Uncategorized

Dosis Pemakaian dan Aturan Pakai Obat Pankreas Librozym

Librozym mengandung Diastase dan Pancreatin yang berfungsi menggantikan enzim pencernaan ketika tubuh tidak memiliki enzim yang cukup. Enzim sendiri berfungsi dalam untuk mencerna karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Terdapat beberapa kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kurangnya enzim umumnya akibat terganggunya fungsi organ pankreas sebagai organ utama penghasil enzim pencernaan, seperti pankreatitis (infeksi pankreas), kanker pankreas, atau pasca operasi pankreas.

Beberapa gejala kekurangan enzim pencernaan yakni:

  • Sering buang angin 
  • Sering bersendawa
  • Perut terasa penuh dan kembung
  • mual-muntah
  • nyeri ulu hati
  • buang air besar diare atau mengandung lemak

Jika waktunya dekat dengan dosis Anda berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal dosis Anda. Jangan mengambil ekstra dosis untuk memperbaiki dosis yang terlewat. Jika Anda secara teratur terlewat dosisnya, pertimbangkan mengeset alarm atau meminta anggota keluarga untuk mengingatkan Anda. Mohon konsultasi pada dokter Anda untuk mendiskusikan perubahan dalam jadwal dosis Anda atau jadwal baru untuk memperbaiki dosis yang terlewat, jika Anda melewati terlalu banyak dosis akhir-akhir ini.

Untuk penggunaan Librozym sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter anda untuk menyesuaikan dosis dengan kondisi medis anda. Umumnya librozym dikonsumsi 3 kali 1 butir sehari, sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan. 

 Beberapa anjuran tambahan yang dapat anda lakukan yaitu:

  • Terapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga untuk memperlancar metabolisme tubuh
  • Beristirahat cukup
  • Minum air putih minimal 3 liter/hari
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol, kopi, teh, minuman bersoda
  • Makan teratur, sehat dan bergizi
  • Hindari makanan yang asam atau pedas
  • Hindari merokok
Penyakit

Berbagai Obat Hipertensi dan Cara Mencegah Hipertensi

Foto stok gratis dalam ruangan, denyut jantung, dewasa

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan Anda. Jika tidak segera ditangani, hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung bahkan kematian. Oleh karena itu, untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali, pasien harus mengonsumsi obat hipertensi. Dokter akan memberikan resep obat hipertensi sesuai dengan kondisi tubuh pasien. Selain mengonsumsi obat hipertensi, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah.

Penyebab Hipertensi

Tekanan darah dapat naik sesekali, namun jika tekanan darah selalu tinggi disertai dengan gejala lainnya, Anda harus berhati-hati. Jika tekanan darah Anda di atas 130/80 mmHg, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. Sebenarnya, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Penyebab hipertensi primer
  • Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab hipertensi primer.
  • Penyebab hipertensi sekunder
  • Usia (terutama bagi Anda yang berusia di atas 65 tahun)
  • Kehamilan
  • Jarang berolahraga 
  • Mengonsumsi makanan yang kurang sehat¸tinggi lemak dan garam 
  • Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalium
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein
  • Memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Faktor riwayat keluarga (genetik) 
  • Mengalami kondisi medis lainnya, seperti sleep apnea, hipertiroidisme, sindrom cushing, obesitas, penyakit ginjal, atau diabetes.

Jenis Hipertensi

  • Hipertensi stadium 1 menunjukkan tekanan sistolik berkisar antara 130-139 mm Hg dengan tekanan diastolik berkisar antara 80 hingga 89 mmHg.
  • Hipertensi stadium 2 menunjukkan tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dengan tekanan diastolik 90 mm Hg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah Anda tinggi, di atas 180/120 mm Hg. Kondisi ini menunjukkan bahwa Anda membutuhkan perawatan segera mungkin. Terlebih jika Anda juga mengalami nyeri dada, masalah penglihatan, mati rasa atau kelemahan, kesulitan bernapas, stroke atau serangan jantung segera lakukan pengobatan dengan tenaga medis.

Obat-Obatan untuk Mengatasi Hipertensi

Dokter akan merekomendasikan obat hipertensi dengan dosis rendah di awal penggunaan. Namun tidak semua obat hipertensi dapat diresepkan begitu saja pada pasien. Hal ini karena ada beberapa golongan obat hipertensi yang memiliki cara kerja yang berbeda. Selain itu, jenis dan dosis obat hipertensi juga ditentukan oleh dokter dengan berbagai pertimbangan meliputi:

  • Usia
  • Riwayat penyakit
  • Berat badan
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Respon tubuh terhadap obat.

Beberapa obat-obatan untuk mengobati hipertensi meliputi:

  • Diuretik (termasuk thiazides, chlorthalidone, diuretik loop, dan indapamide)
  • Alpha-2 receptor agonist seperti metildopa dan clonidine. 
  • obat antagonis kalsium (calcium channel blocker)
  • penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) meliputi benazepril, captopril, enalapril, fosinopril, lisinopril, perindopril, quinapril, ramipril, dan trandolapril.
  • Angiotensin II receptor blocker (meliputi eprosartan, candesartan, losartan, olmesartan, telmisartan, dan valsartan).
  • Penghambat alpha blocker (meliputi doxazosin dan terazosin)
  • Penghambat (bisoprolol dan propranolol)
  • Penghambat renin (aliskiren)

Peringatan 

Jika Anda menggunakan obat antihipertensi harus berhati- hati membaca label obat bebas (OTC) yang mungkin dikonsumsi, seperti dekongestan. Hal ini karena bbat OTC dapat berinteraksi dengan obat hipertensi. 

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

  • Diet untuk menjaga berat badan tetap normal, perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan serat.
  • Konsumsi kacang-kacangan seperti almond yang kaya omega 3 dapat menjaga tekanan darah.
  • Mengurangi asupan garam di bawah 5 gram per hari. 
  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok karena dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Kurangi asupan lemak jahat dan perbanyak asupan lemak baik dengan mengonsumi ikan, daging sapi tanpa lemak, dada ayam, minyak zaitun.