Obat

Obat Candesartan Digunakan untuk Apa?

Obat Candesartan Digunakan untuk Apa?

Obat candesartan adalah sebuah obat resep yang hadir dalam bentuk tablet oral. Obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Obat ini juga dapat digunakan dalam terapi kombinasi, dalam arti Anda perlu mengonsumsi obat ini bersamaan dengan obat lain untuk merawat kondisi atau penyakit yang Anda derita. 

Candesartan masuk ke dalam kelas obat penghambat reseptor 2. Jenis ini obat merujuk pada sekumpulan obat-obatan yang bekerja dengan cara sama. Umumnya, obat dalam kelas obat yang sama memiliki struktur kimia serupa dan digunakan untuk merawat kondisi serupa. Secara garis besar, obat ini bekerja dengan cara menenangkan pembuluh darah di dalam tubuh. Hal ini akan membantu mengurangi tekanan darah dan menurunkan risiko Anda menderita serangan jantung dan stroke. 

Apa saja efek sampingnya?

Obat candesartan memang tidak menyebabkan kantuk. Akan tetapi, sama seperti obat-obatan lainnya, obat ini diikuti dengan berbagai efek sampingnya sendiri. Adapun beberapa efek samping yang umum dijumpai setelah konsumsi obat candesartan adalah nyeri punggung, pusing, gejala demam atau flu (seperti batuk, bersin, dan hidung meler), radang tenggorokan, dan hidung tersumbat. 

Apabila gejala tersebut bersifat ringan, biasanya gejala akan hilang setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila gejala yang Anda rasakan bertambah parah, hubungi dokter secepatnya. 

Selain itu, obat candesartan juga dapat menyebabkan efek samping serius bagi beberapa orang. Adapun efek samping serius yang dapat dirasakan di antaranya adalah tekanan darah rendah dengan gejala seperti pusing atau ingin pingsan dan tubuh terasa lelah. 

Efek samping lain dapat berupa  gangguan ginjal yang semakin parah, dengan gejala seperti jarang buang air kecil dibandingkan dengan biasanya, tubuh terasa lelah, dan sesak napas; meningkatnya kadar potasium dalam darah, dengan gejala seperti otot terasa lemah, mual, dan perubahan ritme jantung; dan reaksi alergi, dengan gejala seperti pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. 

Interaksi dengan obat lain

Obat candesartan dapat berinteraksi dengan obat-obatan, obat herbal, ataupun vitamin yang sedang Anda konsumsi. Contoh interaksi obat tersebut seperti:

  • Obat nyeri

Obat candesartan mungkin tidak akan efektif dalam menurunkan tekanan darah apabila dikonsumsi bersama obat anti-peradangan non-steroid (NSAID). Apabila Anda berusia lanjut, minum pil air, dehidrasi, atau memiliki riwayat kesehatan menderita gangguan hati, fungsi ginjal Anda dapat memburuk apabila Anda meminum kedua tersebut secara bersamaan. Contoh NSAID adalah ibuprofen, naproxen, dan diclofenac.

  • Obat kejang

Obat candesartan dapat meningkatkan level obat kejang di dalam tubuh pada level yang berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak efek samping. Contoh obat kejang adalah lithium. 

  • Obat tekanan darah tinggi

Konsumsi obat ini bersama dengan obat candesartan dapat meningkatkan risiko tekanan darah yang sangat rendah, level potassium darah yang tinggi, dan fungsi ginjal yang semakin memburuk. Contoh obat jenis ini adalah penghambat reseptor angiotensin (seperti losartan, valsartan, dan telmisartan), penghambat ACE (seperti enalapril, lisinopril, dan captopril), serta aliskiren. 

  • Obat yang dapat meningkatkan kadar potassium

Konsumsi obat ini bersama obat candesartan dapat meningkatkan level potassium Anda. Contoh obat ini adalah suplemen potassium, potassium-sparing diuretic seperti amiloride dan triamteren, dan pengganti garam yang mengandung potasium. 

Obat candesartan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Jangan konsumsi obat ini kembali apabila sebelumnya Anda memiliki reaksi alergi. Konsumsi kedua kali setelah Anda menderita alergi dapat berakibat fatal.