Penyakit

Beberapa Fakta Seputar Sindrom Wernicke-Korsakoff

Sindrom Wernicke-Korsakoff merupakan kelainan saraf yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kecanduan alkohol dan malnutrisi. 

Kecanduan alkohol merupakan penyebab utama defisiensi tiamin karena alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh menyerap dan menyimpan vitamin ini. Fungsi tiamin atau vitamin B1 sendiri adalah membantu otak dan sistem saraf mengubah gula menjadi energi. 

Kekurangan vitamin ini akan mengganggu kinerja otak dan sistem saraf, serta menyebabkan kerusakan otak, termasuk talamus dan hipotalamus. Gangguan neurologis ini memengaruhi lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan, dengan rentang usia antara 30-70 tahun. 

Tanpa perawatan dini, sindrom Wernicke-Korsakoff bisa menyebabkan kematian karena infeksi dan gagal hati, serta efek defisiensi tiamin yang terjadi dalam waktu yang lama. Angka kematian akibat sindrom ini sekitar 10-15 persen.

Lebih lanjut, berikut beberapa fakta seputar sindrom wernicke-korsakoff:

  • Sindrom Wernicke-Korsakoff merupakan kombinasi dari dua gangguan neurologis yang terpisah, tetapi sering terjadi secara bersamaan

Gangguan ini adalah kombinasi penyakit Wernicke dan sindrom Korsakoff. Penyakit Wernicke dan sindrom Korsakoff adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, kedua kondisi tersebut saling berkaitan dan bisa muncul bertahap. Penyakit Wernicke umumnya terjadi lebih dulu, lalu sindrom Korsakoff akan terjadi bila penyakit Wernicke tidak segera diatasi. 

Ensefalopati Wernicke merupakan kondisi utama dari dua penyakit pada sindrom Wernicke-Korsakoff. Kerusakan otak karena ensefalopati Wernicke yang tidak mendapat perawatan lebih berisiko memicu sindrom Korsakoff.

  • Penyalahgunaan alkohol kronis dan kurang gizi merupakan penyebab utama sindrom Wernicke-Korsakoff

Penyebab utama sindrom Wernicke-Korsakoff adalah kecanduan alkohol alias alkoholisme. Sedangkan penyebab yang tidak begitu umum antara lain kekurangan gizi atau masalah penyerapan gizi yang bisa disebabkan oleh, meski tidak terbatas pada; operasi gastric bypass yang menyulitkan Anda memenuhi kebutuhan nutrisi akibat pembatasan porsi makan, kanker usus besar yang bisa menyebabkan rasa sakit sehingga Anda tidak mau makan, hingga gangguan makan tertentu. 

  • Gejala-gejala yang perlu diwaspadai

Kebanyakan penderita sindrom Wernicke-Korsakoff mengembangkan ensefalopati Wernicke terlebih dahulu, baru mengembangkan sindrom Korsakoff. Berikut gejala ensefalopati Wernicke dan sindrom Korsakoff:

  • Gangguan pada mata, seperti diplopia (melihat ganda atau berbayang), ptosis (turunnya kelopak mata), dan nistagmus (gerakan bola mata yang cepat dan tidak terkendali)
  • Gangguan koordinasi, seperti ataksia, kelemahan pada tungkai, kesulitan berdiri dan berjalan, serta tremor
  • Gangguan mental dan kesadaran, seperti kebingungan, linglung, dan penurunan kesadaran

Penyakit Wernicke juga bisa menyebabkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Hal ini ditandai dengan beberapa kondisi berikut:

  • Pingsan
  • Jantung berdebar (palpitasi)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Lemas atau lelah yang tidak diketahui sebabnya

Sindrom Korsakoff dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Tidak bisa mengingat kejadian setelah sindrom ini muncul (anterograde amnesia)
  • Kesulitan mengerti informasi
  • Kesulitan dalam merangkai kata
  • Mengalami halusinasi, seperti mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada
  • Konfabulasi, yaitu mengarang cerita yang berlebihan untuk melengkapi bagian-bagian yang hilang dalam ingatan.

Tanda-tanda ini penting untuk diperhatikan agar menjadi sebuah alarm tertentu sehingga seseorang bisa memiliki peluang kesehatan lebih besar. 

  • Diagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff

Untuk mendiagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff, dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami pasien, serta riwayat kesehatannya. Diagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff bukan perkara mudah, karena penderita gangguan neurologis ini sering mengalami kebingungan mental, sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan dokter.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan tanda-tanda vital (suhu, detak jantung, frekuensi pernapasan, tekanan darah), pemeriksaan kekuatan otot, dan pemeriksaan saraf.

Selain tes-tes di atas, pasien juga membutuhkan tes pencitraan, mulai dari elektrokardiogram (EKG); CT Scan; hingga MRI. 

  • Penanganan Sindrom Wernicke-Korsakoff

Jika dokter mencurigai Wernicke-Korsakoff, orang dengan gejala memerlukan tiamin intravena (IV). Ini akan membutuhkan rawat inap. Suplementasi tiamin adalah cara paling efektif untuk mengobati gejala-gejala umum, seperti masalah penglihatan, gerakan mata, kesulitan koordinasi, dan kebingungan.

Masalah memori dan kognisi cenderung menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan mungkin memerlukan penatalaksanaan lebih lanjut, tetapi pengobatan tiamin yang segera dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

Untuk mencegah perkembangan sindrom Wernicke-Korsakoff harus benar-benar menghindari alkohol dan mengikuti diet seimbang. Jika alkohol bukan penyebabnya, diperlukan pengobatan untuk masalah medis yang mendasarinya.

Itulah beberapa fakta mengenai sindrom Wernicke-Korsakoff yang perlu Anda tahu. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. Karena semakin cepat gangguan neurologis mendapat perawatan yang tepat, maka semakin besar juga peluang kesembuhannya.