Parenting

Wahai Orang Tua, Waspadai Ciri-Ciri Anak Psikopat

Terkadang, orang tua mencurigai anak mereka psikopat jika melihat sang anak tak punya rasa empati sama sekali. Hal ini seringkali membuat orang tua ketakutan dan menganggap itu sebagai ciri-ciri anak psikopat.

Akan tetapi, apakah Anda yakin bahwa kecurigaan Anda benar adanya? Bisa saja, anak Anda sebenarnya bukan psikopat. Untuk mengetahui hal ini, Anda perlu terlebih dahulu memahami seperti apa tanda-tanda anak yang psikopat. 

Apa saja ciri-ciri anak psikopat?

Ciri-ciri anak psikopat sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak dini, bahkan dari sebelum anak menginjak usia dua tahun. Sebagai orang tua, Anda bisa memperhatikan apabila anak Anda memiliki kesadaran dan empati yang berbeda dari anak lainnya.

Pada anak-anak usia 2-4 tahun, tanda yang perlu Anda perhatikan sebagai ciri-ciri psikopat antara lain:

  • Anak sangat egois dan tidak mau berbagi
  • Anak terus menerus berbohong
  • Anak mendekati Anda dengan cara yang licik
  • Anak tidak merasa bersalah setelah berperilaku buruk dan melakukan kesalahan
  • Anak tidak berubah meski sudah mendapatkan hukuman

Itu adalah ciri-ciri pada anak usia dini. Seiring bertambahnya usia, ciri-ciri ini bisa semakin berkembang dan semakin bisa Anda rasakan.

Apabila di usia balita anak sudah banyak menunjukkan tanda-tanda ini, maka setelah melewati usia 9 tahun, mereka semakin berpotensi untuk mengembangkan sikap ini. Ini bukanlah pertanda yang baik, karena anak Anda bisa saja berisiko menjadi psikopat.

Tanda-tanda psikopat pada anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tanda psikopat pada orang dewasa. Hanya saja, sebagai orang tua, Anda bisa lebih mengamati tanda pada anak Anda sendiri.

Secara garis besar, tanda khusus dari gejala psikopat pada anak adalah mengabaikan perasaan orang lain dan tidak pernah memiliki rasa penyesalan. 

Menemukan ciri-ciri psikopat pada anak, bahaya atau tidak?

Banyak orang memiliki persepsi yang salah mengenai psikopat. Kebanyakan orang beranggapan bahwa anak yang psikopat adalah anak yang bisa  menjadi pembunuh berdarah dingin di masa depan.

Pandangan seperti ini terbentuk karena sebagian besar tokoh antagonis dalam film tentang kriminalitas memiliki karakteristik psikopat. Padahal, psikopat sebenarnya tidak hanya sebatas itu saja. 

Memang, ketika Anda menemukan ciri-ciri anak psikopat, maka ada peluang bahwa perilaku anak Anda akan menjadi berbahaya. Hanya saja, dengan perawatan dan penanganan yang tepat, hal ini bisa diatasi.

Kenyataannya, psikopat tidak selalu menjadi orang yang jahat, atau bahkan pembunuh. Dalam realita, ada banyak pengusaha sukses yang pernah didiagnosa sebagai psikopat di masa kecilnya.

Bahkan, menurut penelitian, 3 persen dari para pemimpin bisnis di dunia adalah psikopat. 

Potensi anak psikopat untuk berubah

Sebagai orang tua, wajar jika Anda merasa khawatir melihat ciri-ciri psikopat pada anak Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena hal ini sebenarnya bisa diatasi dan diubah.

Pengobatan untuk anak psikopat melibatkan pengobatan medis dari ahli kesehatan mental, serta dukungan dari keluarga. Anda perlu mengubah sikap dan cara Anda untuk berkomunikasi dengan anak Anda.

Jika Anda mencurigai adanya tanda-tanda psikopat pada anak Anda, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak dan psikolog. Mereka akan membantu anak Anda dan memberikan arahan mengenai hal-hal yang harus Anda lakukan sebagai orang tua. 

Jangan khawatir bila melihat ciri-ciri anak psikopat pada anak Anda. Anak yang psikopat tetap bisa dihadapi dan diatasi dengan baik.

Parenting

Begini Gaya Pacaran dari Anak Bungsu

Dalam menjalin sebuah hubungan terdapat banyak faktor yang bisa menjadi pendukung kecocokan, salah satunya muncul dari pembentukkan karakter seseorang dari dalam kedudukan di keluarga. Salah satunya adalah karakter anak bungsu bisa menjadi tolok ukur bagaimana seseorang mendapatkan hubungan yang ideal dengan lawan jenis.

Hal ini tak lepas dari pernyataan yang menyebutkan bahwa hubungan anak sulung dan anak bungsu adalah pasangan yang ideal. Tak sedikit yang mempercayai pernyataan tersebut, bahwa ketika anak sulung dan anak bungsu menjalin hubungan seperti pacaran atau bahkan menikah maka akan terhindari jauh dari pertengkaran.

Karakter Anak Bungsu

Kerap dicap manja dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan, merupakan kesan pertama yang dilihat dari anak terakhir atau bungsu. Namun demikian, ternyata menjadi anak terakhir merupakan anugerah tersendiri dengan banyak manfaat dan pembelajaran yang bisa didapat, seperti berikut ini.

  1. Berani Lakukan Hal Gila

Anak bungsu punya kebiasaan nekat dan luwes, jika tiba-tiba sang pacar mengajak pergi ke pantai untuk melihat pemandangan tanpa terlalu banyak pikir akan segera mengemasi barang. Mereka juga bukan tipe orang yang sangat mementingkan citra diri, sehingga tak segan ketika diajak untuk berfoto bersama pacar ditengah keramaian.

  1. Suka Belajar

Anak bungsu suka belajar kesalahan dari orang lain, seperti ketika melihat kegagalan dari kakak-kakak mereka. Orang ini pandai membaca situasi atas keadaan yang tengah dialami, sehingga mereka dapat membenahi diri. Termasuk belajar dari sang kekasih, begitu juga sebaliknya karena mereka bisa menciptakan suasana yang kondusif.

  1. Berusaha Dapatkan Apa yang Diinginkan

Terkesan negatif, tetapi sifat ini justru bisa membawa berkah bagi anak bungsu dan kekasih mereka, kebiasaan ini membuatnya menjadi orang yang setia, mau berjuang, mau susah hingga pantang menyerah. Anak bungsubakal mengusahakan yang terbaik bagi hubungan asmaranya karena benar-benar menjaga cintanya.

  1. Ingin Dihormati dan Dihargai

Sebagai anak terakhir, si bungsi kerap diperlakukan seperti anak kecil meskipun sudah beranjak besar dan dewasa. Hal ini membuat mereka merasa ingin diperlakukan dengan baik dan dihormati layaknya orang dewasa. Soal urusan pacar, si bungsu pasti akan mencari sosok yang mau menerima mereka akan keinginan ini.

  1. Pengamat yang Baik

Sedari kecil anak bungsu sudah terbiasa melihat orang-orang yang lebih tua darinya menjalani hidup dan menasihatinya. Mereka tumbuh sebagai orang yang pandai mengamati dan membaca sikap orang lain, mereka bisa menjadi tempat mengeluarkan keluh kesah yang baik. Termasuk pacar, keluh kesah dari sang kekasih dapat ditampung dengan baik.

  1. Tak Bisa Marah Lama

Hal ini menjadi keutamaan yang luar biasa bagi anak bungsu ketika menjalin hubungan asmara, kekasih mereka tak dapat meluapkan rasa marah dalam jangka waktu yang cukup lama. Jika si bungsu melakukan kesalahan dan membuat pacar mereka marah, dalam waktu singkat si pacar akan segera memaafkannya.

  1. Bisa Diandalkan

Anak bungsu bisa dikatakan beruntung karena mereka punya kesempatan melihat kegagalan dan kesuksesan kakak mereka dan bagaimana cara menghadapinya. Dalam hidup, setiap masalah, perkara dan kekecewaan sudah biasa, mereka akan bersikap tenang dan tetap rasional saat mencoba menghadapi permasalahan yang ada.

  1. Bahaya Bila Tak Diperhatikan

Ini merupakan ciri khas dari karakter anak bungsu yang memang sulit untuk dipungkiri, karena biasanya kakak-kakak mereka adalah tipe orang yang sukses dan patut dibanggakan. Anak bungsu akan mencari perhatian orang tua dengan cara yang lain, bisa dengan merajuk, marah, mengajak bertengkar atau yang lainnya dan hal ini juga berlaku terhadap sang pacar.