Penyakit

Waspada, Komplikasi Penyakit Corona Jika Anda Positif Covid-19!

Penyakit Covid-19 hingga saat ini semakin marak dan kian meningkat jumlah kasusnya. Banyak yang sembuh, tapi banyak pula yang meninggal dunia. Selain itu, jumlah orang tanpa gejala yang berisiko terinfeksi dan dapat menularkan virus ke orang lain juga bertambah. Berbagai komplikasi penyakit corona virus dapat membahayakan keselamatan jiwa, khususnya bagi orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Komplikasi penyakit corona yang dapat terjadi.

Wabah pandemi Covid-19 telah banyak menelan korban jiwa, terutama bagi mereka yang berusia lanjut dan telah memiliki masalah kesehatan tertentu. Dilansir dari Healthline, komplikasi penyakit corona yang paling serius dan berkaitan langsung dengan corona adalah pneumonia terinfeksi virus corona atau novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).

Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah cedera jantung, aritmia, disfungsi hati, ginjal akut, dan kegagalan multi-organ.

Sindrom gangguan pernafasan akut (ARDS).

Pertama kali wabah ini muncul di Cina, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) adalah salah satu komplikasi yang paling umum terjadi. Kondisi ini merusak organ paru-paru, sehingga mengalami kebocoran. Akibatnya, tubuh Anda akan kesulitan bernapas, karena aliran oksigen di dalam darah jadi terhambat. Anda mungkin memerlukan bantuan mekanis untuk bernapas, seperti ventilator hingga paru-paru Anda pulih.

Disfungsi hati.

Gangguan hati akut dan gagal hati adalah salah satu komplikasi penyakit corona yang mengancam jiwa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien yang sakitnya paling parah berisiko tinggi mengalami kerusakan hati. Meskipun hingga saat ini mekanis virus merusak organ hati belum diketahui secara pasti.

Gangguan pada jantung.

Masalah jantung yang sering terjadi pada pasien Covid-19 adalah aritmia. Namun, masih belum jelas apakah virus corona sendiri yang menyerang jantung pasien atau penyakit corona yang menyebabkan tekanan meningkat pada jantung.

Penyakit ginjal akut.

Meskipun ginjal akut bukanlah komplikasi penyakit corona yang umum terjadi, tetapi bila terjadi, dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda menjalani hemodialisis hingga ginjal Anda kembali normal. Namun terkadang, seseorang yang memiliki ginjal kronis sulit untuk sembuh dan perlu melakukan cuci darah dalam jangka panjang.

Sepsis.

Sepsis terjadi ketika reaksi tubuh menyimpang terhadap infeksi. Senyawa kimia yang dilepaskan ke aliran darah untuk melawan penyakit justru merusak organ Anda. Jika kondisi ini tidak segera dihentikan, maka Anda dapat mengalami sepsis atau syok septik. Tekanan darah rendah akan memperparah komplikasi penyakit corona ini.

Masalah pada penggumpalan darah.

Disseminated intravascular coagulation (DIC) menyebabkan respons pembekuan darah tubuh bekerja berlawanan dari yang seharusnya. Bentuk gumpalan darah yang tidak normal dapat menyebabkan perdarahan internal atau kegagalan organ. Dalam satu penelitian tentang Covid-19 di Cina, DIC sering terjadi pada pasien yang meninggal akibat penyakit corona.

Sindrom peradangan multisistem pada anak.

Beberapa anak dan remaja yang positif Covid-19 dirawat di rumah sakit bersamaan dengan kondisi sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak. Hingga saat ini, para ahli kesehatan masih terus mempelajarinya. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan virus corona yang baru.

Gejalanya seperti demam, sakit perut, muntah, diare, ruam, sakit kepala, dan kebingungan. Gejala ini mirip dengan penyakit Kawasaki yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah anak-anak.

Rhabdomyolysis.

Komplikasi penyakit corona ini termasuk langka terjadi dan masih diteliti hingga saat ini. Rhabdomyolysis adalah kondisi yang menyebabkan kerusakan otot dan jaringan. Ketika sel-sel otot rusak, protein otot yang disebut mioglobin akan membanjiri aliran darah. Jika ginjal Anda tidak dapat mengeluarkannya dari darah dengan cepat, maka dapat menyebabkan kematian.

Hingga saat ini, vaksin virus corona masih terus diteliti dan diuji secara klinis. Oleh sebab itu, penting sekali menjalankan protokol kesehatan yang telah berlaku untuk mencegah infeksi dan mengalami komplikasi penyakit corona.