Penyakit

Radang Telinga Tengah Pada Anak, Kenali Gejalanya!

Mungkin hampir semua orang anak pernah mengalami yang namanya batuk, flu, atau ruam popok tanpa masalah yang berarti. Namun, radang telinga tengah mungkin hanya beberapa anak saja yang mengalami masalah tersebut.

Sebenarnya apa itu infeksi telingan bagian tengah yang terjadi pada anak dan seringkali membuat bayi atau anak-anak mengalami demam. Yuk, kenali lebih jauh dengan penyakit satu ini dan apa saja gejala yang sering muncul saat mengalaminya.

Apa itu radang telinga tengah?

Radang telinga tengah atau otitis media adalah infeksi telinga yang terjadi ketika virus atau bakteri masuk ke telinga tengah, ruang di belakang gendang telinga. Ketika seorang anak mengalami otitis media ini, maka telingan tengah Si Kecil akan terisi oleh nanah (cairan yang terinfeksi). Nanah tersebut mendorong gendang telinga yang bisa sangat menykitkan.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Sakit pada telinga adalah salah satu tanda utama infeksi telinga tengah. Anak-anak juga mungkin memiliki gejala seperti:

  • Demam¬†
  • Kesulitan makan, minum dan tidur. Mengunyah, menghisap, dan berbaring dapat menyebabkan perubahan tekanan yang menyakitkan di telinga tengah
  • Waktu tidur yang buruk
  • Drainase dari telinga, cairan kuning, cokelat, atau putih yang bukan kotoran telingan merebes dari telinga. Ini mungkin berarti gendang telinga telah pecah
  • Kesulitan mendengar

Anak-anak yang lebih besar dapat mengeluh tentang sakit telinga, tetapi seorang anak yang lebih kecil mungkin hanya akan menarik-narik telinga atau menjadi rewel dan menangis lebih dari biasanya, karena merasakan sakit pada telinga.

Jika tekanan dari penumpukan cairan cukup tinggi, gendang telinga dapat pecah, dengan cairan yang keluar dari telinga. Ini adalah penyebab umum pecahnya gendang telinga pada anak-anak. Seorang anak dengan gendang telinga yang pecah mungkin merasa pusing atau mual, dan telingan berdenging atau berdegung.

Bagaimana infeksi bisa terjadi?

Radang telinga tengah biasanya terjadi karena pembengkakan di salah satu atau kedua saluran eustachius (yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan). Saluran tersebut membiarkan lendir mengalir dari telinga tengah ke tenggorokan.

Flu, infeksi tenggorokan, asam refluks, atau alergi dapat membuat tabung eustachius membengkak. Ini akan menghalangi lendir mengalir. Lalu virus atau bakteri tumbuh di lendir dan menghasilkan nanah, yang menumpuk di telinga tengah.

Anak-anak (terutama dalam 2 hingga 4 tahun pertama kehidupannya) lebih sering mengalami infeksi telinga daripada orang dewasa karena beberapa alasan. Meliputi:

  • Saluran eustachiusnya yang lebih pendek dan horizontal memungkinkan bakteri dan virus lebih mudah masuk ke telinga tengah. Tabungnya juga lebih sempit, jadi lebih mungkin tersumbat.
  • Adenoid mereka, struktur seperti kelenjar di bagian belakang tenggorokan, lebih besar dan dapat mengganggu pembukaan saluran eustachius.

Hal lain yang membuat anak-anak lebih berisiko termasuk perokok pasif, pemberian susu botol, dan berada di sekitar anak-anak lain di penitipan anak. Infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Radang telinga dalam ini tidak menular, tetapi pilek yang terkadang menyebabkannya bisa menular. Infeksi sering terjadi selama cuaca musim dingin, ketika banyak orang terkena infeksi saluran pernapasan bagian atas atau pilek (anak dengan infeksi telinga juga mungkin mengalami gejala flu, seperti pilek atau hidung tersumbat atau batuk).

Pencegahan

Berikut beberapa cara untuk mengurangi risiko infeksi telinga apada anak:

  • Kontrol alergi, peradangan dan lendir yang disebabkan oleh reaksi alergi dapat menghalangi saluran eustachius dan membuat infeksi.
  • Menyusui bayi Anda, ASI memiliki antibodi yang baik yang berfungsi untuk mengurangi laju infeksi telinga.
  • Vaksinasi, tanyakan pada dokter tentang vaksin pneumokokus, flu dan meningitis. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang divaksinasi memiliki lebih sedikit infeksi telinga.
  • Jangan merokok, menurut beberapa penelitian, anak-anak yang terpapar asap rokok orang lain memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk terkena infeksi telinga dibandingkan dengan anak-anak lain.

Jika anak Anda mengalami beberapa gejala radang telinga tengah di atas disarankan untuk mengunjungi dokter. Dokter akan membantu mengatasi ketidaknyamanan Si Kecil, biasanya dengan memberikan asetaminofen atau ibuprofen kepada anak untuk meredakan nyeri dan demam. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat tetes telinga pereda nyeri selama gendang telinga tidak pecah. 

Penyakit

Congek Menjadi Pertanda Anak Terkena Radang Telinga Tengah

Adanya congek pada telinga dapat menggambarkan adanya kotoran di telinga, baik yang padat maupun cair. Namun, apakah Anda tahu bahwa dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai radang telinga tengah?

Radang telinga tengah alias otitis media adalah infeksi yang biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini terjadi pada bagian tengah telinga, yaitu di rongga belakang gendang telinga yang terdapat tulang pendengaran di dalamnya.

Selain dapat menimbulkan kotoran telinga, radang telinga tengah juga memunculkan gejala-gejala lainnya. Tanda-tanda ini perlu segera disadari agar bisa cepat diatasi dan kondisinya tidak semakin parah. berikut penyebab munculnya radang telinga tengah.

Penyebab terjadinya radang telinga tengah

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang menginfeksi pada bagian telinga tengah. Infeksi ini pada umumnya adalah kelanjutan dari penyakit lainnya, seperti flu dan alergi yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan, tenggorokan dan saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung.

Bakteri dan virus ini akan lebih mudah masuk ke tubuh jika:

  • Berusia 6 bulan hingga 2 tahun karena sistem imun anak belum sempurna
  • Bayi dan anak-anak yang minum dari botol, apalagi jika minum dalam keadaan berbaring
  • Musim hujan, terutama ketika banyak orang sakit flu
  • Sering terpapar udara yang kotor seperti asap rokok

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah jangan membersihkan cairan telinga dengan cotton bud, apalagi sampai memasukkan ke lubang telinga. Cairan telinga cukup diseka dengan lap bersih atau kain kasa pada bagian luar lubang telinga.

Selanjutnya, Anda perlu membawa anak ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) untuk diperiksa. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi dan jika perlu anak bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri.

Tidak jarang, orang yang memiliki congek dibiarkan begitu saja. Padahal, otitis media ini perlu segera disembuhkan jika Anda tidak mau terkena komplikasi. Radang telinga tengah yang tidak kunjung sembuh bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang. Salah satu yang paling parah adalah membuat penderitanya sulit mendengar.