yang tidak berencana untuk memiliki bayi harus meningkatkan asupan folat jika mereka aktif secara seksual, karena sekitar setengah dari semua kehamilan tidak direncanakan.

Bagaimana cara meningkatkan asupan folat?

Minum suplemen asam folat

Konsumsi makanan yang tinggi folat seperti asparagus, brokoli dan bayam. Dalam buah-buahan Anda dapat menemukannya di dalam jeruk, stroberi dan pisang serta kacang-kacangan, seperti kacang kering, buncis, lentil, sereal, ekstrak kacang dan ragi.

Wanita dengan risiko lebih tinggi membutuhkan lebih banyak folat. Beberapa wanita memiliki risiko lebih tinggi memiliki bayi dengan cacat tabung saraf. Untuk wanita ini diet folat saja tidak cukup. Anda juga bisa mendapatkan asam folat dari suplemen dan vitamin seperti esfolat. 

Konsumsi esfolat sehari sekali setelah sarapan. ​​Esfolat mengandung merupakan multivitamin, minral dan asam folat yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama ibu hamil. Suplemen esfolat ini juga tinggi akan vitamin B essensial, yang membantu memenuhi nutrisi harian Anda. Asam folat yang sangat membantu perkembangan DNA pada janin, sehingga melindungi bayi terkena cacat tabung saraf ketika lahir.

Bayi & Menyusui

Mengenal Ciri-ciri Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi

Bayi Anda tidak terlepas dari kemungkinan serangan gigitan nyamuk. Tidak seperti orang dewasa, bayi tidak bisa mengontrol diri untuk tidak menggaruk rasa gatal yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Untuk mencegah hal ini, Anda perlu mencari obat nyamuk yang aman untuk bayi agar bayi mendapatkan perlindungan.

Tentunya, Anda tidak bisa memberikan obat nyamuk biasa pada bayi seperti yang digunakan pada orang dewasa. Kulit bayi cenderung sensitif, sehingga kandungan dalam obat nyamuk biasa bisa saja memicu reaksi negatif pada kulit bayi. 

Memilih Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi

Agar kulit bayi Anda tetap sehat dan terlindung dari serangan nyamuk, Anda perlu mencari obat nyamuk yang memang dirancang secara khusus bagi bayi. Pertimbangkanlah beberapa hal berikut ketika Anda akan memilih obat nyamuk:

  • Memilih jenis obat nyamuk

Obat nyamuk untuk bayi hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa krim atau lotion seperti pelembab, ada juga yang hadir dalam bentuk spray dan roll on. Sesuaikan kebutuhan Anda dalam memilih jenis obat nyamuk tersebut.

Apabila Anda ingin obat nyamuk yang praktis digunakan dan dibawa-bawa, Anda bisa memilih obat nyamuk yang aman untuk bayi dalam bentuk spray. Akan tetapi, untuk perlindungan yang lebih maksimal dan memberikan kelembaban, obat berbentuk krim akan menjadi pilihan yang tepat. 

Apapun jenis obat nyamuk yang dipilih, pilihlah sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan begitu, Anda bisa memastikan kulit bayi tetap terjaga dengan maksimal dari serangan gigitan nyamuk. 

  • Gunakan hanya pada bagian kulit yang terbuka

Hindari memakaikan obat nyamuk pada bagian kulit bayi yang terlindungi di bawah pakaian. Ini berguna untuk menghindari kulit menjadi lengket akibat campuran dari keringat dengan krim obat nyamuk. 

Selain itu, area kulit yang terlindungi oleh pakaian tidak perlu lagi mendapatkan perlindungan dari obat nyamuk yang aman untuk bayi. Karena, kain dari pakaian sudah cukup digunakan sebagai perlindungan. 

Jadi, cukup aplikasikan obat nyamuk hanya pada bagian kulit yang terbuka saja, seperti pada leher, jari-jari tangan, jari-jari kaki, dan lain sebagainya. 

  • Jangan menggunakan obat nyamuk secara berlebihan

Anda mungkin berusaha untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk sebisa mungkin. Tapi, jangan sampai Anda mengaplikasikan obat nyamuk secara berlebihan ke kulit bayi Anda. 

Perlu diperhatikan, menggunakan lebih banyak produk tidak akan membuat perlindungan terhadap kulit bayi menjadi bertambah juga. Ini hanya akan membahayakan kesehatan kulit bayi, karena terpapar oleh terlalu banyak zat kimia dari obat nyamuk.

Gunakanlah obat nyamuk secukupnya. Perhatikan juga cara penggunaan obat yang tertulis pada label kemasan produk. Beberapa jenis produk mungkin hanya boleh digunakan maksimal satu kali saja dalam sehari. 

  • Bersihkan obat nyamuk dari kulit bayi setelah pulang

Saat sudah kembali ke dalam ruangan, segera bersihkan tubuh bayi Anda. Selain untuk mengangkat kotoran, ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa obat nyamuk yang tersisa.

Meskipun Anda sudah memakaikan obat nyamuk yang aman untuk bayi, tapi pemakaian dalam jangka panjang tetap tidak dianjurkan. Oleh sebab itu, ketika memandikan bayi, pastikan agar sisa-sisa obat nyamuk di kulit bayi pun ikut terangkat.

Pertimbangkanlah hal-hal di atas ketika akan memilih dan memakaiakan obat nyamuk yang aman untuk bayi Anda. Ingat, jangan sampai pemakaian obat nyamuk justru malah membahayakan kulit bayi Anda.