Obat

Paracetamol, Obat Pereda Demam dan Nyeri

Obat paracetamol mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Hampir semua orang pasti pernah mendengar atau bahkan pernah mengonsumsi obat demam ini. Paracetamol merupakan nama generik obat ini dan obat ini sering ditemukan dengan nama lain yang dijual bebas di warung atau pun mini markter di sekitar Anda. Obat paracetamol ini memang tergolong obat bebas. Artinya, obat ini dapat dibeli oleh siapapun tanpa menyertakan resep dari dokter sekalipun saat membelinya.

Namun, bukan berarti obat ini dapat dikonsumsi tanpa aturan. Paracetamol digunakan sebagian besar sebagai antipiretik atau pereda demam. Selain itu, dosis paracetamol untuk demam pada orang dewasa biasanya 1 tablet 500mg. pemberian obat ini dapat diulang selang 4 jam jika demam tidak kunjung turun. Namun, dalam 24 jam, batas maksimal paracetamol yang dapat dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 4 gram atau 8 tablet 500mg.

Tentunya jumlah ini berbeda pada anak-anak di bawah usia 12 tahun atau 12 tahun dengan berat badan yang kurang normal pada usianya. Pada setiap bungkus obat paracetamol dengan nama lain biasanya ada pembagian dosis berdasarkan usia, sehingga Anda perlu membacanya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Akan tetapi, dosisi obat akan lebih baik jika diperhitungkan oleh dokter. Jika demam tidak kunjung turun setelah konsumsi obat paracetamol, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Selain untuk mengatasi demam, paracetamol juga berguna sebagai analgetik atau pereda nyeri. Nyeri dalam kategori ringan biasanya dapat hilang dengan pemberian obat paracetamol. Dosis paracetamol untuk nyeri mulai 500mg hingga 1 gram pada orang dewasa untuk sekali pemberian. Biasanya dokter memiliki pertimbangan tersendiri dalam memberikan dosis paracetamol sebagai pereda nyeri.

Pada obat paracetamol bermerk, biasanya perusahaan obat tersebut membuat produk lain paracetamol dengan dosis yang lebih tinggi sebagai pereda nyeri. Terkadang penambahan zat lain pada obat paracetamol dapat membantu mengatasi nyeri yang ada. Untuk lebih aman, berkonsultasilah pada dokter untuk penggunaan paracetamol, terlebih jika Anda memiliki alergi terhadap paracetamol atau memiliki riwayat gangguan fungsi hati.