Obat

Diagnosa, Perawatan, dan Obat Batu Ginjal

Batu ginjal, juga dikenal dengan istilah nephrolithiasis, renal calculi, dan urolithiasis, merupakan deposit keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Diet, berat badan berlebih, kondisi medis tertentu, dan beberapa jenis suplemen serta obat-obatan dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal dapat memengaruhi bagian saluran kemih manapun, mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh lewat urin dapat menjadi sebuah pengalaman yang menyakitkan. Namun batu ginjal biasanya tidak akan menyebabkan kerusakan permanen apabila diketahui dan diobati sejak dini. Tergantung kondisi Anda, umumnya perawatan meliputi minum obat batu ginjal dan minum banyak air. Namun, apabila batu ginjal menyumbat saluran kemih, yang sering terjadi akibat infeksi kandung kemih dan menyebabkan komplikasi, operasi dapat dibutuhkan.

Diagnosa

Apabila dokter mencurigai Anda menderita batu ginjal, dokter akan melakukan prosedur dan tes diagnostik untuk menentukan penyakit, serta membuat rencana perawatan dan resep obat batu ginjal. Adapun beberapa prosedur diagnosa yang dilakukan di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan darah. Tes darah dapat menunjukkan kalsium atau asam urat yang terlalu banyak di dalam darah. Hasil dari tes darah akan membantu mengawasi kesehatan ginjal serta membantu dokter dalam memeriksa kondisi medis lainnya.
  • Tes urin. Tes pengumpulan urin 24 jam dapat menunjukkan apakah Anda mengeluarkan mineral pembentuk batu ginjal dalam jumlah banyak atau tidak. Untuk tes ini, dokter akan meminta Anda untuk mengumpulkan air seni selama 2 hari berturut-turut.
  • Pemindaian pencitraan. Tes pencitraan dapat menunjukkan adanya batu ginjal di saluran kemih. Pemindaian CT lebih efektif untuk dilakukan karena tes ini dapat menunjukkan batu-batu ginjal ukuran kecil (dibandingkan dengan sinar-X yang kurang efektif).
  • Analisa batu yang dikeluarkan. Anda juga akan diminta untuk buang air kecil melalui saringan untuk menangkap batu ginjal tersebut. Analisa laboratorium akan menunjukkan terbuat dari apa batu ginjal Anda. Dokter kemudian akan menggunakan informasi tersebut untuk menentukan apa yang menyebabkan batu ginjal dan membentuk rencana perawatan dan obat batu ginjal untuk mencegah terbentuknya batu ginjal lain.

Perawatan

Perawatan batu ginjal bermacam-macam, tergantung jenis batu ginjal dan penyebabnya. Batu ginjal yang berukuran kecil biasanya tidak membutuhkan perawatan yang invasif. Dan Anda bisa mengeluarkannya dari tubuh dengan banyak minum air putih. Rutin meminum 3,6 liter air putih setiap harinya akan menjaga agar air seni tetap encer, sehingga dapat mencegah terbentuknya batu ginjal. Obat batu ginjal juga dapat berupa penghilang rasa sakit. Saat Anda mengeluarkan batu ginjal lewat air seni, aktivitas ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman, dan bahkan dalam kasus tertentu rasa sakit. Untuk menghilangkan rasa sakit dan tidak nyaman tersebut, dokter akan merekomendasikan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau naproxen sodium.

Dokter juga akan merekomendasikan obat batu ginjal untuk membantu mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh. Jenis pengobatan ini, dikenal dengan sebutan penghambat alpha, akan mengendurkan otot di ureter, membantu Anda dalam mengeluarkan batu ginjal dengan lebih cepat dan sedikit rasa sakit. Beberapa contoh penghambat alpha di antaranya adalah Tamsulosin dan kombinasi obat Dutasteride dan Tamsulosin. Apabila batu ginjal berukuran terlalu besar untuk dikeluarkan lewat urin, atau menyebabkan pendarahan dan merusak ginjal serta menyebabkan infeksi saluran kemih, prosedur perawatan kondisi ini meliputi penggunaan gelombang udara untuk menghancurkan batu, operasi untuk mengangkat batu ginjal berukuran besar, dan operasi kelenjar parathyroid.