Penyakit

Penyebab Hidrosefalus pada Bayi, Bisakah Dicegah?

Penyebab Hidrosefalus pada Bayi, Bisakah Dicegah?

Bayi yang sehat adalah harapan bagi setiap orang tua. Karena masih rentan, segala perhatian harus diberikan pada sang buah hati. Namun tak jarang ada hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba di luar kendali, misalnya terkena suatu penyakit.

Hidrosefalus pada bayi dapat terjadi sejak lahir (hidrosefalus bawaan) atau berkembang seiring tumbuh kembang bayi. Hidrosefalus membuat ukuran kepala lebih besar dari ukuran normal, yang terjadi akibat penumpukan cairan di kepala. 

Apa penyebab hidrosefalus?

Hidrosefalus dapat berkembang pada usia berapapun, termasuk orang dewasa di atas 60 tahun. Penyebabnya pun berbeda-beda. Umumnya pada kasus hidrosefalus bawaan, penyebabnya tidak diketahui, tapi bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu seperti spina bifida. 

Kemungkinan penyebab lain dari hidrosefalus pada bayi meliputi:

  • Mutasi kromosom X, dikenal sebagai hidrosefalus terkait X
  • Kelainan genetik langka, seperti malformasi Dandy Walker
  • Kista arachnoid, yaitu terbentuknya kantung berisi cairan yang terletak di antara otak atau sumsum tulang belakang dan membran arachnoid
  • Infeksi yang terjadi selama kehamilan, misalnya rubella
  • Pendarahan di otak selama atau segera setelah melahirkan
  • Trauma atau cedera kepala 
  • Tumor sistem saraf pusat
  • Pada kasus yang sangat jarang, hidrosefalus pada bayi mungkin diwariskan secara genetika

Sedangkan pada bayi prematur, hidrosefalus dapat berkembang sejak bayi dalam kandungan tepatnya sebelum minggu ke 37 kehamilan. Hidrosefalus pada bayi prematur disebabkan oleh pendarahan di otak yang menghalangi aliran CSF.

Tanda dan gejala bayi terkena hidrosefalus

Hidrosefalus pada bayi ditentukan melalui pemeriksaan medis. Namun Anda bisa mengenali tanda dan gejala bayi menderita hidrosefalus diantaranya:

  • Ubun-ubun tampak lebih menonjol
  • Kulit kepala tipis dan pembuluh darah vena yang mudah terlihat
  • Perkembangan lingkar kepala yang sangat cepat, melebihi bayi seusianya
  • Kejang
  • Bayi menjadi sangat rewel
  • Muntah
  • Kantuk berlebihan
  • Nafsu makan yang buruk
  • Mata yang tertuju ke bawah
  • Lemah otot

Pada balita dan anak yang lebih tua, hidrosefalus umumnya ditandai dengan:

  • Ukuran kepala lebih besar dari ukuran anak-anak seusianya
  • Perubahan struktur wajah
  • Mata juling
  • Sakit kepala
  • Kejang otot
  • Pertumbuhan anak tertunda
  • Sulit makan
  • Kantuk ekstrem
  • Kejang
  • Kehilanganan koordinasi, misalnya sulit mempertahankan keseimbangan

Jika terdapat satu atau lebih tanda di atas, diperlukan pemeriksaan medis secepat mungkin. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik lanjutan, misalnya mata cekung, refleks lambat, fontanel menonjol, dan mengukur lingkar kepala
  • USG (ultrasound) untuk melihat gambar otak. Pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan pada bayi yang ubun-ubunnya masih terbuka
  • Magnetic resonance imaging (MRI) untuk mencari tanda-tanda kelebihan CSF
  • CT Scan untuk melihat gambar penampang otak

Diagnosis prenatal juga bisa dilakukan jika dokter Anda mencurigai bahwa bayi Anda menderita hidrosefalus sejak dalam kandungan. USG, amniosentesis (untuk memeriksa kelainan kromosom), dan MRI janin dilakukan untuk memastikan kondisi tersebut.

Bisakah hidrosefalus dicegah?

Hidrosefalus pada bayi tidak bisa dicegah, tapi Anda bisa menurunkan risikonya dengan rutin mendapatkan perawatan prenatal selama kehamilan. Hal ini termasuk makan makanan bergizi, vaksinasi, dan melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin. 

Menggunakan perlengkapan keselamatan, seperti helm, bisa melindungi buah hati Anda dari risiko cedera kepala dari aktivitas yang dilakukan. Jika Anda menggunakan mobil, dudukkan bayi pada kursi khusus bayi dan kenakan sabuk pengaman pada mereka. 

Catatan

Ketika kondisi ini terjadi, Anda tak perlu khawatir karena hidrosefalus pada bayi bisa diobati. Sekitar 40-50 persen bayi yang mengalami hidrosefalus yang mendapat perawatan medis sejak dini dapat berfungsi secara normal tanpa adanya gangguan kecerdasan. 

Jika Ada hal yang ingin ditanyakan seputar kesehatan kehamilan dan bayi, Anda bisa menanyakannya langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.