Kehamilan

5 Makanan Sehat untuk Menjaga Kesehatan Kandungan

Selama kehamilan, ibu wajib untuk menjaga kesehatan kandungan dan juga dirinya. Salah satu caranya yaitu mengonsumsi makanan penuh nutrisi yang bermanfaat bagi ibu dan perkembangan janin. Misalnya saja kandungan folat untuk mencegah kerusakan saraf pada bayi, kalsium dan protein yang bermanfaat untuk membentuk jaringan tubuh dan tulang janin, serta zat besi untuk mencegah ibu hamil mengalami anemia. Kebutuhan nutrisi tersebut diperoleh dari berbagai jenis makanan yang berbeda. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk mengenali jenis makanan yang baik untuk kesehatan kandungan. Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa Anda coba.

15 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil 2 Bulan

Sayur-sayuran

Menjadi sumber makanan yang kaya akan antioksidan, kalsium, serat, dan kalium membuat sayuran hijau bagus untuk ibu hamil dan bisa menjaga kesehatan kandungan. Contohnya seperti bayam, brokoli, daun kale, kubis dan tomat. Bayam dapat memenuhi kebutuhan asam folat dan zat besi. Selain itu, bayam juga bisa meningkatkan kualitas ASI. Brokoli memiliki kandungan kalsium, beta karoten, asam folat dan mineral yang penting bagi perkembangan tulang dan gigi janin. Sedangkan tomat merupakan sumber vitamin C yang dibutuhkan untuk membantu penyerapan zat besi. Tomat juga memiliki senyawa antioksidan lycopene yang berperan melindungi ibu hamil dan janin dari kerusakan sel. Mengonsumsi sayuran hijau juga bisa menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

Buah-buahan

Seperti halnya sayuran hijau, buah-buahan juga mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat yang bisa menjaga kesehatan kandungan dan sistem pencernaan seperti mencegah sembelit. Ibu hamil bisa mengonsumsi pisang untuk meningkatan energi, menjaga tekanan darah tetap stabil, dan merangsang kinerja otak janin. Selain itu juga ada buah mangga yang memiliki kandungan vitamin C dan bermanfaat untuk melindungi janin dari radikal bebas serta vitamin A yang bisa membantu sistem kekebalan tubuh dan saraf janin. Buah lainnya yang bisa dikonsumsi yaitu alpukat, strawberry, jeruk, pepaya, apel, dan semangka.

Daging Tanpa Lemak, Ikan, dan Telur

Ikan, telur, dan daging tanpa lemak juga termasuk makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil terutama di trimester pertama karena merupakan sumber protein dan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan kandungan, perkembangan otak, dan sistem saraf janin. Ikan salmon kaya akan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung janin. Selain itu salmon juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan kekebalan tubuh. Telur, daging ayam, daging sapi juga merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin D yang dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah anemia, menurunkan risiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Satu hal yang harus diperhatikan ketika mengonsumsi ikan salmon atau daging, pastikan sudah diolah dengan baik dan dimasak hingga benar-benar matang.

Kacang-kacangan

Kedelai, kacang panjang, kacang polong, kacang tanah, dan lentil memiliki kandungan folat yang tinggi dan baik untuk dikonsumsi ibu terutama di trimester pertama kehamilan. Kacang-kacangan berperan untuk mencukupi kebutuhan serat harian dan menjaga kesehatan kandungan, misalnya mencegah bayi terlahir dengan berat badan rendah. Ibu bisa menjadikan kacang sebagai cemilan ideal karena kandungan lemak sehat, zat besi, dan seng penting untuk meningkatkan otak dan perkembangan janin.

Susu dan Produk Olahan Lain

Selama kehamilan, konsumsi produk susu menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan kandungan. Asupan protein dan kalsium akan membantu pembentukan jaringan tulang bayi dan kesehatan tulang ibu. Selain itu, susu juga mengandung fosfor, vitamin B, magnesium, zinc, serta probiotik yang bisa menjaga kesehatan pencernaan. Minumlah setidaknya satu gelas susu sehari dan produk olahan lain seperti yoghurt atau keju. Satu hal yang perlu diperhatikan, pilih susu khusus ibu hamil dan produk olahan susu yang rendah lemak dan gula karena bisa menyebabkan diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Kehamilan

Bukan Hanya Ukuran Perut Hamil, Ini Penanda Janin Sehat

Perut yang membesar menjadi salah satu penanda kehamilan yang sarat mata, apalagi jika kehamilan Anda sudah menyentuh trimester kedua atau tepatnya di atas 5 bulan. Ukuran perut hamil yang semakin besar dinilai sebagai suatu tanda bahwa janin yang ada di kandungan dalam keadaan sehat dan baik.

Ukuran perut hamil yang membesar memang bisa menjadi salah satu indikator bahwa perkembangan janin baik di dalam kandungan alias tumbuh ideal. Namun yang harus dipahami, penanda bahwa janin sehat bukan hanya ukuran perut. Banyak indikator lain yang menandakan janin Anda dalam keadaan sehat selain melihat ukuran perut hamil.

Jadi buat Anda yang merasa ukuran perut semasa kehamilan terlalu kecil, jangan khawatir berlebihan. Coba cek indikator lain untuk melihat kesehatan lain seperti di bawah ini.

  1. Gerakan Janin

Selama janin Anda masih bergerak aktif, tandanya calon anak Anda dalam keadaan sehat-sehat saja. Pergerakan janin sendiri minim dipengaruhi oleh ukuran perut hamil. Pada masa-masa awal kehamilan memang sulit merasakan gerak janin. Anda bisa mulai menyadari gerakan janin umumnya pada awal bulan kelima atau sekitar usia kandungan 20 minggu.

Pada mulanya, gerakan janin hanya menyerupai kedutan. Seiring bertambahnya usia kandungan, gerakan janin akan lebih beragam. Pada bulan keenam, Anda akan sering merasa gerakan janin yan menyentak di mana umumnya gerakan tersebut merupakan bentuk cegukan janin untuk melatih pernapasannya. Lalu pada bulan ketujuh dan kedelapan, janin akan aktif menendang dan berputar di perut Anda. Gerakan janin baru akan berkurang pada bulan kesembilan karena makin besarnya ukuran calon bayi tersebut sehingga ruang geraknya dalam perut semakin terbatas.

  • Janin Terus Bertumbuh

Zaman sekarang sangat mudah untuk melihat perkembangan pertumbuhan janin dalam perut. Soalnya, tiap ibu yang tengah mengandung bisa mengecek pertumbuhan calon anaknya lewat USG yang umum dilakukan tiap kali kontrol bulanan. Melihat kesehatan janin lewat pertumbuhannya yang tertampil di hasil USG jauh lebih tepat dibandingkan hanya memperkirakan kesehatan janin lewat ukuran perut hamil.

Umumnya pertumbuhan janin akan lebih terlihat ketika usia kandungan memasuki 20 minggu. Pada saat itu, panjang janin umumnya sudah mencapai 25 sentimeteter. Tiap bulannya, pertumbuhan panjang janin idealnya mencapai 5 sentimeter sehingga nantinya pada usia kandungan 36 minggu, panjang janin diperkirakan bisa mencapai 50 sentimeter.

  • Detak Jantung Janin

Bagaimana jika Anda ingin mengetahui kesehatan janin pada usia kandungan di bawah 20 minggu? Pada saat itu, ukuran perut hamil ataupun pergerakan janin pun tidak bisa dijadikan indikator kesehatan si jabang bayi. Jawabannya, Anda bisa mengukur kesehatan janin dengan memperhatikan detak jantung janin.

Jantung janin sudah mulai berdetak sejak usia kandungan berusia 6 minggu. Hanya saja memang tidak semua orang bisa menyadari detak jantung janin di dalam perut mereka. Anda bisa menggunakan bantuan fetal doppler atau alat ukuran jantung janin. Janin yang sehat umumnya memiliki detak jantung antara 120—170 kali per menit.

  • Mual dan Muntah

Trimester pertama kehamilan merupakan masa-masa adaptasi yang sulit bagi sebagian ibu. Pasalnya, gejala mual dan muntah kerap menghantui masa-masa kehamilan muda tersebut. Namun sebenarnya, berbahagialah Anda jika kerap mengalami mual dan muntah pada awal kehamilan. Hal tersebut menandakan janin berada dalam kondisi baik-baik saja.

Kondisi ibu hamil yang cenderung mengalami mual muntah dikarenakan naiknya hormon progesteron hingga 20 kali lipat pada awal-awal kehamilan. Rata-rata kadar progesteron pada wanita sehat sebanyak 20 miligram. Namun pada saat hamil, tubuh Anda bisa memproduksi hingga 40 miligram progresteron. Tingginya hormon ini berfungsi untuk mencegah pendarahan yang bisa berakibat pada kematian janin.

Semakin ibu hamil khawatir dengan kondisi kesehatan sebenarnya menjadi kurang baik bagi perkembangan janin. Jadi mulai sekarang jika Anda merasa ukuran perut hamil terlalu kecil dan kerap dikomentari orang, biarkan saja selama indikator kesehatan janin lainnya mendukung artinya calon anak Anda dalam kondisi baik-baik saja.